8 Tips Keuangan Jika Ingin Cuti Panjang, Dijamin Finansial Aman!

Bagaimana ya tips keuangan jika ingin mengambil cuti panjang tapi finansial kita tetap aman?

Disadari atau tidak, terkadang mengambil jeda sejenak dari pekerjaan alias berlibur untuk beberapa waktu membuat kita lebih segar saat kembali bekerja. Kita bisa bekerja lebih produktif dan banyak pula ide-ide kreatif yang bermunculan.

Sebagian dari kita mungkin pernah mendengar istilah sabbatical leave, yang artinya kita mengambil cuti cukup panjang di tengah perjalanan karir setelah bertahun-tahun bekerja.

Durasinya bermacam-macam. Ada yang 1 bulan, 2 bulan, 3 bulan bahkan lebih dari itu.

Masalahnya, sabbatical leave atau cuti panjang ini sifatnya unpaid alias tidak di gaji. Sehingga selama kita mengambil cuti panjang, kita pun tidak berpenghasilan. Untuk itu, perlu persiapan yang matang sebelum kita mengambil sabbatical leave.

Nah, jika Anda berencana untuk mengambil sabbatical leave suatu hari nanti, bagaimana sih persiapan keuangannya?

Ini dia tips keuangan yang pas jika ingin cuti panjang atau sabbatical leave!

1. Siapkan Dana Darurat Sedari Awal

Siapkan Dana Darurat Sedari Awal
gambar : unsplash.com/ dayne topkin

Tips keuangan yang pertama untuk persiapan cuti panjang tentu saja persiapan dana darurat. Dana darurat adalah hal yang sangat penting untuk Anda persiapkan jika ingin mengambil sabbatical leave.

Seseorang yang mengambil sabbatical leave (cuti panjang) pasti ingin menikmati wkatu rehat dengan tenang. Tapi, kenyataannya tagihan dan pengeluaran atas kebutuhan hidup sehari-hari tetap akan datang. Sementara, selama cuti panjang kita tentu tidak di gaji alias zero income.

Tidak mau ‘kan, ketenangan tersebut malah berakhir jadi beban hutang?

Oleh karena itu kita harus mampu menyisihkan uang dari penghasilan rutin kita untuk mengumpulkan dana darurat ini. Setidaknya sisihkan 5% dari total penghasilan kita.

Untuk jumlahnya sendiri, minimal kita bisa mengumpulkan dana darurat untuk masa-masa (durasi) sabbatical leave atau cuti panjang yang kita ambil.

Misalnya kita mengambil cuti panjang selama 3 bulan, maka kalikan pengeluaran bulanan sebanyak 3 kali. Nah itulah jumlah dana darurat minimal yang harus berhasil Anda kumpulkan sebelum mengambil cuti panjang.

Contoh : 3 (bulan) x Rp 5.000.000 (pengeluaran bulanan) = Rp 15.000.000 (inilah jumlah dana darurat yang perlu di siapkan).

Jika Anda sudah berkeluarga maka gunakan asumsi pengeluaran bulanan keluarga Anda ya.

2. Menyusun Kembali Anggaran Pengeluaran

Tips keuangan yang kedua supaya finansial aman saat cuti pannjang adalah menyusun ulang anggaran pengeluaran.

Saat kita menjalani masa cuti panjang tanpa gaji tentu saja hal ini akan mempengaruhi kondisi keuangan yang sudah kita susun sebelumnya.

Untuk itu, kita perlu menyusun lagi anggaran pengeluaran. Bagiamana caranya ?

Pertama, hitung kembali dan kurangi jumlah setiap pos pengeluaran. Mulai dari pos-pos pengeluaran yang tidak terlalu prioritas atau tidak terlalu penting (tidak mempengaruhi banyak hal). Contohnya untuk belanja pribadi atau biaya keanggotaan suatu club.

Jika Anda tidak yakin untuk menentukan prioritas, Anda bisa mengujinya dengan cara :

  • Tuliskan semua kebutuhan, lalu berilah nomor urut.
  • Cobalah untuk mengadu setiap kebutuhan tersebut, satu persatu misalnya nomor 1 keanggotaan gym dan nomor 2 subscribe internet.
  • Jika nomor 2 menurut Anda lebih penting maka ia harus naik ke nomor 1, begitupun sebaliknya.
  • Lakukan hal yang sama pada kebutuhan-kebutuhan lainnya, hingga Anda mengantongi top 3.
  • Jika sudah mendapatkan top 3, jika Anda masih merasa berat tidak masalah untuk mencari substitusi atau pengganti dari kebutuhan-kebutuhan yang tidak terlalu penting. Misalnya keanggotaan gym menjadi lari pagi tiap hari atau main badminton bersama teman.

Sudah siap menyusun ulang anggaran pengeluaran untuk sabbatical leave nanti?

3. Berhenti Dulu Pakai Pinjol atau Kartu Kredit

Berhenti Dulu Pakai Pinjol Atau Kartu Kredit
gambar : unsplash.com/ mark oflyn

Tips keuangan selanjutnya untuk amankan finansial selama cuti panjang adalah stop dulu menggunakan pinjol (pinjaman online) ataupun kartu kredit.

Seperti yang sudah di sebutkan sebelumnya, bahwa selama kita mengambil cuti panjang kita tidak akan menerima gaji. Oleh karena itu sangat di anjurkan untuk tidak membuat pengeluaran yang tidak terlalu di butuhkan saat ini, apalagi caranya dengan dicicil.

Sebab pada saat kita menjalani masa cuti, cicilan ini wajib di bayar. Alih-alih hidup tenang, hal ini justru akan menambah beban pikiran karena harus menyisihkan uang kebutuhan hidup kita untuk membayarnya.

Hal ini akan cukup berat terutama bagi Anda yang sudah ketagihan menggunakan pinjaman online atau credit card. Tapi jika Anda benar-benar ingin mengambil cuti panjang suatu hari nanti Anda perlu membiasakan mengerem kebiasaan Anda yang satu ini.

Baca juga, Perhatikan Ini yah Sebelum Belanja Dengan Paylater

Nah, bagaimana jika saat sabbatical leave kita ingin liburan? Ini akan di bahas pada poin-poin selanjutnya. Yuk lanjutkan membaca!

4. Tahu Budget yang Dimiliki

Setelah 2 tahun berlalu melewati masa pandemik, akhirnya kita bisa sedikit bernafas lega. Meski tetap harus mengikuti protokol kesehatan terbaru, namun setidaknya kita sudah bisa bepergian lagi dengan leluasa. Termasuk untuk liburan!

Nah, sebagian orang mungkin merasa lebih suka untuk pergi berlibur secara spontan.

Namun agar finansial tetap aman, dan setelah cuti malah panik karena saldo ATM yang menipis ataupun tagihan kartu kredit yang membengkak, ada baiknya untuk merencanakan liburan kita terutama soal bugdetingnya.

Hal yang harus di lakukan jika seandainya waktu menuju sabbatical leave tinggal 1-2 bulan lagi adalah :

  • Tentukan liburan yang sesuai budget. Jangan sebalinya ya! Pilihlah destinasi wisata yang ingin dikunjungi namun tetap tidak melebihi budget. Mau ke liburan ke luar negeri, luar kota atau dalam kota tetap perlu on budget.
  • Cek point reward, siapa tahukita bisa upgrade tiket ke kelas bisnis ataupun penginapan
  • Riset informasi tentang tiket hiburan, transportasi, akomodasi, makanan atau minuman yang ada di tempat destinasi liburan yang akan dikunjungi. Anda bisa melakukan browsing atau menonton video para travel vlogger yang saat ini sudah banyak di Youtube. Anda juga bisa bertanya pada teman yang sudah pernah berlibur ke tempat tersebut (jika ada) dan tanyakan tips berlibur disana.

Baca juga, Trik Menabung untuk Liburan yang Anti Gagal, Wajib Dicoba!

5. Membuat Spending Plan yang Realistis

Membuat Spending Plan Yang Realistis
gambar : unsplash.com/ micheile dot com

Setelah menentukan budget dan mencari tahu tentang destinasi liburan yang akan dikunjungi, sekarang saatnya book your trip and make a spending plan!

Bagaimana caranya membuat spending plan yang realistis?

Pertama kita harus memisahkan antara pos pengeluaran yang penting dan tidak penting. Lalu alokasikan pengeluaran lebih banyak pada pos expenses yang penting dan minimalisir pengeluaran pada pos yang kurang penting.

Misalnya, jika kita lebih suka menginap di penginapan yang bagus dan nyaman dan tidak keberatan untuk menggunakan transportasi kelas ekonomi. Kombinasikan kebutuhan ini agar pas dengan konteks Anda pribadi.

6. Alokasikan Uang Sesuai Pos-pos Pengeluaran Liburan

Oh ya, sebelumnya disebutkan bahwa kita harus memisahkan pos pengeluaran yang pentig dan tidak penting. Hal ini akan lebih mudah kita lakukan jika kita mengenali pos-pos pengeluaran yang biasanya ada pada saat liburan.

Pos-pos apa sajakah itu?

Yang pertama yakni biaya sebelum pergi. Misalnya saja biaya visa, belanja perlengkapan, termasuk beauty produk yang di perlukan ataupun suplemen kesehatan.

Kedua, ada yang namanya biaya trip. Biaya ini terdiri dari biaya akomodasi, transportasi, (tiket pesawat/ keresta/ bus dll), tiket masuk taman hiburan/ area rekreasi dan makan. Kecuali jika kita ikut tour travel, maka biasanya biaya-biaya ini sudah include dalam paket tour.

Ketiga yakni pos belanja dan oleh-oleh. Pos pengeluaran ini wajib di siapkan karena seringkali menggoda untuk over budget.

Awalnya ingin coba kuliner ini, tapi lalu ingin yang itu. Besoknya ingin coba yang lain. Setelah itu, melihat pakaian atau pernak-pernik khas jadi ingin membelinya untuk keluarga di rumah sebagai oleh-oleh. Rasanya ingin membeli semua hal baru yang temui.

Nah jika sudah seperti ini, pertnada dompet akan bolong!

Terakhir sebaiknya siapkan juga pos pengeluara untuk travel & health insurance. Seperti yang sudah kita tahu, dimasa pandemic kita tetap harus mengikuti protokol kesehatan dan aturan dari pemerintah daerah maupun pusat. Jadi jangan lupa selalu cek informasi terbarunya ya!

7. Membeli Asuransi Penjalanan

Tips Keuangan Membeli Asuransi Penjalanan
gambr : unsplash.com/ annie spratt

Tips keuangan lainnya untuk persiapan cuti panjang adalah membeli asuransi perjalanan untuk meminimalisir risiko kerugian finansial selama di perjalanan.

Hal ini seringkali tidak dianggap penting sehingga banyak orang melewatkannya. Padahal asuransi ini bisa melindungi kita dari hal-hal yang tidak menyenangkan (terutama kerugian finansial) saat sedang asyik pergi berlibur.

Pasti bad mood ‘kan jika tiba-tiba kendaraan yang harusnya mengantarkan kita jalan-jalan telat atau bahkan dibatalkan? Bagiamana jika bagasi kita rusak/ hilang?

Nah dengan asuransi perjalanan ini, kita bisa mendapatkan kompensansi atas hal-hal buruk yang menimpa kita tersebut.

Baca juga, 8 Jenis Asuransi yang Cocok Untuk Generasi Z

Tenang saja, premi asuransi perjalanan ini termasuk cukup terjangkau yakni mulai dari Rp 30 ribuan saja per trip.

8. Jangan Lupa Membawa Uang Cash & Credit Card

Tips keuangan terakhir adalah selalu membawa uang cash dan credit card. Loh bukannya tadi kita di sarankan untuk tidak menggunakan kartu kredit?

Nah, kartu kredit ini hanya akan di gunakan dalam keadaan darurat saja. Jadi tidak untuk penggunaan regular.

Sementara itu, uang tunainya bisa di bawa sebagian besarnya dalam bentuk digital sehingga bisa langsung tap saat membayar. Mengingat saat ini pembayaran digital sudah bisa digunakan hampir di semua destinasi wisata, namun ada baiknya jika kita juga membawa sedikit uang tunai dalam bentuk fisik.

Baca juga,

Penutup

Setelah membaca beberapa tips keuangan diatas, apakah Anda sudah siap untuk mengambil sabbatical leave (cuti panjang)?

Mulai dari dana darurat hingga periapan liburan perlu di perhatikan agar saat cuti panjang nanti, kita merasa tenang dan bisa menikmati waktu rehat dengan maksimal.

Walaupun masih dalam proses pengajuan atau bahkan pesimis, apa bisa mengambil cuti panjang seperti itu, tapi kita boleh kok punya harapan. Yang terpenting, jangan lupa untuk mempersiapkannya terlebih dulu.

Semoga tips keuangan untuk mempersiapkan cuti panjang diatas bermanfaat ya!

Yuk Bagikan

Tinggalkan komentar