Booming Karena Facebook, Ini Kaitan Metaverse dengan Kripto

Dunia internet tampaknya memang benar-benar mengalami perubahan drastis dalam beberapa tahun ke belakang. Bahkan tak dipungkiri lagi, pandemi Covid-19 memang turut membuat akselerasi teknologi internet di seluruh dunia. Imbasnya adalah munculnya berbagai hal-hal virtual yang dulu cuma ada di film Hollywood. Salah satunya adalah kaitan  keberadaan metaverse dengan kripto.

Kripto sendiri sudah pasti merujuk pada cryptocurrency alias mata uang kripto yang merupakan aset digital. Karena digital, kripto berfungsi sebagai alat transaksi yang berjalan di sandi kriptografi super rumit. Bukan cuma sekadar alat pembayaran digital, cryptocurrency juga bisa menjadi pengaman transaksi keuangan, pengontrol unit tambahan di jaringan blockchain hingga proses verifikasi transaksi.

Sedangkan untuk metaverse, BBC menjelaskan kalau ini adalah tampilan teknologi VR (Virtual Reality) yang jauh lebih sempurna sehingga digadang-gadang jadi masa depan dunia internet. Tak menggunakan komputer, siapapun yang ingin masuk dalam dunia virtual metaverse harus menggunakan semacam device digital khusus misalnya headset seperti paparan di film READY PLAYER ONE (2018).

Baca juga: Usai Dogecoin dan Shiba Inu, Cryptocurrency ini Menonjol di 2022?

Jika sebelumnya VR cuma identik dalam sektor gaming, kini metaverse digadang-gadang bakal menyediakan berbagai kegiatan manusia bak kondisi dunia nyata. Pandangan atas metaverse ini kembali mengemuka bukan hanya sekadar paduan VR dan AR (Augmented Reality) semata, berkat aksi raksasa media sosial Facebook yang mengumumkan pergantian nama perusahaan jadi Meta.

Menurut sang pendiri yakni Mark Zuckerberg, nama Meta diambil dari istilah bahasa Yunani yang bermakna melampaui. Dilansir India Today, berubahnya nama perusahaan jadi satu kesatuan raksasa Meta Platform ini akan meleburkan aplikasi dan teknologi Facebook. Tak heran kalau Zuckerberg saat itu menjelaskan jika perusahaannya lebih dari sekadar media sosial, tapi sebuah teknologi.

Facebook dan Ambisi Dunia Metaverse

metaverse Facebook

Dalam penjelasannya kepada Independent, Zuckerberg menjelaskan bahwa perubahan nama perusahaan Facebook ke Meta ini sudah dimulai sejak idenya terlontar pada Juli 2021 silam. Menurut salah satu orang terkaya di dunia itu, ada banyak keunggulan yang ditawarkan Meta terutama kemampuannya di ranah digital dan fisik sekaligus termasuk seluruh fungsi ekonominya.

Zuckerberg melanjutkan bahwa Meta bakal menawarkan interoperabilitas yang belum pernah ada sebelumnya, sehingga menjadi sebuah teknologi internet yang diwujudkan. Sebagai prioritas masa depan, Facebook berambisi membangun metaverse sampai rela menggelontorkan dana investasi US$50 juta (sekitar Rp720 miliar) kepada kelompok non-profit.

Hanya saja dengan besarnya cakupan metaverse, teknologi ini jelas tak akan bisa selesai dalam waktu singkat. Setidaknya butuh 10-15 tahun bagi Meta untuk mewujudkan ambisinya termasuk melakukan beberapa investasi di perusahaan teknologi lainnya. Kini setelah terlontarkan pada Oktober lalu, paparan dunia metaverse memang diminati banyak raksasa teknologi di penjuru Bumi.

Salah satunya adalah Microsoft yang ternyata juga tengah membangun konsep metaverse. Hal ini diungkapkan Presiden Microsoft, Brad Smith, lewat unggahan proyek metaverse di blog resmi perusahaan. Dilansir Reuters, Smith memaparkan bahwa metaverse adalah dimensi baru yang bisa saja menjadi tempat untuk hidup manusia-manusia di masa depan.

Baca juga: Jenis Trading Kripto dan Tipe Trader yang Wajib Diketahui

“Menurut saya metaverse akan menjadi sesuatu yang sangat besar dan penting. Untuk itu kami harus memastikan bahwa semesta virtual itu bisa melindungi seluruh privasi ‘rakyatnya’ termasuk keamanan digital, perlindungan disinformasi sampai manipulasi. Ada banyak hal yang akan kami kerjakan. Semua orang akan mengembangkan metaverse mereka masing-masing,” ungkap Smith.

Yang menarik kendati memaparkan konsep dan ambisi pembangunan proyek metaverse, Zuckerberg dengan tegas menjelaskan bahwa tak akan ada pengaruhnya dengan aplikasi-aplikasi milik Facebook seperti WhatsApp dan Instagram yang bakal tetap sama. Hanya saja karena tak ingin perusahaannya cuma dikenal sebagai platform media sosial, Meta akan jadi entitas teknologi penghasil banyak aplikasi.

Tak heran kalau akhirnya melalui Meta ini pula, Zuckerberg mengungkapkan ambisinya memasuki dunia cryptocurrency dan NFT (Non-Fungible Token). Seperti yang Anda tahu, baik mata uang kripto dan NFT sama-sama menggunakan teknologi blockchain, sebuah sistem yang dianggap sebagai masa depan industri finansial berkat sifatnya yang terdesentralisasi.

Namun berbeda dengan Facebook dan Microsoft yang tampak sepakat jika metaverse adalah teknologi masa depan, Sundar Pichai selaku CEO Google justru memilih AI (Artificial Intellegence) alias Kecerdasan Buatan, seperti layaknya Jarvis milik Tony Stark di film IRON MAN.

Karakteristik Utama dalam Metaverse

karakteristik metaverse

Sebagai sebuah dunia virtual yang akan memperlihatkan versi digital berbagai aspek kehidupan di dunia nyata termasuk interaksi antar manusia hingga fungsi-fungsi ekonomi, metaverse jelas punya lingkup yang luar biasa luas. Bahkan kalau memang ini benar-benar berjalan, Anda akan bisa membeli properti virtual dan menjualnya yang semua dibayarkan lewat cryptocurrency.

Bukan tak mungkin pula Anda bisa memesan berbagai barang dan berjumpa dengan orang lain secara virtual di metaverse, benar-benar seperti kegiatan di dunia nyata. Hal ini yang akhirnya membuat kaitan metaverse dengan kripto tentu sangatlah erat. Sebelum membahas soal crypcoturrency di dunia virtual, berikut beberapa karakteristik metaverse yang bisa Anda ketahui:

1. Real-Time

Inilah karakteristik pertama metaverse yang membuat hubungan metaverse dengan kripto makin erat. Yap, kendati merupakan sebuah dunia virtual yang didesain, ternyata metaverse sangatlah real-time sehingga para ‘penghuninya’ benar-benar bisa merasakan pengalaman bak dunia nyata. Seperti yang disinggung sebelumnya, Anda akan tetap bisa berjumpa orang lain secara virtual seolah bertatap muka.

2. Penghubung Dua Dunia

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, jika Facebook dan Microsoft berpendapat metaverse sebagai masa depan, Google justru memilih AI. Namun pada dasarnya, metaverse justru mengusung karakteristik unik yakni jembatan dunia nyata dan virtual. Di mana teknologi ini menghubungkan kedua dimensi berbeda itu lewat jalur digitalisasi berkat VR dan AR (Augmented Reality) metaverse.

3. Fungsi-Fungsi Ekonomi

Kelak ketika semesta metaverse sudah benar-benar terbangun dan berfungsi secara penuh, tentu saja berbagai kebutuhan ekonomi juga bisa berjalan. Anda akan mampu melakukan transaksi jual beli, entah produk atau layanan jasa yang mana semua pembayarannya juga secara virtual. Hal inilah yang membuat metaverse dengan kripto begitu terikat karena alat pembayarannya adalah mata uang kripto.

4. Persisten

Pernahkah Anda bermain game online di sebuah server resmi yang terhubung dengan orang-orang di seluruh dunia? Kelak ketika character Anda sedang tak digunakan lantaran Anda sibuk bekerja, monster-monster atau character lain di game online itu tetap beroperasi karena servernya bekerja 24 jam tanpa henti. Kondisi inilah yang disebut dengan persisten.

Dan kehidupan dalam metaverse nanti juga akan seperti itu yang mana bakal terus berjalan, sekalipun avatar Anda sedang tidak online. Layaknya dunia nyata, dimensi virtual metaverse tetap melaju tanpa reset, tanpa jeda dan tak pernah berakhir.

5. Ruang Terbuka

Dan inilah karakteristik terakhir dari metaverse yang tentunya akan sangat mengubah perekonomian terdesentralisasi. Kenapa bisa begitu? Karena ‘masyarakat’ dalam metaverse bisa jadi kontributor konten, alih-alih jadi monopoli perusahaan.

Kaitan Metaverse dengan Kripto yang Wajib Diketahui

kaitan metaverse kripto

Melihat peluang besar metaverse, beberapa game online seperti Fortnite, Minecraft hingga Roblox pun mulai ikut serta dalam proyek ambisius ini. Hanya saja seperti yang sudah disebutkan, dimensi ini tak akan selesai dalam waktu singkat. Termasuk juga bagaimana cryptocurrency akan menjadi tulang punggung perekonomian utama dalam semesta virtual tersebut.

Namun pergerakan harga mata uang kripto yang liar dalam kurun waktu sebulan terakhir memang tak bisa diremehkan. Ketika raksasa bitcoin (BTC) hampir menyentuh harga tergilanya yakni menembus Rp963 juta per token pada awal November lalu, dunia seolah disadarkan bahwa aset-aset kripto yang adalah virtual memiliki potensi yang amat sangat besar.

Baca juga: Performa Harga Cryptocurrency Kapitalisasi Pasar Terbesar Saat Ini

Keberhasilan BTC ini bahkan mempengaruhi cryptocurrency lainnya dalam kelompok kapitalisasi besar seperti ethereum (ETH), binance coin (BNB), solana (SOL), cardano (ADA), ripple (XRP) sampai dogecoin (DOGE). Dan jika memang metaverse sudah terbangun dan semua hal virtual terwujud termasuk transaksi keuangan, sudah pasti kaitan metaverse dengan kripto sangatlah erat.

Seolah curi kesempatan, Anda bisa merasakan sensasi hidup virtual dalam dimensi yang disediakan platform Decentraland dan Sandbox. Khusus untuk Decentraland, Reuters melaporkan sudah terjadi transaksi real estat virtual dalam bentuk NFT yang dijual US$2,4 juta (sekitar Rp34,08 miliar) lewat cryptocurrency.

Inilah Cryptocurrency Populer di Metaverse

cryptocurrency metaverse

Setelah mengetahui seperti apa sih metaverse, ambisi perusahaan-perusahaan teknologi dunia, karakteristik hingga kaitan metaverse dengan kripto, Anda juga bisa melirik pergerakan mata uang kripto yang ada dalam dunia virtual itu. Tak hanya satu, Coinmarketcap menyebutkan setidaknya ada 140 cryptocurrency metaverse yang bisa dikoleksi.

Tak main-main, seluruh mata uang kripto metaverse itu bahkan punya kapitalisasi pasar mencapai US$52,11 miliar! Dilansir Bisnis, berikut beberapa di antaranya yang bisa diamati pergerakan harganya:

  1. MANA: Merupakan cryptocurrency yang berlaku di platform realitas virtual Decentraland. Berjalan di atas blockchain ethereum, aset kripto ini punya market cap sebesar US$8,64 miliar dan memungkinkan Anda melakukan monetisasi konten dan aplikasi
  2. AXS: Dibesut oleh platform game yang dijalankan di jaringan blockchain ethereum yakni Axie Infinity, AXS punya kapitalisasi pasar mencapai US$7,96 miliar
  3. THETA: Dirilis pada Maret 2019, platform Theta sangatlah menarik karena punya blockchain khusus streaming video yang tata kelolanya dilakukan lewat mata uang kripto THETA
  4. SAND: Saat perusahaan Facebook berubah jadi Meta, koin SAND rupanya juga melambung. Dibesut oleh The Sandbox, perusahaan ini adalah sebuah permainan berbasis blockchain yang menghadirkan sensasi dunia virtual sehingga pengguna bahkan bisa membangun dan melakukan transaksi aset digital
  5. ENJ: Lewat platform Enjin Network yang menerbitkan koin ENJ, Anda bisa membuat website, menyimpan barang virtual hingga berbagai komunikasi lainnya. Tak heran kalau ENJ ini akhirnya punya sifat sebagai NFT

Baca juga: Rahasia Sukses Trading Kripto Harian Bagi Pemula

Melihat penjelasan panjang lebar di atas, sepertinya dunia memang mau tak mau harus bisa melakukan adaptasi kelak saat metaverse sudah benar-benar terwujud. Karena bagaimanapun juga, ketergantungan masyarakat saat ini dengan berbagai teknologi virtual memang sedikit banyak dipengaruhi oleh pandemi Covid-19 berkepanjangan.

Dengan adanya hubungan metaverse dengan kripto, maka Anda bisa mulai mempertimbangkan diri untuk menjadikan beberapa cryptocurrency di atas dalam portofolio investasi. Karena bagaimanapun juga, seorang investor yang sukses saat ini sudah pasti memiliki keputusan yang berisiko dan luar biasa berani di masa lalu. Semangat jelajahi metaverse yak!

Tinggalkan komentar