Performa Harga Cryptocurrency Kapitalisasi Pasar Terbesar Saat Ini

Lima tahun lalu, mungkin tak akan ada yang menduga kalau performa harga cryptocurrency bakal gila-gilaan seperti saat ini. Ya, mata uang kripto yang banyak dianggap sebelah mata di awal kemunculannya, justru kini melesat bak primadona dengan harga fantastis. Semua ini tentu saja dipimpin oleh bitcoin (BTC) yang bahkan menyentuh nilai tertingginya sepanjang sejarah yakni sampai Rp963 juta pada awal November lalu.

Tak hanya BTC, berderet nama-nama mata uang kripto lainnya juga mulai dikenal masyarakat seperti ethereum (ETH), binance coin (BNB), sampai dogecoin (DOGE) yang sempat bikin heboh beberapa bulan lalu. Kondisi ini akhirnya membuat mata uang kripto lebih dari sekadar alat pembayaran virtual, tetapi mulai dilirik sebagai aset investasi menjanjikan selayaknya saham atau forex (foreign exchange) alias valas (valuta asing).

Banyak orang tergiur dengan betapa dinamisnya performa harga cryptocurrency, sehingga tertarik mengoleksi dengan dambaan memperoleh banyak cuan saat nilainya melambung. Hanya saja untuk memperoleh keuntungan dalam kripto memang tak bisa diperoleh dengan mudah. Apalagi cryptocurrency merupakan aset yang luar biasa berisiko tinggi, sehingga bisa saja di pagi hari melambung gila-gilaan, tapi saat malam langsung anjlok.

Baca juga: Rahasia Sukses Trading Kripto Harian Bagi Pemula

Kondisi inilah yang akhirnya membuat banyak investor dan trader kripto tidak menyarankan pemula untuk ‘bermain’ dalam aset digital ini. Namun jika Anda memang penasaran, tak ada salahnya mengamai performa harga cryptocurrency yang dikenal punya kapitalisasi besar. Kenapa harus aset big cap? Karena meskipun pergerakan harganya sangat fluktuatif, risiko rugi masih bisa diminimalkan.

Apa saja?

Berikut 7 di antaranya yang layak Anda pertimbangkan:

1. Bitcoin (BTC)

via Sadiga News

Inilah mata uang kripto yang paling diburu, paling populer dan punya kapitalisasi pasar terbesar di dunia. Bahkan mungkin tak sedikit di antara Anda yang mengira kalau bitcoin itu adalah cryptocurrency dan cryptocurrency adalah bitcoin. Sedikit salah sebetulnya karena yang tepat adalah bitcoin memang bagian dari cryptocurrency, tapi tak semua cryptocurrency merupakan bitcoin.

Dibandingkan mata uang kripto lainnya, sisi paling menarik dari BTC adalah para pembuatnya yang begitu misterius. Publik dunia hanya tahu kalau uang elektronik ini dibuat pada tahun 2009 oleh entitas bernama Satoshi Nakamoto. Menggunakan tata bahasa kriptografi, bitcoin sang pelopor mata uang kripto ini didistribusikan ke node-node dari sebuah jaringan yang bernama blockchain tanpa terdesentralisasi.

Sudah satu dekade lebih, bitcoin kini bertengger sebagai cryptocurrency paling menguntungkan sehingga punya kapitalisasi pasar yang sangat jumbo yakni lebih dari US$1,112 triliun. Sedangkan untuk performa harga cryptocurrency jenis bitcoin ini sendiri, dilaporkan Coinbase ada di level Rp850 juta per ‘keping’ pada hari Minggu (21/11) malam kemarin.

Dalam kurun waktu lima hari terakhir, pencapaian BTC di akhir pekan ini memang lebih baik daripada pada hari Jumat (19/11) dini hari yang ambles ke level Rp795 juta. Namun cukup menyesakkan mengenai pergerakan harga bitcoin ini karena mereka sempat menyentuh level tertinggi sepanjang sejarah pada 6 November lalu di leve Rp963 juta. Di mana sebelumnya BTC meraih level terbaiknya pada 13 April 2021 di posisi Rp934 juta.

2. Ethereum (ETH)

© AFP Photo via Gettty Images

Berbeda dengan bitcoin yang dibuat oleh entitas misterius yang sampai saat ini belum terungkap, asal-usul ETH sangatlah jelas. Mata uang kripto yang dianggap mampu mengikuti harga fantastis bitcoin ini dibuat oleh programmer asal Rusia bernama Vitalik Buterin. Menariknya, Buterin ‘melahirkan’ ethereum kala dirinya masih sangat muda yakni 19 tahun pada 2013 lalu.

Baca juga: Rekor, Harga Bitcoin Tembus Rp944 Juta Per Keping!

Delapan tahun perjalanannya, ETH kini mampu mencapai kapitalisasi pasar terbesar kedua di jagat kripto yakni US$519 miliar alias setengah dari market cap bitcoin yang bertengger di posisi pertama. Namun jika melihat performa harga cryptocurrency yang satu ini, memang belum mencapai level fantastis layaknya BTC. Coinbase melaporkan ETH kini ada di level harga Rp62,5 juta per ‘keping’ pada hari Minggu (21/11) malam kemarin.

Tidak berbeda jauh dengan bitcoin, ethereum juga sempat anjlok pada hari Kamis (18/11) malam ke level Rp56,4 juta. Hanya saja kalau dibandingkan pada amblesnya harga BTC, apa yang dialami ETH memang lebih baik.

Seperti performa harga cryptocurrency lainnya yang melambung pada awal November, ETH juga mampu menyentuh level tertingginya yakni Rp68.6 juta pada 8 November lalu. Apa yang dicatat ETH ini bahkan lebih baik daripada pencapaiannya pada 11 Mei 2021 di level Rp59,3 juta per ‘keping’. Melihat pergerakannya yang ada di zona hijau, ethereum memang jadi salah satu alternatif terbaik jika BTC jadi terlalu mahal.

3. Binance Coin (BNB)

Berada di posisi ketiga cryptocurrency dengan kapitalisasi pasar terbesar pada bulan November 2021, BNB sebetulnya adalah mata uang kripto yang diterbitkan oleh platform Binance Exchange. Awalnya hanya digunakan oleh para anggota saja, BNB kini justru menjadi salah satu cryptocurrency yang paling diperhitungkan di dunia. Berjenis token ERC-20, BNB dijalankan di atas blockchain Ethereum.

Dilaporkan punya total persediaan sebanyak 200 juta token, BNB mempunyai total market cap sebesar US$98,9 miliar. Memang jika dibandingkan dengan ETH atau bahkan BTC sekalipun, kapitalisasi pasar BNB memang cukup ‘mungil’, tapi termasuk yang sangat layak dipertimbangkan. Coinbase melaporkan harga BNB pada Minggu (21/11) malam kemarin ada di level Rp8,4 juta per ‘keping’.

Dibandingkan performa harga cryptocurrency dalam lima hari terakhir, BNB sebetulnya sudah berada di zona hijau karena mampu naik sebesar 1,07%. Di mana pada Jumat (19/11) pagi kemarin, BNB harus rela terperosok ke level Rp7,508 juta. Sama halnya dengan cryptocurrency lainnya yang sempat merasakan ada di level tertinggi sepanjang sejarah pada tahun 2021, BNB juga mengalaminya saat melambung ke Rp9,7 juta pada 3 Mei lalu.

4. Tether (USDT)

© Shutterstock

Berbeda dengan mata uang kripto lainnya dalam daftar, tether alias USDT ini adalah jenis stablecoin yang mana nilai per asetnya diklaim setara kurs dolar. Lantaran mengikuri pergerakan harga dolar, ketika performa harga cryptocurrency tengah ambruk beberapa waktu lalu, USDT pada dasarnya mampu stabil dan tidak bergerak terlalu jauh dari kurs dolar Amerika Serikat yang tengah berlaku realtime.

Mempunyai total kapitalisasi pasar sebesar US$73,1 miliar, kurs USDT ada di level 14.284,12 pada hari Minggu (21/11) malam kemarin. Posisi ini membuat USDT mampu menguat sebesar 0,17% dalam waktu lima hari terakhir. Seperti yang disebutkan, nilai USDT tak begitu jauh dengan kurs dollar AS yang pada Sabtu (20/11) malam di level 14.269,35.

Tidak berbeda jauh dengan aset kripto lain, USDT juga sempat melambung ke level 14.446 pada 4 November lalu. Dirilis oleh Tether Limited, USDT memang sangat cocok dipilih untuk Anda yang ingin trading cryptocurrency tapi lebih aman. Tak heran kalau akhirnya Duwi Sudarto selaku CEO digitalexchange.id dan Christopher Tahir sebagai co-founder Cryptowatch menilai kalau naiknya harga USDT karena makin banyak diminati.

5. Solana (SOL)

Digadang-gadang sebagai pembunuh ethereum, solana adalah mata uang kripto berikutnya yang juga layak dipertimbangkan. Ada di posisi kelima, total kapitalisasi pasar Solana saat ini menyentuh US$70,6 miliar. Coinmarketcap melaporkan kalau hingga saat ini peredaran Solana sudah menyentuh lebih dari 303 juta token di seluruh dunia. Untuk harganya sendiri, ada di level 232,787 (sekitar Rp3,3 juta) pada Senin (22/11) pagi.

Baca juga: Mengenal Solana, Mata Uang Kripto Calon ‘Pembunuh’ Ethereum

Dalam sepekan terakhir, posisi terburuk pernah dialami SOL ketika harus rela terperosok ke level US$191,48 (sekitar Rp2,7 juta) per token pada Jumat (19/11) pagi kemarin. Meskipun begitu, SOL tetaplah menjadi salah satu aset kripto yang wajib dipilih karena ekosistem riil yang sudah hidup dan nyata selayaknya bitcoin dan ethereum.

Apalagi pernyataan Alexis Ohanian selaku co-founder Reddit yang bakal berkomitmen melakukan investasi sebuah aplikasi media sosial yang bakal dibangun di atas blockchain Solana, membuat SOL menjadi salah satu pilihan cryptocurrency yang punya masa depan menjanjikan.

6. Cardano (ADA)

© Getty Images

Posisi keenam mata uang kripto dengan total kapitalisasi pasar terbesar adalah ADA coin yang dibangun di atas blockchain cardano. Menariknya, cardano ini dibuat oleh Charles Hoskinson yang merupakan salah satu penemu ethereum. Dengan total market cap sebesar US$62,3 miliar, hingga saat ini ada lebih dari 33,31 miliar ADA coin yang beredar di pasar dunia.

Menurut Coinbase, ADA coin ada di level Rp26.738 pada hari Minggu (21/11) malam kemarin. Dalam kurun waktu lima hari terakhir, ADA coin memang melemah 0,27%, meskipun apa yang diraihnya pada akhir pekan kemarin lebih baik daripada posisinya hari Kamis (18/11) sore di level Rp25.027.

Berbeda dengan performa harga cryptocurrency lain yang melambung di pertengahan tahun, ADA coin justru sempat melesat ke level tertingginya di 2021 ini pada 3 September kemarin. Di mana saat itu ADA coin mencatat pergerakan harganya di posisi Rp42.242 atau sekitar 80% dari harga saat ini.

7. Ripple (XRP)

via bitcoin.com

Dengan kapitalisasi pasar sebesar US$50,7 miliar, XRP termasuk salah satu cryptocurrency yang punya total supply tertinggi. Di mana Coinmarketcap melaporkan bahwa hingga Senin (22/11) pagi, sudah ada lebih dari 47 miliar token XRP didistribusikan ke seluruh dunia, jauh lebih banyak daripada ADA coin. Hampir sama seperti BNB, XRP sebetulnya adalah token yang digunakan untuk transaksi di platform Ripple Network.

Baca juga: Review ADA (Cardano), Mata Uang Kripto Pesaing Bitcoin dan Ethereum

Dalam tujuh hari terakhir, XRP sempat terpuruk ke level US$1,02 (Rp14.554) pada hari Jumat (19/11) pagi kemarin. Meskipun begitu pada hari Senin (22/11) pagi mampu menguat ke level US$1,07 (sekitar Rp15.268). Tak berbeda jauh dengan nasib mata uang kripto lainnya, XRP juga mampu meraih  posisi terbaiknya sepanjang sejarah di level US$1,83 (sekitar Rp26.112) per token pada 14 April 2021 kemarin.

Kendati mungkin harga XRP memang sangatlah jauh jika dibandingkan dengan bitcoin, banyak pihak yang merekomendasikan aset kripto ini untuk pemula. Alasannya adalah ekosistem Ripple yang berkembang luar biasa pesat berkat biaya yang murah dan proses yang tidak banyak waktu dalam hal transaksi.

Bagaimana? Menarik bukan membahas performa harga cryptocurrency atas tujuh mata uang kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar di bulan November? Bagi Anda yang ingin terjun ke dunia kripto, mungkin bisa mempertimbangkan salah satu di antaranya sesuai dengan modal dana yang dimiliki. Jika terasa ketujuh koin di atas masih cukup berat, Anda bisa mempertimbangkan polkadot (DOT), USD coin (USDC) dan dogecoin (DOGE).

Bagikan ;

Tinggalkan komentar