Menabung Aset Kripto, Cuan Baru Bagi Milenial – Gen Z

Perlahan tapi pasti, cryptocurrency kini semakin menarik perhatian banyak orang. Tak hanya mereka yang sudah terbiasa dengan dunia investasi atau trading, para pemula dan anak-anak muda yang notabene baru dapat penghasilan pun tertarik pada mata uang kripto ini. Bahkan yang terbaru, Anda bisa mencoba fitur menabung aset kripto yang dianggap tak kalah menggiurkan.

Yap, menabung aset kripto ini seolah jadi jawaban atas banyaknya kecemasan dalam investasi cryptocurrency. Berbeda dengan instrumen lainnya, mata uang kripto memang punya pergerakan harga yang luar biasa fluktuatif. Sebut saja bitcoin (BTC) yang pernah menyentuh level Rp960 juta per token, pada Jumat (26/11) sore justru anjlok ke level Rp774 juta.

Belum lagi fatwa MUI (Majelis Ulama Indonesia) yang menyebutkan bahwa cryptocurrency adalah haram sebagai mata uang, membuat banyak pemula yang juga masih galau. Dalam kondisi seperti ini, menabung aset kripto bisa jadi alternatif lain dalam portofolio investasi karena bagaimanapun juga, kripto digadang-gadang sebagai masa depat industri finansial dunia berkat sifatnya yang terdesentralisasi.

Baca juga: Booming Karena Facebook, Ini Kaitan Metaverse dengan Kripto

Bahkan kabarnya jika dibandingkan dengan bunga perbankan, bunga yang didapat dari menabung aset kripto jauh lebih menggiurkan. Hanya saja sifat cryptocurrency yang high risk dan high return membuat siapapun harus tetap waspada. Namun tenang, Anda tetap bisa memaksimalkan cuan lewat aset kripto dengan metode menabung asalkan paham beberapa hal berikut ini.

Alasan Menabung Aset Kripto Cocok Untuk Milenial dan Gen Z

Alasan Milenial
menabung aset kripto, cuan baru bagi milenial – gen z 5

Zaman yang semakin canggih memang membuat industri finansial mengalami revolusi besar-besaran. Pandemi Covid-19 yang melanda dunia sejak tahun 2020, seolah membuktikan kalau investasi di institusi yang terikat pada bank sentral tidak mampu memberikan hasil maksimal. Tak heran ketika cryptocurrency muncul dengan jaringan blockchain, membuat banyak generasi muda terpikat.

Iming-iming cuan yang lebih besar, mata uang kripto memang begitu menarik perhatian milenial (kelahiran 1981-1996) dan generasi Z (kelahiran 1997-2012). Tumbuh dan hidup besar di era serba teknologi membuat anak-anak muda ini tertarik dengan aset kripto, NFT (Non-Fungible Token) dan berbagai layanan digital berbasis DeFi (Decentralized Finance).

Dilansir CNBC Make It, ternyata ada beberapa alasan kenapa generasi muda ini memang dianggap cocok melakukan investasi dan menabung aset kripto. Apa saja? Berikut beberapa di antaranya:

  • Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, terbiasa dengan gaya hidup online dan berbagai teknologi, membuat milenial junior dan para generasi Z senior yang sudah memperoleh penghasilan sendiri, begitu yakin kalau produk keuangan berbasis teknologi akan mampu memberikan cuan besar. Sehingga ketika ada penawaran tabungan cryptocurrency, jelas bakal tinggi peminat
  • Lantaran era hidup yang berbeda dengan generasi X (kelahiran 1965-1980) atau baby boomer (kelahiran 1955-1964), anak-anak muda ini tidak terlalu paham dengan investasi tradisional seperti properti, emas atau deposito. Komunitas cryptocurrency online membuat mereka jauh lebih dekat karena mendapatkan informasi lengkap
  • Tak ada yang bisa membantah bahwa lembaga keuangan tradisional seperti bank, bank sentral, MI (Manajer Investasi), sekuritas hingga broker saham kurang dipercaya milenial muda dan generasi Z. Alasannya adalah pelaku keuangan konservatif itu dianggap menetapkan aturan yang tidak adil dan tidak efisien. Karena itu kripto yang terdesentralisasi dianggap memberi solusi
  • Berbeda dengan milenial senior-pertengahan yang kini sudah berusia 30 tahunan, anak-anak muda punya pandangan sendiri soal investasi. Bagi mereka, investasi adalah bagian dari komunitas sekaligus gaya hidup. Karena cryptocurrency adalah aset digital yang diakses online, membuat komunitasnya jauh lebih ‘hidup’ daripada instrumen investasi tradisional

Baca juga: Usai Dogecoin dan Shiba Inu, Cryptocurrency ini Menonjol di 2022?

Bisa dibilang sederet alasan di atas memang banyak dialami oleh milenial junior dan generasi Z. Namun kembali lagi, cryptocurrency adalah aset yang luar biasa tak stabil, sehingga jika Anda langsung melakukan investasi atau trading dalam jumlah besar tanpa perhitungan, risiko kerugian jelas di depan mata.

Seperti Inilah Cara Menabung Aset Kripto

Cara Menabung
menabung aset kripto, cuan baru bagi milenial – gen z 6

Sebelum membahas bagaimana sih cara menabung aset kripto, cukup banyak pertanyaan mengenai apakah para penabung cryptocurrency ini juga bakal memperoleh profit? Jawabannya adalah sudah pasti dapat. Karena beberapa exchange menggunakan strategi investasi DCA (Dollar Cost Averaging) untuk metode ini.

Di mana melalui DCA ini, pembelian aset kripto dilakukan secara rutin dalam waktu setiap pekan atau setiap bulan dengan jumlah nominal yang sama. Sehingga tak peduli bagaimana cryptocurrency bergejolak, metode menabung rutin ini akan tetap dilakukan. Sehingga artinya saat harga kripto anjlok, maka saldo tabungan bakal bertambah dan sebaliknya jika harga kripto melambung.

Untuk itulah penting bagi para penabung kripto memilih aset yang mempunyai fundamental baik seperti bitcoin, ethereum atau binance coin. Dengan risiko yang lebih rendah daripada trading cryptocurrency, serta lebih terjangkau daripada investasi kripto, tabungan kripto kini makin populer di Indonesia. Asalkan Anda konsisten, maka cuan besar di masa depan lewat tabungan aset digital ini bakal sukses.

Agar bisa melakukan hal ini, pastikan jika platform exchange yang Anda pilih menawarkan fitur tabungan kripto terlebih dulu. Jika sudah dan terdaftar sebagai pengguna, lakukan pengecekan harga kripto terbaru. Manfaatkan fitur simulasi tabungan kripto, sehingga Anda akan tahu berapa besar cuan yang berpeluang didapat jika menabung sejumlah uang dalam kurun waktu tertentu.

Supaya setoran tabungan tidak pernah terlambat, beberapa exchange yang memang menyediakan produk menabung aset kripto menyediakan pula alarm pengingat. Lewat fitur ini, Anda tak perlu cemas bakal lupa menabung di bulan depan. Sehingga akan mampu memupuk konsistensi yang memang sangat dibutuhkan dalam kesuksesan tabungan. Agar penghasilan tidak terpakai, pasang alarm di hari gajian langsung.

Apakah dalam perjalanannya, boleh mengurangi atau menambah nominal setoran tabungan?

Tentu saja boleh.

Namun pastikan dulu dengan aturan yang dimiliki oleh pihak exchange, karena biasanya ada beberapa exchange yang tidak menerima nominal tabungan yang lebih besar atau lebih kecil dari ketentuan yang sudah disepakati bersama nasabah. Untuk itulah penting bagi Anda di awal pembukaan akun tabungan kripto, benar-benar memperhatikan dengan tepat besar nominalnya.

Tips Agar Menabung Aset Kripto Hasilkan Cuan

Tips Menabung
menabung aset kripto, cuan baru bagi milenial – gen z 7

Berbeda dengan tabungan konvensional di bank, menabung aset kripto ini berjalan secara peer-to-peer alias P2P. Tak perlu cemas karena seluruh kegiatan transaksi kripto ini berjalan secara transparan dan tercatat langsung dalam node blockchain, dari pengirim ke penerima. Hanya saja supaya memperoleh hasil yang maksimal, ada beberapa tips yang bisa coba Anda terapkan sebelum menabung cryptocurrency:

Baca juga: Jenis Trading Kripto dan Tipe Trader yang Wajib Diketahui

1. Fundamental Kripto

Bisa dibilang ini merupakan hal pertama sekaligus paling mendasar jika ingin menabung aset kripto. Terutama bagi pemula, mereka haruslah belajar dan paham betul cryptocurrency di pasaran. Mulai dari kapan mata uang kripto itu dirilis, siapa pembesutnya, bagaimana teknologinya, seperti apa fluktuasi harga hingga berapa besar kapitalisasi pasar sampai perkembangannya di masa depan.

Jika sudah tahu tahapan ini, maka Anda bisa meminimalisasi kerugian karena akan memilih mata uang kripto berkualitas tinggi. Beberapa yang bisa Anda pertimbangkan adalah bitcoin, ethereum (ETH), binance coin (BNB), solana (SOL), ripple (XRP), cardano (ADA) sampai dogecoin (DOGE).

2. Beli dan Jual di Waktu Tepat

Apa yang jadi rahasia sukses para investor dan trader cryptocurrency? Tepat sekali jika jawabannya adalah mengetahui waktu yang tepat untuk membeli dan menjual aset-aset mereka. Dan ternyata meskipun Anda menabung aset kripto, hal ini juga dibutuhkan supaya cuan bisa makin maksimal. Untuk bisa menguasai marketing timing ini, Anda harus tahu bagaimana kondisi pasar kripto global entah bearish atau bullish.

3. Pastikan Sistem Keamanan

Karena aset kripto berjalan secara digital, pastikan Anda sudah memastikan sistem keamanannya supaya tak mudah dirugikan. Kendati memang seluruh transaksi cryptocurrency berjalan di atas blockchain yang bisa diakses siapapun, tetap saja jika wallet Anda diretas maka dana tabungan kripto bisa dikuras begitu saja. Untuk menghindari musibah seperti ini, aktifkan 2FA (Two Factor Authenticator).

Lewat tahapan 2FA ini, Anda akan memperoleh seluruh notifikasi langsung jika ada yang mencoba meretas akun seperti aktivitas login yang janggal. Jika perlu agar keamanan makin maksimal, cari informasi apakah platform exchange yang dipilih menawarkan opsi asuransi aset kripto pada lembaga kustodian sehingga Anda jauh lebih tenang menabung aset kripto dalam jumlah besar.

4. Info Spread Harga

Seperti yang sudah dibilang sebelumya, memaksimalkan keuntungan adalah tujuan banyak orang memilih cryptocurrency. Jika Anda memilih menabung kripto, jangan lupa juga perhatikan pergerakan spread harga mata uang kripto. Sekadar informasi, spread ini sendiri merupakan selisih harga jual dan harga beli. Jika spread-nya tidak cukup besar, akan mempermudah Anda dalam membuat keputusan di pasar kripto.

5. Periksa Legalitas

Yang tak bisa dilupakan pula saat hendak menabung aset kripto adalah ketelitian dalam memilih platform exchange. Saat ini ada banyak sekali exchange cryptocurrency di Indonesia. Hanya saja supaya menghindari musibah seperti investasi bodong dan kemudian dana Anda dibawa kabur, pastikan memilih exchange yang sudah teregulasi Bappebti, Kominfo, bahkan mendapat izin OJK (Otoritas Jasa Keuangan).

Sekadar informasi, saat ini di Indonesia hanya terdapat sekitar 13 platform exchange resmi yang sudah terdaftar Bappebti, sehingga ada baiknya Anda memilh salah satu di antaranya. Kalau memang terpaksa memakai exchange global, usahakan mengecek regulasinya sesuai lembaga di negara terkait. Dengan bergabung di exchange yang tepat, Anda bisa memaksimalkan bunga tabungan cryptocurrency.

6. Volume Transaksi

Dan tips terakhir agar bisa menabung aset kripto secara maksimal adalah mengecek volume transaksi. Tak perlu repot, tinggal akses saja situs semacam CoinMarketCap, maka Anda bisa memperoleh performa mata uang kripto dalam waktu 24 jam, tiga minggu, tiga bulan hingga satu tahun ke belakang. Lewat pengecekan volume transaksi ini, Anda bisa tahu tren harga suatu aset kripto apakah untung atau rugi.

Baca juga: Performa Harga Cryptocurrency Kapitalisasi Pasar Terbesar Saat Ini

Bagaimana? Sebetulnya tidak sulit dalam mengumpulkan cuan dari menabung aset kripto, kan? Asalkan Anda menerapkan tips-tips di atas, tak peduli jika Anda saat ini masihlah muda yakni di rentang kelompok generasi Z, peluang untuk memperoleh tambahan cuan terbuka lebar. Bisa saja ketika Anda mulai menabung saat ini, kelak di usia sebelum 35 tahun sudah memiliki hunian pribadi. Semangat menabung, ya!

Yuk Bagikan

Tinggalkan komentar