Jangan Cemas, Rahasia Kelola Finansial ini Bikin Bertahan Saat Resesi 2023

Kurang dari 60 hari lagi, kita sudah akan meninggalkan tahun 2022 dan menyambut 2023. Tentu saja di tahun yang baru nanti, harapan kondisi finansial bisa semakin sejahtera adalah keinginan setiap orang.

Hanya saja hal itu mendapat halangan akibat adanya ancaman resesi global di tahun depan.

Ya, sejak beberapa bulan terakhir ini memang banyak ahli-ahli ekonomi mengungkapkan kekhawatiran mereka atas kemungkinan resesi di tahun 2023.

Tentu saja resesi ini bukanlah yang pertama bagi Indonesia, karena sebetulnya di masa pandemi Covid-19, negeri ini pernah memasuki jurang resesi meskipun akhirnya bangkit dan bisa lepas pada November 2021 silam.

Hanya saja jika dibandingkan dengan resesi saat wabah corona kemarin, resesi global 2023 diprediksi jauh lebih berat. Tak sedikit yang terlalu cemas atas resesi tahun depan bisa saja seperti badai krisis moneter di tahun 1998 silam.

Kalau sudah begini memang satu-satunya cara yang bisa dilakukan adalah menerapkan sejumlah rahasia kelola finansial supaya tidak limbung di tahun 2023.

Baca, 3 Instrumen Investasi Tahan Inflasi, Layak Dipilih di 2023?

Lantas seperti apa rahasia kelola finansial untuk bertahan dari ancaman resesi? Simak terus ulasannya dalam artikel berikut ini.

Bakal Separah Apa Resesi di Tahun 2023?

Ilustrasi Resesi (2)
© iStock

Bagi Anda yang tidak tahu, resesi adalah kondisi perekonomian nasional sebuah negara mengalami perlambatan alias pertumbuhan negatif selama dua kuartal berturut-turut.

Resesi bisa terjadi ketika inflasi menjadi tidak terkendali dan daya beli masyarakat menjadi runtuh. Biasanya berbagai skenario ini bermuara pada semakin meningkatnya angka pengangguran dan kesejahteraan masyarakat yang tumbang.

Lantas, seberapa parahkah resesi di tahun 2023?

Tentu saja tidak ada yang bisa memprediksi secara akurat mengenai hal ini.

Hanya saja IMF (Dana Moneter Internasional) menyebutkan kalau resesi global tahun depan bakal membuat sejumlah negara-negara maju seperti Amerika Serikat, China hingga di benua Eropa mengalami kontraksi pertumbuhan ekonomi yang cukup dalam.

Tak main-main, IMF bahkan menjelaskan kalau sejumlah negara maju yang diprediksi tergelincir ke jurang resesi ini berperan dalam 1/3 perekonomian global, sehingga bukan tak mungkin kalau perekonomian mereka yang minus akan memberikan dampak secara luas sampai ke negara-negara berkembang seperti Indonesia.

Salah satu ciri khas yang paling bisa dilihat ketika resesi bakal terjadi adalah perekonomian nasional mengalami krisis.

Baca, 6 Tips Ampuh Agar Milenial dan Gen Z Bisa Hadapi Resesi Global 2023

Indonesia semenjak merdeka di tahun 1945 setidaknya mengalami empat kali krisis ekonomi yang cukup parah dan semuanya berujung ke resesi yakni pada tahun 1998, 2008, 2013 dan 2020.

Dilansir Bareksa, Budi Hikmat selaku Chief Economist PT Bahana TCW Investment Management menjelaskan kalau resesi global di tahun depan bukanlah isapan jempol belaka.

Hal ini disebabkan karena tanda-tanda krisis sudah mulai muncul di tahun 2022 ini yakni bank-bank sentral berbagai negara yang mulai menaikkan suku bunga demi mencegah inflasi, serta adanya ketegangan geopolitik di kawasan Eropa Timur yang dipicu perang Rusia – Ukraina.

Bahkan Budi cukup percaya diri kalau serangan militer Rusia dan Ukraina hanyalah sebuah pemicu lantaran ada ketegangan antara dua negara maju yang lebih patut diperhatikan, yakni antara Amerika Serikat dan China.

Tanda-tanda kalau negara dengan perekonomian yang sangat perkasa seperti Amerika Serikat bakal tergelincir ke jurang resesi juga makin tampak.

Negeri Paman Sam mulai mengalami krisis saat bank sentral mereka, The Fed, terus memperketat suku bunga acuan yang membuat imbal hasil (yield) obligasi meningkat.

Sekadar informasi, di tahun 2022 ini saja The Fed sudah lima kali menaikkan suku bunga mereka yang merupakan terbanyak dan tercepat sepanjang sejarah Federal Reserve.

Apa yang dilakukan The Fed itu akhirnya membuat Inggris mengalami krisis keuangan dan sudah memasuki pintu gerbang resesi.

Kenapa demikian? Karena ternyata Inggris mempunyai utang negara yang cukup besar dan pajak masyarakat begitu tinggi sehingga membebani warganya.

Atas kondisi itu, David Malpass selaku Presiden Grup World Bank pun angkat bicara. Dilansir CNBC Indonesia, Malpass menyebutkan kalau pertumbuhan global memang akan melambat dengan cukup tajam yang jika dibiarkan dalam jangka panjang, bakal banyak negara-negara benar mengalami resesi terutama negara dengan perekonomian berkembang.

Seolah memberi kewaspadaan bagi seluruh negara di Bumi, Nomura Holdings Inc pun membeberkan laporan negara-negara yang dihantui resesi tahun depan.

Ada dua alasan utama kenapa negara-negara itu masuk dalam daftar yakni karena pengetatan suku bunga acuan dari bank sentral mereka, serta meningkatnya biaya hidup.

Yang menarik, ada beberapa negara maju yang tergelincir ke lubang resesi yakni Inggris, Jepang, Korea Selatan, Kanada, Australia dan Amerika Serikat.

Jika Amerika Serikat disebut akan mengalami resesi dangkal kendati dalam waktu cukup lama, negara-negara seperti Australia, Kanada dan Korea Selatan justru bakal mengalami resesi lebih dalam akibat utang sektor properti.

Menanggapi hal itu, Chatib Basri selaku ekonom senior cukup percaya diri jika Indonesia tak akan memasuki kondisi resesi di 2023.

Hal ini dikarenakan ekonomi Indonesia masih tumbuh sekitar 5,2% di tahun 2022 dan berpeluang tetap positif hingga 4% pada 2023.

Baca, Wajib Tahu, 7 Hal Penting Sebelum Mulai Berinvestasi

Kendati begitu, sebagai masyarakat yang harus siap dengan berbagai kemungkinan terburuk, memahami rahasia kelola finansial supaya bertahan saat resesi adalah keharusan.

7 Rahasia Kelola Finansial Agar Tenang Hadapi Resesi

Ilustrasi Resesi (1)
via News Ghana

Membaca ulasan di atas, kita tentu sepakat bahwa resesi global memang seharusnya dihadapi dengan tenang tanpa harus cemas berlebihan.

Untuk mewujudkan hal itu, penting bagi kita mengetahui seperti apa rahasia kelola finansial yang tepat supaya bisa menjalani kehidupan finansial tanpa khawatir ketika resesi benar-benar terjadi.

Berikut hal-hal yang wajib Anda lakukan demi bertahan di 2023:

1. Cari Penghasilan Tambahan

Rahasia kelola finansial agar bertahan saat resesi yang pertama adalah dengan mencari penghasilan tambahan.

Seperti yang Anda tahu, resesi biasanya ditandai dengan inflasi yang membuat harga-harga barang dan jasa melambung.

Tentu supaya tetap bisa bertahan dan memenuhi kebutuha harian, satu-satunya cara yang bisa dilakukan adalah menambah penghasilan.

Beruntung sekarang serba online, internet menjadi wadah di mana Anda bisa menambah penghasilan lewat side job.

Ada dua yang cukup populer yakni jasa kepenulisan dan desain online, selain mencoba peruntungan sebagai content creator.

Jika dirasa side job itu tidak bisa Anda lakukan, masih banyak pekerjaan sampingan yang menggiurkan seperti jasa fotografer lepas hingga jualan online entah reseller atau dropshipper.

Bukan tak mungkin penghasilan tambahan yang dikumpulkan justru mampu memenuhi kebutuhan harian.

Hanya saja bagi Anda yang tercatat sebagai pekerja kantoran, side job tentu akan sulit dilakukan dan lebih baik mempertimbangkan menambah jadwal lemburan saja.

2. Lunasi Utang

Rahasia kelola finansial yang kedua supaya tidak limbung ketika resesi tahun 2023 adalah dengan sesegera mungkin melunasi utang.

Ya, utang akan tetap menghantui sampai kapanpun selama belum dilunasi dan sudah pasti membebani finansial. Jika utang-utang itu dibiarkan, situasi resesi akan cepat membuat Anda tertekan.

Untuk itulah sebisa mungkin melunasi seluruh utang konsumtif yang dimiliki dan menghindari melakukan hal serupa.

3. Belajar Keahlian Baru

Sudah cukup nyaman dengan pekerjaan yang dilakukan saat ini? Tak ada yang salah dengan itu.

Hanya saja dalam persiapan menghadapi resesi, ada baiknya Anda mulai mempelajari keahlian baru.

Keahlian ini sudah pasti akan meningkatkan kualitas SDM (Sumber Daya Manusia) yang Anda miliki, sehingga Anda bakal jauh lebih diperhitungkan saat kondisi memburuk.

Bahkan bisa saja keahlian baru ini bakal membuat Anda dipromosikan dalam sebuah jabatan, maupun mendapat kesempatan di tempat lain yang lebih menjanjikan.

4. Punya Dana Darurat

Dari banyaknya rahasia kelola finansial supaya bertahan selama resesi global 2023 nanti, bisa dibilang kalau mempunyai dana darurat adalah salah satu terpenting.

Sesuai dengan namanya, dana darurat ini bakal sangat berguna dalam kondisi ekonomi tidak bersahabat seperti resesi.

Tentunya untuk mempunyai dana darurat ini Anda harus memahami ketentuannya.

Di mana untuk mereka yang masih melajang, dana darurat haruslah minimal 1-6 gaji tiap bulan. Sedangkan untuk Anda yang sudah berkeluarga, pastikan punya dana darurat sebesar 6-12 kali penghasilan bulanan.

5. Persiapkan Diri Saat di-PHK

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, biasanya resesi ekonomi akan memicu banyaknya perusahaan memecat karyawannya secara sepihak.

Tentu setiap dari kita yang berstatus sebagai pegawai perkantoran, resesi jelas akan mengembuskan ancaman PHK.

Nah supaya terhindar dari kemungkinan PHK, Anda haruslah mempersiapkan diri secara maksimal seperti memberikan kinerja yang memuaskan hingga meningkatkan kemampuan diri yang baru.

6. Pilih Investasi Likuid

Apakah resesi tidak cocok untuk investasi?

Tentu saja jawabannya tidak.

Hanya saja penting bagi kita untuk menentukan instrumen investasi yang tepat dan kalau bisa cukup likuid, supaya tidak ribet saat dicairkan.

Dan dari banyaknya instrumen yang mampu dicairkan secara cepat, emas dan reksadana pasar uang justru memegang posisi teratas.

Baca, 46 Usaha Rumahan Modal Kecil Terbaik Saat Ini

Sehingga saat sewaktu-waktu Anda membutuhkan uang cash, bisa langsung memperolehnya dari instrumen investasi.

7. Kontrol Gaya Hidup

Dan inilah rahasia kelola finansial yang paling terakhir dan bisa dibilang cukup sulit diterapkan. Benar, mengontrol gaya hidup.

Karena memang bagaimanapun, kita sering kali tergelincir ke sifat boros ketika melakukan pembelian yang terlalu konsumtif.

Jika gaya hidup seperti ini tetap dibiarkan hingga resesi global tahun 2023 mendatang, bukan tak mungkin kalau Anda akan bangkrut.

Untuk itulah perlahan tapi pasti, cobalah untuk mengontrol gaya hidup dimulai dari mengecek pengeluaran bulanan sehingga akhirnya benar-benar dapat mengontrol gaya hidup.

Bagaimana? Apakah menurut Anda ancaman resesi di tahun depan masih mengerikan? Tentunya jika sudah mempelahari apa saja rahasia kelola finansial yang tepat, Anda akan makin percaya diri menjalani kehidupan di tahun 2023. Dengan begitu pekerjaan atau bisnis tetap bisa dijalankan dengan lancar, keuangan tetap sejahtera dan 2023 berjalan aman-aman saja. Semangat!

Yuk Bagikan

Tinggalkan komentar