Tips Keuangan Untuk Pengantin Baru

Apa saja tips keuangan yang wajib di perhatikan oleh pengantin baru? Yuk teruskan membaca artikel ini sampai selesai ya, supaya Anda dan pasangan punya persiapan finansial yang lebih matang.

Menjadi pengantin baru, tentu saja rasanya sangat bahagia. Hampir semua pengantin baru pasti semangat mengarungi bahtera rumah tangga bersama pasangan, memiliki segudang impian yang ingin di wujudkan, punya keinginan ini dan itu, ah banyak sekali!

Namun kita juga perlu menyadari, bahwa selalu ada proses yang perlu di jalani untuk memujudkan impian kita dan pasangan satu-persatu. Dan itu bisa dimulai dari komitmen keuangan.

Realita Kehidupan Finansial Dalam Rumah Tangga

Di era new normal seperti ini, kita dan pasangan mungkin banyak WFH di banding pergi ke kantor. Sehingga kita akan sering bertemu. Masa 3 bulan pertama setelah menikah biasanya kita masih sweet-sweetnya, karena masih masa honeymoon.

Namun masa itu akan berlalu dan kita akan di hadapkan pada realita. Kita mulai harus melakukan banyak penyesuaian. Bukan hanya kebiasaan sehari-hari namun juga dalam hal kebiasaan yang berkaitan dengan keuangan.

Nah supaya keluarga baru yang di bangun minim dengan drama huru hara finansial, para pengantin baru harus sadar dengan kebutuhan-kebutuhan keuangan yang pasti akan selalu ada. Untuk itu perhatikan tips keuangan berikut ini dan coba mulai diskusikan dengan pasangan Anda!

Baca juga, Wajib Tahu! Ini Cara Mengatur Uang Gajian Wanita Lajang dan Menikah

1. Membuat Anggaran Baru Bersama

Kalau sebelum menikah kita terbiasa menerima gajian dan membelanjakannya masing-masing, hal ini akan berbeda jika sudah menikah. Karena sudah hidup bersama, kita akan punya pemasukan dan pengeluaran bersama pula. Oleh karena itu kita perlu membuat anggaran baru bersama pasangan.

Diskusikan mana yang akan menjadi sumber pemasukan bersama dan juga berapa pengeluaran bersama. Misalnya saja untuk kasus keduanya bekerja, maka income siapa yang di gunakan untuk memenuhi kebutuhan bersama. Ini di serahkan kepada kebijaksanaan Anda dan pasangan.

Sebelum menentukannya, coba buat dulu anggaran baru bersama dengan detail. Apa saja hal-hal yang wajib di bayarkan perbulannya. Anggaran inilah yang akan menjadi patokan kita dalam melakukan pengeluaran-pengeluaran. Dengan begitu keuangan keluarga akan tetap terkontrol.

2. Bicarakan Soal Utang Sesegera Mungkin

Sebenarnya masalah utang ini baiknya dibicarakan sebelum menikah. Namun jika belum di bicarakan maka bicarakan tentang bagaimana pelunasannya sesegera mungkin ya. Keterbukaan soal utang itu sangat penting. Sebab selain aset, utang pun bisa di wariskan suatu hari nanti.

Lalu jika Anda atau pasangan memiliki utang, jenis utang yang seperti apa yang sebaiknya dilunasi lebih awal?

Pertama, lunasi dulu utang konsumtif, sekecil apapun itu. Apalagi jika Anda punya utang dari kartu kredit. Kenapa?

Karena utang konsumtif ini lah yang nantinya bisa menggerogoti aset kekayaan kita secara perlahan. Jika sudah lunas, jangan lupa untuk membuat komitmen bersama agar kita tidak lagi berhutang konsumtif ya.

3. Mengumpulkan Dana Darurat Bersama

Tips keuangan selanjutnya untuk para pengantin baru adalah mengumpulkan dana darurat bersama. Jika rumah tangga di ibaratkan seperti kendaraan, maka dana darurat ini seperti halnya ban serep.

Sewaktu-waktu bisa saja ada kejadian tidak terduga yang menimpa keluarga kita. Sehingga kita harus mengeluarkan uang di luar anggaran bulanan yang sudah kita buat sebelumnya.

Misalnya saja biaya untuk berobat atau mendapatkan tindakan medis karena kecelakaan/ sakit, perbaikan rumah (yang krusial), perbaikan kendaraan karena mogok, terkena PHK mendadak dan sebagainya.

4. Membuat Proteksi Untuk Keluarga

Tips keuangan keempat yaitu membuat proteksi untuk keluarga baik dari kesehatan, jiwa, kendaraan, dan juga rumah.

Semua proteksi ini sangat penting. Namun sebelum membeli polis asuransinya Anda perlu benar-benar mempelajarinya terlebih dahulu. Jangan sampai kita tidak mendapatkan manfaat sama sekali dari setiap polis asuransi yang kita beli.

Saat ini sudah banyak polis asuransi yang bisa di pilih, bahkan bisa di beli secara online loh! Namun pastikan juga Anda memilih polis asuransi yang sesuai kebutuhan dan juga kondisi keuangan Anda dan pasangan.

Minimal, pastikan proteksi kesehatan bagi keluarga Anda sudah tersedia. Karena ini yang paling sering di butuhkan.

Baca juga, Baru Menikah? Inilah Produk dan Tips Finansial Bagi Pasutri Muda

5. Membuat Tujuan Keuangan dan Investasi

Membuat tujuan keuangan dan investasi juga penting untuk keluarga baru. Coba diskusikan bersama pasangan, apa saja tujuan keuangan yang ingin dicapai dimasa depan nanti. Misalnya saja, untuk dana liburan, dana pendidikan anak, dana untuk dp rumah, dana untuk membeli kendaraan, dana pensiun dll.

Tidak semua tujuan keuangan harus di ambil semua sekarang juga. Pilih saja dulu yang paling prioritas dan realistis.

Contoh, dana liburan dan dp rumah. Jika tujuan keuangan Anda dan pasangn sudah jelas, maka mulailah berinvestasi pada instrumen keuangan yang Anda dan pasangan pahami serta sesuai dengan tujuan investasi.

Namun walaupun tujuan keuangan dan anggaran sudah di canangkan di awal tetap saja banyak kesalahan yang sering di lakukan oleh para pengantin baru. Apa saja itu? Yuk kita pelajari, supaya tidak terulang pada pernikahan Anda dan pasangan nanti!

Kesalahan Finansial yang Sering di Lakukan Para Pengantin Baru

Gambar : unplash.com/ Mathieu Stern

Selain tips keuangan diatas, apa saja kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan oleh pengantin baru?

1. Membeli Rumah di Luar Kemampuan Finansial

Sebagian dari pengantin baru ada saja yang ingin sekali buru-buru memiliki rumah sendiri. Ceritanya ingin lebih mandiri. Akhirnya memaksakan membeli rumah meskipun sebenarnya belum siap secara keuangan. Ujung-ujungnya pengeluaran jadi membengkak dan pusing sendiri.

Padahal sebenarnya, tidak apa-apa kok jika sementara tinggal bersama orangtua atau mertua untuk sementara waktu. Setidaknya sampai keuangan kita lebih siap.

Atau alternatif lainnya jika Anda dan pasangan benar-benar ingin tinggal terpisah dengan orangtua atau mertua, Anda bisa menyewa kos, atau rumah kontrakan yang tidak terlalu mahal.

Dengan begitu, jika keuangan sudah siap rumah yang di beli pun bisa sesuai dengan kebutuhan dan tentunya sesuai dengan kemampuan kita. Tidak asal punya rumah.

Kalaupun jika Anda dan pasangan ingin menggunakan KPR, ada hal yang wajib di pertimbangkan. Selain memperhatikan lokasi dan kondisi rumah, penting juga untuk mempertimbangkan kemampuan dalam mencicil KPR yang di bayarkan tiap bulannya. Besaran cicilan yang di sarankan oleh financial planner adalah maksimal 30% dari penghasilan kita perbulannya.

2. Tidak Bisa Menahan Keinginan

Kesalahan kedua para pengantin baru biasanya adalah sulit membendung keinginan. Apalagi di era digital saat ini godaan berbelanja ada dimana-mana. Misalnya saja untuk mencicil isi rumah. Pasangan yang baru menikah yang menempati hunian baru pasti ingin segera mengisi rumah dengan berbagai perabotan dan hiasan.

Contoh, kita sedang iseng-iseng buka hp, eh ada pop up iklan lemari hias. Langsung checkout!

Lalu sedang jalan-jalan ke mall, yang awalnya hanya niat hanya makan saja dan quality time bersama pasangan tapi karena lewat ke toko furniture langsung kalap melihat lilin hias, keset, hiasan dinding yang lucu-lucu.

Padahal sebenarnya belum terlalu di butuhkan atau bahkan sudah punya dirumah. Tapi karena tergoda, langsung check out lagi!

Mungkin awalnya pengeluaran-pengeluaran seperti hanya terasa ‘sedikit’ rembes pada saldo kita. Tapi lama-lama ternyata, ternyata kebocorannya berdampak luar biasa karena frekuensinya sering namun tidak terasa. Kita baru sadar kalau ternyata tidak bisa menabung untuk dp rumah, liburan dan tujuan keuangan lainnya.

Maka dari itu bersabarlah. Jika ingin mencicil untuk mengisi rumah sebaiknya buat anggaran tersendiri. Tulias dulu apa saja kebutuhan rumah kita dan berapa budget yang kita anggarkan untuk barang tersebut. Dengan begitu pengeluan untuk mengisi rumah bisa lebih terkontrol.

3. Memberi Untuk Orangtua

Selanjutnya soal pemberian untuk orangtua. Siapa sih yang tidak ingin ‘membalas’ jasa-jasa orangtua Perasaan bahagia saat bisa memberi untuk orang tidak bisa di lukiskan dengan kata-kata ya! Selain itu ada perasaan bangga juga saat bisa memberi.

Tapi keinginan untuk memberi kepada orangtua ini jangan sampai Anda atau pasangan harus mengorbankan diri sendiri.

Terlebih lagi bagi Anda yang baru menikah, pastinya memerlukan banyak penyesuaian dengan pasangan dan sedang banyak-banyaknya pengeluaran. Sebaiknya diskusikan dulu hal ini dengan pasangan Anda dan juga komunikasikan kepada orangtua tentang bagaimana hasilnya.

Jangan terlalu memaksakan hanya karena tidak enak dan atau harga diri semata. Jika belum bisa memberi lebih banyak tidak apa-apa.

Anda perlu bersabar, dan terus berusaha. Percayalah kehidupan finansial Anda akan lebih baik. Pemberian yang menurut Anda saat ini kecil hanyalah sementara sampai kondisi keuangan Anda dan pasangan lebih stabil.

4. Masalah Gaya Hidup

Masalah terakhir yang sering dialami oleh pasangan baru adalah persoalan gaya hidup. Ngopi di cafe, hang out bersama teman, makan di luar, atau melakukan hobi lainnya biasanya bisa membuat pengeluaran jadi membengkak.

Sebelum menikah, mungkin Anda punya gaya hidup tertentu yang seringkali dilakukan dan tidak ada yang mengatur. Namun hal ini akan berbeda setelah Anda menikah. Ingat, Anda dan pasangan pastinya memiliki impian-impian bersama yang harus di persiapkan dengan matang.

Bukannya tidak boleh melakukan itu semua. Boleh-boleh saja kok. Asalkan dibuat pos-pos keuangan untuk life style tersebut dan juga lakukan sesuai anggaran yang kita buat. Dengan begitu, Anda bisa tetap melakukan gaya hidup yang Anda senangi tanpa bocor dalam finansial.

Baca juga, Setelah Menikah Kok Jadi Banyak Hutang? Ini Sebabnya!

Penutup

Itulah beberapa tips keuangan untuk para pasangan yang baru saja menikah. Mulai dari pembuatan anggaran bersama hingga kesalahan-kesalahan finansial yang sering di alami pengantin baru sudah kita bahas.

Nah demi keselamatan dalam membangun pernikahan, kita wajib menjaga K3 yaitu “Komitmen Keuangan Keluarga”. Maka dari itu yuk mulai diskusikan sesegera mungkin tentang hal-hal diatas bersama pasangan. Belajar untuk mengkomunikasikan masalah finansial secara terbuka dan dewasa saat ini juga. Supaya tidak pusing dengan urusan isi dompet, kita perlu saling memahami.

Jangan sampai masalah keuangan menjadi seperti fenomena gunung es. Terlihat kecil, namun sebenarnya sudah terlalu rumit dan siap untuk jadi konflik besar yang meledak sewaktu-waktu.

Tinggalkan komentar