7 Cara Atur Pos Keuangan Jika Ingin Punya Anak

Keuangan252 Dilihat

Berencana punya anak? Yuk belajar atur pos keuangan dari sekarang!

Setiap orangtua pasti ingin anaknya tumbuh dengan sehat dan bisa berkembang secara maksimal. Semua usaha dilakukan demi kebahagiaan sang anak, bahkan sejak masih di dalam kandungan. Mulai dari asupan gizinya, pendidikannya, dan segala kebutuhan anak selalu menjadi prioritas.

Namun kenyataannya, banyak permasalahan keluarga yang justru membuat anak jadi sulit berkembang bahkan mengalami banyak trauma. Sebabnya sangat kompleks, salah satu faktornya bermula dari kondisi ekonomi keluarga.

Di era teknologi informasi seperti saat ini, kita bisa dengan mudah mengamati banyaknya orang yang mengalami kesulitan keuangan setelah memiliki anak. Mereka mengeluhkan, ternyata setelah memiliki anak urusan keuangan malah jadi “babak belur”!

Sebagian besar bukan karena sejak awal belum begitu mapan, tapi karena kurangnya perencanaan dan persiapan yang dimiliki. Padahal hal ini termasuk aspek yang mendasar dalam keluarga loh!

Pentingnya Mengelola Pos Keuangan Bagi Calon Parents

Kemampuan mengelola pos keuangan sangat penting bagi calon orangtua yang berencana memiliki anak. Tanpa hal tersebut, kita akan lebih sulit untuk menjaga keamanan dan kesejahteraan keluarga lahir dan batin.

Namun jika perencanaan dan persiapan finansial kita cukup baik, kita akan bisa meminimalisir hal-hal berikut!

  • Bingung cari-cari pinjaman untuk biaya melahirkan
  • Selalu cemas karena memikirkan kebutuhan keluarga, terutama setelah memiliki anak
  • Pengabaian mood swing ibu pasca melahirkan yang akhirnya menjadi mental illness
  • Ayah ibu terlalu sibuk bekerja dan kebutuhan anak jadi tidak terpenuhi
  • dan masih banyak lagi

Meski tidak bisa menjadi orangtua yang sempurna, tapi kita bisa berusaha menjadi orangtua yang baik. Salah satunya dengan belajar menyiapkan dan mengelola keuangan berdasarkan ilmu sebagai bentuk tanggung jawab karena sudah memutuskan untuk memiliki keturunan.

Dengan mengelola pos keuangan dengan baik, kita lebih bisa mengontrol finansial keluarga. Baik itu untuk memenuhi kebutuhan rutin bulanan ataupun biaya-biaya lain yang diperlukan sesuai dengan tujuan yang sudah direncanakan.

Yuk langsung saja kita simak cara atur pos keuangan jika kita berencana memiliki anak! Jadi, apa yang perlu kita lakukan?

1. Punya Dana Darurat yang Cukup

Punya Dana Darurat yang Cukup
gambar : unsplash.com/ Towfiqu barbhuiya

Berencana memiliki keturunan adalah hal yang mulia karena tantangan yang akan membersamai kita juga akan bertambah. Jika saat masih single Anda bisa hidup apa adanya, makan seadanya, intinya lebih fokus memikirkan diri sendiri, beda lagi saat sudah berkeluarga apalagi memiliki anak.

Ketika terjadi sesuatu pada Anda, pasangan dan juga anak juga akan terkena dampak. Misalnya Anda kehilangan pekerjaan secara tiba-tiba.

Bukan lagi hanya masalah keuangan yang perlu di hadapi, tapi juga persoalan mental. Karena nantinya ada pasangan dan anak yang selalu menjadi pertimbangan.

Disinilah fungsi dana darurat yang cukup, yakni menyelamatkan mental Anda agar tetap bisa berfungsi sebagai manusia dengan berbagai peran yang dimiliki.

Sebagai informasi, dana darurat yang ideal bagi Anda yang sudah berkeluarga setidak 6-12 bulan kebutuhan bulanan. Misalnya kebutuhan bulanan minimal Anda dan keluarga dengan 1 anak adalah Rp 8 juta. Maka dana darurat yang harus di miliki adalah Rp 48 juta sampai dengan Rp 96 juta.

Oleh karena itu, Anda perlu menyiapkan estimasi biaya pasca melahirkan. Berkaitan dengan hal ini, akan di bahas lebih dalam pada poin-poin selanjutnya ya.

Baca juga, 7 Tips Nabung Dana Darurat Keluarga Sampai Berhasil

2. Daftarkan Keluarga Dalam Proteksi Kesehatan

Tips untuk mengatur pos keuangan yang pertama berkaitan dengan kesehatan.

Proteksi kesehatan dalam bentuk asuransi bisa membantu meringankan biaya kontrol selama hamil dan juga melahirkan. Apalagi jika ternyata sang ibu harus melahirkan dengan tindakan operasi yang kita tahu biayanya tidaklah kecil.

Maka dari itu, pastikan proteksi kesehatan keluarga Anda dalam keadaan aktif. Minimal Anda dan keluarga terproteksi oleh BPJS kesehatan. Jika tidak memberatkan, akan lebih baik jika memiliki polis asuransi kesehatan swasta.

Sebelum membeli polis asuransi, jangan lupa pelajari terlebih dulu apa saja yang bisa dan tidak bisa di cover oleh pihak asuransi. Dalam hal ini terutama soal kehamilan dan ibu melahirkan, baik itu obat-obatan, pemeriksaan aaupun tindakan medis.

Kemudian pelajari juga bagaimana cara dan proses claim asuransinya, karena sebagian asuransi kesehatan memberlakukan aturan penggantian biaya di akhir. Sehingga kita perlu punya cash untuk dana talang.

Jika keluarga Anda sudah terdaftar dalam proteksi kesehatan, selanjutnya Anda tinggal membayar preminya secara rutin.

3. Buat Pos Kebutuhan Sebelum Melahirkan

Buat Pos keuangan Sebelum Melahirkan
gambar : unsplash.com/ The Nix Company

Pos ini digunakan untuk persiapan sebelum melahirkan. Apa sih kebutuhan sebelum melahirkan itu?

Mulai dari membeli asupan gizi dari makanan/ minuman, vitamin, pakaian khusus ibu hamil dan bayi, USG dan hal-hal lain yang tidak di tanggung oleh polis asuransi kesehatan.

Namun meski sudah di tanggung dalam proteksi kesehatan, sebaiknya Anda juga menyiapkan dana talang ataupun dana tambahan untuk biaya melahirkan. Berjaga-jaga jika saat melahirkan ternyata kita membutuhkannya.

Selain itu, ada peralatan penunjang lain yang harus kita siapkan, seperti alat menyusui, alat menggendong bayi, body care dan skin care bayi, dan lain-lain. Tentunya sebelum memutuskan membeli ini dan itu, lakukan riset terlebih dahulu ya agar pembelian yang dilakukan tepat sasaran dan lebih efektif.

Karena ternyata banyak juga parents yang mengaku kalau pembelian barang tertentu sebenarnya tidak terlalu diperlukan dan malah jadi mubazir. Padahal jika tahu, anggaran yang ada mungkin bisa di pakai untuk kebutuhan yang lebih bermanfaat.

Nah, bagaimana dengan persiapan Anda? Yuk mulai hitung berapa estimasi kebutuhan sebelum melahirkan. Coba mulai list dengan detail, kira-kira butuh berapa ya?

Baca juga, 7 Tips Belanja Perlengkapan Bayi Pertama, Hemat Anti Mubazir!

4. Kelola Anggaran Setelah Melahirkan

Setelah melahirkan, biasanya anggaran akan lebih berfokus pada kebutuhan-kebutuhan anak. Mulai dari biaya imunisasi, syukuran lahiran anak, susu, popok dan kebutuhan lainnya. Belum lagi jika anak sakit dan biaya medisnya ada yang tidak tercover oleh asuransi/ BPJS.

Jika tidak di kelola dengan baik, hal ini tentu akan membuat orangtua kelimpungan.

Jadi sebelum memiliki anak, setidaknya kita punya estimasi anggaran pasca melahirkan. Dengan begitu kita mulai bisa memperkirakan, apakah income kita saat ini sudah cukup untuk mengcover biaya-biaya tersebut ataukah masih butuh improve/ mencari income tambahan?

Ketika belum cukup, apa rencana yang bisa dilakukan agar kebutuhan pasca melahirkan ini bisa terpenuhi. Ingat, bahwa kebutuhan pasca melahirkan sifatnya rutin. Artinya pos keuangan untuk living bahkan saving kita harus bertambah ketika memiliki anak.

5. Siapkan Pos Parenting Project

Siapkan Pos Parenting Project
gambar : unsplash.com/ Kelly Sikkema

Pos keuangan yang satu ini tidak kalah penting.

Modal dari segi keuangan itu memang sangat penting jika kita berencana memiliki anak. Namun masalahnya, apakah kita bisa mengelola modal tersebut untuk mencapai tujuan kita dalam mengasuh anak?

Karena nyatanya membesarkan anak tidak hanya soal materi atau kebutuhan lahirnya saja. Tapi juga kebutuhan batinnya (emosional, pengetahuan, skill, mental).

Selain itu, untuk membesarkan anak yang sehat dan bahagia, dibutuhkan orangtua yang sehat dan bahagia pula. Dengan kata lain, kita dan pasangan pun wajib menjaga dan merawat diri sendiri.

Sudahkah kita mempersiapkan hal ini?

Saat memutuskan untuk memiliki anak, kita perlu membekali diri dengan ilmu dan persiapan diri lainnya. Oleh karena itu, pos parenting project berfungsi untuk membiayai hal-hal yang berkaitan dengan pengembangan diri orangtua/ calon orangtua dalam hal parenting (mengasuh anak).

Sebenarnya pos ini bukan hanya mencakup pengembangan diri untuk mengasuh anak setelah anak lahir, tapi include dengan sebelum dan setelah melahirkan. Karena sebagai orangtua kita tentu perlu tahu hal-hal penting yang perlu di perhatikan agar bisa melalui masa-masa penantian lahirnya sang buah hati dengan baik dan juga setelahnya.

Jadi, jika butuh membeli buku, mengikuti webinar/ seminar, pelatihan atau konsultasi (khususnya non medis) yang berkaitan dengan maternity dan parenting, kita tidak perlu terlalu pusing memikirkan biayanya karena bisa menggunakan pos ini.

Pos parenting project ini akan terus kita isi seumur hidup. Karena tahap pengasuhan anak di setiap fasenya akan berbeda. Jadi seiring berjalannya waktu kita akan dituntut untuk belajar ilmu dan skill baru dalam mengasuh anak.

6. Banyak Anak, Perbanyak Investasi

Jika Anda dan pasangan berencana memiliki anak lebih dari satu, maka hal ini juga harus di pertimbangkan dengan matang. Karena ketika anak selanjutnya lahir, bukan berarti kebutuhan anak pertama menghilang bukan?

Justru kebutuhannya makin bertambah!

Bukan hanya soal-soal basic seperti pakaian dan gizi yang akan berubah. Tapi nantinya ia akan mulai bersekolah, sehingga kita perlu menyiapkan dana pendidikannya.

Seiring berjalannya waktu, ia juga akan perlu menggunakan gadget, uang jajan lebih besar bahkan kendaraan sendiri.

Persiapan dana pendidikan anak sebaiknya dilakukan lebih awal sebelum anak benar-benar masuk sekolah. Meskipun rezeki tiap keluarga memang berbeda-beda namun setidaknya kita bisa menyiapkan dana pendidikan lebih awal dmei memastikan hak pendidikan anak terpenuhi dengan baik.

Misalnya ketika anak masuk TK, kita sudah menyiapkan dana pendidikan SD. Ketika anak sudah masuk SD, kita menyiapkan dana pendidikan SMP dan seterusnya. Jadi rencanakan sesi diskusi dengan pasangan secara rutin mengenai biaya-biaya yang perlu di siapkan.

Baca juga,

7. Disiplin Menyiapkan Pos Keuangan Sebelum Punya Anak

Disiplin adalah kuncinya!

Sebesar apapun income Anda, pos-pos keuangan diatas tidak akan terbangun jika kita tidak membiasakan diri untuk disiplin menyisihkan uang.

Oleh karena itu, setelah memperhitungkan kebutuhan tiap pos keuangan dan Anda sudah tahu berapa persen yang perlu di anggarkan, ada baiknya untuk langsung menyisihkan uang sesuai dengan pos-pos keuangan di atas.

Anda wajib memiliki rekening yang terpisah agar nantinya lebih mudah dalam mengatur dan mengontrol pos keuangan.

Penutup

Kita tahu bahwa tidak ada yang namanya perfect parent.

Namun kita bisa kok menjadi good enough parent dengan cara mulai membekali diri dengan ilmu dan persiapan sebelum memiliki anak. Khususnya disini berkaitan dengan mengatur pos keuangan, agar tujuan dalam merawat dan membesarkan anak bisa tercapai.

Oh ya, ada satu tips yang belum sempat di sebutkan. Sebelum memiliki anak, pastikan rasio hutang masih sehat (tidak lebih dari 25% dari income). Lebih baik lagi jika kita bisa hidup tanpa hutang.

Selain itu, usahakan untuk melunasi hutang terutama hutang yang bersifat konsumtif. Karena jika Anda masih memiliki kebiasaan berhutang konsumtif, hal ini akan memberatkan Anda kedepannya.

Semoga langkah-langkah di atas bisa di jadikan sebagai referensi bagi Anda calon orangtua dalam mempersiapkan diri menjadi orangtua yang baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *