Waktunya Window Dressing BEI Di Akhir Tahun 2022

Seiring kemungkinan meredanya sentimen negatif dari global maupun domestik, waktunya window dressing BEI di akhir tahun 2022.

Window dressing merupakan upaya reksadana dan manajer portofolio untuk meningkatkan penampilan neraca keuangan sebelum disajikan kepada para pemegang saham.

Hal ini biasa dilakukan pada penghujung kuartal keempat alias setiap akhir tahun.

Muhammad Nafan Aji Gusta, Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Indonesia, mengatakan ada kemungkinan besar window dressing terbuka lebar setelah sentimen negatif mereda.

Window dressing diawali dengan price action yang menggerakkan kenaikan grafik IHSG pada posisi mix to higher. Pada momen inilah window dressing mulai dilakukan para manajer portofolio.

Window dressing merupakan sentimen positif yang biasanya ditandai dengan pergerakan teknikal IHSG yang bervariasi dan cenderung menggambarkan kenaikan dengan level support 6.641 dan resistance 6.859.

Secara teknikal IHSG akan bergerak dengan lebih terkonsolidasi untuk selanjutnya memicu price action, sehingga mampu menunjukkan tren pembalikan arah (reversal).

Saham yang akan mendapatkan euforia window dressing biasanya adalah saham dengan kapitalisasi pasar tinggi serta mempunyai catatan kinerja keuangan yang solid.

Analisis Fundamental

Situasi  makro ekonomi dalam negeri tergolong solid dengan tingkat probabilitas resesi RI berada pada kisaran 5%.

Ini menjadi situasi fundamental yang akan mendorong sentimen positif dan memicu terjadinya potensi window dressing pada akhir tahun ini.

Nafan mengatakn bahwa fundamental yang baik akan menambah optimisme masyarakat.

Ditambah lagi, pekan depan neraca perdagangan mempunyai potensi tinggi untuk surplus.

Saham Unggulan Perlu Dipertimbangkan

Sementara itu Hans Kwee, Direktur Equator Swarna Capital, menyarankan beberapa emiten saham yang bisa diburu saat window dressing.

Beberapa saham unggulan yang dimaksud Hans adalah sektor perbankan, komoditas, dan berkapitalisasi besar terutama BUMN. Emiten perusahaan semacam ini berpotensi menjadi target window dressing.

Musim dingin di Eropa menjadi berita baik bagi sektor komoditas, ini membuat saham-saham di sektor ini menjadi menarik.

Cheryl Tanuwijaya, Head of Research PT Jasa Utama Capital Sekuritas, secara lebih spesifik menyebutkan beberapa emiten saham yang bisa dipertimbangkan yaitu INDF, ICBP, MYOR, dan UNVR.

Kemudian tidak lupa saham perbankan seperti BBCA, BBRI, BBNI, kemudian saham yang berkapitalisasi besar seperti TLKM dan ANTM.

Nafan dari Mirae Asset juga punya saran untuk para investor yang baik budiman, misalnya sejumlah saham bank seperti BBNI, BMRI, BBRI, dan BBCA layak dikoleksi.

Tidak lupa dengan emiten perusahaan energi seperti INCO, MDKA, PGAS, PTBA, TLKM, ADRO, ANTM, ASII, ESSA, HRUM.

Prediksi Lain Ajaib Sekuritas

Menurut Ratih Mustikoningsih, financial experts Ajaib Sekuritas, window dressing kali ini dibayangi situasi IHSG yang terkoreksi 6 hari beruntun.

Salah satu faktor utama penurunan IHSG adalah terkoreksinya saham GOTO dan perusahaan afiliasi yang memiliki bobot besar di IHSG.

Faktor ekonomi global juga turut membayangi window dressing, yaitu kebijakan bank sentral Amerika Serikat atau the Federal Reserve (The Fed).

Dampak dari kenaikan suku bunga The Fed adalah naiknya capital outflow (jual bersih asing) di pasar reguler mencapai Rp6,6 triliun dalam seminggu terakhir.

Baca juga: obert Kiyosaki: Kripto Akan Melejit 2023 Jika Ini Terjadi

Ada proyeksi kenaikan suku bunga The Fed sebanyak 50 bps pada FOMC 14-15 Desember 2022. Pasar nasional sedang mengambil posisi waspada terkait jadi atau tidaknya pengumuman ini.

Window dressing masih akan terbuka lebar jika inflasi dan kebijakan suku bunga The Fed sesuai dengan ekspektasi pasar.

Tinggalkan komentar