Rahasia Investasi Reksadana Agar Anda Cuan Optimal

Diperbarui pada September 15th, 2022 at 01:57 pm

Perkembangan literasi keuangan dewasa ini memang semakin menunjukkan arah yang menggembirakan, terutama instrumen investasi.

Jika dulu kita hanya mengenal emas, saham dan properti, kini reksadana muncul sebagai alternatif. Bahkan jika Anda paham rahasia investasi reksadana, cuan besar jelas bukan impian.

Sama-sama mengambil ranah pasar modal, reksadana memang dianggap banyak orang sebagai pilihan yang lebih aman daripada saham.

Bahkan untuk pemula terutama kalangan muda entah milenial atau generasi Z, reksadana juga sering menjadi rekomendasi investasi. Dengan potensi keuntungan pada banyaknya aset keuangan, reksadana memang layak dicoba.

Namun tetap seperti kebanyakan instrumen investasi lainnya, reksadana juga memiliki untung-rugi yang patut Anda pertimbangkan.

Tak perlu cemas berlebihan, karena saat ini sudah ada banyak sekali rahasia investasi reksadana sehingga Anda mampu memaksimalkan cuan dan sukses sebagai investor muda.

Kenapa Harus Investasi Reksadana?

Pada dasarnya, reksadana memang memberikan cukup banyak kemudahan yang tentu bisa menguntungkan terutama mereka investor pemula.

Banyak sekali cerita investor pemula yang sudah mendamba keuntungan besar di debut percobaan investasi mereka, tanpa bersedia mempelajari instrumennya secara mendalam. Alhasil, alih-alih untung justru kerugian yang bakal dialami.

Anda tentu tak ingin jadi investor yang seperti itu, bukan? Langkah paling awal adalah dengan memahami instrumen itu sendiri.

Jika dalam hal ini adalah reksadana, maka berikut beberapa hal yang membuat kenapa kita harus mencoba instrumen yang satu ini:

1. Investasi Dikelola Ahli

Berbeda dengan menjadi investor langsung di saham atau aset keuangan lainnya, reksadana rupanya dikelola secara profesional oleh MI (Manajer Investasi).

Seperti namanya, MI akan bertugas membantu setiap investor dalam menentukan kapan dan apa keputusan yang tepat entah menjual atau membeli aset keuangan.

Keberadaan MI ini jelas akan sangat membantu para pemula karena mereka bisa membantu meminimalisir risiko kerugian, serta memaksimalkan keuntungan.

Tak heran karena perannya yang cukup vital itulah, operasional MI haruslah memperoleh izin dan terdaftar resmi di OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Anda sebagai investor pun cuma menyetorkan modal dan serahkan seluruh kegiatan investasi ke MI.

2. Modal Terjangkau

Selain kekhawatiran tak bisa mengelola dengan baik, alasan banyak orang mundur berinvestasi di pasar modal adalah modal.

Ya, untuk investasi saham misalnya, Anda harus membeli minimal 1 lot (100 lembar saham). Anggap saja Anda membeli saham BBCA dengan harga Rp30 ribuan per lembar, maka setidaknya Anda harus menyediakan uang Rp3 juta untuk membeli 1 lot BBCA.

Jumlah yang mungkin bagi banyak investor terutama pemula, cukup besar.

Namun jika Anda berinvestasi reksadana, modal yang dibutuhkan bahwa bisa di bawah Rp1 juta, atau di bawah Rp500 ribu sekalipun.

Setiap MI dan sekuritas tentu akan memberikan penawaran modal yang terjangkau bagi setiap investor dengan mempertimbangkan profil risiko mereka masing-masing. Meskipun modalnya terjangkau, return yang ditawarkan tetap memuaskan.

3. Jenis Variatif Untuk Diversifikasi

Hal terakhir yang membuat kenapa investasi reksadana memang layak dipilih adalah punya jenis yang cukup variatif, sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan finansial calon investor.

Misalkan saja, Anda ingin produk keuangan dengan risiko yang paling rendah, maka reksadana pasar uang seperti deposito BI (Bank Indonesia) atau obligasi dengan masa jatuh tempo maksimal setahun, bisa jadi pilihan.

Jika Anda ingin mencoba produk reksadana dengan return yang cukup memuaskan tapi risiko tetap minimal, reksadana campuran dimana MI menempatkan modal investor ke obligasi dan saham, bisa dipilih.

Sedangkan untuk jenis reksadana dengan return paling tinggi tapi juga risiko terbesar, varian saham adalah pilihan tepat.

5 Rahasia Investasi Reksadana yang Wajib Dicoba

Ilustrasi Rahasia Investasi Reksadana
© rupixen.com/UNSPLASH

Setelah memahami sejumlah alasan kenapa harus memilih reksadana, maka tentu supaya bisa memperoleh cuan maksimal, tak ada salahnya Anda mempelajari sejumlah rahasia investasi reksadana.

Memang, instrumen investasi ini sudah memiliki MI sebagai ‘perpanjangan tangan’ investor, tapi tetap dibutuhkan strategi supaya keuntungannya makin melimpah. Apa saja? Simak ulasannya berikut ini:

1. Mulai dari Nominal Kecil

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, reksadana adalah instrumen investasi yang bisa dimulai dari modal kecil. Hal ini jelas jadi keuntungan para investor pemula agar bisa mengukur profil risiko masing-masing.

Tak perlu harus langsung menggelontorkan uang dalam jumlah besar, Anda bisa memulainya dengan nominal kecil entah Rp500 ribu, Rp200 ribu atau bahkan Rp100 ribu.

Nanti pihak MI akan mengarahkan Anda untuk memilih reksadana pasar uang, reksadana pendapatan tetap, reksadana campuran atau reksadana saham sesuai dengan modal.

Tak ada masalah dengan memulai investasi menggunakan modal kecil, karena lama-lama return kecil yang Anda kumpulkan pun bisa memberikan jumlah yang menggiurkan.

2. Tetap Belajar

Rahasia investasi reksadana berikutnya adalah Anda sebagai investor harus tetap belajar. Memang, instrumen investasi ini relatif mudah dikelola dan ada MI yang bertanggung jawab, sebagai investor Anda tak boleh berpangku tangan.

Cobalah mempelajari seperti apa kondisi pasar modal, termasuk pertimbangan naik-turunnya nilai produk reksadana.

Baca juga, 8 Tips Mengurangi Over Budget Acara Pernikahan

Jangan abai juga dengan kondisi perekonomian global, yang tentunya akan memberikan pengaruh ke aset keuangan.

Jika Anda melakukan diversifikasi reksadana dan mempelajari keunggulan dan kekurangannya masing-masing, maka Anda tak akan cemas saat ada satu produk nilainya melambung, sedangkan produk lain nilainya tengah anjlok.

3. Perbanyak Pengalaman

Selain terus mempelajari setiap produk, rahasia investasi reksadana yang bisa bikin Anda cuan maksimal adalah dengan terus memperbanyak pengalaman.

Yap, jangan sekadar mampu secara teori saja, tapi langsung terjun dengan melakukan investasi.

Kalau Anda sudah belajar setiap produknya, tentu akan tahu mana yang risikonya terkecil sehingga Anda bisa tenang berinvestasi. Pengalaman yang makin banyak, akan membuat Anda bisa jadi investor sukses.

4. Perhitungan Biaya Transaksi

Sebagai produk keuangan, reksadana jelas bisa diperjual-belikan di pasar modal. Anda bisa menjual reksadana yang dimiliki dan mendambakan capital gain, tapi tentu harus tahu bahwa dalam setiap transaksi terdapat biaya atau fee tertentu.

Biasanya fee ini berupa fee pembelian, fee penjualan hingga fee switching yang masing-masing nominalnya beragam tergantung jenis dan penerbit reksadana.

Nah, supaya cuan yang Anda dapat bisa maksimal, fee transaksi ini harus diperhitungkan. Bahkan jika perlu, pilih produk reksadana yang tidak terlalu banyak membebankan biaya, termasuk tidak sering-sering melakukan aksi jual-beli.

5. Pilih Produk yang Tepat

Nah, rahasia investasi reksadana yang terakhir adalah pentingnya kita memilih produk yang tepat sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan finansial.

Untuk itulah sebagai investor, ada baiknya kita mempunyai tujuan investasi yang sudah terencana, sehingga MI akan bisa mengarahkan modal Anda ke jenis reksadana yang sesuai.

Pertimbangkan pula adanya fluktuasi nilai reksadana, sehingga Anda dapat menentukan yang sesuai dengan keinginan.

Baca juga, 5 Website Jual Foto dan Video, Hasilkan Cuan Menjanjikan

Bagaimana? Tidak sulit buken meraih cuan maksimal dari reksadana? Asalkan Anda bisa menerapkan sejumlah rahasia investasi reksadana di atas, maka Anda pun bisa jadi investor yang sukses kendati masih sebagai pemula. Jadi, terus semangat belajar dan tetap semangat berinvestasi!

Yuk Bagikan

Tinggalkan komentar