8 Tips Mengurangi Over Budget Acara Pernikahan

Selesai nikahan banyak hutang? Apa bisa mengurangi over budget acara pernikahan kita nanti?

Saya sering sekali mendapatkan cerita dari saudara, teman dan anak-anaknya teman ibu maupun tante tentang acara pernikahan mereka. Mulai dari yang mendapatkan cuan hingga yang tiba-tiba punya hutang besar setelah acara pernikahan.

Setelah acara selesai, pihak WO (wedding organizer) memberikan bill yang ternyata kurang penting. Selain itu memang tidak menutup kemungkinan jika ada pengeluaran tidak terduga yang akhirnya membuat budget acara pernikahan membengkak.

Nah inilah yang mungkin banyak di takutkan sebagian calon pengantin, Ekspektasinya bisa bersenang-senang melewati masa honeymoon bersama, tapi ini malah ketar-ketir mengurus hutang yang tidak terhitung di awal.

Semoga Anda tidak mengalami hal yang sama ya!

Oleh karena itu kali ini kita akan membahas beberapa tips agar kita bisa mengurangi resiko over budget acara pernikahan. Apa saja yang bisa dilakukan?

1. Jangan Buru-buru, Tentukan Prioritas Dulu!

Jangan Buru-Buru, Tentukan Prioritas Dulu
gambar : unsplash.com/ lilartsy

Biasanya calon pengantin sangat bersemangat mempersiapkan acara pernikahannya. Hal ini wajar, karena acara pernikahan memang momen yang sakral dan kita ingin hanya terjadi sekali dalam seumur hidup.

Maka dari itu umumnya mereka langsung membuat list daftar tamu undangan, mencari WO atau vendor pernikahan dan lain sebagainya. Tunggu dulu!

Sebaiknya jangan terburu-buru jika tidak ingin budget pernikahan Anda membengkak di akhir nanti. Nah, sebelum melakukan ini dan itu, coba tentukan prioritas terlebih dahulu bersama pasangan.

Apa saja hal yang perlu di diskusikan?

  • Konsep acara : Apakah Anda bersama pasangan menginginkan acara pernikahan yang sederhana yang khidmat dihadiri oleh keluarga dan kerabat terdekat saja, ingin acara pernikahan indoor (dirumah/ di gedung) dengan mengundang lebih banyak keluarga dan kerabat, atau acara pernikahan yang terkesan mewah (biasanya di hotel atau resto aesthetic) dan sebagainya. Hal ini di sesuaikan dengan kebijaksanaan Anda dan pasangan.
  • Tujuan acara : Misalnya Anda dan pasangan ingin tamu undangan pulang dengan perasaan senang karena makanannya enak, maka Anda dan pasangan bisa memprioritaskan budget lebih untuk makanan dalam menyiapkan dana pernikahan. Sisanya menyesuaikan dengan budget secara keseluruhan.

Baca juga, Cara Efektif dan Budgeting Untuk Pernikahan Sederhana

2. Pastikan Budget Acara Pernikahan

Tips untuk mengurangi over budget acara pernikahan selanjutnya adalah memastikan secara jelas, berapa budget acara pernikahan kita.

Jangan sebaliknya ya!

Undang sana-sini lalu booking ini dan itu dulu baru di total. Khususnya bagi Anda yang ingin mengurangi over budget acara pernikahan nanti, langkah ini wajib di lakukan terlebih dulu.

Tidak masalah jika Anda dan pasangan ingin melakukan riset kecil-kecilan untuk mencari tahu harga berbagai kebutuhan acara pernikahan. Misalnya Anda punya keinginan kualitas tertentu soal MUA, coba cari tahu kira-kira range harga jasanya berapa, dan seterusnya.

Kembali lagi ke poin utama, yakni memastikan budget acara pernikahan. Misalnya dana realistis yang terkumpul untuk pesta pernikahan adalah sekitar Rp 25 -Rp 30 juta. Jadi, pengalokasian kebutuhan acara pernikahan tidak boleh melebihi itu.

Dana ini sudah di asumsikan terpisah ya dengan tabungan pasca pernikahan. Maka dari itu Anda dan pasangan wajib juga untuk membicarakan rencana setelah pernikahan jangka pendek (minimal).

Baca juga :

Sekarang Anda sudah punya patokan dan tinggal membagi alokasi dana sebesar Rp 25 – Rp 30 juta tersebut untuk berbagai kebutuhan acara. Hal ini akan membantu Anda mengurangi over budget acara pernikahan Anda nanti.

3. Efektifkan Jumlah Tamu Undangan

Tips Mengurangi Over Budget Pernikahan Efektifkan Jumlah Tamu Undangan
gambar : unsplash.com/ photos by lanty

Kita atau juga pihak calon pasangan mungkin ingin mengundang semua teman dan sampai keluarga jauh untuk menghadiri momen spesial ini. Namun kadang kita di hadapkan dengan kondisi keuangan yang mengharuskan kita menentukan budget pernikahan.

Mengefektikan jumlah tamu undangan bisa membantu kita untuk mengurangi over budget acara pernikahan loh!

Sebab pada umumnya, harga catering maupun souvenir di sesuaikan dengan jumlah tamu yang di undang. Coba pertimbangkan dengan baik siapa saja tamu yang sebaiknya di undang dan yang sebenarnya tidak perlu. Ingat, tidak semua orang perlu Anda undang.

Selain itu dengan jumlah tamu yang efektif Anda bisa menghemat biaya gedung pernikahan (jika berencana melaksanakannya di gedung).

4. Gunakan Undangan Digital

Kartu undangan biasanya menjadi salah satu item yang menguras budget pernikahan. Padahal kartu undangan biasanya akan dibuang begitu saja setelah para tamu mendapatkan informasi acara pernikahan kita. Sayang sekali bukan?

Sekarang, berkat kemajuan teknologi Anda bisa mengganti undangan fisik yang di cetak ke undangan digital yang lebih murah dan pastinya ramah lingkungan.

Harga undangan fisik bisa mulai dari Rp 1000- hingga puluhan ribu per lembarnya. Coba kalikan dengan jumlah tamu undangan Anda! Belum lagi kita butuh waktu dan tenaga untuk mengirimkannya satu persatu ke alamat tamu.

Sementara jika Anda membuat undangan digital, Anda tidak perlu mengeluarkan biaya sepeserpun!

Anda bisa membuatnya dalam bentuk video ataupun gambar di aplikasi-aplikasi editing video/ gambar. Lalu mengirimkannya lewat aplikasi chat dimana pun dan kapanpun selama terhubung dengan internet.

Jika tidak ingin repot Anda bisa memesan undangan digital di marketplace dengan harga mulai dari Rp 50 ribu saja dan Anda sudah bisa mengirimkan ke semua tamu undangan.

Baca juga, 8 Cara Atur Keuangan Jika Pasangan Belum Melek Finansial

5. Bicarakan Dengan Orangtua dan Camer

Bicarakan Dengan Orangtua Dan Camer
gambar : unsplash.com/ logan weaver

Biasanya orangtua dan calon mertua memiliki harapan-harapan tertentu untuk acara pernikahan kita. Beda dengan budaya barat yang umumnya menyerahkan 100% acara pernikahan maupun rencana setelahnya pada calon mempelai, budaya kita seringkali sebaliknya.

Hal ini menjadi salah satu masalah yang perlu di carikan solusi khususnya bagi kita yang tinggal di Indonesia dan berdampingan dengan budaya timur dan tradisional. Inilah beberapa hal yang perlu di perhatikan saat berbicara dengan mereka!

  • Bicarakan Konsep, Prioritas dan Budget Pernikahan
    Meskipun Anda dan pasangan sudah memiliki rencana sendiri, ada baiknya jika Anda membicarakan hal tersebut kepada orangtua dan mertua. Tanyakan pula apakah mereka punya saran atau keinginan yang bisa di pertimbangkan oleh Anda dan pasangan.
  • Hadapi Perbedaan Dengan Tenang
    Jika terjadi ketidak sepakatan, usahakan untuk tetap tenang. Misalnya orangtua dan mertua ingin acara pernikahan yang mewah sedangkan budget Anda tidak mencukupi. Atau menyarankan Anda untuk mengambil pinjaman dalam jumlah besar. Sampaikan bahwa, Anda dan pasangan tidak ingin merepotkan orangtua dan juga punya rencana keluarga yang mengharuskan fokus menabung di banding membayar hutang.
  • Terima Pemberian Namun Pastikan Tidak Memberatkan
    Orangtua maupun mertua biasanya ingin memberikan yang terbaik untuk anak-anak mereka sehingga ingin ikut membiayai acara pernikahan. Tidak apa-apa untuk menerimanya, namun pastikan hal tersebut tidak memberatkan. Misalnya mereka mendapatkannya dengan berhutang, menggadaikan aset dan sebagainya.

Baca juga, Setelah Menikah Kok Jadi Banyak Hutang? Ini Sebabnya!

6. Minta Bantuan Teman atau Keluarga Untuk Persiapan Acara

Tips lainnya untuk mengurangi over budget acara pernikahan adalah dengan meminta bantuan teman atau keluarga untuk mempersiapkan acara. Hal akan sangat membantu Anda, Anda bisa membuat tanda trimakasih untuk mereka yang sudah membantu.

Coba pikirkan kira-kira, apakah ada saudara dan teman yang bisa :

  • Mengisi acara (MC)
  • Penerima tamu
  • Menjadi fotografer atau videografer
  • Memasak/ menyiapkan catering
  • Menjaga stand catering
  • Membantu menghias altar pernikahan
  • Menyewakan kursi untuk para tamu
  • dll

Jika Anda memiliki budget lebih, Anda bisa mempertimbangkan untuk menggunakan wedding organizer. Tapi, jangan lupa untuk memastikan pengeluaran Anda di awal. Pastikan pada pihak WO, bahwa tidak ada pengeluaran lain-lain setelah acara selesai.

Jika tidak ada budget lebihpun tidak masalah. Anda bisa meminta bantuan pada keluarga dan juga teman-teman terdekat.

Yang terpenting tetaplah berpegang pada budget yang sudah di tentukan. Jika ada perubahan dari hasil diskusi bersama kedua belah pihak, maka tidak masalah selama masih dalam perhitungan.

7. Perhatikan Waktu Untuk Menyelenggarakan Pesta Pernikahan

Perhatikan Waktu Untuk Menyelenggarakan Pesta Pernikahan
gambar : unsplash.com/ eliza diamond

Untuk menghemat budget, Anda bisa memilih weekday (senin-jum’at) untuk menyelenggarakan hari pernikahan. Biasanya harga catering maupun gedung lebih murah dibanding weekend.

Namun jika Anda hendak menyelenggarakan acara pernikahan di rumah dan memiliki pasukan catering sendiri, maka hal ini tidak berlaku.

Hanya saja, berdasarkan pengalaman pribadi, ada baiknya untuk mempertimbangkan bulan pernikahan. Menyelenggarakan pernikahan di bulan atau tanggal-tanggal khusus bisa membuat budget Anda membengkak.

Berdasarkan pengalaman, dulu saya tidak memperhatikan bulan dan tanggal pernikahan ketika menyelenggarakan pernikahan. Ternyata tanggal dan bulan yang saya pilih bertepatan dengan bulan rayagung dan hari raya idul adha. Alhasil, banyak harga yang naik dan pengeluaran pun jadi lebih besar bahkan ada kebutuhan yang naik 2 kali lipat.

Oleh karena itu, ada baiknya untuk mempertimbangkan tanggal dan bulan pernikahan. Meskipun tidak selalu tepat tapi setidaknya kita mengusahakan terlebih dulu agar waktu yang dipilih tidak menyebabkan over budget.

8. Jangan Lupa Alokasikan Dana Darurat

Tips terakhir untuk mengurangi over budget acara pernikahan adalah dengan mengalokasikan dana darurat dari budget disiapkan.

Kebutuhan untuk mempersiapkan pernikahan pasti banyak, mulai dari acara pasca pernikahan (pengajian atau siraman) dan juga untuk biaya pestanya itu sendiri.

Namun, jangan lupa untuk alokasikan dana darurat. Dana ini di siapkan untuk mengantisipasi kebutuhan yang ternyata perlu budget ekstra atau tidak terpikirkan di awal. Sebab kenyataannya kita tidak bisa 100% menghindari hal ini.

Jadi, selain 7 tips diatas, yang bisa kita lakukan untuk mengurangi over budget acara pernikahan adalah dengan memiliki dana darurat. Dengan begitu kita tidak mengganggu tabungan bersama pasangan untuk tujuan keuangan lain hanya demi pengeluaran pesta pernikahan yang membengkak.

Berapa besaran dana darurat ini?

Tergantung konsep pesta pernikahan yang Anda pilih serta budgetnya. Tapi setidaknya mungkin jika pernikahannya sederhana Anda bisa menyiapkan mulai dari Rp 1.500.000 (lebih besar akan semakin baik).

Penutup

Tidak perlu malu untuk stick to the budget. Tidak semua orang harus Anda undang dan tidak perlu pula membuat pesta pernikahan yang memaksakan kantong hingga bolong.

Kita awali pernikahan dengan keuangan yang sehat tanpa hutang. Hal itu sungguh menyenangkan dan banyak kebaikan yang bisa di dapatkan.

Kita bisa fokus mengelola dan memperkuat hubungan bersama pasangan setelah menikah, bisa menyiapkan budget untuk honeymoon, serta fokus menabung dan investasi untuk tujuan-tujuan keuangan kita kedepan.

Baiklah, mungkin sampai disini dulu tips kali ini, semoga bermanfaat ya!

Yuk Bagikan

Tinggalkan komentar