Harta Karun Energi RI ini Bakal Punya Masa Depan Cerah

Satuan Kerja Khusus Migas atau SKK Migas sedang memproyeksikan bahwa harta karun energi RI ini bakal punya masa depan cerah.

Di tengah kebutuhan energi yang semakin meningkat, penting bagi SKK migas untuk terus mencari sumber energi alternatif lain selain minyak bumi.

Oleh karena itu, SKK Migas berencana untuk melakukan pengolahan secara intensif Liquefied Natural Gas (LNG) sebagai bahan bakar alternatif.

Dari yang awalnya alternatif, secara perlahan akan digeser menjadi yang utama dan bisa memainkan peran yang cukup penting di kancah global.

Krisis minyak bumi dan himbauan untuk transisi energi membuat SKK migas yakin bahwa LNG bisa menjadi primadona global, terutama tingginya kebutuhan gas di beberapa negara.

Dwi Soetjipto selaku kepala SKK Migas menyatakan bahwa LNG mempunyai mempunyai prospek yang cukup cerah untuk beberapa tahun mendatang.

LNG mempunyai peran dalam menjembatani proses transisi dari energi fosil ke energi bersih.

Prospek cerah LNG juga dilatarbelakangi oleh kebutuhan pasokan gas bumi yang mendesak di Eropa.

Kemudian juga pertumbuhan populasi serta ekonomi di negara-negara Asia, seperti India dan Indonesia.

LNG bisa menjadi daya tarik bagi Indonesia menarik investasi asing untuk mengembangkan produksi LNG dalam skala lebih besar untuk memenuhi kebutuhan global.

Pengurangan Emisi Karbon

Dalam presentasinya, Dwi juga mengulas tentang program pengurangan emisi karbon dan investasi di sektor energi terbarukan dalam strategi portofolio perusahaan migas.

Pengurangan emisi karbon menjadi salah satu daya tarik bagi investor asing, salah satunya dengan menjalankan program CCUS untuk pengurangan emisi.

Mengingat persaingan untuk mendapatkan investasi di bidang migas semakin ketat, maka Dwi menghimbau kepada perusahaan energi untuk mengadaptasi aturan dan tuntutan terkini.

Dwi juga membeberkan sejumlah fakta mengenai Indonesia yang sedang mengalami laju pertumbuhan ekonomi.

Jika tidak ada hambatan, maka Indonesia diprediksi menjadi ekonomi terbesar keempat dunia pada tahun 2030.

Untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, tentu salah satunya membutuhkan dukungan lebih banyak energi.

Meski saat ini SKK Migas masih memaksimalkan nilai sumber daya minyak dan khususnya gas, namun LNG tetap diproyeksikan sebagai energi masa depan.

Hal tersebut dilakukan sembari kami memastikan keamanan dan keterjangkauan energi di kawasan ini sambil memenuhi ambisi emisi nol bersih.

Tantangan Energi

Situasi global membuat aktifitas usaha hulu minyak dan gas bumi sedang berada dalam masa dinamis dan penuh tantangan.

Situasi geopolitik dan ekonomi global berdampak pada gangguan pasokan energi dan pangan, kemudian berimbas pada kenaikan harga yang melonjak signifikan.

Dua situasi ini berpotensi menimbulkan ancaman inflasi dan krisis ekonomi dan energi.

Oleh karena itu, ketahanan energi menjadi isu yang cukup penting untuk menjadi bahan pertimbangan bagi arah kerja SKK migas.

Isu transisi energi juga tantangan lain bagi industri energi untuk melakukan penyesuaian terhadap proses kerja.

Baca juga: Prediksi Harga Emas di Tahun 2023, Minat Investasi?

Protokol Kyoto, Perjanjian Paris, dan G20, merupakan stimulan bagi banyak negara, termasuk Indonesia untuk berkomitmen penuh untuk mengurangi emisi karbon.

Pengurangan emisi karbon juga harus diterapkan pada industri sektor hulu migas.

Beberapa perusahaan minyak skala besar telah memasukkan pengurangan karbon dan investasi energi terbarukan dalam portofolio mereka.

Perusahaan energi juga dituntut untuk bisa melakukan diversifikasi bisnis energi, khususnya untuk energi terbarukan.

Pemerintah juga sedang mendorong pembangunan pembangkit listrik dengan energi terbarukan untuk realisasi zero emisi carbon yang dicanangkan dari 2030 hingga 2050.

Yuk Bagikan

Tinggalkan komentar