Prediksi Harga Emas di Tahun 2023, Minat Investasi?

Sudah menjadi rahasia umum jika emas memang menjadi aset safe haven yang paling ampuh. Ketika banyak produk investasi mengalami penurunan harga bahkan anjlok gila-gilaan, emas selalu jadi pilihan terbaik dan paling utama bagi banyak investor.

Fakta ini terbukti ketika pandemi melanda dunia sejak 2020 kemarin. Di saat pasar saham anjlok, suku bunga acuan fluktuatif, emas justru mampu mencapai level tertingginya sepanjang sejarah. Tak main-main, kala itu emas mampu mencapai posisi Rp1 juta per gram yang membuatnya membuktikan posisi sebagai aset investasi terbaik.

Kini dengan banyaknya prediksi soal kemungkinan resesi di tahun 2023, emas lagi-lagi dilirik sebagai produk investasi yang paling menjanjikan.

Logam mulia yang satu ini semakin menguatkan posisinya sebagai aset pilihan utama dari berbagai masa peradaban manusia. Namun pertanyaan terbesar adalah, apakah emas benar-benar bakal melambung di tahun 2023?

Baca juga : Daftar Harga Cincin Emas 1 Gram Terbaru

Untuk bisa menjawab hal itu, simak terus ulasan artikel berikut ini hingga usai.

Langkah The Fed, Pengaruhi Pergerakan Harga Emas

Ilustrasi Emas

Di semester kedua tahun 2022 ini, bisa dibilang kalau harga emas memang tak terlalu berkilau secara drastis.

Emas bahkan mencapai level terendah pada bulan September silam. Begitu pula di pekan pertama bulan November, harga emas cenderung melemah meskipun akhirnya sempat menguat lagi, emas tetap tak bisa terlepas dari zona merah dalam kurun waktu sebulan terakhir.

Hal ini akhirnya membuat Phillip Streible selaku analis Blue Line Futures memprediksi jika emas akan sulit menguat dalam beberapa pekan kemudian, sepert dilansir CNBC Indonesia.

Kondisi ini terjadi karena bank sentral Amerika Serikat (AS) yakni The Fed (The Federal Reserve), masih akan terus melakukan kebijakan hawkish. Sekadar informasi, hawkish adalah kebijakan bank sentral yang menaikkan suku bunga acuan demi meredam tingkat inflasi.

Menurut Streible, emas baru bisa leluasa jika The Fed berhenti agresif dalam berbagai kebijakan moneternya. Kepada Reuters, Streible menjelaskan kalau emas baru melakukan bullish jika The Fed berhenti menaikkan suku bunga yakni di penghujung Maret 2023 mendatang.

Sekadar informasi, The Fed sendiri sudah menaikkan suku bunga hingga 375 bps pada tahun 2022 ini saja. Hal ini berdampak pada terus melambungnya dolar AS sekaligus yield surat utang pemerintah. Di mana yield surat utang AS tenor 10 tahun langsung meningkat 4,15% dan diikuti dengan dolar AS, yang langsung membuat daya tarik emas anjlok.

Atas hal itu, Georgette Boele selaku ahli strategi emas senior ABN AMRO menyebutkan prediksi harga emas di akhir tahun 2022 pada kisaran US$1.700 per ounce.

Prediksi ini lebih rendah daripada perkiraan sebelumnya yakni US$2.000 per ounce. Dengan demikian bisa disimpulkan kalau emas di tahun 2022 ini saja sudah turun hingga 3,6%, seperti dilansir Bareksa.

Inilah Prediksi Harga Emas dari Lembaga-Lembaga Dunia

Ilustrasi Emas Batangan
foto: economictimes

Kendati harga emas bakal tertekan hingga penghujung 2022 ini, logam mulia ini justru disebut-sebut bakal berkilau pada tahun 2023. Supaya Anda bisa mempertimbangkan investasi secara tepat, berikut beberapa prediksi harga emas di tahun 2023 yang wajib dipertimbangkan:

1. Prediksi Commerzbank

Prediksi harga emas yang pertama datang dari Commerzbank. Sekadar informasi, Commerzbank adalah perusahaan perbankan dan jasa keuangan global yang berpusat di Frankfurt, Jerman.

Sebagai bank terbesar kedua di Jerman setelah Deutsche Bank, analisa yang dilakukan Commerzbank jelas jadi pertimbangan masyarakat termasuk perkiraan pergeraan si logam mulia.

Carsten Fristcsh selaku analis logam mulia di Commerzbank menyebutkan jika emas di tahun 2023 nanti bakal balik menguat hingga US$1.900 per ons, atau turun dari perkiraan sebelumnya yakni US$2.000.

Kendati emas cukup mengecewakan investor di paruh ketiga tahun 2022, performa emas bahkan lebih baik daripada instrumen inevstasi lainnya.

Sekadar informasi, Fristcsh menjelaskan jika emas sempat diperjual belikan di bawah level 4,5% pada awal tahun 2022.

Hal ini membuat si logam mulia bahkan lebih baik daripada obligasi AS yang rugi sampai 9,5% di pasar ekuitas, sehingga artinya kehilangan 14% semenjak tahun 2022 ini bergulir.

2. Prediksi ABN AMRO

Jika Boele sebelumnya menyebutkan kalau harga emas hingga penutup tahun 2022 ini bakal tertekan, hal berbeda justru terjadi pada 2023 mendatang.

Menurut para analis emas di bank terbesar ketiga di Belanda tersebut, prediksi harga emas jauh lebih positif pada tahun mendatang.

Hal ini diikuti dengan perkiraan melemahnya dolar AS dan keputusan The Fed untuk memangkas suku bunga acuan di semester kedua 2023.

Bukan tak mungkin juga kalau imbal hasil surat utang pemerintah AS akan menurun yang membuat emas makin perkasa.

Kendati begitu ABN AMRO menyebutkan jika harga emas yang rebound tak akan mencapai level baru seperti saat wabah corona karena bank-bank sentral negara lain tidak akan mengikuti jejak The Fed dalam menurunkan suku bunga acuan demi melawan serangan inflasi.

Kendati begitu, ABN AMRO cukup percaya diri kalau prediksi harga emas hingga penghujung tahun 2023 akan mencapai level US$1.900 per ons.

3. Prediksi Reuters

Sebagai salah satu kantor berita terbesar di dunia, Reuters jelas tidak melepaskan prediksi harga emas tahun 2023 mendatang. Setidaknya ada 35 analis yang terlibat dan sudah dipublikasikan Reuters pada Agustus 2022, yang mana kisaran rata-rata harga emas pada tahun depan ada di level US$1.745 per ounce.

Lebih lanjut, puluhan analis sepakat kalau emas akan berkutat di level US$1.770 per ounce pada Juli-September 2023 dan sedikit melemah ke level US$1.750 di sisa tahun mendatang.

Tentu apa yang diungkapkan Reuters ini jelas lebih lebah dari prediksi harga emas sebelumnya yang menyentuh US$1.875 per ounce pada kuartal III-2023 maupun harga rata-rata si logam mulia di tahun depan, pada level US$1.762 per ounce.

4. Prediksi Capital Economics

Perusahaan yang bergerak di sektor bisnis riset ekonomi independen yang berbasis di London, Inggris ini juga melakukan prediksi harga emas.

Caroline Bain selaku pemimpin Capital Economics menyebutkan kalau penguatan harga emas di tahun 2023 bukanlah isapan jempol.

Dampak perang Rusia-Ukraina yang berkepanjangan memang membuat ekonomi global masihlah tidak pasti sehingga emas bakal tetap fluktuatif.

Jika hingga penghujung tahun 2022 ini bakal menurun jadi US$1.650, Bain cukup percaya diri kalau emas makin menjanjikan di 2023 mendatang.

5. Prediksi BMO Capital Markets

Prediksi harga emas untuk tahun 2023 yang terakhir datang dari lembaga BMO Capital Markets.

Sekadar informasi, lembaga ini adalah anak perusahaan perbankan investasi dari Canadian Bank of Montreal yang menawarkan berbagai akses klien korporasi, institusi dan pemerintah ke banyak layanan keuangan.

Dikutip dari Kitco News, BMO Capital Markets menyebutkan kalau harga emas di tahun 2023 ada pada kisaran US$1.649 per ounce, jauh lebih rendah dari prediksi lembaga lainnya dalam daftar.

Sedangkan untuk tahun 2024, BMO Capital Markets cukup yakin jika emas sedikit melemah di level US$1.615 per ounce meskipun tidak menghilangkan kilaunya sebagai aset investasi menjanjikan secara jangka panjang.

Kesimpulan

Bagaimana? Apakah ulasan prediksi harga emas di atas membuat Anda semakin mantap untuk mengoleksi logam mulia yang satu ini? Tampaknya melihat bagaimana kondisi perekonomian dunia dan sepak terjang emas di masa lalu, menjadikan emas sebagai aset investasi masihlah merupakan pilihan yang menjanjikan.

Apalagi saat ini untuk berinvestasi emas bisa dilakukan di mana saja tak harus membeli emas batangan secara fisik. Anda bisa membelinya secara online atau bahkan memanfaatkan layanan Tabungan Emas yang ditawarkan oleh Pegadaian. Jadi tak ada alasan lagi untuk menunda investasi, bukan? Yuk segera beli aset investasi terbaik dan manfaatkan sejumlah prediksi harga emas yang sudah diungkapkan sebelumnya.

Yuk Bagikan

Tinggalkan komentar