8 Cara Utak Atik Keuangan Imbas Kenaikan BBM

Diperbarui pada September 15th, 2022 at 12:46 pm

Kenaikan harga BBM tahun ini tentu mempengaruhi banyak hal, termasuk soal dompet dan dapur. Lantas bagaimana cara utak atik keuangan imbas kenaikan BBM? Yuk teruskan membaca artikel berikut ini sampai selesai!

Pasca di umumkannya harga kenaikan BBM beberapa waktu yang lalu, mungkin banyak ibu-ibu yang menghela nafas panjang. Stress rasanya!

Apakah Anda termasuk salah satunya?

Jangan dulu panik, hal ini wajar kok. Wajar jika kita juga ikut ketar-ketir soal dompet dan dapur. Pasalnya, pasca naiknya harga BBM, harga-harga barang di pasaran juga ikut naik.

Kita mungkin tidak bisa mengendalikan harga BBM saat ini, namun kita masih bisa mengantisipasinya dengan mencari strategi agar keuangan tetap aman terkendali.

Ketika ada satu komponen pengeluaran yang harganya naik, maka hanya ada 2 hal yang bisa kita lakukan, yakni : mengendalikan pengeluaran dan menambah pemasukan.

Nah, yang paling mudah memang mengendalikan dulu pengeluaran kita. Tapi bagaimana caranya? Mari kita bahas lebih detail!

1. Harus Evaluasi Terlebih Dulu

Cara Utak Atik Keuangan Imbas Kenaikan Bbm Harus Evaluasi Terlebih Dulu
gambar : unsplash.com/ thought catalog

Hal pertama yang perlu di lakukan untuk bisa mengendalikan pengeluaran adalah berevaluasi terlebih dulu. Langkah ini penting untuk di lakukan jadi jangan di skip ya!

Kita bisa membuat list di atas kertas, sebenarnya kemana saja pos pengeluaran selama ini dan berapa jumlahnya? Misal :

  • Bensin : Rp 300.000/ bulan
  • Makan minum : Rp 1.500.000/ bulan
  • Kebutuhan rumah : Rp 200.000/ bulan
  • Personal care : Rp 100.000/ bulan
  • Skincare : Rp 300.000/ bulan
  • Make up : Rp 100.000/ bulan
  • Kontrakan : Rp 1.000.000/ bulan
  • Listrik : Rp 100.000/ bulan
  • Air : Rp 30.000/ bulan
  • Dan seterusnya

List semua pengeluaran, jangan sampai ada yang ketinggalan. Termasuk biaya-biaya berlangganan seperti internet, netflix, icloud dan lain-lain. Biasanya biaya-biaya inilah yang secara tidak sadar menggerus keuangan rumah tangga kita.

Dalam kondisi yang mengharuskan kita mengurangi pengeluaran, maka terkadang kita perlu memilih produk/ layanan yang biasanya kita gunakan selama ini dan mengorbankan sebagian.

Perhatikan satu-persatu dan tandai item maupun pos pengeluaran yang kemungkinan bisa di di kurangi budgetnya, atau bahkan di hapus dulu dari daftar pengeluaran. Bagi sebagian orang hal ini pasti terasa berat, namun mau tidak mau Anda perlu melakukannya supaya keuangan tetap terkendali.

2. Carilah Produk Substitusi

Cara utak atik keuangan imbas kenaikan BBM selanjutnya adalah mencari produk substitusi. Ini bisa di lakukan jika Anda tahu pos pengeluaran yang mana yang bisa di utak-atik. Sehingga langkah pertama jangan sampai di lewatkan ya!

Mencari produk substitusi ini susah-susah gampang. Misalnya kita tetap perlu membeli minyak goreng, tetapi mungkin mereknya kita ganti dnegan merek yang harganya lebih murah. Atau, jumlah pembeliannya juga bisa kita atur kembali. Begitupun dengan produk-produk lainnya

Atau selama ini kita berlangganan netflix. Kita bisa ganti dengan mencari dan menonton channel-channel youtube favorite yang sekiranya tetap bisa memberikan hiburan dan informasi bermanfaat untuk Anda dan keluarga.

Begitu juga dengan BBM. Kita bisa mencoba untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi. Misalnya jika kantor kita cukup dekat, kita bisa mencoba berjalan kaki dengan datang lebih awal, atau beralih pada penggunaan kendaraan lainnya seperti public transport.

Bagaimana, sudah terbayang list produk atau layanan yang bisa Anda substitusi?

3. Membuat Anggaran Rumah Tangga yang Baru

Bbm Naik, Membuat Anggaran Rumah Tangga Yang Baru
gambar : unsplash.com/ aaron lefler

Strategi selanjutnya yakni membuat anggaran rumah tangga yang baru dan kita harus berkomitmen untuk mengikuti anggaran tersebut.

Ambil selembar kertas lalu tulis kembali kebutuhan bulanan yang sudah dipilih secara cermat. Setelah itu buat estimasi anggarannya secara rinci.

Misalnya selama ini Anda mengisi bensin dengan Rp 15.000 sebanyak 12 kali sebulan. Artinya anggaran BBM sebelumnya adalah Rp 180.000.

Dengan kondisi harga BBM yang naik, maka agar kendaraan tetap mendapatkan bahan bakar dengan jumlah yang sama diperlukan Rp 20.000/ 1 kali isi. Sehingga anggaran barunya adalah Rp 240.000.

Baca juga, Penghasilan Tidak Tetap? Ini Cara Mengatur Keuangan Agar Selalu Cukup

Kebutuhan yang harganya ikut naik seiring kenaikan BBM adalah harga kebutuhan pokok. Anda bisa memprioritaskan untuk menambahkan anggaran tambahan. Apalagi jika tidak ada substitusinya.

Contoh, anak Anda mengkonsumsi susu formula dengan merek tertentu karena tidak cocok dengan merek lain dan ternyata susu formula tersebut juga ikut naik harganya.

4. Subsidi Silang Pos Keuangan

Secara umum, pos keuangan rumah tangga terdiri dari pos living (kebutuhan rutin bulanan), pos saving (menabung dan investasi) serta pos playing (gaya hidup). Nah ketika alokasi pos living kita ternyata tiba-tiba harus meningkat, maka terkadang kita perlu mengorbankan dana dari pos lainnya.

Ada beberapa cara yang di pilih masyarakat untuk melakukan ‘subsidi silang’ pos keuangan ini, diantaranya :

a. Sebagian ada yang memilih untuk mengalokasikan alokasi yang biasanya digunakan untuk jajan menjadi dana untuk membeli BBM

b. Ada pula yang memilih untuk libur dulu untuk jalan-jalan dan mengalokasikan dananya untuk membeli BBM

c. Sebagian yang lain ada yang beralih kepada keandaraan umum yang digunakan masal dibanding kendaraan umum yang digunakan private karena lebih mahal

Baca juga, BBM Naik, Tarif Baru Ojol dan Bus AKAP Kelas Ekonomi Segera Di Umumkan

Nah jadi memang pos playing inilah yang kemungkinan besar akan kita korbankan terlebih dahulu untuk bisa mengendalikan pengeluaran di pos living kita. Perencana keuangan Prita Ghozi menyarankan sebaiknya tidak mengganggu pos saving, sebab kita tidak pernah tahu apa yang kan terjadi kedepannya.

Sehingga, keinginan untuk refreshing bisa kita rem terlebih dulu atau cari alternatif yang lebih hemat. Misalnya piknik ke taman, berkunjung ke museum yang ada dalam kota Anda, menghabiskan waktu bersama keluarga dengan bermain games dan sebagainya.

5. Gunakan Kebijakan Khusus Kantor Se-efisien Mungkin

Cara Utak Atik Keuangan Imbas Kenaikan Bbm, Dengan Work From Home
gambar : unsplash.com/ chris montgomery

“Pakai kendaraan umum sih memang menghemat keuangan tapi ada waktu serta energi yang harus di korbankan”

Itulah mungkin gambaran keluhan masyarakat yang terpaksa memilih beralih pada kendaraan umum akibat dari dampak kenaikan harga BBM tahun 2022 ini.

Untuk mengantisipasi dampak dari kenaikan harga BBM tahun ini memang dibutuhkan kerjasama dari berbagai lini. Namun sebenarnya kita juga mendapat berkah dari efek pandemi kemarin, salah satunya yakni kita jadi sadar bahwa cara kerja masyarakat bisa bervariasi.

Bukan hanya work from office, tapi banyak juga perusahaan yang menerapkan work from home maupun keduanya secara bergantian.

Nah jika kantor Anda juga kebetulan menerapkan kebijakan khusus seperti ini hingga sekarang, maka Anda bisa memanfaatkannya seefisien mungkin.

Kalau dulu kita diberi kesempatan untuk bekerja secara online lalu dipakai untuk jalan-jalan di mall, sekarang jangan sampai di ulangi. Supaya semuanya bisa bekerja secara efisien, Andapun bisa menggunakan waktu luang setelah bekerja untuk hal produktif lainnya.

6. Pindah Lokasi Tempat Tinggal

Saat ini masih banyak orang yang belum memiliki tempat tinggal tetap. Jika Anda termasuk salah satunya, pindah lokasi kos atau kontrakan ke tempat yang lebih dekat dengan kantor ataupun sekolah anak bisa menjadi solusi. Lebih bagus lagi jika lokasinya dekat dengan sarana umum seperti pasar atau rumah sakit.

Dengan begitu Anda bisa lebih menghemat uang dan juga waktu. Jangan lupa sesuaikan juga budget pindah lokasi ini dengan kondisi keuangan.

Carilah lokasi yang strategis namun tidak memberatkan Anda untuk membayarnya. Karena percuma jika ternyata kepindahan tempat tinggal malah semakin memberatkan keuangan. Lebih baik menggunakan strategi yang lain saja, tidak perlu memaksakan.

Bagaimana menurut Anda, apakah tips yang satu ini cocok untuk kondisi Anda saat ini?

7. Usahakan Untuk Menambah Pemasukan

Ttips Keuangan Akibat Kenaikan Bbm Usahakan Untuk Menambah Pemasukan
gambar : unsplash.com/ rupixen.com

Seperti yang sudah saya singgung sebelumnya, bahwa ada 2 hal yang bisa kita lakukan untuk menghadapi keuangan yang terkena imbas kenaikan BBM tahun ini yakni : mengendalikan pengeluaran dan menambah pemasukan.

Setelah pengeluaran terasa lebih terkendali, sekarang kita beralih untuk menambah pemasukan.

Kita perlu pandai memanfaatkan peluang. Di era digital seperti saat ini, kita di untungkan dengan banyaknya teknologi yang memungkinkan kita menambah penghasilkan dengan modal digital atau online. Sehingga kita tidak perlu berpindah lokasi.

Maka hal bisa kita lakukan untuk memanfaatkan hal ini adalah :

  • Mengenali diri sendiri, kita punya kemampua apa (bakat yang menarik, jasa yang bisa di jual atau networking)
  • Jangan malu. Malulah hanya kalau kita punya hutang, tapi jangan pernah malu untuk berjualan. Karena jika kita malu pasti kita akan sulit untuk memulai, terlalu takut dengan opini orang dan ini sangat berbahaya. Padahal selama kita bisa mencari penghasilan tambahan dengan jalan yang baik itu justru sebuah kebanggaan. Maka lakukanlah.

Baca juga, 23 Bisnis Online Terbaru Potensial Generasi Muda

8. Menggunakan Penghasilan Tambahan dengan Bijak

Ketika kita sudah berhasil mendapatkan penghasilan tambahan, pastikan untuk digunakan dengan baik.

Jangan sampai karena ada penghasilan tambahan ini, kita jadi merasa bebas untuk menggunakannya untuk refreshing atau memenuhi gaya hidup sepuasnya.

Bukannya tidak boleh digunakan untuk bersenang-senang. Tentu saja boleh, selama tidak berlebihan. Ingat bahwa saat ini kondisinya ada hal yang harus lebih di prioritaskan dan cukup fluktuatif.

Perhatikan semua tips diatas, apakah ada yang cocok dan membantu? Jika dirasa sudah menerapkan beberapa tips namun kondisinya kebutuhan living masih kurang, maka Anda perlu mengalokasikannya untuk pos ini terlebih dahulu.

Sebab pos inilah yang menopang kelancaran aktifitas Anda sehari-hari. Sementara sisanya bisa Anda gunakan untuk mengisi pos playing dan juga saving.

Kesimpulan

Ditengah harga cabe, beras, minyak dan kebutuhan rumah tangga lain yang ikut naik, keuangan pun tetap bisa aman kok. Asalkan tahu bagaimana cara mengendalikan pengeluaran dan juga mau berusaha meningkatkan income.

Kenaikan BBM bukanlah satu-satunya kondisi yang memerlukan kemampuan adaptasi. Kedepan mungkin kita akan dihadapkan dengan berbagai situasi yang serupa bahkan lebih menantang lagi, seperti pandemi 2 tahun lalu misalnya.

Namun dibandingkan hanya mengeluh saja, lebih baik fokus dengan apa yang paling bisa kita lakukan untuk menghadapinya. Semoga tips diatas bisa membantu Anda yang sedang butuh inspirasi untuk utak atik keuangan imbas kenaikan BBM tahun ini. Selamat mencoba tipsnya!

Yuk Bagikan

Tinggalkan komentar