Sam Bankman-Fried, Bocah Ajaib Kripto Yang Kini Bangkrut

Jatuhnya bursa kripto FTX tak bisa dilepaskan dari nama Sam Bankman-Fried, bocah ajaib kripto yang kini bangkrut.

Kabar tentang bangkrutnya FTX hampir menghiasi pemberitaan selama satu bulan terakhir.

Pemberitaan yang juga menyeret nama Sam Bankman-Fried dan meninggalkan kisah masa lalu tentang kesuksesan si bocah ajaib.

Laporan Bloomberg Billionaires Index awal bulan ini menyatakan kekayaan pria yang pernah dijuluki sebagai wonder child crypto ini (bocah ajaib) anjlok hingga USD 16 miliar atau Rp 232,5 triliun.

Kekayaan Bankman-Fried terikat pada dua entitas besar, yaitu aset yang berada pada perusahaan FTX, dan broker kripto Alameda Research.

Awal Kejatuhan

Diawali dari laporan Forbes bahwa kinerja FTX mengalami penurunan nilai token seperti yang dialami Terra USD pada beberapa waktu lalu.

Sebenarnya token FTX yang bernama FTT mempunyai dukungan kuat dari bursanya sendiri serta didesain mendukung berbagai proyeknya.

Namun pada sisi lain, minimnya dukungan FTT dari bursa kripto membuatnya rentan akan volatilitas.

Ditambah dengan neraca Alameda Research yang didominasi oleh FTT dalam jumlah besar.

Ada aset tunggal sebesar USD 14,6 miliar yang tidak terkunci serta aset terbesar ketiga jaminan FTT mencapai USD 2,16 miliar.

Forbes mengatakan bahwa Alameda dan FTX bukanlah bisnis terpisah.

Imbas dari laporan ini, salah satunya adalah Binance yang melepas kepemilikan besar pada FTT dan akhirnya makin memperburuk keadaan bursa FTX.

Aksi jual Binance kemudian memicu ambruknya nilai FTT dari harga tertinggi USD 78 pada bulan September 2021 menjadi USD 24.

FTT semakin terpuruk saat Changpeng Zhao, salah satu investor influencer kripto, memutuskan untuk menjual semua FTT pada 6 November.

Harga koin FTT semakin terpuruk, pada akhir November tercatat nilai 1 FTT sama dengan USD 1,29.

Sejak saat itu nilai FTT terus mengalami penurunan, seperti Selasa hari ini (22/11/2022) pukul 10:52 WIB nilainya US$1,29 menurut laman coinmarketcap.com.

Selama masa penurunan nilai FTT, aksi penarikan besar-besaran terakumulasi mencapai nilai USD 6 miliar.

Bahkan untuk menyelamatkan FTX, Sam memohon kepada Zhao untuk mengakuisisi FTX yang ada di luar Amerika Serikat (AS).

From Hero to Zero

Menengok sejenak ke belakang, Sam Bankman-Fried sebenarnya memiliki jejak yang tidak buruk.

Dirinya bahkan pernah disebut sebagai penyelamat industri kripto saat nilai stablecoin TerraUSD anjlok dan berdampak pada beberapa perusahaan kripto lain.

Sebagai langkah penyelamatan, Bankman-Fried memberikan penawaran likuiditas pada perusahaan kripto yang terdampak anjloknya nilai TerraUSD. Seperti Voyager Digital dan Celcius.

Namun payahnya, tak ada ekosistem lain di luar FTX yang berkenan membantu FTX saat mengalami permasalahan.

Bahkan permohonan Bankman-Fried kepada Zhao tak terjadi, konon kesepakatan akuisisi dilaporkan batal.

Menurut versi Binance, FTX mengalami masalah yang sulit untuk ditemukan solusinya. Satu-satunya bantuan yang bisa ditawarkan Binance adalah membantu konsumen FTX dalam proses likuiditas.

Namun isu besar yang menimpa perusahaan jauh di luar jangkauan kemampuan Binance dan ekosistem lain.

Pada Akhirnya, FTX mengajukan status bangkrut kepada pengadilan Amerika Serikat.

Bappebti (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi) juga melakukan langkah cepat dengan menghentikan perdagangan FTX di Indonesia sejak 14 November 2022 lalu.

Relasi Alameda Research dan FTX

Alameda Reserch merupakan hedge fund yang didirikan oleh Sam Bankman-Fried bersama Ellison.

Alameda merupakan lembaga dengan visi “altruisme efektif”, yaitu menghasilkan uang dalam jumlah besar untuk mendanai kegiatan filantropis yang bermanfaat bagi masyarakat semaksimal mungkin.

Kemudian Bankman-Fried keluar dari Alameda dan membangun FTX pada 2019, posisi CEO Alameda kemudian dipegang oleh Ellison.

Baca juga: Indonesia Akan Buat Bank Emas Untuk Pilihan Investasi

Alameda kemudian menjadi pedagang utama di ruang cryptocurrency dan sering berdagang di platform FTX.

Sebagian besar aset Alameda juga dalam bentuk FTT, yang kemudian menjadi bekal untuk aktifitas filantropi.

Yuk Bagikan

Tinggalkan komentar