Anggaran Saat Ambil KPR yang Perlu Anda Siapkan dengan Matang

Menyiapkan anggaran saat ambil KPR adalah sebuah keharusan. Karena jika tidak, Anda akan mengalami kesulitan untuk bisa membayarkan cicilan kepada bank ketika angsuran telah berjalan.

Mengambil KPR memang merupakan solusi untuk memiliki rumah namun tidak memiliki kas. Sebab perlu diakui harga rumah saat ini terbilang cukup tinggi. Apalagi setiap tahun harga rumah cenderung naik.

Dengan kondisi tersebut, akan sangat sulit jika menggunakan metode menabung untuk membeli rumah. Dengan KPR, masalah tersebut bisa diatasi karena Anda tidak harus menunggu memiliki uang cash hingga ratusan juta.

Ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan agar pembayaran KPR saat kredit tidak mengalami kemacetan. Seperti salah satunya adalah memahami anggaran-anggara yang akan muncul dan harus Anda bayaran.

Pentingnya Memahami Anggaran Saat Ambil KPR

Anggaran Saat Ambil KPR yang Perlu Anda Siapkan dengan Matang/Unsplash

Salah satu kebutuhan pokok yang harus dimiliki oleh setiap keluarga adalah rumah. Oleh karena itu kebutuhan terhadap kepemilikan rumah setiap tahun cenderung terus mengalami peningkatan.

KPR adalah metode pembayaran yang digemari untuk membeli sebuah rumah. Namun sebelum memutuskan mengambil KPR, Anda harus memahami anggaran apa saja yang akan muncul karena alasan berikut ini.

  • Tidak Kaget

Perlu dipahami bahwa sebenarnya akan ada banyak anggaran atau beban yang muncul ketika seseorang mengambil KPR. Sayangnya tidak banyak orang yang menyadari hal ini sehingga akhirnya kaget dan merasa tertipu.

Oleh karena itu jika Anda juga berniat mengambil KPR, perlu untuk memahami anggaran-anggaran tersebut. Sehingga dengan begitu Anda tidak akan kaget dan sudah siap saat memulai proses KPR.

  • Memahami Modal Yang Dibutuhkan

Banyak orang yang mengira bahwa anggaran saat ambil KPR hanyalah DP dan juga cicilan per bulan. Padahal selain dua anggaran tersebut, masih terdapat beberapa anggaran lain yang perlu disiapkan.

Beberapa anggaran lain tersebut juga harus Anda bayarkan di muka. Sehingga modal yang dibutuhkan ketika hendak mengambil KPR bukan hanya DP atau uang muka saja.

  • Menyiapkan Perencanaan Dengan Baik

Dengan memahami seluruh anggaran yang dibutuhkan ketika mengambil KPR, Anda bisa membuat perencanaan keuangan yang lebih tepat. Sebab Anda tidak akan keliru dalam menghitung besaran cicilan per bulan.

Selain itu, memahami besaran anggaran secara keseluruhan akan membuat Anda bisa menghitung kemampuan secara lebih tepat. Sehingga Anda tidak akan mengalami kendala untuk membayar cicilan rumah setiap bulannya.

Perhatikan Biaya Pajak Saat Ambil KPR

Perhatikan Biaya Pajak Saat Ambil KPR/Unsplash

Anggaran saat ambil KPR yang perlu Anda perhatikan pertama adalah pajak. Sebab sama seperti melakukan transaksi lainnya, Anda pasti akan dikenakan pajak ketika membeli sebuah rumah.

Ada beberapa pajak yang perlu Anda perhatikan ketika mengambil KPR. Pastikan Anda memperhatikan biaya pajak berikut ini agar bisa menyiapkan dana yang mencukupi ketika mengambil KPR.

  • BPHTB

Jenis pajak pertama yang perlu Anda perhatikan adalah Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). Besar BPHTB adalah 5% dari harga transaksi dikurangi harga NJOPTKP.

BPHTB akan dikenakan dalam semua transaksi properti. Pajak ini harus Anda bayarkan sebelum Akta Jual Beli ditangani. Sehingga pastikan Anda memilih anggaran yang cukup untuk membayar BPHTB

  • Akta Pemberian Hak Tanggungan

Anggaran saat ambil KPR yang termasuk pajak selanjutnya adalah biaya Akta Pemberian Hak Tanggungan (APHT). APHT berfungsi sebagai jaminan bank terhadap pelunasan pinjaman untuk KPR.

Jika di tengah proses pembayaran terjadi kredit macet, maka memiliki hak yang dilindungi hukum untuk mengambil alih kepemilikan rumah. Besaran anggaran ini adalah 0,25% dari 125% nilai pinjaman.

  • Pajak Pertambahan Nilai

Pajak Pertambahan Nilai ternyata juga berlaku pada pembelian rumah. Namun hal ini hanya berlaku pada properti yang dijual langsung dari pengembang. Rumah yang dijual secara perorangan tidak dikenakan PPN.

Namun pajak ini merupakan kewajiban penjual untuk memungut dan menyetornya pada pemerintah. Oleh karena itu biasanya beban pajak ini sudah masuk ke dalam harga rumah.

Asuransi, Anggaran Saat Ambil KPR Yang Perlu Disiapkan

Asuransi adalah hal yang sangat penting ketika hendak membeli rumah. Sebab dengan adanya asuransi Anda bisa merasa aman. Ketika mengambil KPR, biasanya biaya asuransi secara otomatis sudah termasuk di dalamnya.

Dengan begitu Anda tidak harus mencari asuransi tambahan untuk memberi proteksi terhadap rumah baru Anda. Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu Anda pahami mengenai biaya asuransi tersebut.

  • Rincian Asuransi Terkadang Tidak Jelas

Salah satu kekurangan dari asuransi yang terdapat dalam KPR adalah biasanya besaran biaya asuransi tidak dijelaskan secara rinci. Selain itu Anda juga tidak bisa menentukan jenis serta biaya asuransi tersebut.

Pemilihan jenis asuransi dan biayanya biasanya sudah ditentukan oleh bank. Kemudian biaya tersebut akan masuk ke dalam anggaran saat ambil KPR yang harus Anda bayarkan.

  • Mencakup Asuransi Jiwa

Biasanya pihak bank pemberi KPR akan menyertakan asuransi jiwa sebagai antisipasi jika pembeli tidak mampu membayarkan cicilan akibat meninggal dunia. Biaya asuransi biasanya bergantung pada usia pembeli saat mengambil kredit.

Ketika pembeli rumah meninggal ketika proses cicilan masih berlangsung, biasanya cicilan akan langsung dianggap lunas karena sudah dibayarkan asuransi. Sehingga pihak keluarga yang ditinggalkan tidak akan terbebani hutang cicilan rumah.

  • Menyertakan Asuransi Kebakaran

Jenis asuransi lain yang biasanya juga disertakan oleh pihak bank adalah asuransi kebakaran. Meski sebenarnya biaya asuransi kebakaran bukan merupakan biaya yang harus disertakan ketika mengambil KPR.

Baca yuk, Rahasia Karyawan Kontrak Sukses Ajukan KPR, Layak Dicoba!

Namun biasanya pihak pembeli tidak merasa keberatan dan setuju dengan adanya asuransi tersebut. Karena di saat bersamaan, pihak pembeli juga akan merasa aman karena adanya perlindungan asuransi dari kebakaran.

Persiapkan Biaya Notaris Ketika Ambil KPR

Persiapkan Biaya Notaris Ketika Ambil KPR/Unsplash

Banyak orang yang tidak paham atau lupa dengan biaya notaris sebagai salah satu anggaran saat ambil KPR. Padahal beban biaya notaris ini cukup tinggi sehingga harus dipersiapkan dengan baik.

Biaya notaris ini pasti akan muncul ketika Anda ambil KPR. Karena keberadaan notaris sangat diperlukan untuk mengikat proses kredit secara hukum. Sehingga kedua belah pihak harus memenuhi kewajiban masing-masing.

Biasanya pihak pengembang atau bank sudah bekerja sama dengan kantor notaris tertentu. Meski dalam beberapa kasus Anda bisa menegosiasikan penggunaan notaris lain yang memungkinkan beban biaya lebih rendah.

Untuk biaya notaris sendiri akan berbeda tiap tempat. Biaya notaris di kota besar biasanya akan lebih tinggi jika dibandingkan dengan biaya notaris di daerah yang lebih kecil.

Biaya notaris sendiri terbagi atas nilai ekonomis dan sosiologis. Oleh karena itu biaya notaris harus Anda persiapkan dengan matang dalam anggaran saat ambil KPR agar tidak kerepotan.

Biaya atau honorarium atas jasa hukum dari seorang notaris berkisar antara 1% hingga 2,5% dari besaran nilai objek. Semakin besar nilai objek, besaran persentase honorariumnya akan semakin kecil.

Untuk objek di bawah nilai 100 juta rupiah, notaris berhak mendapat honorarium sebesar 2,5%. Dari 100 juta rupiah hingga 1 miliar rupiah, honorarium notaris sebesar 1,5%.

Sementara untuk nilai objek di atas 1 miliar, notaris mendapatkan honorarium sebesar 1%. Selain itu, notaris juga berhak atas nilai sosiologis dari objek dengan nilai paling besar 5 juta rupiah.

Biaya Provisi dan Biaya Tambahan lainnya

Selain biaya-biaya yang telah disebutkan sebelumnya, masih terdapat biaya provisi dan biaya tambahan lainnya dalam anggaran saat ambil KPR. Biaya provisi adalah biaya administrasi yang Anda bayarkan kepada pihak bank.

Biaya provisi hanya perlu dibayarkan satu kali saat proses pengajuan KPR. Besaran biaya provisi sendiri adalah 1% dari jumlah pinjaman yang Anda ambil untuk KPR.

Sebagai contoh jika plafon pinjaman KPR adalah 700 juta rupiah, maka biaya provisi yang harus dikeluarkan adalah 7 juta rupiah. Biasanya biaya provisi akan langsung dipotong ketika dana pinjaman cair.

Selain biaya provisi, masih terdapat beberapa biaya lainnya yang perlu disiapkan dalam anggaran saat ambil KPR. Beberapa biaya tambahan lain tersebut meliputi hal-hal berikut ini.

  • Biaya Booking

Biaya booking diperlukan sebagai bukti keseriusan calon pembeli ruah. Besaran biaya booking berbeda-beda tergantung pihak pengembang dan jenis properti. Biasanya biaya booking akan hangus jika kamu tidak jadi melakukan transaksi.

  • Biaya Appraisal

Appraisal adalah kegiatan penilaian dari pihak bank untuk melakukan pengecekan dan validasi dokumen KPR. Besaran biaya appraisal cukup bervariasi berkisar antara Rp 350.000 hingga Rp 1.000.000.

  • Biaya Pembelian Materai

Penggunaan materai adalah keharusan untuk membuat perjanjian yang mengikat secara hukum. Biasanya biaya pembelian materai akan dibebankan kepada pihak pembeli rumah. Meskipun tidak begitu besar, biaya ini cukup perlu diperhatikan.

Tips Menyiapkan Anggaran Saat Ambil KPR

Tips Menyiapkan Anggaran Saat Ambil KPR/Unsplash

Biaya-biaya di atas adalah anggaran yang akan muncul ketika Anda mengambil KPR di luar biaya DP dan cicilan. Tentunya biaya tersebut harus Anda siapkan dengan baik sebelum memutuskan ambil KPR.

Baca tentang, Membeli Rumah Over Kredit KPR yang Sah dan Aman, Ini Langkahnya

Dengan begitu Anda bisa meminimalisir potensi masalah pembayaran cicilan ketika kredit tengah berlangsung. Untuk membantu Anda dalam menyiapkan dana KPR, kami memiliki beberapa tips berikut ini.

  • Siapkan Dana 10% Lebih Banyak

Biaya-biaya tambahan yang muncul ketika mengambil KPR memang terkesan tidak banyak jika dilihat secara terpisah. Namun jika dikumpulkan, Anda bisa terkejut dengan total biaya yang harus dikeluarkan tersebut.

Oleh karena itu setidaknya Anda harus menyiapkan dana 10% lebih banyak ketika hendak mengambil KPR untuk membayar biaya tambahan tersebut. Semakin besar dana tambahan yang Anda miliki akan semakin baik.

  • Tidak Perlu Takut Ambil KPR

Dengan mengetahui anggaran saat ambil KPR bukan berarti Anda justru menjadi takut dan tidak mau mengambil KPR. Sebab secara perhitungan ekonomi, mengambil KPR memberikan Anda banyak keuntungan.

Salah satu keuntungannya adalah peningkatan harga rumah yang cenderung lebih tinggi dari bunga KPR. Sehingga ketika KPR lunas, Anda bisa mendapatkan rumah dengan nilai lebih besar daripada yang Anda bayarkan.

  • Buat Beberapa Strategi

Anda perlu merumuskan beberapa strategi pembayaran KPR agar mempermudah proses cicilan. Salah satu strategi yang bisa digunakan adalah membayarkan pokok cicilan lebih besar. Namun Anda perlu memastikan pihak bank membolehkannya.

Memiliki rumah adalah impian setiap keluarga. Namun sayangnya harga rumah saat ini cenderung sangat tinggi sehingga sangat sulit untuk didapatkan oleh keluarga baru. Sehingga banyak keluarga memilih mengambil KPR.

Baca yuk, 3 Bank Penyedia KPR, Siapkan Dokumen Persyaratan Berikut Ini

Pilihan ini memang merupakan pilihan yang tepat karena membuat Anda bisa memiliki rumah tanpa cash. Namun Anda harus memperhatikan anggaran saat ambil KPR agar tidak keliru dalam menyiapkan perencanaan keuangannya.

Tinggalkan komentar