Jepang Naikkan Suku Bunga, Yen Melesat, Harga Emas Meroket

Berita261 Dilihat

Indeks Nikkei Jepang tiba-tiba anjlok setelah jepang naikkan suku bunga, Yen melesat, harga emas meroket.

Begitulah dampak dari perubahan kebijakan bank sentral Jepang yang menaikkan suku bunga.

Bank of Jepang mengambil langkah ini sebagai efek dari kebijakannya yang memperlebar Yield Curve Control atau YCC dari sebelumnya 25 basis poin menjadi 50 basis poin.

YCC merupakan langkah BoJ untuk menahan imbal hasil (yield) obligasi dengan tenor 10 tahun, ketika yield mulai menjauhi 0% maka BoJ akan melakukan pembelian obligasi.

Kebijakan YCC dari BoJ sontak membuat Indeks Nikkei jeblok hingga 2,5% ke 26.568,03 pada penutupan perdagangan Selasa 20 Desember 2022.

Sebaliknya, kurs yen menguat sangat tajam sebesar 3,22% melawan dolar AS ke 132,38/USD per 20 Desember 2022.

Jepang Menguji Pasar

Kebijakan BoJ yang akan membeli obligasi setelah yield menjauhi 0% adalah langkah untuk menyuntikkan likuiditas ke perekonomian.

Namun BoJ juga tidak mau menyuntikkan likuiditas terlalu banyak, maka memperlebar YCC menjadi 50 basis poin membuat kebijakan BoJ menjadi lebih fleksibel untuk memperkecil suntikkan likuiditas.

Menurut Wakabayashi, branch manager di State Street Tokyo, BoJ sedang mulai menguji respon pasar dari exit strategy yang akan diambil terkait potensi resesi tahun depan.

Padahal pasar memprediksi bahwa BoJ tidak akan merubah kebijakannya hingga Maret 2023, makanya perubahan yang tiba-tiba membuat indeks Nikkei crash pada hari yang sama.

Wakabayashi memprediksi agresifitas BoJ akan terus melaju pada 2023, ini merupakan titik akhir dari era suku bunga rendah di Jepang.

Dampak dari suku bunga tinggi adalah inflasi dalam negeri dan resiko resesi akan semakin besar.

Jika benar BoJ kan tetap agresif, maka penderitaan ekonomi global akan semakin besar menjelang potensi resesi.

Harga Emas Melesat

Amerika dipukul oleh Yen pasca pengumuman kebijakan baru BoJ yang menaikkan suku bunga jepang.

Pada perdagangan Selasa 20 Desember 2022, harga emas melesat 1,7% dengan harga penutupan berada pada posisi US$D1.817,41 per troy ons.

 Penguatan ini kembali membawa emas pada level psikologis atas yaitu US$ 1.800 per troy ons.

Hingga tulisan ini dibuat, harga emas pada Rabu 21 Desember 2022 masih berada di USD 1.818,06 per troy ons, atau naik 0,04%.

Kabar Dari China

Jepang tidak sendiri dalam memberi kejutan, karena PBoC alias People Bank of China juga mengumumkan suku bunga acuan.

Namun tidak menaikkan bunga loan prime rate (LPR) tenor 1 dan 5 tahun tidak berubah sebesar 3,65% dan 4,3%.

Sebenarnya PBoC masih memberikan keleluasaan dalam kebijakan makro, misalnya penurunan Giro Wajib Minimum (GWM) sebesar 25 bp guna menambah likuiditas ke perekonomian.

Baca juga: Ekonomi China Ambruk, Asia dan Indonesia Terguncang

Penurunan GWM hingga 25 basis poin membuat perbankan bisa mengalirkan dana senilai US$ 70 miliar, dan memberikan ruang untuk penurunan LPR tenor 5 tahun.

Seorang analisis perekonomian China mengatakan bahwa kebijakan PBoC sangat membantu pasar perumahan mengingat laju pasar properti di China sedang mengalami hambatan.

Dia juga menyarankan agar PBoC mau memangkas lagi LPR tenor 5 tahun yang saat ini sebesar 4,3% dipangkas sebesar 10 bp dan LPR tenor 1 tahun tetap sebesar 3,65%.

PBoC juga tidak akan gegabah mengikuti saran dari para analis, mengingat kenaikan suku bunga The Fed masih menghantui.

Meski inflasi dalam dua bulan terakhir bisa diredam, namun tampaknya The Fed masih akan Hawkish dengan menaikkan suku bunga.

Jepang dan China masih dalam posisi wait and see dengan kebijakan moneter The Fed.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *