Saham GoTo IPO! Ini 6 Hal yang Perlu di Perhatikan!

Siapa nih yang sudah mulai lirik-lirik saham GoTo yang akan segera IPO? Sudah tahu berapa lembar saham yang akan di lepas ke publik, kapan tanggal IPOnya dan juga bagaimana prospektusnya?

Di awal Agustus lalu, kita sudah melihat Bukalapak sebagai unicorn pertama yang listing di BEI. Banyak sekali kontroversi yang terjadi selama IPO Bukalapak. Mulai dari laporan keuangan yang masih merugi, resiko persaingan dengan e-comerce lain dan masih banyak lagi.

Kabarnya, laporan keuangan GoTo itu lebih buruk dibandingkan dengan Bukalapak. Hmm… jika ini benar, apakah Anda masih berminat membeli sahamnya?

Preferensi setiap orang memang berbeda-beda. Ada juga yang anti dengan saham perusahaan-perusahaan yang masih rugi. Ya, itu tidak masalah. Tapi ada juga yang mempercayai kalau perusahaan-perusahaan teknologi yang listing di BEI adalah transformasi dari IHSG.

Baca juga, Jangan Cemas! Ini Strategi Jual Beli Saham Saat Pasar Bergejolak

Semoga kita pun bisa belajar dari negara-negara maju seperti China, USA, atau Hongkong dimana dalam bursa saham mereka, saham-saham teknologilah yang melesat maju.

Misalnya saja di USA, saham teknologinya memiliki bobot paling besar di bursa yakni sekitar 27%. Lalu di Hongkong, saham teknologi menempati urutan kedua terbesar setelah financial dengan bobot 27% juga. Sedangkan di Indonesia saham teknologi baru ada sekitar 10%, sehingga potensi perkembangannya masih sangat terbuka lebar.

Tapi, meskipun GoTo sangat populer dan banyak dinanti untuk segera melantai di BEI, jangan sampai Anda melewatkan analisa saham ketika memutuskan membeli saham IPO nya ya! Nah, sebelum membahasnya lebih lanjut, yuk kita kenalan dengan perusahaan GoTo terlebih dahulu!

Rencana GoTo Untuk Listing di BEI

Saham Goto Akan Ipo! Ini 5 Hal Yang Perlu Di Perhatikan
Gambar : website resmi GoTo

GoTo atau PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk merupakan perusahaan gabungan antara Gojek yang bergerak di bidang transportasi online dengan Tokopedia yang merupakan perusahaan e-commerce di Indonesia.

Lalu GoTo juga membuat perusahaan fintech yakni GoTo financial. Jumlah saham yang akan di lepas ke publik sebenarnya terhitung kecil, yakni sekitar 4,35% saja atau setara 5,2 milyar lembar saham A yang baru.

Saham GoTo ini ada 2 jenis, yaitu ada saham tipe A dan tipe. Bedanya apa?

Perbedaannya adalah pada hak dalam pengambilan keputusan perusahaan. Pemilik saham B akan memiliki persentase yang lebih besar dalam pengambilan keputusan di bandingkan dengan pemilik saham A. Perbandingannya adalah 1 : 30.

Target pendanaannya sendiri adalah sebesar Rp 17,99 triliun. Jika Anda tertarik membeli saham GoTo, catat tanggal-tanggal penting berikut!

Rencananya, GoTo akan IPO pada 4 April 2022. Seperti saham yang hendak melakukan IPO lainnya, GoTo sudah melakukan penawaran saham awal pada 15 kemarin hingga 21 Maret 2022 nanti. Saham Goto menawarkan harga sahamnya ke publik dengan rentang harga Rp 314- Rp 314.

Pada tanggal 29-31 Maret barulah harga resmi yang akan ditetapkan dan ditawarkan secara umum. Tanggal 31 Maret 2022 nya, GoTo akan melakukan penjatahan efek dan pada 1 April di lakukan distribusi saham. Nah, di tanggal 4 April 2022 barulah GoTo akan melakukan IPO.

Meskipun belum IPO, tapi kita sudah bisa mulai memesan saham GoTo lewat e-IPO. Tapi, apakah Anda sudah yakin ingin membeli saham GoTo ini? Apakah saham GoTo termasuk saham yang bagus untuk berinvestasi? Baiklah, sebelum membelinya, coba pertimbangkan beberapa hal di bawah ini!

1. Saham-Saham yang Berhubungan dengan GoTo

Ada banyak saham yang berhubungan dengan GoTo jika GoTo melakukan IPO nanti. Baik itu mereka yang bisa di untungkan atau justru di rugikan. GoTo terbagi menjadi 3 bagian, yakni Gojek, Tokopedia dan GoTo Financial.

Gojek

Pertama, kita kupas Gojek terlebih dahulu ya. Ada banyak sekali perusahaan yang ikut di invest dan berkolaborasi di ekosistem Gojek. Misalnya saja saham BIRD (Bluebird), dimana Gojek pernah membeli saham BIRD sebesar 4,3% di tahun 2020 yang lalu. Kemudian membuat fitur aplikasi bernama GoBluebird.

Selanjutnya, saham MPPA dan MLPL. Baru-baru ini Gojek juga membeli saham hypermart sebanyak 4,76% di tahun 2021 dari Lippo group.

Saham yang ke 5 dan ke 6 yang terkait dengan Gojek adalah MARI dan AMRT yang secara tidak langsung di invest oleh investor dari Gojek (Northstar Group). Jika kita perhatikan saham-saham ini sudah naik banyak, di tahun 2021 setelah sebagian sahamnya di beli oleh Gojek.

Ada juga saham-saham lain yang seperti BHMS dan juga SILO yang akan bekerjasama dengan Halodoc, dimana Halodoc sebelumnya sudah di invest oleh Gojek. Saham-saham besar seperti ASII dan TLKM juga sudah berinvestasi di Gojek. ASII sudah masuk dengan valuasi sekitar 3-5 milyar USD, sedangkan TLKM masuk dengan valuasi 7-10 milyar USD.

Baca juga, Belajar Bisnis Sukses ala Nadiem Makarim, Pendiri GOJEK yang Kini Jadi Mendikbud

Tokopedia

Tokopedia juga berhubungan dan berinvestasi di perusahaan-perusahaan terbuka. Pertama, Tokopedia punya sekitar 25% saham ASSA (perusahaan logistik).

Jika di perhatikan, saham ASSA juga naik cukup tinggi di tahun 2021. Hal ini mungkin karena kebiasaan belanja online kini sudah makin marak apalagi sejak di berlakukannya aturan-aturan new normal.

Saham yang kedua adalah MMLP yakni perusahaan pergudangan. Kabarnya, gudang MMLP akan di jadikan fulfillment center untuk Tokopedia.

GoTo Financial

Lalu yang terakhir ada GoTo Financial, yakni perusahaan baru yang bergerak di bidang keuangan. Saham pertama yang berhubungan dengan GoTo Financial ini adalah ARTO.

Sudah bukan bukan rahasia lagi, bahwa Gojek punya 21% saham Bank Jago. Saham jago juga naik cukup banyak di tahun 2021 dan masuk dalam top 10 market cap di IHSG.

Saham lainnya yang terkait dengan GoTo Financial adalah saham BFIN. Saham ini adalah saham perusahaan multifinance yang terkenal sebagai “BCA-nya” multifinance atau multifinance terbaik dengan NPL yang rendah.

BFIN adalah salah satu portfolio dari Nirthstar yang merupakan investor Gojek. Biasanya Nirthstar akan mengsinergikan portfolio yang dimilikinya.

Hal ini bisa dilihat dari ARTO yang difungsikan untuk fokus mengumpulkan dana murah. Setelah mendapatkan dananya, maka akan dibantu menyalurkannya sebagai dana credit oleh BFIN.

2. Valuasi Saham Goto

Jika Anda mengikuti berita yang ada, saat ini kapitalisasi saham GoTo mencapai Rp 255 triliun. Wow cukup besar ya!

Selain itu PVB dari GoTo ini adalah 1,5-1,75x. Nilai ini di perkirakan akan lebih besar ketika IPO nanti. Dengan nilai tersebut, kapitalisasi GoTo saat pencatatan saham perdana bisa mencapai Rp 376 triliun- Rp 413, 7 triliun.

IPO GoTo ini di prediksikan akan mendongkak market cap BEI secraa signifikan jika hal itu benar-benar terjadi. Kemungkinan GoTo akan menjadi perusahaan ke 3 terbesar di IHSG.

Ada dua kemungkinan yang bisa terjadi. Pertama, para fund manager dan asset manager akan menjual saham big cap lain demi membeli saham GoTo. Kenapa?

Hal ini karena porsi saham GoTo di IHSG akan besar sekali, sehingga fund harus memiliki sahamnya. Selain itu kabarnya, Provident Capital yang merupakan investor Gojek dan TBIG akan segera menyelesaikan penjualan saham TBIG ke perusahaan asing sebelum IPO GoTo. Apalagi kalau bukan untuk mendapatkan dana tambahan untuk men-support saham GoTo ketika IPO nanti.

3. Garansi Beli Balik Saham (GreenShoe)

GoTo rencananya akan menggunakan skema stabilisasi harga saham atau dikenal dengan nama GreenShoe. Apa itu GreenShoe?

GreenShoe adalah sebuah klausa yang ada dalam perjanjian penjamina IPO yang memungkinkan penjamin emisi untuk membeli sampai dengan 15% tambahan saham perusahaan pada harga penawaran perdana (IPO).

Tujuan dari skema GreenShoe ini adalah stabilisasi harga saham supaya jika harga saham yang di perdagangkan ternyata di bawah harga IPO. Untuk melaksanakan skema GreenShoe ini, GoTo sudah menyiapkan sebanyak 7,8 milyar lembar saham tambahan. Wah, lumayan banyak ya! Tapi apakah cukup untuk mendongkrak saham GoTo ini?

Selain itu, GoTo juga memberlakukan aturan Lock Up untuk existing investor antara periode 8 bulan sampai 2 tahun. Jadi, para pemegang saham existing dilarang untuk menjual saham atau memindah tangankan sahamnya selama periode Lock Up (tergantung dari klasifikasi saham yang dimiliki).

4. Pendapatan Bruto Goto

Hal selanjutnya yang perlu di perhatikan adalah tentang pendapatan bruto GoTo. Anda bisa melihatnya secara jelas lewat pemaparan laporan laba rugi dan penghasilan GoTo di bawah ini!

201820192020
Pendapatan BrutoRp 4,29 triliunRp 8,7 triliunRp 8,41 trliun
Pendapatan Bersih Rp 1,43 triliunRp 2,3 triliunRp 3,32 triliun
Rugi periode/ tahun berjalan(Rp 11, 7 triliun)(Rp 24 triliun)Rp 16,7 trilun
Jumlah rugi komperhensif periode/ tahun berjalan(Rp 12,1 triliun)(Rp 24,1 triliun)(Rp 16,6 triliun)
Rugi persaham (jumlah penuh)
– Dasar(396)(798)(497)
– Dilusian(739)(1.482)(922)

Inilah pendapatan bruto GoTo! Di saat covid tahun 2020 lalu, GoTo berhasil mengurangi kerugian mereka karena mereka bisa bekerja lebih efektif dari tahun-tahun sebelumnya. Memang, bisnis GoTo tidak di untungkan dari covid, sehingga revenue GoTo dari tahun 2019 hingga 2020 cenderung tetap.

5. GTV (Gross Transaction Value) GoTo

Selama tiga tahun terakhir ini, Goto mencatat pertumbuhan nilai transaksi brito atau GTV secara positif. Anda bisa melihat data di bawah ini!

2018201920202021 (kuartal 3)
Rp 154,9 triliunRp 335,6 triliunRp 330,2 triliunRp 414,2 triliun

Hingga pada kuartal 3 tahun 2021 lalu GoTo sudah berhasil mengumpulkan hingga Rp 414 triliun transaksi dimana lebih dari 55 juta konsumen yang bertransaksi dalam periode tersebut.

6. Kerugian GoTo

Selanjutnya yang tidak kalah penting untuk dipertimbangkan sebelum membeli saham GoTo adalah kurugiannya. Pendapatan maupun GTV Goto memang besar, tapi perlu di perhatikan juga kerugian yang di alami oleh GoTo selama ini.

Berdasarkan laporan keuangannya, GoTo mencatatkan kerugian sebesar Rp 14,2 triliun sepanjang tahun 2020. Semnetara per-September 2021 GoTo masih merugi sebesar Rp 11,58 triliun.

Baca juga, Tips Pilih Saham IPO Bagi Investor Pemula Biar Cuan!

Penutup

Jadi apakah saham GoTo layak untuk di beli ataukah lewat saja? Coba pertimbangkan 6 hal tadi sebelum membeli ya!

Ternyata bukan hanya popularitasnya saja yang seharusnya menjadi dasar dari keputusan pembelian saham. Ada banyak sisi yang perlu kita perhatikan jika ingin untung dalam berinvestasi saham. Semoga ulasan diatas bermanfaat, khususnya untuk Anda yang sedang bersiap menyambut IPO GoTo.

Yuk Bagikan

Tinggalkan komentar