PT Pertamina Geothermal Energy (PGEO) IPO Februari 2023, Harga Saham Rp 820

Investasi614 Dilihat

Entitas usaha PT Pertamina (Persero), PT Pertamina Geothermal Energy (PGEO) IPO Februari 2023 harga saham Rp 820 per lembar.

Untuk pengembangan eksplorasi energy, PGEO akan melakukan penawaran umum perdana saham atau IPO di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan target dana jumbo.

Harga perdana pada masa Book Building berkisar Rp820-Rp945 per saham, dengan total saham yang ditawarkan maksimal 10,35 miliar lembar.

Jumlah ini setara dengan 25 persen dari modal ditempatkan dan disetor. PGE memasang target perolehan dana segar IPO sebesar Rp9,78 triliun.

Dari 25 persen, ada 1,5 persen yang merupakan alokasi program (Management and Employee Stock Option Program/ MESOP).

Ini adalah alokasi khusus bagi manajemen dan karyawan PGEO yang ingin ambil bagian menjadi pemilik saham perusahaan.

Dalam prospektus, diterangkan bahwa penjamin pelaksana emisi efek ialah PT CLSA Sekuritas Indonesia, PT Credit Suisse Sekuritas Indonesia, dan PT Mandiri Sekuritas.

Sedangkan penjamin emisi efek akan ditentukan kemudian.

Kapan PGEO Akan IPO?

Nicke Widyawati, Direktur Utama PT Pertamina (Persero), memperkirakan Initial Public Offering (IPO) PT Pertamina Geothermal Energy (PGEO) akan berlangsung bulan depan.

Setelah IPO PGEO berjalan lancar, rencananya akan disusul oleh PT Pertamina Hulu Energi yang rencananya akan melakukan IPO pada paruh pertama tahun ini.

Hal tersebut disampaikan Nicke pada rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VII di DPR, Jakarta, 31 Januari 2023.

Selain untuk menghimpun dana murah dari masyarakat, IPO dilakukan atas tuntutan pemegang saham perseroan untuk meningkatkan kapitalisasi pasar perusahaan holding Pertamina.

Dalam rapat dengan para pemegang saham, diputuskan bahwa maksimal saham yang bisa dilepas ke pasar sebesar 25% dari total saham.

Evaluasi nantinya akan dilakukan 6 bulan kemudian setelah IPO, untuk melihat efektifitas IPO dalam mengerek market cap atau value of company.

Sebelumnya, Kementerian BUMN berencana menggelar IPO saham PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) pada 2022.

Namun sempat ditunda karena sentimen suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat Federal Reserve.

Melihat perkembangan pasar modal global, kementerian BUMN merasa kondisi market belum optimal sehingga penundaan adalah jalan terbaik untuk menunggu stabilitas.

Bagaimanapun, kebijakan keuangan The Fed akan berpengaruh ke pasar modal ekuitas di Indonesia dan negara lain.

Harus diakui bahwa kenaikan suku bunga The Fed membuat pasar ekuitas terutama di emerging market seperti Indonesia cukup terganggu.

Hingga pada akhirnya suku bunga The Fed sudah mulai melambat pada akhir 2022 dan lebih stabil di awal 2023.

Sehingga ini menjadi momentum yang baik untuk anak BUMN masuk ke pasar modal, meski ada kemungkinan terjadi kenaikan 25-50 bps lagi pada 2023.

Namun kementerian BUMN berharap perlambatan ini akan memberikan pengaruh dan menjadi sentimen positif bagi investor ekuitas.

Mengingat Indonesia masih cukup bergantung pada kontribusi ekuitas dari luar negeri.

Rencana Pemanfaatan IPO

Pertamina Gheotermal Energy merupakan salah satu perusahaan energi panas bumi terbesar di dunia berdasarkan total kapasitas terpasang.

Saat ini kapasitas total PGE mencapai 672 megawatt dengan target 5 tahun mendatang ada penambahan kapasitas 600 megawatt lagi untuk menyuplai PLN.

Target ini juga untuk menyongsong pengurangan emisi karbon dan masifikasi penggunaan kendaraan listrik.

PGE juga sudah memegang sejumlah kontrak pengadaan tenaga listrik dengan PLN yang mengantisipasi lonjakan permintaan tambah daya akibat penggunaan kendaraan listrik.

Baca juga: RANS Entertainment Segera IPO, Sahamnya Juga Dimiliki EMTEK dan Anak Presiden

Pada 2022, PGE mampu mencatatkan laba USD 369 juta yang setara Rp5,71 triliun dengan EBITDA marjin 78,7 persen.

Jadwal IPO Pertamina Geothermal Energy

Masa Penawaran Awal : 1 – 9 Februari 2023

Penawaran Umum Perdana Saham : 20 – 22 Februari 2023

Penjatahan : 22 Februari 2023

Distribusi Saham Secara Elektronik : 23 Februari 2023

Pencatatan Efek di Bursa Efek Indonesia : 24 Februari 2023

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *