Lebih Baik Mana, Investasi Rumah atau Apartemen?

Sejak dulu hingga saat ini, properti memang selalu jadi aset investasi terbaik. Bahkan orang-orang masih menganggap properti seperti rumah atau tanah, sebagai simbol kekayaan. Dalam perkembangannya, kini muncul hunian vertikal sebagai pertimbangan tinggal selain rumah. Namun kalau disuruh memilih antara investasi rumah atau apartemen, siapa yang lebih baik?

Tentu baik antara investasi rumah atau apartemen sama-sama memiliki keunggulan dan kekurangan masing-masing yang bisa dijadikan pertimbangan. Hanya saja kedua jenis properti ini memang sama-sama menjanjikan ROI (Return of Investment) yang begitu besar dan cepat, dibandingkan aset investasi lainnya.

Bersama-sama dengan emas, properti menjadi instrumen ’lawas’ yang tetap bertahan di tengah banyaknya aset investasi modern seperti saham, obligasi, reksadana, deposito bahkan cryptocurrency. Namun sama seperti emas, properti selalu mengalami peningkatan harga setiap tahunnya. Karena memang secara jangka panjang, makin banyak orang yang butuh hunian.

Baca juga: Keuntungan, Risiko dan Jenis Investasi Jangka Pendek

Perkembangan Investasi Properti di Masa Pandemi Covid-19

© Freepik

Hingga Minggu (25/7) pagi, jumlah pasien kasus Covid-19 di Indonesia sudah menembus 3,08 juta orang. Bahkan sekalipun pemerintah sudah menetapkan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) Darurat pada 3-20 Juli 2021 dan kemudian diperpanjang selama lima hari, wabah corona sepertinya masih menjadi sesuatu yang belum terkendali di Tanah Air.

Dampak dari penyakit yang disebabkan virus SARS-CoV-2 ini bahkan cukup parah bagi perekonomian, termasuk sektor investasi. Instrumen-instrumen seperti saham, reksadana, obligasi sampai deposito termasuk yang terdampak karena kondisi ekonomi tak menentu imbas dari kenaikan inflasi, turunnya daya beli dan meningkatnya angka pengangguran.

Namun tahukah Anda, investasi rumah atau apartemen justru masih dianggap punya peluang bertahan di kala pandemi. Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, nilai aset yang terus meningkat tanpa banyak fluktuasi dan risiko relatif rendah adalah beberapa alasan kenapa harus memilh investasi properti di saat pandemi.

Hal ini diperkuat oleh data realisasi investasi kuartal I/2021 yang dirilis BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal). Di mana dilaporkan Bisnis, hasilnya menembus Rp219,7 triliun atau meningkat 4,35 secara yoy (year on year) jika dibandingkan dengan kuartal I/2020. 

Dari hasil itu, sektor perumahan dan kawasan industri adalah salah satu sektor usaha utama dengan investasi terbesar yang mencapai Rp29,4 triliun (13,4%). Kondisi ini makin membuktikan kalau investasi rumah atau apartemen serta jenis-jenis properti lainnya masihlah berpeluang cuan meskipun wabah corona menggila. Nah biar makin paham, berikut keuntungan yang ditawarkan:

1. Harga dan Promo Menarik

IPW (Indonesia Property Watch) menyusun Market Behavior Survey pada September 2020 dan memperoleh hasil sekitar 68,09% responden ingin beli properti selama pandemi Covid-19. Dari banyaknya alasan yang diutarakan, harga lebih murah, rencana angsuran fleksibel dan aneka promo dari pengembang merupakan penyebab masyarakat ingin beli properti saat ini.

Kalau diambil rata-rata, para pemilik dan developer properti menurunkan harga hingga 30% dari harga pasaran pada umumnya demi menggenjot pengeluaran. Tidak hanya itu saja, adanya relaksasi PPN (Pajak Pertambahan Nilai) dari pemerintah dan kebijakan uang muka 0% makin menarik pembeli, karena kini siapapun dipermudah untuk bisa punya properti.

2. Pengalihan Alokasi Pengeluaran

Sejak wabah corona menerjang dunia di awal 2020, tentu ada banyak rencana yang harus dibatalkan terutama travelling. Nah, daripada uang-uang tersebut malah habis untuk membeli produk tidak berguna, ada baiknya Anda alokasikan pengeluaran tersebut untuk mulai membeli properti. Anda bisa membeli rumah, unit apartemen, ruko atau mungkin sebidang tanah.

3. Aset Investasi Masa Depan

Tak perlu cemas jika harga properti saat ini bergerak lambat, karena memang terdampak resesi. Hanya saja secara jangka panjang, harga properti dapat meningkat 10% – 15% per tahun tergantung lokasi properti. Tentu cuan yang Anda peroleh secara jangka panjang bakal makin besar apalagi membelinya dengan harga rendah di saat pandemi Covid-19.

Baca juga: Rebalancing Portofolio, Solusi Investasi Saat Pandemi

Hal-Hal yang Harus Dipertimbangkan Saat Investasi Rumah atau Apartemen

Dengan banyaknya manfaat yang diperoleh, properti tak pelak lagi jadi investasi primadona selama wabah corona. Hanya saja jika disuruh memilih dari banyaknya jenis properti, investasi rumah atau apartemen memang paling tinggi peminat. Namun kalau dibandingkan, sebetulnya lebih untuk mana antara beli apartemen atau rumah? Kami akan mengulasnya untuk Anda!

Lebih Jauh Mengenal Investasi Rumah

© Freepik/vectorpouch

Jika dibandingkan dengan apartemen, rumah memang masih jadi jenis hunian mayoritas di Indonesia. Tingginya peminat akan rumah akhirnya menjadikan perumahan makin banyak ragamnya seperti rumah tapak alias rumah tunggal (detached), town house, cluster, rumah toko (ruko) hingga rumah kantor (rukan).

Keunggulan Investasi Rumah

  • Sebagai pemilik lahan bukan cuma sekadar bangunan, Anda punya hak penuh untuk mengubah desain bangunan rumah. Entah mau diperluas hingga menutupi seluruh area lahan tersisa, atau mungkin dibangun vertikal demi memenuhi kebutuhan keluarga
  • Dibandingkan unit apartemen, bank lebih menerima rumah sebagai jaminan kredit karena rumah memiliki nilai bangunan dan lahan
  • Karena masyarakat lebih cocok tinggal di rumah, untuk menjual kembalinya pun tidak sulit. Apalagi jika bangunan rumah Anda ada di kawasan strategis, sudah pasti diburu masyarakat
  • Dibandingkan unit apartemen, harga jual rumah secara jangka panjang jauh lebih baik karena nilai lahan. Fakta bahwa populasi manusia terus meningkat dan lahan makin sempir, membuat harga rumah terus meningkat
  • Dengan investasi rumah, Anda berpeluang memperoleh capital gain karena selain dihuni sendiri, juga bisa disewakan entah bulanan atau tahunan dengan harganya yang terus bertambah pula
  • Pembelian rumah bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan finansial. Entah beli rumah mewah di townhouse, rumah dengan harga menengah di cluster, rumah bekas di kawasan pinggiran hingga rumah-rumah subsidi dengan cicilan KPR ringan. Bahkan Anda juga bisa membeli ruko atau rukan jika memang tujuannya untuk bisnis

Kekurangan Investasi Rumah

  • Kendati harga rumah cenderung meningkat tiap tahunnya, kenaikan ini disebabkan oleh nilai lahan saja. Karena nilai bangunan bisa saja menyusut setiap tahun
  • Anda harus mengeluarkan biaya perawatan secara rutin kalau ingin nilai bangunan sebuah rumah bertambah, apalagi jika Anda menyewakan rumah tersebut
  • Harga rumah bisa anjlok tiba-tiba saat mengalami musibah entah bencana alam atau disebabkan oleh manusia, seperti kebakaran hingga jadi lokasi aksi kriminal

Lebih Jauh Mengenal Investasi Apartemen

© Deposit Photos/palpitation

Jika dibandingkan dengan rumah, kehadiran apartemen sebagai salah satu jenis hunian memang masih terhitung baru. Bisnis melaporkan kalau hunian vertikal ini pertama kali muncul di Tanah Air pada tahun 1978, tepatnya di Jakarta Barat. Saat itu bangunan apartemen yang dibangun hanya punya 90 unit ruangan sebesar 105 – 130 meter persegi.

Baca juga: Fakta Perkembangan Saham Syariah di Indonesia

Namun dalam perkembangannya, apartemen kini tak hanya ada di DKI Jakarta saja, melainkan sudah menyebar ke seluruh Indonesia. Kondisi ini jelas makin membuat persaingan investasi rumah atau apartemen makin bikin calon investor galau.

Keunggulan Investasi Apartemen

  • Dibandingkan rumah, bangunan apartemen memang diberkahi berbagai fasilitas lengkap seperti kolam renang, arena kebugaran, tempat bermain, supermarket hingga pusat kuliner. Layanan kebersihan unit sampai jaringan internet WiFi juga sudah disediakan oleh developer apartemen, demi memudahkan para penghuninya
  • Bangunan apartemen mayoritas dibangun di pusat kota sehingga menawarkan berbagai kemudahan akses transportasi mulai dari transportasi umum, layanan transportasi online, hingga jalan tol. Hal ini membuat Anda yang sekolah atau bekerja di pusat kota lebih cepat sampai
  • Dibandingkan tinggal di kawasan pemukiman, tinggal di unit apartemen lebih privasi dan minim polusi suara
  • Apartemen sangat cocok untuk mereka yang hidup sendiri karena menawarkan sistem keamanan yang cukup ketat mulai dari kamera CCTV hingga satpam, sehingga hanya mereka yang punya unit boleh masuk ke apartemen
  • Harga sewa apartemen cenderung lebih mahal daripada rumah, terutama kalau memang punya fasilitas lengkap dan lokasi strategis. Bahkan Anda bisa mematok harga lebih tinggi pada ekspatriat yang ingin tinggal 

Kekurangan Investasi Apartemen

  • Dibandingkan rumah, peningkatan harga jual apartemen tidaklah setinggi rumah karena Anda tak punya hak atas tanah. Anda hanya memiliki hak atas unit apartemen yang dimiliki saja
  • Karena cuma punya hak atas unit, pihak perbankan cukup sulit menerimanya sebagai jaminan pengajuan kredit
  • Dengan berbagai fasilitas, layanan, sarana dan prasana yang dimiliki, pemilik unit apartemen berkewajiban membayar berbagai biaya yang sudah ditetapkan oleh pengembang. Biasanya beberapa biaya rutin itu mencakup biaya pemeliharaan alias IPL (Iuran Pengelolaan Lingkungan), yang tentunya lebih besar daripada sekadar iuran sampah perumahan
  • Anda sebagai pemilik unit apartemen tidak bisa memperluas ruangan sesuka hati karena memang hak yang dimiliki cuma unit tersebut
  • Beberapa pemilik apartemen melarang penghuninya untuk memelihara hewan peliharaan, sehingga bagi Anda pecinta anjing atau kucing tidak leluasa untuk memelihara
  • Setiap pemilik unit apartemen harus memahami perpanjangan hak kepemilikan. Karena banyak bangunan apartemen berdiri di atas lahan berstatus HGB (Hak Guna Bangunan) atau HPL (Hak Pengelolaan Lahan). Dengan begitu kalau Anda ingin tinggal secara jangka panjang misalkan 20 hingga 50 tahun, harus berdiskusi dengan developer apartemen

Jadi, Lebih Baik Pilih Investasi Rumah atau Apartemen?

© Vecteezy/eamesbot

Melihat ulasan kekurangan dan kelebihan investasi rumah atau apartemen di atas, Anda tentu sepakat jika kedua jenis properti ini memiliki daya tarik tersendiri. Untuk bisa memilih yang paling sesuai, tentu haruslah disesuaikan dengan kemampuan finansial dan kebutuhan. Bagi Anda yang masih lajang dengan gaji pas-pasan, membeli rumah mungkin lebih realistis.

Ada banyak sekali pengembang rumah subsidi yang menawarkan pembelian rumah dengan cicilan ringan dan proses KPR (Kredit Pemilikan Rumah) anti ribet. Hanya saja Anda harus tahu kalau perumahan subsidi memang tidak mempunyai fasilitas, sarana dan prasana selengkap pemukiman cluster. Alternatifnya adalah membeli rumah bekas dan melakukan renovasi.

Baca juga: Hal-Hal yang Perlu Diketahui dari Investasi Sukuk Korporasi

Sementara itu kalau Anda tidak ingin ribet dan benar-benar mengutamakan kenyamanan, unit apartemen jelas jadi solusi terbaik. Tak masalah mengeluarkan biaya lebih besar karena keamanan dan privasi lebih terjamin, daripada harus hidup di rumah petak yang padat penduduk. Sementara untuk opsi investasi, ruko hingga rukan layak dipertimbangkan.

Apapun pilihan Anda dalam investasi rumah atau apartemen, ingatlah untuk selalu melakukan pertimbangan dengan bijaksana. Berpikirlah secara jangka panjang dan lakukan perhitungan finansial secara teliti, supaya tidak merugi. Jangan sampai membeli properti terlalu mahal dengan cicilan hanya demi memenuhi gaya hidup, karena itu bukanlah opsi investasi menjanjikan.

Tinggalkan komentar