Rahasia Ajarkan Keuangan ke Anak Bagi Single Parent

Menjadi single parent tentu bukanlah impian setiap orang, terutama perempuan. Karena bagaimanapun juga ketika pernikahan itu dimulai, siapapun ingin bisa hidup bersama dengan orang yang dicintai untuk selamanya. Namun ketika perpisahan itu terjadi, tentu hanya bisa dilakukan dengan lapang dada. Banyak hal yang harus dilakukan sebagai single parent, termasuk ajarkan keuangan ke anak secara tepat.

Tunggu, kenapa single parent harus tahu bagaimana cara ajarkan keuangan ke anak?

Karena memang sebagai orangtua tunggal, mau tak mau Anda harus mengajarkan buah hati bagaimana bertanggung jawab atas dirinya sendiri termasuk urusan keuangan. Bahkan urusan bertanggung jawab atas diri sendiri ini bisa dibilang bakal lebih cepat dilakukan dibandingkan anak-anak lain yang hidup dengan orangtua lengkap. Tak perlu berkecil hati, karena sebetulnya pada dasarnya urusan pengelolaan uang bukan monopoli orang dewasa.

Sudah seharusnya anak-anak diajarkan sedini mungkin untuk mampu menghadapi segala keinginannya. Lantaran orangtua tunggal cenderung harus lebih sibuk dalam membagi kegiatannya mulai dari urusan rumah tangga, merawat anak hingga pekerjaan, tentu harus memahami bagaimana trik ajarkan keuangan ke anak secara tepat. Dengan begitu anak akan tumbuh jadi pribadi yang lebih bertanggung jawab terutama urusan finansial.

Baca juga: Cara Cek BI Checking Sendiri dengan Mudah secara Online

10 Trik Ajarkan Keuangan ke Anak Bagi Orangtua Tunggal

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, mayoritas anak-anak yang dibesarkan oleh single parent memang cenderung lebih cepat mandiri daripada teman-teman seusianya. Hanya saja untuk urusan finansial, orangtua haruslah tetap memberikan bantuan dan tentunya bimbingan. Dengan mengajarkan buah hati untuk mulai belajar hidup hemat sejak dini, maka mereka tidak akan kesulitan ketika sudah dewasa dan punya penghasilan sendiri kelak.

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan di Universitas Cambridge, terungkap bahwa kebiasaan untuk hidup hemat bisa dimulai ketika anak berusia tujuh tahun. Bahkan saat buah hati masih berumur tiga tahun, Anda bisa mulai mengenalkan bagaimana konsep finansial secara sederhana mulai dari menabung dan menggunakan uang yang dimiliki untuk sesuatu yang memang sangat dibutuhkan, bukan hanya sekadar diinginkan saja.

Lantas apakah ada perbedaan cara ajarkan keuangan ke anak yang dibesarkan oleh orangtua tunggal dan orangtua lengkap? Sebetulnya tidak ada perbedaan yang terlalu signifikan. Hanya saja mungkin sebagai single parent, Anda harus menyisihkan fokus lebih besar untuk mengajarkan kebiasaan positif ini. Seperti apa trik ampuhnya? Berikut ulasannya!

1. Bedakan Keinginan dan Kebutuhan

via IndoIndians

Inilah hal pertama yang harus diajarkan oleh setiap orangtua tunggal saat hendak ajarkan keuangan ke anak mereka. Yap, sedini mungkin anak-anak harus tahu yang mana keinginan dan kebutuhan sehingga itu akan membangun kebiasaan mereka dalam berbelanja. Meskipun memang cara ini tidak akan mudah karena anak kecil memang cenderung suka membeli apapun terutama mainan, makanan hingga pakaian dan sepatu.

Padahal sebetulnya barang-barang itu masih layak dipakai atau belum dibutuhkan, anak kecil akan dengan mudah merajuk saat keinginannya tidak terwujud. Nah, di sinilah letak kebijaksaaan seorang single parent untuk mulai mengenalkan skala prioritas padanya. Beritahukan secara lembut tetapi juga tegas, bahwa mungkin barang yang dia inginkan itu bukanlah sesuatu yang bersifat urgent.

Apalagi kalau anak mulai ingin beli mainan dan makanan ringan seperti yang dibeli teman-teman mereka, sedangkan kondisi finansial Anda sedang kurang baik. Jangan keburu naik pitam dan memarahi anak, karena itu justru bisa membuat mereka trauma. Lagi-lagi orangtua bisa menjelaskan bahwa mungkin mainan atau makanan yang diinginkan itu bukanlah sesuatu yang benar-benar dibutuhkan dan coba dialihkan ke sesuatu yang mereka perlukan.

2. Hadiah Uang Saku

Cara ajarkan keuangan ke anak berikutnya adalah dengan memberikan hadiah berupa uang saku sebagai bentuk apresiasi. Lhoh, memberikan uang saku bisa jadi bentuk apresiasi? Bukankah itu artinya bisa membuat anak jadi boros? Tenang. Jika dilakukan dengan tepat maka anak akan benar-benar menghargai uang yang didapat.

Bagaimana caranya?

Baca juga: 8 Cara Supaya Gaya Hidup Sejalan Dengan Gaji

Jadikan uang saku itu hadiah atas pencapaian anak. Misalkan saja anak ingin membeli sepatu keluaran baru yang populer di media sosial, biarkan dia menabung terlebih dulu. Untuk memperoleh uang agar bisa ditabung, minta si anak rajin membersihkan kamarnya sendiri atau mencuci piring dan gelas setelah makan, baru kemudian Anda berikan uang saku sebagai bentuk apresiasi.

Dengan begitu anak akan sadar bahwa segala hal di dunia ini tak bisa diperoleh secara gratis dan mudah. Butuh perjuangan, ketekutan dan tentunya tekad untuk menabung sebelum mewujudkannya. Dengan begitu anak akan menghargai betul setiap Rupiah yang dibelanjakan kelak hingga dewasa.

3. Bantu Catat Pengeluaran

© iStock

Meskipun terdengar sederhana, catatan pengeluaran rupanya memiliki pengaurh besar saat ajarkan keuangan ke anak. Ya, Anda bisa meminta dia untuk rutin menulis pengeluarannya setiap hari meskipun dalam nominal kecil. Lalu setiap akhir pekan ketika Anda tidak sedang bekerja, bersama-sama lakukan evaluasi singkat. Anda dan buah hati akan sama-sama tahu ke mana saja uang itu digunakan.

Selain itu Anda juga bisa melakukan koreksi bahwa si anak mungkin terlalu berlebihan dalam membeli mainan atau jajan yang tidak penting, sehingga bisa menabung untuk dibelikan tas baru atau sesuatu yang lebih dia butuhkan. Kebiasaan sederhana ini jika dilakukan rutin sejak kecil akan membantunya lebih disiplin finansial hingga dewasa kelak.

4. Berikan Tempat Menabung

Supaya tata cara ajarkan keuangan ke anak tidak sia-sia, menabung memang jadi kunci utama. Nah, agar anak tahu ke mana dia harus menyimpan uang, sediakan wadah untuk menabung. Dimulai dari uang-uang receh, anak akan terbiasa menabung nominal yang lebih besar. Nanti setiap satu bulan sekali, Anda bisa mengajak buah hati ke bank untuk mulai menyetorkan uang tabungannya ke rekening. Anak akan merasa bangga jika tabungannya makin bertambah.

5. Diskusi Biaya Pendidikan

via Family and Money Matters

Terdengar terlalu serius? Sebetulnya tidak juga, apalagi jika Anda hidup sebagai orangtua tunggal. Karena bagaimanapun membesarkan anak seorang diri artinya turut melibatkan dia dalam berbagia hal termasuk biaya pendidikan. Tentu dalam mendiskusikan biaya pendidikan ini harus Anda sesuaikan dengan usia anak. Anda bisa memulai dengan mencari tahu sekolah seperti apa yang dia butuhkan dan inginkan di masa depan.

Lalu Anda bisa mengajaknya berbicara bahwa sekolah atau tempat kursus A lebih mahal padahal ada tempat B yang lebih terjangkau, dengan kualitas pendidikan yang sama. Begitu pula saat anak ngotot ingin kuliah di kampus bergengsi kelak, jika memang biaya pendidikan terlalu mahal maka Anda bisa saling jujur padanya untuk menabung sedari dini dan mengejar beasiswa. Sedangkan Anda sebagai orangtua, mulailah pilih asuransi pendidikan.

Baca juga: Cara Mengelola Keuangan Saat Travelling Agar Tidak Boncos

6. Senantiasa Bersyukur

Bisa dibilang ini adalah inti dari segala urusan finansial. Karena bagaimanapun juga, sebanyak apapun uang yang dimiliki tak akan pernah cukup jika tak pernah bersyukur. Untuk itulah sejak dini, Anda harus menekankan agar buah hati selalu bersyukur dan tidak iri dengan pencapaian rekannya. Apalagi lantaran Anda adalah orangtua tunggal, tentu akan ada banyak hal-hal seputar finansial yang harus dikelola lebih baik.

7. Ajak Belanja Bulanan

via Talis

Trik yang bisa dilakukan juga untuk orangtua tunggal dalam mengajarkan urusan finansial ke buah hati adalah mengajaknya belanja bulanan. Entah ke pasar tradisional atau supermarket, ajak dia untuk melihat seperti apa kebutuhan bulanan di rumah. Bahkan biarkan dia mengetahui bagaimana cara menawarkan barang langsung dari orangtua di pasar. Meskipun mungkin awalnya tidak paham, kebiasaan ini akan membuatnya cerdas dalam berbelanja.

8. Belajar Untuk Menunda

Masih berkaitan dengan skala prioritas, penting bagi orangtua tunggal untuk mengajarkan bahwa ada beberapa barang yang tidak harus dibeli saat itu juga. Jangan ragu untuk mengakui jika kondisi keuangan Anda sedang tidak baik, sehingga anak harus lebih bersabar dan menunda. Alih-alih dimarahi dan malah membuatnya menangis, orangtua memang harus lebih bijaksana.

Dengan belajar sedini mungkin bahwa memang ada beberapa hal yang harus ditunda, anak akan memahami kalau tidak selamanya kondisi finansial itu baik. Ada kalanya keuangan sedang bermasalah dan tidak bisa dipaksakan, sehingga yang bisa dilakukan memang menunda. Meskipun mungkin tidaklah mudah, anak akan bisa membangun rasa empati yang cukup besar untuk urusan keuangan di kemudian hari.

Baca juga: Manfaat dan Tips Menabung Uang Receh Bikin Saldo Membengkak

9. Jangan Lupa Berbagi

via California Business Journal

Memiliki buah hati yang peduli dengan sesama tentu adalah hal yang sangat menyenangkan. Untuk bisa membangun sikap seperti ini, orangtua rupanya memiliki peran yang cukup besar. Yap, Anda haruslah mulai mengajarkan pentingnya berbagai kepada sesama, terutama mereka yang kurang beruntung. Bagaimana caranya? Coba ajarkan tata cara porsi pengaturan keuangan secara sederhana.

Misalkan saja ajarkan anak untuk menyisihkan 20% dari uang saku untuk ditabung dan 5% – 10% lainnya untuk dibagi kepada sesama. Sehingga ketika dia memperoleh uang saku bulanan Rp500 ribu, setidaknya ajak dia untuk berbagi kepada orang yang membutuhkan mulai dari R25ribu – Rp50 ribu setiap bulannya. Anda bisa mengajarkannya memberikan uang itu untuk kegiatan sosial, beramal di masjid, panti asuhan atau rumah ibadah lainnya.

10. Orangtua Harus Jadi Contoh

Dan inilah hal terakhir yang harus dilakukan orangtua tunggal saat hendak ajarkan keuangan ke anak. Bisa dibilang ini merupakan hal terpenting karena bagaimanapun juga anak akan meniru orangtuanya. Apalagi ketika dia dibesarkan oleh single parent, otomatis hanya Anda adalah yang dia jadikan pedoman. Untuk itu tak mungkin Anda memintanya lebih biijaksana menggunakan uang sakunya, jika Anda tidak becus dalam mengelola finansial.

Untuk memberikan contoh yang tepat, Anda bisa memulai dari berbelanja sesuai kebutuhan tidak hanya sekadar ‘cuci mata’. Lalu Anda juga harus ikut menyisihkan penghasilan untuk ditabung, investasi serta tetap berbagi kepada orang yang kurang beruntung. Melihat orangtuanya memberikan contoh secara tepat dan berhasil, anak tentu akan terpacu ingin melakukan hal yang sama.

Bagaimana? Sebetulnya tidak terlalu sulit untuk ajarkan keuangan ke anak, bukan? Ingat, jangan pernah mengajarkan buah hati dengan terpaksa sehingga harus disesuaikan dengan jenjang umurnya. Anak yang masih TK tentu akan kesulitan dengan konsep finansial, tapi Anda bisa memberikan pemahaman betapa pentingnya menggunakan uang dengan tepat supaya masa depan lebih sejahtera nantinya. Jadi, semangat untuk single parent!

Tinggalkan komentar