KUR 2023 Sulit Diakses UMKM, Ini Sebabnya!

"KUR sulit di akses, padahal program ini membantu UMKM!". Berfikiran sama? Yuk cari tahu sebabnya!. Pantengi KUR 2023 Sulit Diakses UMKM

Bisnis521 Dilihat

“KUR sulit di akses, padahal katanya program ini khusus untuk membantu UMKM!”. Mungkin ini yang terlintas dalam benak sebagian pelaku UMKM yang mengatakan KUR 2023 Sulit Diakses UMKM.

Sebagai salah satu program kerakyatan, KUR memang bertujuan untuk mendorong UMKM agar bisa naik kelas ke level yang lebih tinggi. Dengan bunga yang rendah dan plafon maksimal yang cukup tinggi, hal ini menjadi daya tarik yang luar biasa bagi masyarakat.

Bahkan sejak Januari 2023, antusiasme masyarakat hampir selalu berdatangan setiap hari melalui medsos-medsos penyalur KUR untuk menanyakan kapan di bukanya program ini.

Saat ini, dana KUR sudah mulai di salurkan lewat berbagai Bank BUMN, swasta dan juga lembaga lainnya. Namun sayangnya tidak semua UMKM produktif dan sehat, bisa menikmati program pinjaman modal usaha yang satu ini.

Banyak yang bilang KUR 2023 Sulit Diakses UMKM

Terdapat kuota dan juga persyaratan yang wajib di penuhi agar bisa lolos mencairkan KUR yang di ajukan.

Sementara itu, bisnis terus berjalan dan tetap membutuhkan modal untuk bisa berkembang. Sehingga wajar jika banyak pelaku UMKM yang mencari alternatif pinjaman modal selain KUR meski dengan resiko yang tinggi.

“Sekarang justru masyarakat mencari alternatif lain melalui pinjol, karena kemudahan yang di berikan. Dari yang saya pelajari, pelaku UMKM bisa mengajukan pinjaman lagi sebelum pelunasan. Ini sebenarnya kan menjerat mereka,” Ungkap Ketua Umum Asosiasi Industri Usaha Mikro Kecil dan Menengah Indonesia (AKUMANDIRI), Hermawati Setyorinny.

Banyak pelaku UMKM yang akhirnya memilih pinjol karena sulitnya mengakses KUR. Mengapa?

Baca juga, Pencairan KUR 2023 Terhambat? Ini Kata Direktur Usaha Mikro BRI!

1. Analisis Kredit

Sebab pertama mengapa KUR sulit di akses oleh para pelaku UMKM yakni di karenakan analisis kredit yang umum.

Menurut Hermawati, “Program KUR sudah baik, tapi belum bisa di manfaatkan oleh UMKM. Persyaratan dan prosedur bank yang berbeda apalagi penerapan analisis kredit yang umum dan tidak khusus pada pelaku UMKM menyulitkan” .

Bagi yang belum tahu, analisis kredit yaitu proses analisa pinjaman dan keuangan calon debitur. Hal ini di lakukan agar bisa mengukur tingkat resiko atas pinjaman yang hendak di berikan.

2. Bank yang Menetapkan Agunan Meski Plafon Kecil

Selain analisis kredit yang umum, KUR makin sulit di karena adanya sejumlah Bank yang mensyaratkan agunan kepada pelaku UMKM. Padahal berdasarakan aturan, agunan hanya di berikan pada debitur dengan jumlah pinjaman yang besar yakni di atas Rp 100 juta.

“Tidak ada jaminan di persyaratan pengajuan pinjaman, tapi masing-masing bank masih menetapkan jaminan, walau dengan angka yang kecil,” Ungkap Hermawati.

Jadi kenyataannya, masih ada Bank/ penyalur KUR yang menetapkan agunan kepada debitur dengan plafon rendah. Secara logika, tentu saja hal ini menyulitkan UMKM terutama UMKM super mikro yang produktif dan sehat namun belum memiliki agunan.

Saran Untuk Pemerintah tentang KUR 2023 Sulit Diakses UMKM

Dari pandangan tersebut, Hermawati mengajukan saran untuk pemerintah kaitannya dengan penyaluran KUR Tahun ini.

“Negara seharusnya tidak hanya melakukan program, tapi melakukan pengawasan perbankan melalui OJK,” tambahnya.

Ketua Umum AKUMANDIRI ini berharap, agar pemerintah melalui OJK bisa melakukan pengawasan kepada penyalur KUR dalam melakukan analisis kredit sehingga tidak memberatkan UMKM.

Selain itu, ia juga berharap agar pemerintah melakukan edukasi yang berdampak kaitannya tentang literasi keuangan kepada para pelaku UMKM. Hal ini penting di lakukan agar UMKM nanti nya memahami betul apa yang menjadi persyaratan serta bagiamana mengelola dana KUR yang di berikan.

Baca juga, Wah Ada yang BARU: Perubahan Aturan KUR BRI 2023

Kesimpulan

Jadi bisa di simpulkan, bahwa pada dasarnya program KUR merupakan program yang bagus. Namun tidak bisa di pungkiri, bahwa kenyataannya KUR masih sulit di akses oleh UMKM.

Untuk menciptakan KUR yang adil, merata dan memberikan dampak manfaat secara berkelanjutan bagi UMKM memang tidaklah mudah. Masih ada hal-hal yang harus terus di evaluasi, termasuk apa yang di sampaikan oleh Ketua Umum AKUMANDIRI di atas.

Semoga bentuk kritik dan saran ini dapat di pertimbangkan oleh pemerintah dan UMKM dapat naik kelas ke level tertinggi.

Bagaimana menurut Anda, apakah setuju dengan pendapat dan saran Bu Hermawati?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *