Tips dan Cara – cara Monetisasi Youtube, Blog, Instagram

Bisa bekerja kapan dan dimana saja sesuai minat serta mengembangkan kreativitas diri dengan bebas, siapa yang tidak mau?

Ya, kini kita bisa mengembangkan minat dan mendapatkan penghasilan online dengan cara monetisasi berbagai platform seperti Youtube, Blog, dan Instagram. Kita akan membahas semuanya, mulai dari tantangan hingga cara monetisasi. Tak lupa di akhir akan ada beberapa ide konten serta tips untuk membangun kanal media online Anda sendiri.

Mungkin Anda sudah tahu bahwa media digital tersebut bukan hanya berfungsi sebagai teknologi media informasi, tapi juga bisa menghasilkan uang.

Setiap hari, setidaknya kita pasti membuka salah satu dari media online tersebut dan melihat iklan. Nah, dari situlah salah satu sumber penghasilan yang bisa di dapatkan oleh para content creator. Belum lagi dari paid promote dan sebagainya.

Sumber-sumber Penghasilan Para Content Creator

Sumber-sumber Penghasilan Para Content Creator

Monetisasi singkatnya adalah cara kita membuat sesuatu yang nantinya bisa di komersialisasikan (di uangkan). Lewat media digital seperti Youtube, Blog dan Instagram kita bisa membuat konten yang kita buat mendapatkan feedback berupa uang. Ini sah-sah saja karena dalam membuat konten, para content creator menukarkan energi dan waktunya hingga konten-pun bisa di nikmati oleh netizen.

Baiklah, yuk langsung kita intip dari mana penghasilan para content creator berasal!

Rasanya kini hampir tidak ada orang yang tidak tahu Youtube. Anak-anak hingga lansia semuanya hampir pernah menonton video youtube.

Baca yuk, 5+ Tips Cara Mendapatkan Uang Monetisasi Youtube dan Blog | Adsense

Kalau generasi milenial atau usia produktif tidak usah di tanya lagi, mereka bahkan bisa di sebagai “penghuni” utama media-media digital baik sebagai penonton maupun pembuat konten.

1. Google Adsense

Sumber pendapatan pertama para content creator khususnya bagi Youtuber dan Blogger adalah melalui Google Adsense.

Anda pasti pernah melihat iklan otomatis baik yang bisa di skip dengan mengklik tombol “skip” ataupun tidak bisa sehingga kita harus melihatnya hingga selesai ketika menonton video Youtube. Atau Anda melihat iklan-iklan yang tampil saat membaca artikel di sebuah blog. Itulah iklan Google Adsense.

Jumlah pendapatan dari adsense sendiri dipengaruhi berbagai faktor. Mulai dari durasi tayang, jumlah penonton, banyaknya jumlah video, asal negara penonton dll.

Untuk Youtuber Indonesia sendiri, diketahui penghasilannya rata-rata adalah USD 1 per 1000 viewers. Kalau Anda penasaran berapa rata-rata penghasilan para youtuber per-bulan hingga pertahunnya, Anda bisa mengeceknya dengan mengunjungi situs www.socialblade.com.

Sedangkan untuk Blogger, sama halnya seperti Youtuber penghasilan yang bisa di dapatkan dari Google Adsense di pengaruhi oleh jumlah visitor, durasi baca, asal negara visitor dll.

Tidak ada yang menyebutkan angka pasti pendapatan blogger perbulannya. Namun menurut beberapa sumber, untuk blogger pemula Indonesia dengan visitor dibawah 1000 per hari bisa menghasilkan Rp 50 ribu/ hari atau Rp. 1,3 juta/ bulan.

Jika Anda juga penasaran untuk menganalisa penghasilan sebuah blog/situs bisa mengeceknya lewat www.wortofweb.com atau www.siteworthtraffic.com walaupun tidak 100% akurat.

Bagaimana caranya untuk bisa monetisasi Youtube dan Blog lewat Google Adsense? Sabar, nanti kita bahas secara khusus agar lebih fokus.

2. Menjual Produk/ Brand Sendiri

Sumber pendapatan selanjutnya yang bisa di dapatkan adalah dengan menjual produk/ brand sendiri. Anda bisa menjadikan kanal Youtube Anda sendiri sebagai saluran untuk bisa menjual produk Anda sendiri.

Misalnya jika Anda memiliki bisnis baik itu secara freelance ataupun sudah berbentuk perusahaan di bidang desain, penulisan, barang atau apapun.

Buatlah konten-konten yang menunjukan sisi menarik, kualitas dan keunggulan produk/ jasa yang Anda miliki. Atau bisa juga membuat tips-tips yang di jadikan sebagai strategi soft promotion.

Lalu buatlah link pembelian produk di kolom deskripsi Youtube video Anda. Hal ini seringkali dilakukan oleh para vlogger yang hendak menjual suatu produk/ jasa secara halus.

Penghasilan dari menjual produk sendiri juga tidak kalah menariknya dari hanya mengandalkan Google Adsense. Jadi, jika Anda awalnya bukan ingin menjadi content creator melainkan pebisnis Anda bisa menjadikan hal ini sebagai salah satu strategi penjualan.

3. Penghasilan Dari Sponsor Content dan Advertisment

Nah, jika sebelumnya kita bisa mendapatkan penghasilan dari produk/ jasa sendiri yang di promosikan secara halus lewat video youtube, blog atau instagram. Lalu bagaimana jika kita tidak memiliki produk/ jasa sendiri?

Tidak perlu khawatir, jika Anda belum memiliki produk sendiri atau malah tidak berminat memproduknya Anda tetap bisa mendapatkan penghasilan dari sponsorship/ endorsment (mempromosikan produk/ jasa orang lain). Baik itu melalui Youtube, blog maupun instagram.

Sumber penghasilan ini juga sangat menarik. Jika Anda mengamati para Youtuber terkenal, Anda pasti sering melihat banner, logo, barang atau apapun yang berhubungan dengan sponsorship dan advertisment di video mereka.

Hal tersebut biasanya bukanlah karena Youtuber tersebut ingin mempromosikannya secara sukarela melainkan merupakan paid promote (promosi berbayar) atau endorse.

Artinya, para content creator tersebut di bayar sesuai dengan kesepakatan untuk mempromosikan produk/ jasa/ brand tertentu. Semakin banyak dan besar brand yang menggunakan channel Anda untuk beriklan maka penghasilan dari sponsorship ini tentu semakin tinggi.

Menariknya, tidak seperti Google Adsense yang punya syarat minimum jam tayang dan subscriber, Anda justru bisa mendapatkan penghasilan dari sponsorship dan advertisment walaupun channel belum terlalu besar.

Asalkan Anda bisa menunjukan bahwa channel Anda layak di jadikan media sponsorship kepada calon pengiklan.

4. Program Afiliasi

Sumber penghasilan yang ke-empat adalah melalui program afiliasi (affiliate). Cara ini hampir mirip dengan sponsorship yakni kita mempromosikan produk/ jasa orang lain namun perbedaannya ada pada cara pembayarannya.

Untuk program afiliasi ini juga bisa dilakukan melalui ketiga kanal yang sedagn kita bicarakan (Youtube, Blog dan Instagram).

Jika menggunakan cara sponsorship maka Anda akan di bayar sekali bayar, maka dengan program afiliasi Anda bisa mendapatkan pembayaran setiap ada produk yang terjual melalui link afiliasi Anda.

Ya, betul inilah salah satu kelebihan program afiliasi di banding sponsorship. Selain itu, program afiliasi biasanya bersifat jangka panjang. Sehingga, Anda bisa di jadikan sebagai sumber passive income selama terjadi penjualan lewat link afiliasi Anda.

5. Crowdfunding

Crowdfunding adalah cara monetisasi media yang Anda miliki dengan mempromosikan pengumpulan dana untuk suatu proyek.

Biasanya crowdfunding digunakan untuk program-program sosial atau yang berdampak langsung pada masyarakat. Misalnya program penanaman pohon, dana bantuan untuk membantu korban yang terkena musibah, pemberdayan perempuan dan hal lainnya.

Di Indonesia sendiri, Anda bisa memanfaatkan platform seperti kitabisa, akseleran, gandengtangan dan masih banyak lagi.

Jadi bagi Anda yang ingin beramal sosial lewat monetisasi media yang Anda miliki bisa langsung menggunakan fitur-fitur dari platform tersebut. Nanti linknya bisa Anda sisipkan di kolom deskripsi Youtube, artikel di blog maupun bio Instagram.

Sebenarnya mungkin masih ada lagi sumber-sumber penghasilan dari creator Youtube, Blog dan Instagram yang belum di sebutkan. Atau mungkin Anda punya ide yang berbeda?

7. Mengadakan Event

Monetisasi kanal digital yang Anda miliki selanjutnya adalah dengan mengadakan event. Contoh event yang cukup terkenal di kalangan pecinta konten horor adalah Ghost bus tour ala channel youtube Jurnal Risa.

Jurnal Risa bekerja sama dengan sebuah event organizer untuk mengadakan event tersebut. Jadi mereka yang ingin menonton konten khusus ini perlu membayar tiket.

Nah, ini juga bisa Anda lakukan pada blog ataupun instagram Anda jika sudah cukup berkembang. Untuk blog misalnya Anda mengadakan event diskusi, mengadakan touring, atau apapun yang berhubungan dengan tema yang di angkat di dalam blog Anda bersama viewers, begitu juga dengan instagram. Dan income bisa di dapatkan dengan menjual tiketnya.

Melalui beberapa sumber itu para creator bisa menjadikannya sebagai side hustle atau bahkan pekerjaan utama. Pertanyaannya, bagaimana proses mereka bisa menghasilkan uang dengan pembuatan konten?

Tantangan Menjadi Content Creator

Sebaiknya Anda tidak terburu-buru melihat disisi hasil yang bisa di dapatkan. Mungkin akan lebih bijak jika Anda juga memahami proses dan tantangannya. Dengan begitu Anda bisa lebih bersiap dan tidak mudah menyerah ketika jalan untuk menjadi content creator tidak semulus yang Anda harapkan.

Apa saja tantangan menjadi content creator berpenghasilan?

1. Budget Terbatas

Banyak orang yang bilang bahwa menjadi content creator itu tidak perlu modal. Hm.. sepertinya itu kata yang kurang tepat. Untuk menjadi content creator yang bisa memonetisasi konten-kontennya di perlukan usaha, waktu dan juga modal materi.

Bayangkan saja, untuk merekam video youtuber perlu kamera (hp, DSLR atau apapun). Belum lagi gadget untuk mengedit dan jaringan internet untuk menguploadnya. Begitupun dengan pengembangan akun instagram. Bagi blogger, tentu ia perlu laptop/ pc untuk menulis dan meng-publish tulisannya.

Tapi terkadang, kenyataan tidak sesuai dengan harapan kita yang ingin berkarya. Karena budget terbatas, kita harus putar otak untuk bisa memulainya terlebih dahulu sebelum memikirkan cara monetisasi. Bagaimana dengan Anda, apakah sekarang Anda memiliki kendala yang sama?

2. Kehabisan Ide

Pekerjaan sebagai creator di platform online memang cocok untuk Anda yang berjiwa kreatif dan senang dengan tantangan. Apakah Anda salah satunya?

Namun content creator bukanlah robot pencetak ide. Jadi sebagai manusia yang punya keterbatasan, content creator bisa saja kehabisan ide dan merasa stuck di tengah jalan. Nah, mungkin Anda bisa mulai mencari strategi-strategi jika hal ini terjadi pada Anda suatu hari nanti.

Sebab jika kita berhenti, media yang sudah capek-capek kita rintispun lama-lama akan mati. Bahkan sudah bisa menghasilkan adsense sekalipun.

3. Harus Update Algoritma

Perlu kita sadari, bahwa tidak semua channel Youtube, blog, maupun akun instagram bisa melesat. Kenapa? Ini karena algoritmanya.

Singkatnya, algoritma merupakan sebuah sistem untuk memecahkan permasalahan menggunakan bahasa pemprograman komputer. Jadi algoritma itu di ibaratkan seperti otaknya dari hasil pencarian ketika kita mengetikan keyword di Google, Youtube atau pencarian di Instagram.

Supaya kinerjanya semakin optimal maka algoritma biasanya selalu di perbaharui mengikuti perkembangan. Misalnya saja google jadi lebih mengutamakan situs-situs yang sudah memiliki sertifikal SSL dan mobile friendly. Begitupun dengan Youtube dan instagram, walaupun algoritmanya berbeda (sesuai kebijakan platform terkait).

Jadi jika Anda tidak update dan mengikuti algoritmanya, Anda akan kesulitan untuk meningkatkan viewers, followers ataupun subscribers.

4. Mendapatkan Hate Comment/ Komentar Negatif

Salah satu tantangan yang kerap kali diterima para content creator adalah hate comment atau komentar negatif. Walaupun sejauh ini, pendidikan mengemukakan pendapat di dunia maya terus di sampaikan namun Anda tetap harus bersiap untuk menyikapi komentar seperti itu sekalipun konten Anda adalah konten yang sangat positif.

Sebab, bukan hanya orang yang tidak suka dengan konten Anda saja yang bisa berkomentar negatif. Tapi bisa juga hal tersebut digunakan oleh kompetitor atau malah orang iseng. Jadi, mungkin kita bisa mulai menyiapkan komentar apa yang perlu di sikapi dan bagaimana menyikapinya.

5. Konten di Re-Upload

Setelah capek-capek membuat konten, ternyata konten kita di copy paste atau di re-upload. Sebenarnya, hal ini sudah di atur dalam kebijakan Youtube, Google maupun Instagram. Bahwa konten-konten seperti itu nantinya akan terkena banned.

Namun tetap saja, konten yang kita buat bisa di edit dan menjadi konten yang “baru”. Nah, jika seperti ini apa yang akan Anda lakukan? Tetap fokus berkarya dan memperlihatkan ciri khas konten Anda ataukah akan memperkarakannya?

Cara Monetitasi Youtube, Blog, dan Instagram

Nah, Anda pasti sudah tidak asing melihat para content creator terkenal seperti Raditya Dika, Deddy Corbuzier, Nessie Judge, David GadgetIn.

Kali ini kita tidak akan membahas berapa penghasilan mereka-mereka yang memiliki jutaan subscriber dan penonton setiap kali upload video. Tapi kita akan membicarakan cara monetisasi youtube, blog dan instagram untuk pemula yang baru akan memulai channel atau membangun media onlinenya.

Seperti yang sudah di jelaskan sebelumnya, ada berbagai cara untuk monetisasi Youtube, Blog dan juga instagram. Jadi bukan hanya adsense saja.

Nah jika Anda juga ingin mulai atau sedang membangun channel Youtube, Blog atau Instagam simak terus artikel ini sampai akhir ya!

1. Adsense Untuk Youtube

Untuk bisa memonetisasi Youtube lewat Google Adsense, pihak youtube mensyaratkan untuk memiliki 4000 jam tayang (total) dan 1000 subscriber.

Baru setelah itu Anda bisa mengajukan aktivasi Google Adsense untuk channel youtube Anda. Anda juga perlu melakukan associate dan approve adsense account agar video yang Anda buat bisa di pasangkan iklan saat tayang.

2. Adsense Untuk Blog

Google sendiri tidak menyebutkan secara spesifik berapa jumlah visitor, durasi baca dll agar Adsense bisa di tayangkan di artikel.

Tapi di situs john.do dan romeltea.com menyebutkan bahwa kemungkinan setidaknya ada 250-1000 pengunjung unik per hari di situs Anda baru bisa mendapatkan dollar dari Adsense.

3. Meningkatkan Followers dan Mendapatkan Centang Biru Instagram

Nah, saat ini di instagram Anda belum bisa mengaktivasi Google Adsense. Namun cara monetisasinya bisa menggunakan sponsorship/ endorsment, menjual produk sendiri, mengikuti program afiliasi, crowdfunding, ataupun mengadakan event.

Agar instagram Anda memiliki kesempatan yang lebih besar untuk di monetisasi maka selain minimal memiliki puluhan ribu follower, jumlah likes dan viewers yang banyak, dalam hal ini centang biru instagram adalah salah satu faktor yang cukup penting.

Centang biru adalah tanda verifikasi bahwa pihak yang berada di balik akun instagram merupakan tokoh atau brand terkenal dan menghindari akun palsu/ penipu.

Untuk mendapatkan centang biru, instagram mengutamakan akun-akun yang yang berkembang. Jadi lebih baik fokus untuk meningkatkan followers dan traffic ke akun instagram terlebih dahulu sebelum mengajukan centang biru.

4. Mengikuti Program Afiliasi

Ada banyak sekali brand-brand yang membuat program afiliasi seperti Niagahoster, Shopee, dll. Tidak sulit menemukannya. Anda bisa langsung mencarinya di google dan melihat daftar perusahaan yang membuka program afiliasi.

Program afiliasi ini bisa di ikuti dengan Youtube, blog, ataupun Instagram yang Anda miliki. Namun, setiap program afiliasi mungkin memiliki prosedur dan ketentuan yang perlu Anda pelajari sebelum memilih affiliate program.

Program afiliasi biasanya tidak memerlukan modal seperti biaya pendaftaran menjadi member dll. Jika pengajuan afiliasi Anda di terima maka blog yang menggunakan wordpress perlu menginstal plug ini untuk menghubungkan link afiliasi. Sementara untuk Youtube dan Instagram Anda harus mencantumkan link affiliate di kolom deskripsi atau bio.

5. Menjalin Kemitraan dengan Brand

Mungkin sebagian dari Anda bertanya-tanya, bagaimana sih caranya mendapatkan endorse atau sponsorship? Apakah harus menunggu sampai Youtube, blog, atau Instagram kita sudah cukup besar dan berkembang?

Sebenarnya, Anda bisa mempertimbangkan untuk membuat konten bermerek meskipun media digital Anda masih kecil. Karena sekecil apapun Youtube, blog, atau Instagram masih bisa memberikan pengaruh. Meskipun Anda saat itu belum mendapatkan bayaran.

Dalam proses pengembangannya, semakin spesifik niche channel Anda maka akan semakin mudah bermitra dengan sebuah brand. Niche yang unik dan spesifik akan cenderung memiliki lebih sedikit pesaing.

Misalnya saja Youtube, blog, atau Instagram dengan topik fashion yang sudah sangat banyak pesaingnya di banding dengan konten sejarah, filsafat dan pendidikan. Hal ini akan membuat Anda mudah di lirik oleh brand karena biasanya memiliki viewer atau follower yang berdedikasi.

Baca juga, 5 Cara Mendapatkan Uang dari Youtube, Lengkap dan Ampuh!

Selain itu, perhatika juga ketentuan-ketentuan Youtube, Google dan Instagram untuk penempatan konten berbayar. Karena ternyata ada aturan tersendiri yang baiknya di tidak di langgar.

Tips Sukses Membangun Youtube, Blog dan Instagram

Untuk membangun sumber-sumber penghasilan dari Youtube, Blog dan Instagram di butuhkan cara. Nah, beberapa gambaran umum mengenai caranya sudah di sebutkan.

Sekarang, kita akan membahas hal-hal penting yang perlu di perhatikan dalam menjalankan proses hingga bisa memonetisasi.

1. Tentukan Dulu Standart Sukses yang Ingin Anda raih

Sebelum bicara mengenai poin lain, ada baiknya kita menentukan dulu standart sukses yang ingin di raih. Monetisasi ini memang berbicara mengenai bagaimana cara kita membuat konten dari media digital kita khususnya Youtube, blog dan Instagram dapat menghasilkan uang. Namun tujuan dari penghasilan tersebut nyatanya tidak untuk uang itu sendiri.

Contohnya saja monetisasi dari crowdfunding yang kebanyakan adalah untuk program-program sosial. Ini artinya, sukses bagi kita salah satunya adalah saat media digital yang kita miliki juga bisa memberikan dampak sosial.

Standard yang terlalu umum seringkali kurang realistis dan tidak operable. Oleh karena itu setelah membuat gambaran sukses secara umum, ada baiknya Anda merinci kembali agar lebih spesifik tahap demi tahap untuk meraihnya.

2. Temukan Ciri Khas Anda

Selanjutnya, yang perlu Anda perhatikan adalah soal ciri khas sekalipun terlihat “random”. Random bukan berarti tidak menarik. Misalnya saja channel youtube Fadil Jaidi yang terkesan absurd dan mentah.

Namun sebenarnya jelas, nichenya adalah konten komedi dan ciri khasnya adalah komedi natural dengan keluarga terutama sang Ayah, Pak Muh.

Nama Fadil Jaidi saat ini sedang melesat karena ciri khasnya tersebut. Sehingga setiap kali mencari konten yang menghibur namun natural, orang-orang akan mencari channelnya.

Nah, bagi Anda belum menemukan keunikan dari konten Anda, tidak apa-apa. Karena semuanya membutuhkan proses dan tidak perlu terburu-buru. Anda mungkin bisa menemukan inspirasi dari karakter Anda, hal menarik di sekitar Anda, channel/ blog/ akun instagram lain dan sebagainya sambil berjalan.

4. Konsisten Dalam Membuat Konten

Proses hingga bisa memonetisasi Youtube, blog atau instagram tidak bisa terjadi dalam waktu semalaman. Bahkan ada pula yang sudah lama membuat konten namun perkembangannya sangat lambat.

Lebih baik di awal, Anda tidak dulu menargetkan penghasilan uang melainkan menarik audiens sebanyak-banyaknya lalu mempertahankannya. Sebab jika Anda langsung terlalu mengharapkan Youtube atau blog Anda bisa mendapat adsense, Anda akan banyak kecewa dan cepat menyerah.

Hal ini banyak terjadi kepada para youtuber dan blogger pemula. Baru satu-dua bulan membuat konten dan sepi sudah menyerah.

Beda halnya jika Anda fokus untuk membuat konten berkualitas secara konsisten dan bagaimana audiens bisa menyukainya. Jika sudah banyak audiens yang berkumpul setiap harinya dengan sendirinya kita bisa melakukan monetisasi media dari berbagai sumber.

5. Bangun Engangement dengan Audiens

Penting sekali bagi Anda untuk membangun engagement (keterlibatan) audiens dalam konten yang Anda buat. Hal ini bisa membuat mereka merasa dianggap dan dekat dengan Anda.

Implikasinya audiens akan semakin betah mengikuti dan bahkan merekomendasikan Youtube, blog atau instagram Anda kepada orang lain.

6. Perhatikan Algoritma dan Lakukan Analisis

Untuk meningkatkan kecepatan pengembangan Youtube, blog atau Instagram Anda, coba perhatikan algoritmanya. Untuk blog, Anda bisa menggunakan teknik SEO (Search Engine Optimization) agar blog masuk di halaman pertama untuk kata kunci yang berkaitan.

Baik youtube, blog maupun instagram memiliki dashboard yang bisa menunjukan bagaimana performa/kinerja media. Atau, Anda bisa menambah plug in, maupun software lain yang bisa membantu menganalisinya.

Dari hasil analisis mengenali audiens, lokasi, waktu dan tema konten dalam grafik, Anda bisa belajar memahami apa yang di butuhkan audiens tanpa merubah ciri khas dan tujuan Anda.

7. Berteman dengan Content Creator Lain atau Orang-orang Inspiratif

Terakhir, yang tidak kalah penting untuk mendukung cara monetisasi media digital Anda adalah berteman dengan content creator lain dan juga orang-orang yang inspiratif.

Inspirasi bukan hanya bisa datang dari Anda sendiri melainkan saat berinteraksi dan bertukar pendapat. Ingat, bahwa masanya mungkin Anda merasa kehabisan ide dan buntu.

Dengan menjalin komunikasi dan ide dengan sesama content creator bukan berarti ide Anda akan di curi. Anda bisa memilah mana yang perlu di bicarakan dan mana yang tidak. Apa hal-hal yang bisa membuat Anda dan para content creator lain saling mendukung dan membangun.

Ide-ide Konten Untuk Youtube, Blog, dan Instagram

Masih bingung mencari ide konten?

Mungkin Anda bisa memulai dari hal-hal yang dekat dan Anda kuasai. Jika tujuan Anda adalah menjadikan Youtube, blog dan Instagram sebagai saluran marketing dari bisnis Anda, maka Anda mulai menggali hal-hal apa yang menarik untuk di angkat menjadi konten.

Berikut adalah beberapa ide konten yang mungkin bisa Anda pertimbangkan!

Life Style and Beauty

Konten mengenai life style dan kecantikan memang sudah sangat banyak. Di sisi lain mungkin karena konten jenis ini banyak peminatnya. Baik di video youtube, blog maupun instagram. Namun bukan berarti bagi Anda yang memiliki minat di dalamnya harus mundur. Yang tak kalah penting adalah Anda memiliki ciri khas tersendiri.

Masih ingat dengan kekeyi?

Terlepas dari kontroversi setelahnya, menurut saya kekeyi punya ciri khas yang menarik dari kontennya. Bermodalkan kamera hp dan alat make up sederhaha tapi mampu menarik perhatian netizen dan para artis. Ini karena ciri khasnya yang lugu dan mampu menunjukan keberanian berekspresi dengan kekurangannya.

Kehidupan di Luar Negeri

Kalau ini cocok untuk Anda yang tinggal di luar negeri. Saat ini banyak sekali Youtuber terkenal yang membuat Youtube tentang kehidupan di luar negeri.

Seperti contohnya channel Kimbab Family yang merupakan vlog keluarga mix Korea-Indo yang tinggal di Korea Selatan. Padahal awalnya hanya ingin membuat video untuk keluarga di luar negeri agar lebih mudah di akses.

Ada juga Jerom Pollin yang merupakan mahasiswa Indo yang kuliah di Jepang dengan mengambil jurusan matematika. Untuk niche ini, memang para content creator yang terkenal kebanyakan menggunakan Youtube atau instagram.

Makan-makan dan Memasak

Selalu ada tempat untuk konten makan-makan dan memasak. Baik di Youtube, artikel ataupun instagram. Konten makan-makan dan memasak selalu di cari untuk menemani makan, sekedar mencari referensi makanan atau masakan. Jadi bagi Anda yang hobby makan atau memasak, yuk merapat dan buat kontennya!

Talk Show dan Mendidik

Format talk show kini juga banyak di gunakan khususnya di Youtube. Menghadirikan narasumber dan berbincang. Temanya bisa bermacam-macam. Ada yang mengangkat tentang keuangan, psikologi, isu yang sedang viral dll.

Channel youtube seperti ini biasanya membutuhkan akses ke narsumber yang di anggap memang tepat atau layak. Contohnya channel Deddy Corbuzier, Tritan Universe (segmen are we okay), Menjadi Manusia dll.

Jika Anda tertarik membuat dengan format talk show, mungkin Anda perlu mempersiapkannya dari sekarang.

IT dan Gadget

Ulasan mengenai IT dan Gadget sangat banyak di minati khususnya lewat blog dan video youtube. Jika Anda berminat atau punya wawasan tentang IT atau gadget, mungkin bisa mulai membagikan kontennya.

Apalagi di era digital saat ini, pembahasan mengenai IT dan Gadget pasti sangat di butuhkan.

Film Pendek dan Animasi

Saat ini sudah banyak tangan-tangan kreatif anak bangsa yang membuat film pendek berkualitas lewat Youtube.

Nah, Anda yang suka membuat konten animasi juga bisa berkarya di sana. Tahu channel animasi nopal? Kini sudah sudah memiliki 6,4 juta subscribers.

Baca yuk, 10 Tips Jitu Laris Jualan di Instagram Bagi Pemula

Kesimpulan

Ternyata cara monetisasi media digital itu memiliki tantangan yang tidak sedikit. Belum lagi kita perlu mempertahankan sumber-sumber penghasilan yang sudah bisa di dapatkan. Namun demikian, hal tersebut masih realistis kok untuk kita usahakan asalkan tetap mau belajar dan tentunya mau memulainya.

Setelah membaca uraian diatas, sekarang Anda mungkin sudah memiliki gambaran yang lebih utuh tentang bagaimana cara monetisasi media-media tersebut. Sehingga mungkin Anda bisa bersiap untuk mengelola energi kreatif dan disiplin secara lebih seimbang untuk bisa berhasil menjadi content creator berpenghasilan.

Nah, apakah Anda sudah memiliki gambaran mana media yang hendak Anda bangun terlebih dahulu? Ketiganya atau hanya fokus di salah satunya saja? Semuanya kembali kepada minat dan kemampuan Anda saat ini.

Bagikan ;

Tinggalkan komentar