Ini Curhat Mark Zuckerberg Tentang TikTok dan Metaverse

Mark Zuckerberg kini bukan satu-satunya jawara dalam bisnis media sosial, ini curhat Mark Zuckerberg tentang TikTok dan Metaverse.

Menurut penuturan Mark dari wawancara dengan CNBC Internasional, ada pergeseran tren di media sosial.

Mark merasa melewatkan pergeseran tren baru dalam berinteraksi dengan konten dan ini yang membuat TikTok bisa melejit seperti saat ini.

Jika dulu pengguna media sosial suka menikmati konten dari lingkup pertemanannya, kini orang menggunakan feed jejaring sosial untuk menemukan konten yang menarik dari siapa saja dan dibuat oleh siapa saja.

Ada tiga aktivitas awal yang biasa dilakukan oleh pengguna media sosial saat ini, menggunakan feed Anda untuk menemukan konten, menemukan hal menarik, mengirimkannya ke teman dalam pesan dan Anda berinteraksi di sana.

Menurut Mark, tiga tahapan ini yang kurang bisa dikembangkan oleh platform facebook, meski saat ini Instagram sudah memiliki fitur semacam ini melalui Reels.

Namun mengingat TikTok sudah lebih dulu hadir daripada fitur Reels pada Instagram, maka Zuckerberg masih belum mampu menggeser popularitas TikTok.

Kini orang sudah tidak peduli tentang siapa yang memproduksi konten, mereka hanya menginginkan konten terbaik atau sesuai dengan selera mereka.

Popularitas TikTok yang melejit juga atas bantuan algoritma yang merekomendasikan video pendek dan menarik kepada pengguna berdasarkan kebiasaan serta riwayat penayangan.

Bagi Mark, ini merupakan tantangan bagi Meta untuk bisa menyusun algoritma yang sesuai dengan tren penikmat media sosial.

Mark juga mengakui bahwa TikTok merupakan pesaing yang sengit saat ini dan menganggapnya sebagai ancaman, ini dampak dari keterlambatan dalam mengantisipasi pola media sosial yang berubah.

Meta sedang berupaya untuk mengembalikan minat audiens pada media sosial mereka, mengingat sudah satu tahun ini Meta mengalami penurunan jumlah pengguna di Amerika Utara serta harga saham yang anjlok lebih dari 56%.

Kini Meta sedang mengembangkan AI yang bisa merekomendasikan sejumlah konten, termasuk foto dan teks pada pengguna selain hanya video pendek.

Rencananya AI atau kecerdasan buatan akan diaplikasikan pada Facebook dan Instagram untuk bisa menampilkan video terbaik yang sesuai dengan preferensi setiap pengguna.

Metaverse Sepi Peminat

Selain TikTok, satu hal lagi yang buat Mark Zuckerberg pusing adalah minimnya peminat proyek Decentraland di Metaverse.

Proyek ini dibangun dengan nilai investasi miliaran dolar, dimana seorang pengguna bisa membeli dan menjual real estate virtual.

Menurut data dari Dapp Radar, hanya ada 38 pengguna aktif selama 24 jam pada pekan awal ini.

Baca juga: Daftar Terbaru Startup Bangkrut dan PHK Karyawan

Angka yang sangat minim mengingat kapitalisasi pasar yang dimiliki oleh Metaverse, yaitu sebesar US$1,2 miliar.

Namun, minimnya pengguna aktif ini dibantah oleh Decentraland. Pengelola Metaverse besutan Meta menyebut bahwa Dapp Radar tidak melacak pengguna secara penuh.

Menurut Direktur Kreatif Decentraland Sam Hamilton, dikutip dari Futurism, Dapp Radar hanya memindai pengguna yang aktif berkomunikasi dengan server pusat.

Dapp Radar tidak memindai aktifitas Decentraland secara menyeluruh, menurut Hamilton ada aktifitas pengguna di Decentraland dengan rata-rata harian mencapai 8.000 user per hari.

Ini Curhat Mark Zuckerberg Tentang Tiktok Dan Metaverse

Dikutip dari akun twitter Decentraland, ada cuitan mengenai beberapa statistik tambahan bahwa sepanjang September 2022 ada 1.074 pengguna yang berinteraksi dengan kontrak pintar.

Namun hal ini ditanggapi secara sinis oleh Sasha Fleyshman, Manajer Portofolio di Perusahaan Investasi Aset Digital bahwa siapapun yang bicara mengenai keberhasilan metaverse saat ini adalah kebohongan.

Yuk Bagikan

Tinggalkan komentar