8 Rahasia Untung Investasi Obligasi yang Wajib Anda Coba

Sudah jadi rahasia umum jika pasar modal seperti BEI (Bursa Efek Indonesia) memang memiliki daya tarik yang kuat untuk menjadi lahan investasi. Tak lain karena instrumen saham yang selalu saja identik dengan cuan besar. Namun tahukah Anda, kalau di lantai bursa, saham bukanlah satu-satunya aset yang dilirik. Yap, tak banyak orang yang sadar bahwa untung investasi obligasi juga bisa jadi salah satu pertimbangan.

Tunggu, obligasi? Bukankah obligasi itu semacam surat utang?

Benar sekali.

Lantas, bagaimana bisa obligasi dianggap sebagai investasi yang cukup menguntungkan dan layak dipilih?

Jawabannya sangatlah mudah karena obligasi ini sangat cocok bagi investor-investor pemula yang biasanya punya modal pas-pasan, tapi mengutamakan keamanan dan kenyamanan. Yap, meskipun bernama surat utang, obligasi justru menjadi aset yang tidak bikin pusing karena Anda justru berpeluang memperoleh dua keuntungan langsung.

Baca juga: Mudah Banget, Ini Lho Cara Membeli Saham IPO di Aplikasi Ajaib

Apa saja sih?

Pertama, Anda akan memperoleh keuntungan dari pembayaran bunga tetap alias kupon itu sendiri dan kedua, Anda juga bisa mendapatkan cuan dari selisih harga beli dan jual alias capital gain. Yap, tak berbeda jauh dengan saham, obligasi pada dasarnya juga bisa diperdagangkan di pasar modal. Hanya saja obligasi baru bisa ditransaksikan saat penerbit surat utangnya membuka pembelian atau memulai transaksi pasar sekunder.

Namun untuk bisa memaksimalkan untuk investasi obligasi, ada sejumlah rahasia yang ternyata harus Anda pelajari terlebih dulu. Apa saja? Simak ulasannya berikut ini.

Makin Maksimal Untung Investasi Obligasi Lewat Cara Ini!

Sebagai surat utang, obligasi ini memang sengaja dikeluarkan oleh emiten atau instansi pemerintah sebagai bentuk peminjaman uang. Dimana nantinya uang yang ditanamkan investor dalam bentuk obligasi itu akan dibayarkan kembali oleh si penerbit obligasi sebesar harga pokok utang, sekaligus bunga (kupon).

Sehingga jika Anda termasuk orang yang terbiasa meminjamkan uang kepada pihak lain tapi selalu kecewa dan tak kembali, obligasi jelas bisa jadi pilihan yang solutif. Memiliki nilai nominal dan waktu jatuh tempo tertentu, berikut beberapa jenis obligasi yang bisa Anda pelajari:

  • Obligasi Korporasi: Sesuai dengan namanya, surat utang ini diterbitkan oleh perusahaan swasta nasional termasuk di dalamnya BUMN dan BUMD
  • SUN (Surat Utang Negara): Obligasi jenis ini adalah jenis surat berharga yang diterbitkan oleh pemerintah sesuai dengan UU No.24/2002
  • Sukuk Korporasi: Berbeda dengan obligasi korporasi, surat utang jenis ini adalah instrumen pendapatan tetap yang diterbitkan sesuai dengan syariat Islam. Sehingga berdasarkan ketentuan Bapepam & LK Np.IX.A.13 tentang Efek Syariah
  • SBSN (Surat Berharga Syariah Negara): Sama seperti SUN, obligasi jenis ini juga dikeluarkan oleh pemerintah hanya saja berdasrkan syariat Islam dan sesuai UU No.19/2008 Tentang SBSN
  • EBA (Efek Beragun Aset): Sesuai dengan namanya, obligasi jenis ini adalah efek bersifat utang yang memang diterbitkan dengan dasar Underlying Aset

Dengan jenis yang makin beragam, seolah membuktikan bahwa minat akan obligasi kini makin tinggi. Hal ini tentu jadi kabar gembira karena artinya Anda juga dapat memaksimalkan untung investasi obligasi secara tepat. Seperti apa? Simak rahasianya berikut ini:

© Hypertec

1.    Siapkan Modal

Langkah pertama sekaligus paling dasar kalau Anda memang ingin meningkatkan untung investasi obligasi adalah memastikan punya modal. Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, obligasi adalah salah satu alternatif pendanaan bagi perusahaan atau instansi pemerintah. Untuk itulah supaya terdaftar sebagai pemilik obligasi, Anda harus menggelontorkan sejumlah dana.

Biasanya setiap penerbit obligasi menetapkan nominal yang berbeda-beda untuk pembelian surat utang mereka. Ada yang bisa dibeli mulai dari Rp1 juta, Rp5 juta atau bahkan lebih dari itu. Tugas Anda hanyalah memastikan membeli obligasi dengan modal sesuai kemampuan, jangan sampai berhutang hanya untuk punya surat utang.

2.    Tetapkan Strategi

Cuma sekadar beli obligasi lalu dibiarkan begitu saja? Salah besar. Karena rahasia untung investasi obligasi justru pada kemampuan Anda dalam berstrategi. Yap, jangan terburu menjual surat utang yang dimiliki di pasar sekunder, karena Anda bisa mencoba menerapkan strategi buy and hold.

Untuk apa strategi ini?

Supaya Anda dapat menyimpan modal secara utuh sekaligus memperoleh kupon berkala. Hal ini jelas akan membuat obligasi yang Anda miliki bakal terus berbunga dan cuan jadi maksimal. Selain itu, strategi buy and hold ini juga mencegah kecemasan ketika nilai obligasi naik turun lantaran Anda tetap memperoleh kupon sesuai kesepakatan sebelumnya.

3.    Wajib Analisis

Tips untung investasi obligasi berikutnya ini kadang seringkali tidak dilakukan oleh investor pemula. Padahal, melakukan analisis adalah hal yang sangat penting termasuk saat membeli obligasi. Bahkan jika perlu, Anda harus tahu bedanya obligasi pemerintah dengan obligasi perusahaan karena bakal berkaitan betul dengan jaminan keamanan.

Lantaran sudah dijamin Undang-Undang, membeli obligasi pemerintah jelas lebih bikin tenang karena Anda tak perlu cemas uang bakal dibawa kabur. Bahkan hingga saat ini tampak tidak pernah ada masalah wanprestasi yang berkaitan dengan surat utang terbitan pemerintah, sehingga membuat investor lebih gampang juga dalam melakukan analisa.

Dwi Widodo selaku portfolio manager Samuel AM, kepada Expandana pernah angkat bicara. Menurut Dwi, kondisi kas pihak penerbit obligasi bisa jadi salah satu indikasi analisa terbaik yang bisa memprediksi pertumbuhan pendapatan.

Contohnya, seperti emiten-emiten consumer goods yang cenderung lebih banyak uang tunai mengalir daripada utang, dibandingkan emiten properti yang meski berpenghasilan besar, tapi konsumen melakukan kredit sehingga utangnya besar pula. Dengan begitu analisa bisa dilakukan dengan lebih cermat sebelum akhirnya Anda memutuskan pembelian obligasi.

Baca juga: Perbedaan Binary Option dan Trading Forex, Jangan Sampai Salah

4.    Tentukan Waktu Transaksi

Apakah membeli obligasi bisa dilakukan kapanpun? Tentu! Hanya saja jika Anda ingin memaksimalkan untung investasi obligasi, ada baiknya menentukan terlebih dulu waktu transaksi yang tepat, termasuk dengan pertimbangan menjualnya kembali. Seperti yang Anda tahu, surat utang ini juga bisa diperdagangkan di pasar sekunder yang hanya saja pergerakan harganya wajib dicermati.

Karena kalau Anda ingin untung, sudah sepatutnya harga jual kembali tidak lebih rendah dari harga pembelian awal. Contohnya, Anda membeli obligasi di pasar perdana dengan nominal Rp20 juta dengan harga 100%. Nah, setelah setahun berjalan, Anda bisa menjual obligasi itu di harga 110% dari besaran pasar sekunder.

Adanya selisih 10% itulah yang disebut dengan capital gain. Namun satu hal yang harus Anda ketahui adalah ada beberapa obligasi yang tak dapat diperjual belikan di pasar sekunder. Begitu pula saat surat utang itu sudah Anda jual ke pihak lain, maka Anda tak akan mendapat pendapatan tetap dan bunga.

5.    Cari Info Suku Bunga

Bisa dibilang kalau rate suku bunga menjadi rahasia untung investasi obligasi yang berikutnya. Karena bagaimanapun juga, harga obligasi di pasaran juga dipengaruhi oleh naik-turunnya suku bunga bank sentral, di mana saat suku bunga berubah, yield pun bakal demikian. Di mana yield itu sendiri adalah persentase untung dari obligasi dalam waktu setahun.

Anda harus tahu bahwa besaran suku bunga dan yield berbanding terbalik dengan harga obligasi. Sehingga saat suku bunga bank meningkat, harga obligasi bakal anjlok lalu yield meningkat. Dengan begitu Anda bisa mencoba untuk mulai memperjual belikan obligasi itu di pasar sekunder.

6.    Ketahui Peringkat Obligasi

Tak banyak yang tahu bahwa peringkat obligasi ternyata juga cukup mempengaruhi besar-kecil untung investasi obligasi. Karena bagaimanapun juga, peringkat ini jadi pedoman calon investor. Lewat peringkat ini pula, calon investor bisa tahu kemampuan penerbit obligasi dalam melaksanakan kewajiban keuangan. Untuk tahu peringkat obligasi, Anda bisa mencari informasi di CRA (Credit Rating Agency).

Sesuai dengan namanya, CRA sendiri adalah lembaga independen yang bertugas memberikan penilaian atas keamanan obligasi. Emiten dengan rating AAA, AA atau A bisa dianggap sangat aman sehingga Anda bisa tenang membeli surat utangnya. Sedangkan rating BB biasanya cukup berisiko bagi calon investor. Hanya saja semakin baik rating-nya, risiko atas obligasi itu juga makin kecil.

7.    Pertimbangan Penerbit

Saat ini ada banyak sekali kasus penipuan berkedok investasi yang membuat masyarakat memang diwajibkan lebih waspada. Sebagai salah satu instrumen investasi, Anda juga harus teliti betul dalam membeli obligasi. Jika membeli surat utang negara, mungkin jauh lebih merasa nyaman. Namun bagaimana jadinya kalau ingin beli obligasi korporasi?

Maka jangan ragu untuk membaca fundamental perusahaan penerbit terlebih dulu. Cari tahu secara menyeluruh bagaimana track-record finansial korporasi sebelum akhirnya Anda menggelontorkan uang untuk membeli obligasi mereka. Jangan sampai cuma tergiur tampilan perusahaan penerbit, sehingga  memilih secara sembrono dan cuma mengandalkan hoki belaka.

Investor sudah seharusnya hanya percaya pada perusahaan-perusahaan penerbit obligasi yang punya kemampuan bayar berkualitas. Dengan begitu Anda tak akan mudah tergiur pada penerbit yang menawarkan besaran kupon obligasi terlalu besar hingga cenderung tak masuk akal.

8.    Amati Kondisi Pasar

Dan inilah tips terakhir jika Anda memang ingin untung investasi obligasi. Sama halnya seperti investasi pada instrumen lainnya, Anda wajib untuk mengamati bagaimana kondisi dan situasi pasar. Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, harga obligasi sangat dipengaruhi suku bunga bank sentral baik bank sentral lokal atau bank-bank sentral global dari negara maju seperti The Fed milik Amerika Serikat.

Pergerakan suku bunga ini sendiri juga dipengaruhi oleh berbagai stabilitas makroekonomi, kondisi politik hingga sentimen pasar. Agar untung, pastikan kondisi pasar stabil terlebih dulu.

Baca juga: Panduan Lengkap Cara Memulai Trading Forex Tahun 2022 ( Pemula )

Menjanjikan, Penerbitan Obligasi di 2022 Ramai

via ey.com

Kontan melansir bahwa obligasi dan sukuk korporasi rupanya masih akan menjadi salah satu sumber pendanaan favorit bagi pihak emiten. Tak heran kalau sejak awal tahun 2022 bergulir hingga pekan ketiga Februari ini, BEI melaporkan sudah ada tujuh emisi obligasi dari enam emiten dengan total penerbitan Rp5,11 triliun!

Bahkan dilaporkan pula kalau sejumlah emiten akan menerbitkan obligasi dengan sukuk dalam jumlah besar. Nama-nama seperti TBIG (PT Tower Bersama Infrastructure) dan TPIA (PT Chandra Asri Petrochemical) disebut-sebut akan menerbitkan obligasi dan sukuk sebesar Rp2,2 triliun serta Rp1,4 triliun. Kondisi ini jelas jadi salah satu kabar gembira bagi calon investor yang melirik obligasi.

Dengan menerapkan rahasia untung investasi obligasi uang sudah diulas sebelumnya, Anda bisa mendapatkan portofolio investasi yang baru. Sehingga meskipun pandemi Covid-19 tampaknya masih belum juga usai, dana investasi Anda akan mampu dikelola secara maksimal. Jadi tunggu apalagi, yuk tuai cuan bersama-sama dari obligasi yang tepat.

Tinggalkan komentar