Tips Pilih Saham IPO Bagi Investor Pemula Biar Cuan!

Investasi saham kini memang menjadi salah satu kegiatan keuangan yang menarik bagi generasi muda. Tak heran kalau akhirnya jumlah investor pemula terus bertambah, seiring dengan makin banyaknya perusahaan yang melakukan IPO (Initial Public Offering) di BEI (Bursa Efek Indonesia). Namun ternyata untuk bisa meraih cuan secara maksimal, setidaknya Anda harus tahu seperti apa sih tips pilih saham IPO yang tepat.

Bukan tanpa alasan kalau investor pemula wajib tahu bagaimana tips pilih saham IPO, karena investor pemula saat ini cenderung terlalu bersemangat dan tidak memperhitungkan secara teliti mengenai potensi untung rugi pada saham IPO. Banyak yang terlalu antusias sehingga tidak melakukan analisa terhadap fundamental emiten, sehingga akan merasa kecewa ketika harga saham-saham IPO itu kemudian anjlok.

Tentu tidak ingin harapan untung besar dari lantai bursa malah berujung kerugian, bukan? Ada baiknya Anda mempelajari beberapa tips pilih saham IPO berikut ini. Termasuk mengulas sekilas soal saham IPO yang ternyata jumlahnya cukup banyak di BEI pada tahun 2021. Menjadikan bukti bahwa pasar modal di Tanah Air sudah cukup bergejolak dan siap bangkit kembali setelah hantaman pandemi Covid-19.

Baca juga: Mengenal Apa itu, Tugas dan Tips Pilih Manajer Investasi

Kenalan dengan Saham IPO

via Smart Legal

Seperti namanya, IPO merupakan kondisi saat sebuah perusahaan melakukan penjualan saham untuk pertama kalinya ke publik. Saat sebuah perusahaan melakukan IPO, maka mereka resmi melantai di BEI dan memperoleh status Tbk (perusahaan terbuka). Ketika IPO ini terjadi, masyarakat sebagai investor bisa memiliki saham perusahaan tersebut sedangkan dari sisi emiten, akan memperoleh dana tambahan sehingga kedua belah pihak untung.

Sebelum memutuskan untuk melakukan IPO, perusahaan memang masih bersifat pribadi dan memiliki beberapa pemegang saham utama yang mayoritas adalah para pendiri perusahaan. Salah satu contohnya adalah perusahaan rokok raksasa Djarum, yang dimiliki oleh orang terkaya di Indonesia yakni kakak-beradik Bambang dan Rudi Hartono. Di mana para pemegang saham Djarum masihlah dari kalangan keluarga, teman dan rekan terdekat.

Namun saat perusahaan pribadi itu akhirnya go public lewat proses IPO, maka mereka biasanya memiliki tujuan besar seperti memperluas bisnis sehingga membutuhkan modal. Untuk bisa melakukan IPO, akan ada pihak-pihak yang berperan sebagai penjamin seperti bank investasi, pialang alias broker sebagai perantara dan tentunya investor. Lantaran mengumpulkan modal, biasanya saham-saham dalam IPO punya harga terjangkau.

Hal inilah yang membuat momen IPO begitu digandrungi para investor demi menambah portofolio saham mereka. Namun ternyata tidak semua investor memburu saham IPO, bahkan ada investor senior yang sudah berpengalaman sama sekali tidak berminat membeli saham IPO dengan berbagai pertimbangan. Pihak emiten pun biasanya juga ada yang membatasi penjualan saham, sehingga sedikit banyak mempengaruhi harga penawarannya di BEI.

Keuntungan dan Risiko Saham-Saham IPO

via Dutch Uncles

Dibandingkan instrumen investasi lainnya, saham bisa dibilang yang paling menjanjikan. Bahkan orang-orang paling tajir di dunia ini setidaknya juga mengalokasikan dana investasi utamanya ke saham, sehingga membuat pundi-pundi kekayaan bertambah. Fakta ini memang membuat banyak orang tertarik pada saham, tapi mereka kadang tidak menyadari kalau investasi saham juga punya risiko besar.

Baca juga: 7 Tips Investasi Freelancer, Kaya Raya Tanpa Kantor

Risiko ini pula yang juga bakal dialami jika Anda memilih membeli saham IPO. Meskipun memang tidak dipungkiri bahwa saham-saham IPO ini biasanya dijual saat pasar tengah dalam kondisi bullish (tren peningkatan), Anda tentu tetap harus waspada. Nah, sebelum mempelajari apa saja tips pilih saham IPO, ulasan berikut wajib diketahui.

Keuntungan Jika Anda Beli Saham IPO

  • Lantaran merupakan langkah awal bagi emiten untuk melantai di BEI, saham IPO punya sifat berbeda dengan saham-saham yang sudah lama ada di bursa, bahkan blue chip sekalipun. Dengan membeli saham IPO, Anda sebagai investor tak perlu menentukan harus membeli di level harga berapa karena saham-saham IPO sudah punya patokan harga
  • Dari sisi perusahaan yang menggelar IPO, pemasaran saham dalam kondisi bullish ternyata memberikan keuntungan besar. Kok bisa begitu? Karena biasanya di jam-jam awal pembukaan bahkan bisa saja dalam sehari penawaran, harganya bakal melambung tinggi. Artinya, emiten bakal memperoleh modal tambahan dari penjualan saham IPO sangat besar
  • Untuk urusan analisa fundamental, memang saham IPO tidak dilakukan secara mendetail sehingga ini jadi keuntungan bagi investor pemula. Biasanya pada analisis cuma melakukan analisa sebatas animo pasar, sehingga tidak diperlukan strategi saham yang cukup rumit seperti halanya membeli saham-saham pada umumnya
  • Keuntungan terakhir dari saham IPO adalah para investor bisa menentukan sendiri tanggal pembelian. Hal ini jelas berbeda jika membeli saham yang sudah ada di BEI baik level blue chip, mid-cap hingga saham-saham gorengan small-cap

Risiko Kerugian Jika Anda Beli Saham IPO

  • Tergiur membeli saham IPO yang sedang punya harga murah dan ingin memborong? Maka itu akan sulit terjadi. Yap, salah satu risiko dalam saham IPO adalah lot alias jatah pembeliannya sudah ditentukan. Kenapa begitu? Karena jumlah lot ditentukan oleh emiten. Sehingga meskipun Anda berhasrat ingin beli 100 lot saham IPO dari emiten A karena punya potensi bisnis besar, bisa-bisa cuma dapat jatah dua lot saja
  • Kerugian berikutnya dalam pembelian saham IPO adalah proses withdrawal alias penarikan dana memiliki rentang waktu seminggu. Sehingga Anda sebagai investor harus menunggu setidaknya satu pekan sebelum akhirnya bisa mengajukan refund ketika terjadi sesuatu
  • Meskipun berpotensi untung di hari pertama, ada kalanya saham-saham IPO menjadi dorman alias tertidur. Bahkan tidak sedikit yang berakhir bodong lantaran problem intern perusahaan

Tentu dengan ulasan untung-rugi di atas, akan menjadi pertimbangan bagi investor sebelum akhirnya membeli saham IPO. Tidak perlu khawatir berlebihan, asalkan memahami tips pilih saham IPO secara tepat, Anda pun akhirnya bisa meraup untung secara maksimal sembari tetap waspada pada risiko-risiko yang ada.

Jangan Cemas, Inilah Tips Pilih Saham IPO Agar Cuan

Dilansir Cermati, disebutkan bahwa peluang investor memperoleh untung dari pembelian saham IPO bisa mencapai 10% sampai 30% di hari pertama pembukaan perdagangan. Sehingga anggap saja Anda membeli saham IPO sebuah emiten di level 150 per lembar sebanyak 50 lot yakni total Rp750 ribu. Lalu jika nilai saham itu meningkat 20%, maka artinya Anda bakal meraih untung Rp150 ribu di jam-jam awal perdagangan.

Tergiur?

Tentu saja!

Namun seperti yang disinggung sebelumnya, investasi saham tidak selamanya menghasilkan keuntungan. Ada juga risiko yang wajib diketahui terutama investor pemula. Agar tidak salah langkah, berikut beberapa tips pilih saham IPO yang dapat Anda pertimbangkan:

Baca juga: Bukan Trading atau Investasi, Yuk Mulai Nabung Saham!

1. Valuasi Emiten

Tips pilih saham IPO yang pertama adalah dengan mengetahui valuasi dari emiten itu sendiri. Memang kadang beberapa orang menyarankan bahwa membeli saham IPO bisa dilakukan dengan lebih ‘santai’ yakni memakai insting atau melihat tren, tapi tetap saja mengetahui valuasi perusahaan akan membuat risiko kerugian berkurang. Hal inilah yang diyakinkan pula oleh Nizar selaku Vice President of Investment Banking Valbury Sekuritas Indonesia.

Bahkan menurutnya, PER (Price to Earning Ratio) dan PBV (Price to Book Value) merupakan dua indikator utama untuk tahu seberapa besar valuasi emiten. Lewat proses ini Anda bisa tahu apakah harga yang ditawarkan terlalu tinggi atau rendah. Anda tentu harus tahu earning per share termasuk laba tahun lalu dari perusahaan sebelum IPO sehingga bisa memperoleh besaran PER dan PBV.

2. Prospek Bisnis Emiten

© Vecteezy/dpanuwat.msu281864

Setelah cukup tahu valuasi dari perusahaan, tips pilih saham IPO berikutnya adalah dengan melihat prospek bisnis dari emiten ke depannya. Karena bagaimanapun juga, investor ingin menanamkan modal di perusahaan yang punya potensi bisnis besar. Supaya bisa mengetahui keberlanjutan usaha emiten, Anda harus tahu bagaimana tren bisnsi ke depannya serta rencana dan strategi yang bakal diterapkan oleh perusahaan.

3. Amati Tren Pasar

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, memahami tren pasar sangat penting sebelum memutukan membeli saham IPO. Dan tren pasar ini biasanya akan membuat Anda tahu saham-saham dari sektor apa saja yang diminati, sehingga ketika ada saham IPO, tidak bakal salah pilih. Contohnya untuk kondisi saat ini, tren saham-saham di sektor consumer goods dan rumah sakit cukup diminati sehingga jika ada emiten sektor itu IPO, layak dipilih.

4. Porsi Alokasi Saham

Mayoritas emiten yang melakukan IPO biasanya bakal melepaskan minimal 30% saham perusahaan. Ini menjadi tips pilih saham IPO berikutnya akrena semakin banyak saham yang dilepas, artinya secara teori, transaksi saham itu bakal makin likuid di pasar sekunder. Untuk itulah jangan lupa pantau jumlah saham termasuk alokasinya baik pada investor asing, investor lokal, investor institusi dan investor ritel.

5. Rekam Jejak Emiten

Tak ada yang mau menanamkan saham di perusahaan yang bermasalah. Karena itu sebagai investor pemula dalam transaksi saham IPO, setidaknya Anda harus tahu bagaimana rekam jejak emiten. Perbanyak informasi di media massa, jika perlu bertanya ke investor lain yang lebih berpengalaman. Apakah emiten pernah bermasalah seperti terlibat aksi korporasi yang merugikan sampai tindakan kriminal, sehingga Anda bisa yakin mau beli saham atau tidak.

6. Manajemen Risiko

via El Samara

Banyak yang meremehkan, manajemen risiko justru salah satu tips pilih saham IPO yang terpenting juga. Kenapa begitu? Karena Anda harus sadar jika mengalokasikan seluruh dana investasi ke saham IPO itu akan cukup berbahaya. Bagaimanapun juga, saham-saham IPO ini baru saja melantai di BEI sehingga sangat cukup sulit melakukan prediksi harga. Jika ingin main aman, beri porsi maksimal 50% dalam portofolio investasi untuk saham IPO.

Baca juga: Alasan – Pilihan Aset Investasi Untuk Mahasiswa Saat Pandemi

7. Prospektus Perusahaan

Salah satu kesalahan besar investor pemula saat hendak beli saham IPO adalah tidak membaca prospektus perusahaan. Padahal tahapan ini sangatlah penting karena prospektus ini memuat informasi perseroan termasuk profil, jajaran manajemen, sejarah pertumbuhan kinerja sampai proyeksi pertumbuhan bisnis dalam waktu 3-5 tahun ke depan. Anda akan tahu histori pendapatan, laba, utang hingga kerugian yang dialami perusahaan di masa lalu.

Untuk itulah supaya tidak menyesal di kemudian hari, tips pilih saham IPO yang sudah pasti wajib Anda lakukan adalah dengan meminta prospektus. Tenang saja, ini adalah kewajiban emiten dan sudah jadi hak setiap investor.

8. Periode Lock-Up

Dan ini adalah tips pilih saham IPO yang terakhir yakni pertimbangkan periode lock-up. Sekadar informasi, periode lock-up adalah kontrak antara penjamin emisi dengan orang dalam perusahaan yang melarang investor menjual saham apapun dalam jangka waktu tertentu. Biasanya kontrak yang punya kekuatan hukum ini berlangsung selama tiga hingga 24 bulan.

Dengan mengetahui periode lock-up ini, Anda bisa menilai apakah untung memegang saham dalam kurun waktu tertentu maupun apakah ini indikasi emiten punya potensi untung.

Nah, bagaimana? Sangat menarik sekali bukan mempelajari tips pilih saham IPO? Dengan begitu Anda sebagai investor pemula bakal lebih siap. Tidak perlu terlalu cemas dengan banyaknya potensi kerugian karena peluang untuk untung besar masih sangat terbuka lebar.

Bagikan ;

Tinggalkan komentar