7 Tips Mengatur Uang Belanja Agar Cukup Sampai Akhir Bulan!

Diperbarui pada Oktober 13th, 2022 at 09:53 am

Baru pertengahan bulan, tapi uang belanja sudah menipis. Ibu-ibu, siapa sedang merasakan hal yang sama? Jangan khawatir, kali ini kita akan membahas tentang tips mengatur uang belanja supaya cukup sampai akhir bulan nanti. Yuk disimak!

Mengelola keuangan keluarga memang bukanlah hal yang sepele ya. Perlu strategi dan jurus jitu agar keuangan keluarga tidak bocor kesana kemari. Jika kita tidak di atur sedemikian rupa bisa-bisa baru pertengahan bulan, uang belanja bisa habis tidak tersisa.

Jadi, sebagai manajer keuangan yang baik kita perlu memahami hal apa saja yang penting untuk di pertimbangkan agar kebutuhan keluarga tetap bisa terpenuhi. Tidak peduli sudah lama menikah atau baru menikah, kita harus pintar-pintar mengelola uang gaji dari suami maupun dari gaji kita sendiri.

Penasaran bagaimana tips mengatur uang belanja supaya selamat sampai akhir bulan? Langsung saja kita bahas satu persatu!

1. Pertama-tama Bersyukur Dulu

Tips Mengatur Uang Belanja, Bersyukur Dulu
gambar : unsplash.com/ amadeo valar

Tips pertama agar uang yang kita terima baik itu dari gaji suami atapun juga dari gaji sendiri bisa cukup sampai akhir bulan adalah bersyukur.

Iya, betul. Bersyukur dulu dengan rezeki yang kita terima. Urusan untuk lebih kerja keras lagi dalam usaha mencari rezeki, urusan nanti. Yang penting kita menerima apa yang ada hari ini.

Jangan sampai kita hanya membanding-bandingkan penghasilan keluarga kita dengan orang lain. Niatnya sih memberi semangat untuk suami, tapi tidak jarang hal ini malah jadi sumber konflik loh!

Mungkin terkadang kita merasa iri dengan tetangga kita yang setiap weekend selalu jalan-jalan atau makan di restoran mewah. Sementara kita, dengan income pas-pasan harus mengatur budget dengan ketat dan makan seadanya.

Ingat, bahwa kita hanya sedang melihat orang lain dari sudut pandang hasil dan 1 aspek kehidupan saja lalu men-generalisir bahwa hidup mereka lebih baik dari pada kita. Inilah sumber dari rasa iri, yakni generalisasi.

Padahal kalau kita lihat dari sudut pandang proses maka hasilnya akan berbeda. Malah mungkin, kita jadi terinspirasi atau beryukur dengan apa yang keluarga kita dapatkan.

Dibanding hanya menggerutu dan perasaan di penuhi rasa iri, lebih baik bersyukur dengan rezeki yang sudah sampai ke rumah kita. Dengan begitu kita bisa menikmati hasil kerja, vibe di rumah menjadi lebih positif dan mental kita siap untuk lebih produktif lagi.

Baca juga, Penghasilan Tidak Tetap? Ini Cara Mengatur Keuangan Agar Selalu Cukup

2. Bedakan Antara Kebutuhan dan Keinginan

Sekarang, ambil secarik kertas lalu pisahkan antara kebutuhan dan keinginan saat berbelanja untuk keperluan sehari-hari. Masih bingung?

Baiklah, pertama-tama kita perlu mendefinisikannya karena kebutuhan dan keinginan adalah 2 hal yang berbeda. Jika tidak bisa membedakannya apalagi tidak tahu batasnya, wajar saja uang belanja jadi boros dan gampang habis.

Nah ibu-ibu, perlu diketahui kalau kebutuhan adalah segala sesuatu yang urgent (harus ) di penuhi. Jika tidak di penuhi dampak negatifnya cukup besar. Sementara itu keinginan, sifatnya tidak urgent dan dipenuhi lain waktu.

Dalam keseharian, kebutuhan dan keinginan ini seringkali bercampur menjadi alasan pembelian. Misalnya makanan yang bergizi dan bersih yang merupakan kebutuhan, karena ini akan menjadi sumber energi kita untuk beraktifitas seharian.

Tapi bahan makanan seperti itu kan jenisnya, kualitas dan brandnya banyak!

Untuk menjawabnya, terkadang kita butuh berkolaborasi dengan keinginan misalnya selera. Sebenarnya itu tidak masalah, asalkan kita tahu batasnya. Nah ini yang menarik untuk di bahas!

Kita butuh batas supaya kebutuhan dan keinginan tetap terkendali, dan budgeting adalah landasannya. Dengan begitu kita bisa membuat prioritas dan belanja rutin berdasarkan kebutuhan dulu, baru keinginan bisa masuk untuk memudahkan pilihan. Bukan sebaliknya ya.

Contoh dari keinginan yang lebih kentara lagi misalnya, kita melihat tas lucu di mall. Kita jadi ingin sekali membelinya, padahal di rumah sudah ada tas dengan fungsi yang sama.

Kita tidak urgent untuk membelinya hari itu bukan? Hidup kita tidak terancam walaupun membeli tasnya 6 bulan atau tahun depan.

3. Terapkan Prinsip Penting Dalam Pengelolaan Uang

Terapkan Prinsip Penting Pengelolaan Uang
gambar : unsplash.com/ Nick Pampoukidis

Setelah kita menerima rezeki untuk uang bulanan, mensyukuri dan mulai mengidentifikasi prioritas, kini saatnya untuk mengelola!

Tapi sebelum mengelola, kita perlu menyadari dan juga tentu saja menerapkan tentang prinsip dasar pengelolaan uang. Yakni anti besar pasar dari pada tiang. Alias, pengeluaran kita tidak boleh melebihi pemasukan kita ya!

Oleh karena itu keterbukaan soal gaji dengan pasangan sangat di perlukan. Baik itu keluarga yang suami istri bekerja atau salah satunya saja, perlu memahami berapa income yang masuk.

Sehingga keduanya bisa saling mengingatkan, meski istri yang akan lebih banyak mengelola keuangan. Tujuannya ya itu tadi, tidak lebih besar pasak dari pada tiang.

4. Menentukan Budget Belanja Bulanan

Tips mengatur uang belanja yang keempat adalah menentukan budget belanja bulanan.

Setelah kita menerima uang gaji, kita jadi tahu berapa total pemasukan keluarga. Tugas Anda selanjutnya adalah membuat budget belanja bulanan. Belanja bulanan yang dimaksudkan disini adalah belanja untuk kebutuhan yang harganya fluktuatif (cenderung tidak tetap).

Jadi sebaiknya sisihkan dulu kebutuhan bulanan yang sifatnya cenderung tetap. Seperti bayar wifi, bayar air, listrik, infaq bulanan, kontakan, SPP anak, iuran kampung dan BPJS. Karena ini tidak termasuk belanja bulanan yang akan kita bicarakan.

Untuk itu agar bisa menentukan berapa sih yang perlu di siapkan Anda perlu tahu apa saja kebutuhan belanja bulanan keluarga Anda. Sebagai gambaran saja, kebutuha belanja bulanan bisa di pisahkan jenisnya seperti dibawah ini. Gar lebih mudah mempraktikannya, yuk sambil siapkan catatan!

Kebutuhan belanja bulanan (tidak tetap)

  • Food & beverages (makanan & minuman) : Sayuran, daging-dagingan, air galon dll
  • Home mantainance (pemeliharaan rumah ) : Pewangi ruangan, cairan pel lantai, sabun cuci piring, pelicin pakaian, detergent dll
  • Personal care (perawatan pribadi) : Sabun, shampoo, pasta gigi dll
  • Transportasi : bensin, ojol, parkir, mantainance kendaraan
  • Refreshing : jajan anak, jajan suami-istri, jalan-jalan

Jika semua kebutuhan belanja di tulis dengan jelas, langkah selanjutnya adalah pemberian budget. Nah budgeting secara umum (total) mungkin sudah Anda lakukan. Namun disini Anda di tuntut untuk cermat memilih metode belanja, karena hal ini akan mempengaruhi budgeting.

Yuk kita lanjut ke poin berikutnya!

5. Gunakan Metode Belanja yang Tepat

Tips Mengatur Uang Belanja Gunakan Metode Belanja Yang Tepat
gambar : unsplash.com/ tara clark

Untuk budget transportasi dan refreshing bisa langsung Anda masukan kedalam dompet budgeting sesuai kategorinya. Tinggal di bagi 4 saja jika Anda ingin membuat budgeting secara mingguan.

Namun beda dengan food & beverages, home mantainance dan personal care. Pengeluarannya harus di atur lebih rinci lagi karena pola pembeliannya ada yang mengharuskan perbulan, atau perminggu.

Belanja Kering (Bulanan) dan Basah (mingguan)

Metode pertama yang bisa kita coba adalha dengan memisahkan list kebutuhan menjadi belanja basah dan belanja kering.

Belanja basah ini meliputi sayuran, daging-dagingan dan lain-lain yang pembeliannya di lakukan perminggu. Sementara belanja kering yaitu seperti pasta gigi, sabun, shampoo, detergent dll yang dilakukan 1 bulan sekali. Coba perhatikan ilustrasi di bawah ini!

  • Food & beverages (makanan & minuman) : Rp 1.250.000
  • Home mantainance (pemeliharaan rumah ) : Rp 200.000
  • Personal care (perawatan pribadi) : Rp 200.000
  • Transportasi : Rp 400.000
  • Refreshing : Rp 500.000

Pisahkan dulu budget food & beverange untuk belanja kering, misalnya Rp 250.000.

Lalu langsung saja tambahkan budget home mantainance, personal care dan food & beverange untuk belanja kering. Yakni Rp 200.000 + Rp 200.000 + Rp 250.000 = Rp 650.000.

Nah inilah budget belanja kering Anda (perbulan).

Sementara belanja basahnya sisa Rp 1.000.000. Sehingga maksimal belanja makanan dan minuman perminggunya tidak boleh lebih dari Rp 250.000. Jika Anda belanja harian atauper 3 hari bisa di sesuaikan pembagiannya sesuai jadwal belanja Anda ya.

Belanja Saat Persediaan Habis

Biasanya dengan menggunakan metode belanja bulanan dan mingguan saat kita ke mall, kita akan tergiur lagi membeli barang ini dan itu. Misalnya tergiur promo minyak goreng, akhirnya kita borong beberapa bungkus minyak goreng sekaligus. Hal ini akan menguras pengeluaran kita dan kebutuhan lainnya akan tertunda.

Nah jika metode belanja bulanan (kering) dan mingguan (basah) tidak efektif, Anda bisa mencoba metode lain. Yakni dengan belanja saat persediaan habis saja. Coba kita bandingkan!

Jadi ketika habis, Anda pergi ke supermarket atau pasar untuk membeli barangnya. Metode ini sebenarnya punya sisi positif untuk kita karena dengan belanja saat persediaan habis kita bisa menghindari boros. Sebab kalau stok masih banyak kita suka seenaknya pakai.

Tapi kalau sudah barang cuma ada satu di rumah kita bisa memaksimalkan penggunaan barangnya.

6. Survey Tempat Belanja

Tips mengatur uang belanja selanjutnya adalah survey tempat belanja.

Anda bisa mencari tahu dengan bertanya kepada teman, saudara atau tetangga dimanakah tempat belanja murah untuk barang A, B, C dan seterusnya. Selain pasar, saat ini sudah ada banyak grosir yang harganya biasanya realtif lebih murah.

Tapi sebnarnya harga murah tidaklah selalu jadi pertimbangan utama. Tapi pertimbangkan juga keuntungan yang di tawarkan. Kita pelajari promo menarik tersebut dan mana yang paling menguntungkan untuk kita, maka disitulah tempat kita berbelanja.

Selain itu, pilih juga tempat belanja yang terdekat dan tidak terlalu besar (mall contohnya).

Kalau terlalu jauh kita cukup repot bersiap-siap. Belum lagi sebelum ke mall karena letaknya jauh anak-anak lapar dan akhirnya makan di luar dulu. Lalu lihat diskonan menarik, yang tadinya niat membeli A dan B, jadi beli A, B, C, D dan E.

Jika sudah begini, pengeluaran yang ‘tidak terduga’ harus kita keluarkan. Hmmm… ini nih bocor halus yang kadang kurang di pertimbangkan. Niatnya agar lebih hemat, eh malah keluar lebih banyak!

Oleh karena itu penting juga untuk memilih tempat belanja terdekat. Apalagi jika Anda memilih belanja saat barang habis. Misalnya di warung, atau minimarket terdekat. Kita jadi fokus untuk membeli kebutuhan tertentu, tidak mampir sana sini dulu.

7. Bentengi Diri dari Godaan Diskon dan Promo

Bentengi Diri Dari Godaan Diskon Dan Promo
gambar : unsplash.com/ Artem Beliaikin

Tips mengatur uang belanja yang terakhir, kita perlu membentengi diri dari godaan diskon dan promo.

Intinya kita tidak harus belanja di mall atau supermarket yang mana disana banyak sekali godaan diskon dan promonya. Tapi meski tidak sedang niat belanja untuk kebutuhan rutin, kita juga tetap harus punya kontrol.

Mungkin Anda bisa membca referensi cara yang bisa dilakukan berikut ini!

Penutup

Itulah 7 tips mengatur uang belanja rutin yang bisa Anda coba. Kira-kira mana saja yang pernah Anda lalukan? Apakah ada ide lain yang berbeda?

Nah, dengan mempraktikan strategi di atas, semoga rezeki kita selalu dan semakin berkah ya!

Yuk Bagikan

Tinggalkan komentar