7 Tips Investasi Freelancer, Kaya Raya Tanpa Kantor

Menjadi seorang freelancer alias pekerja lepas memang menyenangkan. Anda tak perlu pergi ke kantor dan semua kerjaan bisa dilakukan di mana saja asalkan memiliki laptop. Apalagi kalau Ada paham betul bagaimana sih tips investasi freelancer, sehingga membuat profesi yang kini banyak diidamkan anak muda itu bahkan jauh lebih menggiurkan dari jadi budak korporat.

Yap, kendati tidak memiliki kantor dan bahkan terlihat serampangan, freelancer justru bisa saja memperoleh penghasilan jauh lebih besar daripada Anda yang berstatus sebagai ASN (Aparatur Sipil Negara) sekalipun. Hanya saja kadang yang menjadi masalah terbesar dari para freelancer ini adalah tidak ada jadwal pasti untuk penghasilan.

Baca juga: Bukan Trading atau Investasi, Yuk Mulai Nabung Saham!

Pekerja lepas kadang bahkan baru bisa memperoleh fee atas proyek yang mereka kerjakan dalam waktu minimal 7-14 hari kerja. Kondisi seperti ini kadang membuat pekerja lepas sedikit kedodoran dalam hal finansial, sehingga tidak terlalu memikirkan pentingnya investasi. Padahal ketika Anda jadi freelancer, urusan finansial justru harus jauh lebih teliti.

Tak perlu merasa sulit, ada kok beberapa tips investasi freelancer yang ternyata jika diterapkan secara konsisten, akan membuat para pekerja lepas memiliki jaminan finansial di hari tua. Bahkan dengan jumlah fantastis, pekerja lepas bisa berakhir menikmati masa lansia dengan pikiran tenang karena kondisi keuangan yang sehat.

Instrumen Investasi yang Cocok untuk Freelancer

© Vecteezy/alexdndz

Sudah jadi rahasia umum jika investasi memang jadi jawaban untuk hidup sejahtera dalam hal keuangan di masa depan. Untuk itulah bagi Anda yang sudah memperoleh penghasilan, investasi harus dilakukan. Tidak hanya sekadar menyimpan dana penghasilan, investasi justru bisa membuat dana yang disimpan itu bertambah dalam kurun waktu tertentu.

Perkembangan zaman pun ikut membuat instrumen investasi makin variatif sehingga bisa ditentukan dengan kondisi keuangan seseorang. Kondisi ini jelas sangat membantu mereka yang bekerja sebagai pekerja lepas dalam menyesuaikan finansial masing-masing. Apa saja? Berikut beberapa aset investasi yang bisa dipilih freelancer:

1. Reksadana

Ingin investasi efek seperti saham tapi sadar tak punya waktu fokus di pasar modal? Belum lagi jika saham haruslah dimulai dengan modal besar. Tenang saja, kalau Anda memang berminat seperti itu, freelancer bisa memilih reksadana. Keuntungan dari investasi jenis ini adalah adanya pihak MI (Manajer Investasi) yan bertanggung jawab dalam mengelola dana Anda ke beberapa efek berpotensi.

Anda hanya tinggal menyisihkan dana dari fee pekerjaan ke rekening khusus, lalu biarkan MI mengelolanya ke beberapa aset berupa efek. Modal untuk reksadana ini bahkan bisa dimulai dari puluhan dan ratusan ribu Rupiah yang tentunya sangat menguntungkan pihak freelancer. Yang menyenangkan lain dari reksadana ini adalah investasi dapat disesuaikan dengan profil risiko investor entah konservatif, moderat atau agresif yang berdampak ke cuan.

2. Forex/Cryptocurrency

Sebagai freelancer yang bekerja dengan banyak orang baik dalam dan luar negeri, ada kalanya Anda memperoleh bayaran dalam bentuk mata uang asing hingga mata uang kripto alias digital (cryptocurrency). Jangan terburu-buru dicairkan dalam bentuk Rupiah, biarkan mata uang asing dan kripto itu jadi aset investasi. Caranya adalah Anda simpan saja dan tidak dibelanjakan.

Nanti ketika nilai tukar mata uang asing atau cryptocurency itu melambung, Anda bisa langsung menukarkannya ke Rupiah dan memperoleh capital gain luar biasa. Lantas apakah mata uang itu bisa diperdagangkan? Tentu saja! Trading forex (foreign exchange) adalah kegiatan jual-beli uang asing dan mendapatkan keuntungan dari selisih yang terjadi antara mata uang Rupiah dengan mata uang asing alias valas (valuta asing) dan cryptocurrency.

Baca juga: Alasan – Pilihan Aset Investasi Untuk Mahasiswa Saat Pandemi

3. Emas

Tak perlu banyak penjelasan soal aset safe haven ini. Sejak dulu hingga kini, emas adalah logam mulia ajaib yang banyak diburu investor. Fakta bahwa harga emas memang selalu naik dari tahun ke tahun, membuat siapapun menyarankan emas sebagai instrumen investasi. Tak salah memang apalagi saat pandemi Covid-19 pertama kali menghantam dunia di tahun 2020, harga emas bahkan sampai menembus Rp1 juta per gram.

Anda bisa membeli emas-emas batangan murni 24K atau berupa kepingan yang kemudian disimpan dalam brankas khusus. Merasa masih mahal? Coba saja lakukan Tabungan Emas yang menawarkan kemudahan investasi. Lewat Tabungan Emas, Anda tinggal menyetorkan sejumlah uang dan nanti langsung dikonversi ke harga beli emas secara realtime. Butuh uang? Jual saja emas tersebut atau cairkan langsung dari Tabungan Emas. Praktis, bukan?

4. P2P Lending

Dari banyaknya instrumen investasi yang ada saat ini, P2P (Peer-to-Peer) Lending bisa dibilang yang cukup baru. Konsep P2P Lending sendiri memang mempertemukan debitur kreditur  dengan calon debitur dalam sebuah platform berbasis fintech (financial technology). Dibandingkan deposito sekalipun, bunga alias komisi dari investasi P2P Lending ini jauh lebih besar dan dalam kurun waktu singkat.

Hanya saja supaya memperoleh hasil maksimal dari investasi P2P Lending, ada baiknya Anda mengetahui terlebih dulu rekam jejak fintech yang hendak dipilih, Jangan sampai uang investasi Anda malah tidak kembali dan uang bunga melayang begitu saja karena pihak fintech tidak mengecek terlebih dulu kemampuan dan kualitas calon debitur.

5. Deposito

Terbiasa menyisihkan sekian persen fee sebagai freelancer ke tabungan? Maka kenapa Anda tidak mencoba mengalihkannya dalam bentuk deposito? Yap, berbeda dengan tabungan konvensional, tabungan berjangka ini jauh lebih menguntungkan. Salah satunya adalah besaran bunga yang ditawarkan lebih besar dan masa simpan alias tempo beragam mulai 3 bulan atau 6 bulan.

Lewat deposito ini, Anda pun tak perlu cemas kalau uang bakal hilang karena setiap institusi perbankan telah dijamin oleh LPS (Lembaga Penjamin Simpanan). Apalagi saat ini juga banyak neobank yang menawarkan rekening online, memiliki fitur deposito yang punya bunga lebih besar dan masa tempo penyimpanan fleksibel, serta tentunya mudah dicairkan.

Inilah Tips Investasi Freelancer yang Layak Dicoba

Nah, setelah menentukan instrumen investasi yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi finansial Anda, langkah berikutnya adalah mempelajari sederet tips investasi freelancer berikut ini. Tenang, kalau memang Anda terapkan dengan disiplin dan berkomitmen, keinginan memiliki dana pensiun selayaknya ASN atau pebisnis bukanlah mimpi bagi para pekerja lepas.

1. Susun Anggaran Bulanan

© dribbble/Itamar Cohen

Hal pertama yang paling mendasar dari tips investasi freelancer adalah dengan menyusun dan mencatat dulu anggaran tiap bulan. Langkah pertama adalah lakukan pencatatan atas pengeluaran dan penghasilan sehingga Anda tahu uang digunakan untuk apa saja. Nanti Anda tinggal menghilangkan pos-pos pengeluaran yang tidak bersifat urgent dan cuma ‘lapar mata’ belaka, sehingga keuangan bisa dikelola lebih efektif.

Jika sudah mencatat, langsung lakukan penyusunan anggaran bulanan. Supaya apa? Ketika penghasilan masuk, Anda bisa menggunakannya sesuai dengan apa yang telah direncanakan. Banyak financial planner menyebutkan kalau dana investasi setidaknya 10% dari penghasilan, Karena pekerjaan freelancer dari banyak klien, Anda tentu bisa mengelolanya secara tepat lewat perencanaan keuangan yang tepat dan dijalankan secara disiplin.

Baca juga: Jangan Salah, Ini Lho Beda Investasi dan Trading Saham

2. Tetapkan Tujuan

Sama seperti menyusun anggaran, menetapkan tujuan juga termasuk salah satu tips investasi freelancer paling dasar sekaligus terpenting. Anda harus tahu apakah tujuan Anda berinvestasi entah jangka pendek atau panjang terlebih dulu, sehingga instrumen investasi masih bisa disesuaikan. Untuk jangka panjang, emas tentu jawaban terbaik bagi freelancer. Namun untuk jangka pendek, Anda bisa mempertimbangan P2P Lending atau reksadana.

3. Pilih Instrumen

© VectorStock/TopVectors

Nah, tips investasi freelancer yang ketiga sangat berkaitan dengan apa yang sudah dibahas sebelumnya. Yap, tetapkan instrumen investasi pilihan yang sebaiknya disesuaikan dengan tujuan keuangan dan kebutuhan. Jangan ngotot langsung pilih investasi saham dalam jumlah besar atau mungkin membeli rumah, ketika keuangan masih tidak lancar atau tidak ada job dari klien.

Jika memang ingin saham, coba pertimbangkan reksadana atau menabung saham. Kalau ingin punya logam mulia dan dana pas-pasan, pilih saja metode Tabungan Emas. Kalau profil risiko sangat rentan karena Anda adalah generasi sandwich, maka instrumen tabungan berjangka atau deposito yang paling cocok sebagai investasi.

4. Konsultasi dengan Ahli

Kendati freelancer selalu identik dengan orang-orang yang memiliki banyak ilmu pengetahuan, tak sedikit dari mereka yang belum terlalu paham soal investasi. Ketidak pahaman inilah tanpa sadar yang jadi alasan seseorang enggan berinvestasi. Solusi untuk masalah ini tentu adalah berkonsultasi dengan ahli investasi atau seorang financial planner sehingga Anda punya gambaran jelas atas sebuah instrumen.

5. Rajin Cari Tambahan Penghasilan

© VectorStock/lemonos

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, masalah terbesar mayoritas freelancer adalah penghasilan yang tidak tentu karena tergantung klien. Untuk mengatasi masalah ini terutama jika Anda memang ingin melakukan investasi adalah rajin-rajin mencari tambahan penghasilan. Keuntungan dari freelancer adalah Anda bisa menerima job dari banyak klien, asalkan mampu menyelesaikan sesuai deadline dan tetap memuaskan.

Atau mungkin karena Anda adalah pekerja lepas yang jam kerjanya fleksibel, bisa mempertimbangkan untuk berbisnis sehingga mampu menambang penghasilan yang tentunya berguna bagi investasi. Jika tidak tertarik berbisnis, Anda bisa mencari penghasilan tambahan dari berbagai ajang lomba entah blog, vlog, membuat konten video, desain ilustrasi dan lain-lain yang bisa dikerjakan di sela-sela mengejar deadline.

Baca juga: Tips dan Hal-Hal Penting Jika Mau Investasi Tas Mewah

6. Terapkan Diversifikasi

Tips investasi freelancer yang berikutnya adalah menerapkan yang namanya diversifikasi investasi. Anda tentu tahu ungkapan bahwa jangan meletakkan semua tomat di sebuah keranjang? Karena jika ada satu saja tomat busuk, akan membuat tomat-tomat lain di keranjang itu rusak. Hal ini sangat sesuai dengan investasi. Di mana jangan alokasikan dana ke satu instrumen investasi yang sama.

Misalkan saja Anda meletakkan seluruh dana ke deposito. Ketika inflasi memburuk dan bunga bank akhirnya turun drastis, Anda tentu yang memperoleh rugi. Untuk itu coba alokasikan dana investasi ke reksadana, deposito bahkan Tabungan Emas sehingga jika salah satu kinerjanya buruk, yang lain masih bisa memberikan profit.

7. Wajib Asuransi

© Vecteezy/alina_kotliar

Dan tips investasi freelancer yang terakhir adalah daftar asuransi. Jangan diremehkan, asuransi baik jiwa, kesehatan hingga kendaraan mampu membuat pikiran pekerja lepas yang gajinya mungkin tidak tentu ini lebih tenang. Adanya asuransi kesehatan utamanya, akan memberikan perlindungan terbaik saat si pekerja lepas sakit akibat lelah bekerja. Tak perlu asuransi swasta, BPJS bahkan bisa memberikan manfaat secara maksimal.

Bagaimana? Tidak sulit bukan sebetulnya untuk menerapkan sejumlah tips investasi freelancer di atas? Sekali lagi membuktikan bahwa menjadi pekerja lepas juga memiliki peluang besar untuk mapan secara finansial. Ingat, pilih aset yang tepat dan lakukan investasi secara konsisten sehingga masa tua nanti lebih sejahtera.

Bagikan ;

Tinggalkan komentar