9 Tips Beli Rumah Pertama Untuk Freelancer

Bisnis, Keuangan, KPR718 Dilihat

Beli rumah pertama? Apa mungkin bagi seorang freelancer?

Jangankan untuk beli rumah pertama, penghasilan perbulannya saja tidak menentu!

Mungkin ini yang ada di pikiran sebagian orang tentang freelancer atau mungkin itu pikiran kita sendiri?

Pesimisme yang kita rasakan mungkin saja karena kita tidak berpikir berdasarkan proses dan juga realistis. Tentu, jika kita berpikir dengan kondisi kita saat ini saja dimana kita belum punya persiapan yang cukup, mungkin beli rumah pertama hanya terlihat seperti angan-angan saja.

Padahal sebenarnya kondisi ini adalah sesuatu yang bisa di ubah!

Tapi untuk memiliki kehidupan yang lebih baik, jangan biarkan penilaian atau opini negatif mendikte hidup kita. Karena apa yang kita fokusi dalam pikiran akan mempengaruhi tindakan, dan akhirnya pada nasib kita sendiri.

Jadi ada baiknya, kita lebih mencari cara agar mimpi-mimpi kita, termasuk juga beli rumah pertama bisa di realisasikan. Karena sebenarnya beli rumah pertama bagi freelancer adalah yang sangat mungkin jika kita benar-benar mempersiapkannya dengan baik.

Nah, kali ini kita akan membahas beberapa tips yang bisa diusahakan agar freelancer bisa beli rumah pertama. Penasaran? Yuk simak artikelnya sampai akhir!

1. Penuhi Kebutuhan Bulanan Terlebih Dahulu

Penuhi Kebutuhan Bulanan Terlebih Dahulu
gambar : unsplash.com/ Jessica Lewis

Ya betul!

Pertama-tama, penuhi dulu kebutuhan bulanan kita terlebih dulu. Jangan terlalu memaksakan membeli rumah hanya karena tekanan sosial.

Pada poin pertama ini titik tekannya, bukan tidak perlu menabung ya. Tapi lebih kepada memprioritaskan kebutuhan primer kita saat kondisi keuangan belum stabil sambil terus mengusahakan agar bisa mendapatkan income lebih baik.

Dengan mengetahui prioritas seperti ini, kita akan lebih fokus belajar meningkatkan income dan sebaliknya. Jika kita tidak menentukan prioritas, kita akan terombang-ambing oleh tekanan sosial yang mendorong kita agar cepat-cepat memiliki rumah.

Padahal disisi lain urusan perut masih belum aman. Ini akan membuat Anda lebih mudah overthinking dan semakin jauh dari impian untuk beli rumah pertama.

Jadi, beranilah untuk membuat prioritas. Lakukan apapun yang bisa membuat Anda lebih fokus melakukah langkah demi langkah untuk beli rumah pertama.

2. Buat Pos-pos Keuangan

Meski penghasilan tidak selalu tetap, pastikan kalau pengeluaran Anda selalu tetap ya. Salah satu caranya yakni dengan membuat pos-pos keuangan atau budgeting keuangan bulanan.

Apalagi jika Anda sudah berkeluarga, maka budgeting menjadi hal yang maha penting. Tentunya ini dilakukan tanpa menghilangkan tips pertama yang sudah kita bahas sebelumnya.

Simplenya, kita bisa membagi kebutuhan pos keuangan menjadi tiga yakni pos living, saving dan playing.

Pos living adalah budget khusus untuk memenuhi kebutuhan bulanan, saving adalah budget untuk menabung dan investasi serta pos playing untuk memenuhi gaya hidup. Secara umum pembagiannya bisa dengan maksimal 50% living, minimal 30% saving, dan maksimal 20% playing.

Pos-pos keuangan ini akan sangat berguna bagi freelancer dan mendorong kita agar punya target income minimal.

Jadi jika sebelumnya keuangan masih terlalu tidak stabil, karena kita tahu berapa income minimal yang dibutuhkan kita akan lebih aktif mencari cara untuk mendapatkan klien. Dengan begitu kita bisa meminimalisir income Rp 0 rupiah gara-gara tidak ada proyek yang masuk sama sekali.

Baca juga,

3. Kendalikan Gaya Hidup

Tips lainnya yang bisa dilakukan supaya freelancer bisa beli rumah pertama adalah kendalikan gaya hidup.

Nah inilah mengapa sejak awal kita membuat pos keuangan khusus untuk ini yakni pos playing. Karena bagaimanapun, gaya hidup adalah bagian dari kebutuhan kita. Justru jika kita tidak menyiapkan budget, yang seringkali terjadi malah over spending ataupun banyak juga yang melakukan impulsif buying.

Jadi meskipun gaya hidup itu perlu di penuhi, namun kita tetap bisa mengendalikannya kok.

Misalnya dengan belajar cara budgeting yang baik, mempelajari konsep-konsep gaya hidup yang bisa menjauhkan kita dari kebiasaan boros dan mencegah kita mengalami inflasi gaya hidup. Seperti minimalism, ataupun mencontoh gaya hidup tokoh masyarakat yang inspiratif.

4. Pastikan Sudah Punya Dana Darurat

tips beli rumah pertama Pastikan Sudah Punya Dana Darurat.png
gambar : unsplash.com/ Alexander Mils

Tips keempat, sebelum memikirkan tentang beli rumah pertama pastikan bahwa Anda memiliki dana darurat terlebih dulu. Dana darurat ini sangat penting dalam menjaga mental kita saat menghadapi situasi genting, apalagi untuk kita yang berprofesi sebagai freelancer.

Meski sudah berusaha semaksimal mungkin, bisa saja di suatu waktu kita sedang sepi job atau mengalami musah sehingga kita tidak bisa bekerja. Selain itu, jika freelancer tidak punya dana darurat, justru akan mempersulit kita meraih impian untuk beli rumah pertama karena tabungan selalu terpakai untuk hal lain yang sifatnya darurat.

Sehingga, memiliki dana darurat minimal 6 bulan pengeluaran adalah sesuatu yang wajib bagi freelancer. Jika Anda mengikuti tips 1-3, pada titik ini Anda pasti sudah tahu berapa pengeluaran rutin bulanan Anda kan?

Misalnya pengeluaran bulanan Anda Rp 6 juta. Tinggal di kalikan saja 6, hasilnya yakni Rp 36 juta.

Jadi, pastikan Anda memiliki uang atau setara dengan aset cash minimal Rp 36 juta di rekening bank, desposito ataupun dalam bentuk emas. Sebelum merencanakan membeli rumah. Apalagi jika sudah berkeluarga, persiapan dana darurat sudah tidak bisa di tawar lagi.

5. Jangan Terburu-Buru, Rencanakan Dulu!

Sebisa mungkin minimal 2-3 tahun sebelumnya kita sudah mulai merencanakan pembelian rumah. Intinya jangan terburu-buru. Karena pembelian rumah tinggal bersifat jangka panjang.

Rencanakan dengan baik, targetnya sampai Anda benar-benar tahu berapa nominal uang yang di perlukan untuk bisa memiliki rumah sendiri.

Apa yang perlu di pikirkan?

Jika rumah pertama Anda akan digunakan sebagai tempat tinggal, belum ideal juga tidak masalah. Pertimbangkan kemampuan dan prediksi peningkatan income Anda beberapa tahun kedepan.

Selain itu, buatlah prioritas dan target segmentasi pembelian rumah. Sehingga saat hasil investasi dan menabung untuk beli rumah pertama tidak sesuai target Anda tidak begitu bingung.

Untuk lebih jelasnya, Anda bisa melihat ilustrasi di bawah ini!

Misalnya Anda ingin membeli rumah 5 tahun lagi.

  • Tempat tinggal A (grade high) : Harga rumah Rp 600 jutaan, dengan asumsi karena Anda membutuhkan rumah yang dekat dengan kota. Dengan asumsi itu Anda bisa mendapatkan rumah tapak modern tipe 35/55 (2 lantai dengan 2 kamar tidur )
  • Tempat tinggal B (grade middle) : Harga rumah Rp 350 jutaan. Karena Anda membutuhkan rumah yang dekat dengan kota maka alternatifnya adalah apartemen dengan 2 kamar tidur.
  • Tempat tinggal C (grade middle) : Harga rumah Rp 200 juta. Karena prioritasnya masih di dekat kota, maka bisa membeli apartemen tipe studio.

Jadi yang perlu di lakukan sekarang, carilah referensi sebanyak-banyaknya tentang harga rumah, spesifikasi, harga dan lokasinya. Lalu tentukan grade seperti di atas.

6. Cari Alternatif Selain KPR

Sekarang perencanaan sudah di buat, pertanyaan selanjutnya bagaimana soal pembiayaannya?

Seperti yang kita tahu, bahwa tidak semua bank mau untuk memberikan KPR untuk freelancer. Bagi Anda yang mau mencoba mengajukan KPR, tidak masalah. Selama Anda memperhatikan agar KPR bisa di setujui.

Artikel berikut ini mungkin bisa membantu Anda!

8 Tips Mengajukan KPR Untuk Freelancer

Tapi kita juga perlu bersiap jika seandainya KPR sulit untuk di setujui pihak bank dengan mencari alternatif pembelian selain KPR. Misalnya saja dengan cash bertahap ke developer, cari rumah-rumah overcredit, ataukah dengan membuat rumah sendiri secara bertahap.

Mungkin di awal membeli dulu tanah, lalu bahan-bahan bangunan yang paling penting dan seterusnya.

Coba baca ini, Pembayaran Rumah Cash, KPR, Over Kredit, Cash Bertahap, Pilih Mana?

7. Disiplin Menyisihkan Penghasilan Minimal 30%

Setelah kebiasaan dalam menggunakan uang dibangun, lalu perencanaan dibuat dengan cukup matang, apa yang harus di lakukan?

Action selanjutnya adalah menyisihkan setidaknya 30% dari penghasilan kita perbulan. Disiplin menyisihkan penghasilan adalah kunci. Impian membeli rumah pertama bagi freelancer akan sangat sulit di capai tanpa hal ini.

Berapapun penghasilannya, jika itu sudah cukup memenuhi kebutuhan dasar sisihkanlah 30% untuk investasi dalam rangka membeli rumah pertama.

Akan lebih baik saat kita mendapat projek besar dengan penghasilan lumayan, kita juga bisa meningkatkan persentase investasinya. Mengingat kita sudah punya standart pengeluaran dengan pos-pos keuangan yang kita buat sebelumnya bukan?

8. Pelajari dan Manfaat Promo

Pelajari dan Manfaat Promo
gambar : unsplash.com/ Tamanna Rumee

Untuk memaksimalkan keuntungan, pelajari dan manfaatkan promo yang ada sebelum membeli rumah.

Misalnya dengan membeli rumah pada masa awal pemasaran. Biasanya developer banyak menawarkan promo untuk menarik minat calon pembeli rumah.

Riset promo ini tidak perlu di lakukan dengan masiv jika pembelian rumah masih lama. Namun tidak ada salahnya untuk mencari informasi tentang promo yang biasanya di tawarkan sebagai referensi.

Sehingga jika saatnya tiba dan ternyata Anda cocok dengan lokasi, spesifikasi serta harga rumahnya, Anda bisa segera menghubungi developer atau pihak terkait yang menjembatani pembelian pro[erti tersebut.

9. Siapkan Dana Tambahan

Selain dana untuk DP atau pembelian rumah pertama, sebaiknya siapkan juga dana tambahan.

Karena dalam proses pembelian rumah, kita akan perlu melibatkan berbagai pihak seperti notaris, bank dan lainnya yang terkadang jumlahnya tidak kecil. Belum lagi biasanya kita ingin membeli furniture yang dibutuhkan untuk mengisi rumah.

Oleh karena itu, jangan siapkan dana khusus untuk itu semua. Anda bisa membuat riset kecil-kecilan untuk dari sekarang mengetahui berapa kisaran biaya yang di butuhkan.

Baca juga, Strategi Membeli Rumah Sesuai Kemampuan, Begini Simulasinya!

Penutup

Dari beberapa tips beli rumah pertama untuk freelancer diatas, sejauh apa persiapan yang sudah Anda lakukan?

Ada satu hal lagi yang belum sempat di sampaikan dari poin di atas yakni, fokus meningkatkan penghasilan. Setelah perencanaan beli rumah pertama dibuat, untuk memastikan impian ini bisa di laksanakan ada baiknya kita terus belajar bagaimana cara meningkatkan income pada karir freelancer.

Sehingga, apakah mungkin bagi seorang freelancer bisa membeli rumah pertamanya?

Jawabannya mungkin saja. Jika disertai dengan perencanaan yang matang, usaha dan kedisiplinan dalam berinvestasi. Nah itu saja tips kali ini, semoga bermanfaat!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *