Beli Barang Kredit Itu Baik, Asal Perhatikan 5 Hal ini!

Siapa disini yang masih bingung memilih antara beli barang kredit atau cash? Yuk baca artikelnya sampai selesai!

Pembelian barang secara kredit sering kali selalu di cap lebih buruk di banding cash. Hal ini wajar, mengingat banyaknya masalah keuangan yang diakibatkan oleh yang namanya cicilan.

Banyak orang terjerat hutang dan akhirnya mengalami kesulitan keuangan. Tapi benarkah membeli barang secara kredit selalu berdampak buruk dan sebaliknya?

Sebenarnya tidak juga.

Asalkan kita memahami kemampuan kita dalam mencicil, keuangan masih bisa terkendali. Bagaimana kalau sudah terlanjut punya cicilan saat ini?

Nah, Anda sudah berada di tempat yang tepat. Karena kali ini kita akan menjawab semua kebingungan Anda. Mulai dari pertimbangan memilih beli barang kredit ataukah cash sampai dengan tips bagi Anda yang sudah terlanjur memiliki cicilan saat ini. Mengingat bunga bank sedang tinggi-tingginya.

Jadi, apa saja yang perlu di pertimbangkan sebelum membeli barang secara kredit atau cash?

1. Pastikan Nilai Penting Barang yang Akan di Beli

Hal pertama yang perlu Anda pastikan adalah nilai penting barang yang akan dibeli secara cash ataupun kredit. Tanyakan pada diri Anda, apakah ini yang saya perlukan? Untuk apa? Jika tidak di beli saat ini apa akibatnya?

Misalnya kita berencana membeli mobil karena mobilitas yang sangat tinggi. Misalnya kita adalah seorang MUA (Make up artist) profesional.

Mobil ini akan digunakan untuk mengantarkan kita ke kantor/ studio, lalu bertemu klien ke beberapa tempat dan bertemu dengan berbagai vendor.

Bagi yang belum tahu, MUA biasanya perlu membawa banyak barang-barang make up beserta pelengkapnya. Dan itu tidak sedikit.

Jadi dibanding terus menerus menggunakan taksi online, lebih baik kita membeli mobil sendiri bukan? Karena tentu taksi online akan jauh lebih mahal dan kurang fleksible. Belum lagi kalau ternayta tempatnya berjauhan, bisa-bisa bisnis jadi tekor.

Jadi kesimpulannya, Anda benar-benar butuh membeli mobil pribadi untuk menunjang produktifitas. Maka dari itu, pembelian tersebut sebenarnya akan menghasilkan kembali.

Anda bisa mengitung sendiri ongkos dan waktu yang di perlukan untuk membandingkan alternatifnya jika Anda merasa masih ragu.

Baca juga, Pembelian Terbaik Di Umur 20-an, Belanja Apa Saja?

2. Jangan Termakan Gengsi

Setelah kita tahu pentingnya barang tersebut untuk produktifitas kita, hal selanjutnya yang perlu dilakukan adalah : jangan termakan gengsi!

Mungkin banyak orang yang sekilas berkomentar, kenapa harus beli barang kredit kalau bisa cash? Atau yang lebih julid lagi, udah banyak uang kok ngutang?

Kita harus mengakui bahwa terkadang, realitanya tidak seperti itu. Apalagi bagi anak muda yang masih merintis karir, uang cash yang dimiliki sebenarnya ‘tidak sebanyak itu’. Bahkan orang kaya pun masih banyak kok yang berhutang.

Disini, saya tidak hendak meng-encourage untuk berhutang tanpa pertimbangan ya. Namun yang jadi titik tekan adalah perlunya bersikap realistis. Tidak perlu memaksakan diri untuk membeli barang secara cash kalau cashflow kita memang sedang mepet.

Bahkan ada juga teori yang bilang bahwa kita bisa membeli sebuah barang jika kita mampu membeli 10 kali lipat secara cash. Tapi tidak harus kok selalu mengikuti teori ini, sesuaikan saja dengan kondisi kita masing-masing.

Jadi, jangan memaksakan diri membeli barang secara cash karena gengsi atau omongan orang. Karena yang akan menanggung dampaknya ya kita sendiri.

Baca juga, Cara Cerdas Hidup Tenang Dari Lilitan Utang

3. Menyadari Bahwa Semuanya Bisa Hilang Kapanpun

Hal kedua yang perlu di pertimbangkan mengapa kita mungkin lebih baik memilih kredit adalah sadar kalau semuanya bisa hilang kapanpun. Income, aset, bahkan keluarga. Apalagi jika memang cashflow yang dimiliki belum seberlimpah yang di sangka orang.

Kita mungkin punya uang untuk membeli barang tersebut. Tapi kondisinya, cashflow belum terlalu kuat alias mepet.

Bisa saja sesuatu yang tidak kita harapkan terjadi dan akhirnya membuat kita harus mengandalkan cash yang kita miliki.

Jika hal tersebut terjadi, tentu kita akan kerepotan sendiri. Karena uang cash sudah dipakai untuk beli barang, sedangkan disaat yang sama kita memerlukannya. Bahkan hanya sekedar untuk makan dan keperluan sehari-hari.

Oleh karena itu, kita bisa mempertimbangkan kredit untuk menghidari kondisi keuangan yang tidak stabil. Jika memang cashflow kita belum kuat dan disisi lain kita memerlukan barang tersebut untuk produktifitas.

4. Hitung Secara Detail, Manakah yang Lebih Cuan

Alasan lainnya yang perlu dipertimbangkan untuk membeli barang secara kredit karena terkadang beli barang kredit malah lebih cuan. Oleh karena itu sebeum memutuskan beli barang kredit atau cash, hitung dulu semua biaya yang di perlukan, resiko dna variable lainnya.

Contohnya, kita berencana membeli mobil. Jika membelinya secara cash, maka kita memang tidak perlu membayar biaya admin sebesar Rp 2,5 juta. Sementara asuransinya, meski membeli mobil secara cash ataupun kredit tetap akan dibeli.

Sementara jika kita membayar DP 50% dan sisanya diangsur selama 11 bulan, ternyata justru bisa lebih cuan!

Karena uang sisa 50% yang tidak digunakan untuk membayar mobil secara cash bisa dimasukan dalam RDPT yang berisi obligasi koporasi dengan return 7% per tahun.

Nah nantinya kita bisa menariknya tiap bulan untuk bayar cicilan. Dan ternyata di bulan ke 11, sisanya sekitar ada Rp 12 juta (stelah di potong bunga kredit dan biaya lain). Tinggal dikurangi biaya admin tadi Rp 12 juta – Rp 2,5 juta = Rp 9,5 juta (ini adalah keuntungan kita membeli mobil secara kredit).

Intinya, apapun saran atau tips finansial yang pernah Anda dapatkan, coba cek dan hitung kembali secara teliti. Karena bisa jadi asumsi dan kondisi yang kita alami berbeda-beda. Termasuk tips yang saya berikan saat ini.

Nah, bagaimana menurut Anda? Kira-kira jika saat ini berencana membeli barang lebih baik membelinya secara cash ataukah kredit?

5. Ambilah Kredit Jangka Pendek

Meskipun tidak selamanya kredit itu buruk, tapi tidak selamanya kredit itu baik. Jadi disini kita memang perlu mempertimbangkan dengan baik segala sesuatunya.

Jika hendak mengambil cicilan barang, disarankan untuk melakukan kredit jangka pendek selama 1-2 tahun saja.

Hal ini agar kita tidak terlalu lama fokus membayar hutang apalagi jika cashflow masih mepet. Dengan begitu kita bisa lebih fokus lagi untuk meningkatkan kapasitas cashflow maupun investasi.

Bagaimana dengan KPR yang kreditnya bisa sampai 20 tahun-an? Padahal kebanyakan dari kita mungkin sulit membeli rumah tanpa KPR.

Tips Seputar KPR Ditengah Naiknya Bunga Bank

Tips Seputar KPR Ditengah Naiknya Bunga Bank
gambar : unsplash.com/ maria ziegler

Tips diatas mungkin bisa relevan untuk kredit yang sifatnya jangka pendek seperti mobil atau gadget. KPR adalah salah satu utang / kredit yang tenornya paling panjang. Tentunya kita perlu mempertimbangkan secara bijak sebelum mengambil KPR.

Apalagi di tengah bunga bank yang naik cukup tinggi akhir-akhir ini dan diprediksi akan berlangsung hingga akhir 2023 nanti. Nah, apa saja yang perlu di perhatikan berkenaan dengan utang KPR saat ini?

1. Hati-hati Jika Punya Hutang KPR, Paylater, Kartu Kredit

Bagi Anda yang saat ini memiliki hutang KPR, paylater atau kartu kredit lebih baik berhati-hati dari sekarang.

Bukan karena katanya tahun depan akan resesi, namun karena suku bunga naik terlalu tinggi. Dan bisa jadi suku bunga di naikan secaara sepihak oleh pemberi pinjaman.

Meskipun hutang bisa digerakan menjadi bahan baku mencari nafkah dan makin kaya. Namun jangan lupa kalau utang juga bisa membuat kita jadi miskin dan bangkrut. Apalagi kenaikan suku bunga tahun ini merupakan kenaikan tercepat selama 30 tahun terakhir.

Meski yang kita bicarakan adalah bank sentral Amerika, namun mau tidak mau bank sentral dan suku bunga di Indonesia cepat atau lambat akan naik juga.

Jika mengambil KPR, sebaiknya usahakan untuk tidak kena bunga floating. Anda bisa mempertimbangkan untuk refinancing, atau pindah ke Bank lain saat masuk ke periode bunga floating dan mulai dari bunga fixed lagi.

Namun tentunya tetap saja hitung dan pastikan kembali biaya-biaya yang harus di keluarkan jika seandaikan memilih refinancing ya. Jadi kembali lagi, hitunglah sedail-detailnya dan ambil keputusan yang paling cocok dengan kondisi kita masing-masing.

2 Cek Dulu Bunga Fixed-nya

Lalu bagaimana kalau kita punya rencana untuk ambil KPR? Apa sebaiknya di tunda dulu?

Jika ingin tetap ambil KPR, cek dulu berapa lama bunga fixed yang di tawarkan oleh bank. Biasanya bunga fixed saat ini belum begitu tinggi.

Nah, pilihlah yang periode bunga fixed-nya panjang, dan bukan bunga yang paling rendah.

Bagaimana jika sudah menabung untuk DP rumah?

Teruskan menabungnya, siapa tahu suku bunga setelah tahun 2023 kembali turun. Karena beberapa praktisi memperediksi trend suku bunga tinggi akan berlangsung sampai akhir 2023.

Baca juga :

3. Tunda Dulu Jika Mau Investasi Properti dengan KPR

Sebagian dari kita mungkin memutuskan membeli properti untuk berinvestasi. Nah, jika kita mau berinvestasi properti menggunakan KPR bagaimana?

Sebaiknya tahan dulu, jika pembeliannya di lakukan dengan cara kredit. Karena bunganya sedang tinggi-tingginya. Namun jika ingin membeli properti untuk investasi dengan cara cash, maka tidak masalah.

Karena di masa ekonomi sedang down seperti saat ini biasanya harga properti lumayan terdiskon.

4. Pertimbangkan Untuk Refinancing KPR

Pertanyaan selanjutnya yang mungkin sedang di alami banyak orang adalah, bagaimana jika saat ini sedang mencicil KPR dan sudah masuk bunga floating?

Mungkin bisa mempertimbangkan untuk refianncing KPR atau memindahkan KPR ke bank lain untuk mendapatkan bunga fixed untuk beberapa tahu ke depan.

Atau jika Anda memiliki ‘uang dingin’ yang belum tahu digunakan untuk apa, Anda bisa mempertimbangkan untuk melunasi sebagian dari pokok utang KPR. Namun tentunya harus di hitung-hitung lagi ya.

Penutup

Nah itu dia beberapa hal tentang dunia kredit yang bisa saya bagikan. Semoga kita semua diberikan kekuatan dan kesabaran untuk menyelesaikan utang kredit sampai selesai.

Dan bagi yang masih bingung lebih baik membeli barang kredit atau cash, intinya kita perlu menghitung semuanya secara detail sendiri. Manakah yang lebih cuan dan tepat untuk kondisi keuangan kita masing-masing.

Tinggalkan komentar