Strategi Bisnis Mixue Dominasi Franchise F&B di Tahun 2023

FOLDERBISNIS.COM – Strategi bisnis Mixue memang tidak main-main. Viral di medsos, mampu menyedot banyak pelanggan dan franchisenya tumbuh di mana-mana dengan cepat. Hampir disetiap sudut daerah ada kedai es krim Mixue. Inilah Strategi Bisnis Mixue Dominasi Franchise F&B.

Sampai-sampai kita bisa bilang, siapa sih anak muda yang tidak tahu Mixue?

Mixue adalah kedai es krim Cina pertama yang memiliki 10.000 outlet di seluruh dunia (dan termasuk terbesar ke 5 di dunia). Toko es krim asal negeri Tiongkok ini bahkan di prediksi bisa mengalahkan Mac Donald dalam 3-5 tahun kedepan.

Baca Juga : Plafon Pinjaman Pencairan KUR BRI 2023 Mudah Sekali dan Simak Pengajuan Persyaratan

Ini adalah pencapaian yang luar biasa!

Selain itu, Mixue juga dikenal dengan harga jual di bawah rata-rata. Pertanyanyaan, bagaimana mereka bisa untuk jika produknya di jual dengan harga di bawah rata-rata?

Kira-kira kok bisa ya kedai es krim yang satu ini melesat dengan cepat?

Strategi bisnis Mixue seperti menarik untuk kita pelajari. Siapa tahu ada prinsip-prinsip bisnis yang relevan dan bisa kita terapkan untuk mengembangkan bisnis kita sendiri.

Untuk memperlajari strategi bisnis Mixue, kita mulai dengan sejarahnya terlebih dulu.

Sejarah Mixue sampai kemudian Strategi Bisnis Mixue Dominasi Franchise F&B

Sejarah Mixue
gambar : en.mxcb.com

Mixue pertama kali di dirikan oleh Zhang Hongchao pada tahun 1997 dengan nama Mixue Ice Cream & Tea. Kita akan flashback dulu ke history sebelum Zhang Hongchao ini memberanikan diri memulai bisnisnya ya.

Waktu itu, sambil menyelesaikan studinya ia juga bekerja paruh waktu di tempat penjual es serut. Setelah beberapa lama bekerja paruh waktu tersebut, ia memberanikan diri untuk membangun bisnis sendiri dengan meminjam uang sebesar 4000 yuan atau sekitar Rp 7-8 juta dari neneknya.

Dan di mulailah perjalanan bisnis es serut milik Zhang Hongchao ini.

Mulai Menjual dengan Harga Murah

Pada tahun 2000, strategi bisnis yang ia gunakan cukup sederhana. Yakni dengan menjual es serutnya dengan harga yang lebih murah dari pasaran. Ia menjualnya dengan harga di bawah 1 Yen.

Mungkin Zhang Hongchao sadar bahwa dengan strategi penjualan di bawah harga market saja, sulit untuk menghasilkan untuk besar. Akhirnya stelah 7 tahun, barulah ia berekspansi dengan menggunakan franchise model.

Ternyata kurang dari 1 bulan, ada 27 outlet Mixue baru di China.

Di sini ia juga mungkin mulai sadar kalau ia menjual es krim murah terus menerus, ia tidak akan bisa menghasilkan keuntungan yang besar. Maka disinilah awal dari perubahan mindset bisnisnya.

Dari bisnis f&b menjadi supply chain company.

Perubahan Mindset Bisnis Zhang Hongchao

Kita harus memahami “DNA” nya Mixue.

Kalau kita perhatikan, Mixue ini mulai dikenal dengan es krim enak yang “harganya murah”, Namun di sisi lain jika terus begini, ia tidak akan bisa menghasilkan keuntungan yang banyak.

Mereka juga tidak mau menaikan harga, karena “harga yang murah” adalah “DNA”nya Mixue. Kalau begitu, untuk meningkatkan keuntungan pilihannya adalah mengurangi cost.

Masalahnya, mereka juga tidak mau mengurangi cost kallau rasa dan kualitasnya jadi menurun.

Nah inilah rumus dari Economic of Scale. Gambaranya, jika mereka bisa punya orderan es krim dalam jumlah besar, sebut saja 1 juta atau 1 milliar es krim. Lambat laun modalnya pun makin murah.

Baca juga, 7 Mindset Bisnis Crazy Rich Hermanto Tanoko

Nanti kita akan membahasnya lebih mendalam pada poin bisnis model Mixue.

Pernah Melakukan Fundraising Series A

Mixue sudah mengajukan penawaran umum perdana di SZSE (Shezhen Stock Exchange). Pada tahun 2022 yang lalu masih dalam tahap konseling dengan advisor, namun rencananya Mixue akan resmi melantai di SZSE tahun ini.

Kabar lain yang lebih gila lagi, katanya bahwa MIxue juga akan IPO dengan target dana segar sebesar 6,5 miliar Yuan atau sekitar Rp 14,3 trilin. Tujuannya adalah untuk meningkatkan likuuiditasnya.

Bisnis Model Mixue dalam Strategi Bisnis Mixue Dominasi Franchise F&B

Strategi Bisnis Mixue Dominasi Franchise F&B
gambar : en.mxbc.com

Dari sejarahnya, kita bisa memahami bahwa DNA Mixue adalah es krim enak dengan harga murah sekali.

Tapi seperti pertanyaan kita di awal, kenapa Mixue bisa berkembang pesat dengan tetap mempertahankan DNA nya ini?

Yuk kita bedah! Kita mulai dengan mengamati produk Mixue. Karena semua strategi bisnis hampir selalu dimulai dari produknya.

Maka dari itu kita intip dulu yuk laporan keuangannya, agar kita tahu Mixue ini sebenarnya perusahaan apa?

Laporan Keuangan Mixue Dari Maret-Juni 2022

Pendapatan (revenue) terbesar Mixue dari Maret sampai dengan Juni 2022 ternyata berasal dari ingredients yakni sebesar 72,16%. Dan pendapatan terbesar kedua berasal dari packaging yakni 15,55%.

Sisanya barulah pendapatan dari sumber lain, termasuk dari penjualan es krim Mixue yang hanya berada di kisaran 0,56% saja.

Sementara itu, gaji karyawan ternyata hanya 4% saja dari total pengeluarannya.

Kok bisa?

Nah inilah mengapa Mixue bisa disebut sebagai supply chain company bukan perusahaan f&b.

Baca juga, Ingin Tahu Perkembangan Bisnis Anda? Cek Rasio Keuangannya!

Produk Es Krim dengan Extreem Low Cost, Low Price Stategy

Mixue masuk ke negara-negara dengan pendapatan rata-rata middle to low. Sebenarnya banyak pebisnis di luar sana yang mengamati kesamaan antara Vietnam dan Indonesia.

Bahkan bsia di katakan kalau di Vietnam works, maka di Indonesia juga akan works.

Makanya Mixue awalnya membuka gerai di Vietnam terlebih dulu, baru setelah sukses di sana tahun 2020 Mixue datang ke Indonesia.

Gerai pertama yang di buka berlokasi di Cihampeulas, Bandung. Setelah itu sampai akhir maret 2022 Mixue langsung bisa membuka 317 gerai lainnya.

Coba kita perhatikan juga proses perkembangannya.

Harga produk Mixue di Indonesia rata-rata di bandrol dengan harga di bawah Rp 20 ribu. Apakah ini menguntungkan?

Kalau semua kedainya dimiliki oleh Mixue semua tentu untungnya kecil. Oleh karena itu mereka lebih memilih menjual bahan-bahan dan mesinnya. Dimana para franchisee lah yang membelinya dari Mixue.

Model bisnisnya simple bukan?

Karenanya, Mixue mencari large volume (jumlah besar) yang harus di dukung dengan bisnis model franchise sehingga bisa menurunkan harga karena ada economic of scale.

Dimulai dengan memperkuat In-house supply chain (pabrik dan logistik). Dengan begitu mereka bisa menurunkan harga.

Kemudian mereka bisa mendapatkan konsumen baru dan para franchisee baru. Lalu di ulang kembali, dimana volume makin besar dan cost semakin turun.

Strategi ini memang di buat untuk mendapatkan customer sebanyak-banyaknya. Bagaimana soal profitability?

Mirip dengan banyak startup yang awalnya “bakar-bakar” uang dengan memberikan harga murah.

Jika seperti ini, pertanyaannya : apakah mungkin Mixue akan menaikan harga jualnya?

Bisa saja. Tapi mungkin kenaikan harga dilakukan secara perlahan dan customer tidak terlalu menyadarinya (tidak akan ekstrim). Terasa familiar?

Yap, strategi kenaikan harganya mirip dengan online food delivery yang sering kita gunakan selama ini. Awalnya banyak diskon, banyak gratisan, banyak cashback, kemudian lama-lama dikurangi secara perlahan.

Dan ini works! Karena customer behaviornya sudah terbentuk seiring berjalannya waktu.

Apalagi Indonesia merupakan negara mass market dimana rata-rata incomenya lebih tersebar luas dan masuk ke middle to low.

Mixue Sangat Franchisee Friendly

Selain harga jual, yang tidak kalah penting dari bisnis model mixue adalah franchisee. Pertanyaan selanjutnya, bagaimana caranya Mixue berhasil menarik banyak franchisee baru?

Ternyata skema yang di tawarkan Mixue ini sangat unik. Mereka tidak meminta fee atau bagi hasil dari para frachiseenya.

Sehingga jika kita membeli franchise Mixue, maka 100% keuntungan adalah milik kita pribadi. Nah sekarang kita masuk ke pembahasan khusus tentang sistem franchise Mixue.

Franchisee Mixue

Secara umum, sistem franchise Mixue itu :

  • Pertama tidak bagi hasil sama sekali
  • Kedua franchisee harus memanajeman toko sendiri (kasir, cleaning service, pegawai di kelola sendiri)
  • Desain dan kontraktor wajib dari pihak Mixue
  • Kontrak kerja selama 3 tahun, namun jika ingin memperpanjang tidak perlu membayar lagi. Franchisee hanya cukup membayar managaement fee na saja.

Begini biaya franchise Mixue di Indonesia :

1DepositRp 40 juta
2Biaya manajemen
– Ibukota ProvinsiRp 24 juta /tahun
– Daerah lainRp 18 juta /tahun
3Biaya pelatihanRp 3 juta/ 2 orang
4Biaya mesin & peralatan
(sudah jadi hak milik)
Rp 170 juta
5Renovasi
(neon box, upgrade kapasitas listrik, pipa, lampu, interior tapi tidak termasuk chiller)
6Biaya paket bahan baku awalRp 100 juta
TOTAL (Estimasi)Rp 700 jutaan

Oh ya bahan baku ini biasanya di pakai untuk 2 minggu saja, dan selanjutnya kita harus terus membeli dari Mixue. Dari sini, sudah semakin jelas bukan kenapa 80% pendapatan Mixue bisa di dapatkan dari berjualan bahan baku dan juga mesin?

Karena sistemnya franchisenya membuat franchisee harus terus membeli bahan baku dan mesin kepada mereka. jadi Mixue lebih teapat disebut sebagai supply chain company.

Selain itu, Mixue juga punya peraturan gila.

Mereka tidak memberlakukan aturan jarak para outlet yang di bangun. Jadi jika seandainya Anda melihat 1 outlet mixue lalu ternyaat 100 menter kemudian ada outlet Mixue lagi, ini wajar! Karena mereka memang memperbolehkannya.

Kalau franchisee ingin menjual produk lewat aplikasi online, maka kenaikan harganya maksimal Rp 2000 saja. Hmm.. Sampai disini terlihat bahwa Mixue masih tetap ingin mempertajamkan ‘DNA”nya ya.

Sekarang kita bicara tentang keuntungan. Franchisee bsia mendapatkan keuntungan dengan margin sebesar 30%. Jadi misalnya kita membeli bahan dan lainnya dari Mixue Rp 7000 maka kita jual Rp 10.000 (keuntungannya Rp 3000 ).

Pertanyaanya, Mixue untung berapa dari modalnya menjual kepada franchisee?

Baca juga, Mau Memulai Bisnis Franchise? Kenali Kekurangan dan Kelebihannya!

Pelajaran yang Bisa Kita Ambil Dari Strategi Bisnis Mixue Dominasi Franchise F&B

Dari semua hal yang kita bahas sebelumnya, kita bisa memahami kalau Mixue ini fokus untuk memperkuat supply chain.

Pelajaran yang bisa kita ambil dari Mixue adalah, ternyata kita bisa memiliki bisnis yang terukur namun kita tidak harus menjadi pemilik semua bisnisnya.

Mungkin sebelumnya kita berpikir bahwa bisnis di bidang f&b itu keuntungannya hanya bisa di dapatkan dari berjualan makanan. Tapi Mixue memperlihatkan bahwa mereka justru mendapatkan keuntungan terbesarnya dari supply chain yang di beli oleh orang-orang yang memiliki manajemen bisnis.

Mirip dengan Mac Donald yang sebenarnya adalah perusahaan reak estate. Setiap akan membuka cabang, mereka membeli lahan terlebih dahulu dan menyewakannya.

Ini juga menunjukan bahwa sebenarnya bisnis itu tidak hitam putih. Kita bisa berinovasi membuat sumber income dari mana saja. Tidak hanya sekedar ada produk lalu kita jual.

Kesimpulan dalam Strategi Bisnis Mixue Dominasi Franchise F&B

Nah itulah strategi bisnis dari Mixue. Ternyata Mixue itu bukan sekedar perusahaan kedai es krim murah biasa. Mereka adalah perusahaan supply chain.

Semoga bisa menginspirasi kita semua untuk mengembangkan bisnis lebih maju lagi.

Tinggalkan komentar