Kerja dan Ngekos di Kota Lain? Ini Lho Trik Siapkan Dana Darurat!

Memperoleh pekerjaan dengan penghasilan yang menjanjikan tentu adalah keinginan setiap orang. Hanya saja kadang pekerjaan dengan gaji menggiurkan itu sulit didapat mereka yang hidup di kota pinggiran sehingga harus rela ngekos dan jauh dari keluarga. Dalam kondisi ini, Anda wajib juga mempelajari bagaimana cara siapkan dana darurat.

Tunggu, memang kenapa sih kok harus siapkan dana darurat?

Karena ketika Anda ngekos, artinya Anda bakal hidup sendiri. Tak ada lagi sanak keluarga yang bakal merawat ketika Anda sakit atau mendadak kebutuhan pokok menipis. Sebagai orang perantauan, Anda haruslah cerdas mengelola finansial supaya cukup hingga hari gajian tiba.

Baca juga: Pertama Ngekos? Simak Rahasia Atur Keuangan ini!

Kesulitan dalam mengelola finansial inilah yang kadang membuat banyak orang menyerah jika harus kerja di kota lain dan ngekos. Bahkan sebesar apapun penghasilan yang dimiliki, kerap kali akhirnya habis begitu saja lantaran pengelolaan keuangan yang tidak tepat. Kondisi ini jelas merugikan.

Bayangkan saja, Anda sudah capek-capek bekerja dan hidup jauh dari orangtua, sahabat atau saudara, tetap saja tak memiliki tabungan lantaran penggunaan anggaran yang buruk. Dalam kondisi tak punya uang dan mendadak terkena musibah, di sinilah letak pentingnya anak kos wajib siapkan dana darurat.

Apa Sih Manfaat Punya Dana Darurat?

© Vecteezy/khan.zein554159

Seperti namanya, dana darurat adalah sejumlah uang yang memang sengaja dicadangkan atau disimpan oleh pemiliknya. Berbeda dengan tabungan, dana darurat sudah memiliki tujuan keuangan khusus seperti sebagai penyokong ketika Anda mendadak kehilangan pekerjaan atau mengalami musibah sehingga tak bisa bekerja.

Melihat penjelasannya, sudah bisa dipastikan jika dana darurat sangatlah dibutuhkan para perantau di kota lain. Karena ketika Anda ngekos, segala hal harus dilakukan secara sendiri. Bagi Anda yang masih lajang lalu bekerja di kota lain dan ngekos, setidaknya wajib memiliki 6-9 kali penghasilan bulanan sebagai dana darurat.

Namun kalau Anda baru saja menikah dan terpaksa masih ngekos bersama pasangan, dana darurat yang wajib disiapkan adalah minimal 12 kali dari gaji bulanan. Supaya Anda bisa siapkan dana darurat secara maksimal, berikut beberapa manfaat yang bisa Anda peroleh saat punya sejumlah uang cadangan:

Pertama, dana darurat akan menenangkan Anda ketika sedang sakit. Apalagi di masa wabah corona yang membuat banyak anak kos positif Covid-19 lantaran gaya hidup kurang sehat, dana darurat bakal membantu. Dana darurat minimal enam kali gaji ini akan membantu Anda dalam membeli kebutuhan isoman (isolasi mandiri).

Kendati memang sudah ada asuransi kesehatan entah dari perusahaan atau BPJS, tetap saja keberadaan dana darurat bakal bikin tenang. Karena Anda tetap punya ’pegangan’ meskipun tidak bekerja.

Kedua, dana darurat bakal sangat membantu ketika ada barang yang bermasalah. Misalkan saja sepeda motor atau mobil yang mesinnya mendadak rusak maupun laptop tak bisa dinyalakan. Dengan adanya dana darurat yang sudah disiapkan lebih dulu, Anda akan tenang dan langsung memperbaiki barang-barang penting tersebut.

Ketiga, dana darurat adalah solusi ampuh saat Anda jadi korban PHK (Pemutusan Hubungan Kerja). Seperti yang diketahui, pandemi Covid-19 berkepanjangan membuat banyak perusahaan mengambil langkah ekstrim yakni pengurangan pegawai. Kondisi ini membuat siapapun bisa tiba-tiba kehilangan pekerjaan.

Jika Anda memang jadi korban PHK, Anda tentu tak perlu bingung dalam menghadapi hidup karena ada dana darurat. Dana darurat minimal 6-9 kali gaji bakal bisa menjadi cadangan selama Anda mencari pekerjaan di kota orang. Sehingga biaya kos pun bakal tetap bisa dipenuhi tanpa bingung.

Keempat, dana darurat bakal menghindari Anda dari hutang. Seperti yang Anda tahu, hutang merupakan salah satu hal yang bisa merusak kesehatan finansial dan malah bikin hidup tidak tenang. Bayangkan saja, Anda ngekos di kota lain dan punya hutang, tak akan ada keluarga yang mampu melindungi.

Hal inilah yang akhirnya membuat banyak ahli keuangan menganjurkan agar pekerja yang hidup ngekos segera siapkan dana darurat secepat mungkin. Sehingga ketika kondisi darurat terjadi di kota perantauan, Anda tak perlu repot ke sana ke mari mencari pinjaman hutang, sampai mengajukan pinjol (pinjaman online).

Baca juga: 9 Buku Keuangan Keren, Bikin Kita Makin Melek Finansial!

Kelima, dana darurat bisa juga menjadi self reward. Yap, ada kalanya kita hidup sendiri di kota orang, jauh dari keluarga tersayang, tentu merasa sepi dan sedih. Biasanya salah satu cara yang dilakukan untuk menghindari kepiluan itu adalah dengan melakukan self reward seperti berfoya-foya sejenak lewat belanja online.

Anda boleh-boleh saja membeli produk branded incaran menggunakan dana darurat, tapi jangan lupa untuk kembali memenuhi nominal dana darurat yang dipakai. Karena dengan begitu, Anda bakal bisa menjalani kehidupan di perantauan dengan tenang.

Inilah Cara Ampuh Siapkan Dana Darurat Bagi Perantau

Setelah mengetahui sejumlah manfaat dari dana darurat bagi mereka pejuang ngekos di kota orang, maka kini yang wajib diketahui adalah bagaimana cara terbaik dalam siapkan dana darurat itu sendiri. Bagaimana? Berikut ulasannya:

1. Atur Anggaran

via onlineinsurance.blog

Trik pertama dalam siapkan dana darurat adalah dengan mengatur anggaran. Buat kategori kebutuhan mulai dari kebutuhan pokok wajib bulanan seperti bayar kos, bayar listrik, air dan internet hingga pembelian makanan atau minuman. Lalu jangan lupa tetapkan nominal untuk kebutuhan sekunder seperti nongkrong di cafe.

Dengan adanya pengaturan anggaran, Anda akan tahu ke mana saja alokasi penghasilan digunakan. Dengan begitu ketika gaji sudah tiba, Anda bisa langsung menyalurkan dana tersebut ke pos anggaran masing-masing. Kondisi ini jelas membuat Anda terhindar dari pemborosan dan gaya belanja berlebihan.

Selain itu lewat adanya pengaturan anggaran ini pula, Anda bisa menyiapkan dana darurat secara efektif dan efisien. Anggap saja Anda bergaji Rp4 juta per bulan, maka setidaknya harus punya dana darurat Rp24 juta – Rp36 juta demi menjaga kesehatan finansial.

Tentu saja jumlah sebesar itu tak bisa dilakukan secara cepat, tapi Anda bisa menyisihkan maksimal 20% dari gaji bulanan. Setidaknya pasang target minimal dalam satu tahun harus sudah terkumpul dana darurat, sehingga jika nanti mendadak perusahaan melakukan efisiensi pegawai saat kontrak tahunan usai, Anda tidak bingung.

2. Simpan Bonus

Cara berikutnya yang bisa diterapkan saat siapkan dana darurat adalah sebisa mungkin menyimpan bonus. Misalkan saja Anda mendapatkan THR (Tunjangan Hari Raya), jika memang tak memiliki kebutuhan karena tak bisa mudik akibat PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat), maka alihkan saja ke dana darurat.

Begitu pula ketika kinerja Anda dianggap baik oleh perusahaan dan memperoleh insentif cukup besar, daripada digunakan untuk kebutuhan foya-foya yang malah bikin menyesal, simpan saja untuk kebutuhan dana darurat. Dengan begitu tujuan untuk memiliki dana darurat 6-9 kali gaji bakal segera terpenuhi.

3. Hitung Pengeluaran Bulanan

© VectorStock/siberianart

Hakikat dalam siapkan dana darurat yang ampuh adalah dengan sebisa mungkin menerapkan hidup hemat. Untuk mewujudkan tujuan tersebut, ada baiknya Anda cukup cermat dalam mencatat pengeluaran bulanan. Sekalipun sudah memiliki anggaran yang direncanakan, ada kalanya pengeluaran mendadak terjadi.

Nah supaya Anda tahu ke mana saja uang-uang itu pergi, selalu catat pengeluaran sekecil apapun. Manfaatkan aplikasi pengatur keuangan yang bisa diunduh dan dipasang di smartphone. Dengan begitu setiap kali ada pengeluaran, bisa langsung Anda catat secara realtime. Pengeluaran yang selalu dicatat begitu membantu dalam koreksi nanti.

4. Wajib Simpan Kembalian

Pernahkah Anda merasa kalau nominal uang yang sudah terpecah bakal cepat habis daripada satu nominal besar? Tenang saja, itu dialami banyak orang. Apalagi kalau satu nominal besar itu sudah semakin terpecah ke nominal yang lebih kecil hingga recehan, kadang kala Anda tidak sadar digunakan untuk apa.

Kalau memang ingin siapkan dana darurat secara maksimal, Anda haruslah mengubah kebiasaan itu dengan senantiasa menyimpan kembalian. Jangan malu, kembalian parkir, kembalian belanja di indomart hingga kembalian belanja di pasar wajib disimpan jika perlu langsung ditabung ke wadah khusus.

Ingat kata pepatah, menabung itu lama-lama menjadi bukit. Karena memang uang receh yang mungkin Anda simpan selama berminggu-minggu, berbulan-bulan hingga bertahun-tahun, bakal berjumlah banyak dan bisa jadi tambahan dana darurat.

Baca juga: Masalah Keuangan Generasi Z dan Cara Mengatasinya

5. Cari Penghasilan Tambahan

© VectorStock/siberianart

Trik berikutnya agar bisa cepat siapkan dana darurat adalah dengan rajin mencari penghasilan tambahan. Di era serba internet saat ini, banyak orang membutuhkan jasa lewat online yang bisa Anda penuhi di sela-sela kesibukan kerja. Misalkan saja Anda yang adalah pegawai pabrik punya kemampuan desain grafis, maka manfaatkan.

Buat portfolio desain di media sosial dan kemudian pasang tarif untuk setiap orderan. Lakukan orderan klien setiap kali pulang kerja atau saat bersantai di akhir pekan dan kirim kembali lewat internet. Anda bisa langsung menerima bayaran melalui transfer dan mampu menambah pundi-pundi dana darurat.

6. Koreksi

Tahapan berikutnya yang tak kalah penting saat siapkan dana darurat adalah senantiasa melakukan koreksi. Memang, Anda sudah mengatur anggaran setiap bulan dan melakukan pencatatan pengeluaran, tapi supaya finansial lebih efektif dan efisien, jangan lupa untuk senantiasa di koreksi.

Lewat proses koreksi ini, Anda akan tahu pos-pos pengeluaran apa saja yang sejatinya tidak bersifat urgent sehingga dapat dikurangi atau bahkan dihilangkan di bulan berikutnya. Dengan begitu Anda lebih fokus pada kebutuhan pokok dan tentunya melakukan penyimpanan terhadap budget dana darurat.

7. Disiplin

via studentloanhero

Dan hal terakhir sekaligus yang paling penting dalam siapkan dana darurat adalah disiplin. Yap, disiplin adalah kata yang mudah diucapkan tapi sulit dilakukan apalagi kalau perkara finansial. Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, mereka yang ngekos lebih mudah tergiur menghamburkan uang karena tidak adanya kontrol keluarga.

Baca juga: Trik Sukses Agar Gaji UMR di Bawah Rp3 Juta Bisa Beli Mobil

Apalagi ketika di hari gajian dan saldo terisi kembali, keinginan untuk berbelanja baju terbaru hingga membeli makanan mewah tentu sangat besar. Untuk itulah supaya tetap dapat melakukan kontrol diri secara tepat, Anda haruslah benar-benar disiplin dalam mematuhi perencanaan anggaran yang sudah dibuat.

Jangan pernah tunda saat membayar kos, membayar hutang, cicilan sepeda motor hingga beli kebutuhan pokok sehari-hari. Namun lepas dari itu semua, langsung sisihkan sebagian penghasilan untuk dana darurat terlebih dulu, baru kemudian Anda bisa melakukannya kembali sesuai anggaran yang sudah diatur sebelumnya.

Kesimpulan

Melihat berbagai manfaat dan tata cara siapkan dana darurat di atas, sebetulnya tidaklah sulit. Asalkan Anda memiliki kedisiplinan dan komitmen yang kuat, dengan segera dana darurat pun bakal terkumpul. Ingat, finansial yang sejahtera di usia tua hanya bisa diperoleh jika Anda sudah memulainya sejak muda.

Tinggalkan komentar