Pahami Hal Ini Sebelum Beli Asuransi Jiwa

Diperbarui pada Februari 23rd, 2022 at 11:00 pm

Masih banyak orang yang enggan untuk membeli asuransi jiwa. Padahal sebenarnya hal ini sangat penting untuk melindungi kondisi keuangan ketika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Perasaan enggan tersebut muncul karena menganggap biaya premi asuransi hanya menjadi beban setiap bulan. Karena memang keuntungan dari asuransi tidak akan langsung dirasakan saat itu juga.

Salah satu tujuan pembelian asuransi jiwa adalah memberikan jaminan kepada ahli waris ketika tertanggung meninggal dunia. Oleh sebab itu manfaat dari asuransi jiwa memang ditujukan untuk masa depan.

Bahkan memiliki asuransi jiwa merupakan salah satu pilar utama dalam menjaga kondisi finansial keluarga. Dengan adanya asuransi, kondisi finansial keluarga bisa tetap terjaga walau terjadi hal yang tidak diinginkan.

Memahami Konsep dari Asuransi Jiwa

Sebelum Membeli Asuransi Jiwa, Pahami Hal Ini Terlebih Dahulu
Sebelum Membeli Asuransi Jiwa, Pahami Hal Ini Terlebih Dahulu/Unsplash

Salah satu penyebab banyak orang tidak mau membeli asuransi jiwa adalah karena kekeliruan dalam memahami konsep instrumen ini. Perlu dipahami bahwa konsep dari asuransi adalah proteksi.

Baik itu asuransi jiwa, asuransi kesehatan, asuransi kendaraan dan berbagai asuransi lainnya pasti memiliki konsep dasar ini. Oleh sebab itu, asuransi harus dipahami sebagai instrumen pelindung.

Sebagai instrumen pelindung, manfaat dari asuransi akan dirasakan ketika risiko terjadi. Sehingga ketika risiko belum terjadi, wajar jika Anda belum bisa mendapatkan manfaat dari asuransi.

Asuransi dapat dibayangkan sebagai keamanan di depan rumah. Keberadaan keamanan tersebut adalah untuk menjaga agar tidak ada pencuri masuk. Ketika tidak ada pencuri yang masuk, maka keberadaan keamanan tetap penting.

Begitu juga dengan membeli asuransi jiwa atau asuransi lainnya. Ketika risiko tidak terjadi, maka bukan berarti memiliki asuransi adalah sebuah kerugian. Meski tentunya tidak ada yang berharap akan terjadinya risiko.

Memiliki asuransi khususnya asuransi jiwa bukan berarti Anda berharap tertanggung akan cepat meninggal. Justru adanya asuransi tersebut merupakan bentuk perlindungan dan kehati-hatian terhadap kondisi di masa depan.

Sebab kondisi di masa depan adalah suatu hal yang tidak pasti. Anda mungkin dapat melakukan berbagai hal untuk menjaga keselamatan, namun musibah tetap bisa terjadi tanpa terduga.

Ketika musibah ini terjadi, maka tentu dibutuhkan penunjang kondisi finansial. Apalagi jika musibah tersebut menimpa sosok yang menjadi tulang punggung keluarga. Maka harus ada penunjang finansial untuk menjaga keluarga lainnya.

Pahami Hal Ini!

Pahami Hal Ini!
Pahami Hal Ini!/Unsplash

Setelah mengetahui konsep dari asuransi jiwa, maka pertanyaannya adalah apakah Anda harus memilikinya? Jawabannya adalah tergantung sebab ada beberapa hal yang harus menjadi perhatian Anda terlebih dahulu.

Apalagi mengingat biasanya premi dari asuransi jiwa tidak bisa dibilang kecil. Oleh karena itu sebaiknya Anda memahami beberapa hal berikut ini agar bisa mengambil keputusan yang tepat.

  • Siapa yang Perlu Membeli Asuransi Jiwa?

Melihat dari fungsi proteksi yang diberikan, tidak salah jika dikatakan bahwa asuransi jiwa sangatlah penting. Namun sebenarnya tidak semua orang harus memiliki asuransi jenis ini.

Asuransi jiwa lebih cocok dimiliki oleh orang-orang yang menjadi tulang punggung atau mencari sumber pemasukan bagi keluarga. Sehingga ketika ia telah tiada, keluarga yang ditinggal tidak mendapatkan masalah.

Contohnya asuransi jiwa bisa dimiliki oleh sosok ayah yang bertugas mencari nafkah. Sehingga jika terjadi suatu musibah pada sang ayah, maka istri dan anak-anak yang ditinggalkan tidak mengalami persoalan finansial.

Sebab ketika sang ayah tiada, maka dalam beberapa waktu tertentu posisi pencari nafkah di dalam keluarga menjadi kosong. Ibu ataupun anak-anak tentu memerlukan waktu untuk bisa menggantikan peran ayah tersebut.

Baca,  Jenis Asuransi yang Cocok Untuk Generasi Z

Oleh sebab itu, asuransi jiwa bisa dibilang tidak dibutuhkan oleh non pencari nafkah seperti anak. Anggota keluarga lain bisa membeli asuransi jenis lain seperti asuransi kesehatan.

  • Jenis Asuransi Jiwa

Sebelum membeli asuransi jiwa, Anda perlu memahami bahwa ada beragam macam jenisnya. Bahkan saat ini masing-masing perusahaan asuransi memiliki produk asuransi jiwa tersendiri dengan berbagai bentuk dan model.

Hal ini dilakukan oleh perusahaan asuransi untuk menarik minat dari calon nasabah. Meski ada banyak jenis dan model yang mungkin Anda temui, cukup ingat bahwa ada dua model asuransi jiwa.

Model pertama adalah asuransi jiwa berjangka yang hanya akan memberikan perlindungan pada tertanggung dalam jangka waktu tertentu. Biasanya kontrak untuk asuransi ini berkisar antara 5, 10 dan 20 tahun.

Jenis asuransi jiwa yang kedua adalah perlindungan seumur hidup. Sesuai namanya, asuransi ini memberikan perlindungan pada tertanggung seumur hidup. Meski beberapa asuransi sebenarnya memberikan batasan seperti 99 atau 100 tahun.

  • Mengingat Bahwa Asuransi Bukanlah Investasi

Satu hal penting yang harus diingat ketika hendak membeli asuransi jiwa adalah Anda hendak membeli proteksi, bukan investasi. Sebab saat ini sudah ada banyak produk asuransi yang digabung dengan investasi.

Padahal sebagai kedua instrumen yang berbeda, asuransi dan investasi sebaiknya tidak disamakan. Jika memang ingin melakukan investasi, lebih baik Anda memilih instrumen lain seperti saham, reksadana atau properti.

Risiko dari gabungan antara produk asuransi dan investasi ini adalah hasil tidak optimal baik untuk manfaat asuransi ataupun investasi. Sudah banyak pihak yang merasa tertipu setelah membeli asuransi jenis ini.

Sayangnya banyak orang yang tergiur dengan produk ini karena adanya anggapan membuat asuransi tidak menjadi rugi. Sebab ketika asuransi tidak digunakan, nasabah akan mendapatkan keuntungan dari investasi.

Tentunya harus diingat bahwa investasi memiliki risiko. Sehingga keuntungan yang dijanjikan dari produk seperti ini tidaklah pasti. Justru biasanya nominal investasi menjadi tidak optimal karena terpotong premi dan sebaliknya.

  • Pahami Tujuan Pembelian Asuransi

Pada dasarnya membeli asuransi jiwa adalah untuk memberikan jaminan keamanan finansial pada keluarga yang ditinggalkan. Namun sebenarnya, pembelian asuransi jiwa bisa memiliki tujuan yang lebih spesifik.

Contohnya adalah asuransi jiwa untuk memberikan jaminan pada dana pendidikan anak di masa depan. Tujuan ini tentu berbeda jika Anda membeli asuransi jiwa untuk memenuhi kebutuhan pasangan di hari tua.

Dengan memahami tujuan pembelian asuransi jiwa, Anda bisa menentukan uang pertanggungan yang tepat. Hal ini akan memudahkan Anda dalam memilih produk asuransi yang akan dibeli.

Sebab semakin besar uang pertanggungan, maka semakin besar juga biaya premi yang harus Anda bayarkan. Sehingga jika memang kebutuhan pembelian asuransi jiwa tidak terlalu besar, bisa memilih asuransi premi rendah.

  • Sesuaikan Premi dengan Anggaran Bulanan

Hal penting yang harus dipahami adalah jangan sampai membeli asuransi jiwa membuat Anda sulit dalam memenuhi biaya kebutuhan pokok bulanan. Oleh karena itu sesuaikan besaran premi dengan anggaran bulanan.

Namun bukan berarti Anda tidak menjadikan memiliki asuransi sebagai sebuah prioritas. Karena bagaimanapun juga keberadaan asuransi sebagai proteksi finansial di dalam sebuah keluarga sangatlah penting.

Sebaiknya jadikan asuransi sebagai posisi kedua atau ketiga di dalam skala prioritas keuangan Anda. Dengan begitu, Anda akan lebih siap untuk menghadapi musibah yang datang kapan saja.

Setelah proteksi dan dana darurat siap, maka Anda bisa memikirkan tentang pengembangan aset atau investasi. Sebab perlu diingat bahwa sebaiknya investasi dilakukan dengan uang dingin.

Cara Memilih Asuransi Jiwa Sesuai Kebutuhan

Cara Memilih Asuransi Jiwa Sesuai Kebutuhan
Cara Memilih Asuransi Jiwa Sesuai Kebutuhan/Unsplash

Salah satu persoalan yang akan dihadapi ketika hendak membeli asuransi jiwa adalah menentukan pilihan produk. Tentu Anda harus membeli asuransi dari perusahaan yang telah mendapatkan kepercayaan banyak orang.

Namun selain hal tersebut, pemilihan jenis asuransi juga harus dipertimbangkan sebaik mungkin. Anda bisa menggunakan beberapa pertimbangan berikut untuk menentukan pilihan jenis asuransi jiwa yang tepat.

  • Asuransi Jiwa Berjangka

Anda bisa mempertimbangkan untuk membeli asuransi jiwa berjangka jika ingin jumlah premi yang lebih terjangkau. Sebab jenis asuransi ini diketahui memiliki premi yang cenderung lebih murah.

Apalagi Anda juga bisa menentukan sendiri besaran premi yang akan dibayarkan. Sebab biasanya produk asuransi jiwa berjangka selama 5, 10 atau 20 tahun memiliki biaya premi berbeda.

Namun, kekurangan dari jenis asuransi ini adalah premi akan hangus ketika setelah masa kontrak habis dan Anda tidak melakukan klaim. Hal inilah yang terkadang bagi sebagian orang dinilai sebuah kerugian.

Padahal sebenarnya memiliki asuransi jiwa berjangka merupakan proteksi dalam kurun waktu tertentu. Sehingga justru seharusnya kondisi tidak melakukan klaim berarti tertanggung tidak mendapat musibah dan harus disyukuri.

Contoh baik dari pemilihan jenis asuransi ini adalah jika Anda bertujuan memberikan jaminan pada biaya pendidikan anak. Sehingga Anda bisa membeli asuransi jiwa berjangka sesuai dengan umur anak.

Misalnya Anda membeli asuransi jiwa berjangka selama 20 tahun lalu ditambah 5 tahun sehingga total 25 tahun. Dengan anggapan bahwa anak terakhir saat ini berusia sekitar 1 tahun.

Maka setidaknya ketika masa kontrak asuransi habis, anak terakhir Anda sudah berumur 26 tahun dan memiliki penghasilan sendiri. Sehingga meski Anda mengalami musibah, anak Anda tidak mengalami masalah keuangan.

Ketika dalam masa kontrak tersebut ternyata Anda mengalami masalah, maka keluarga bisa melakukan klaim. Lalu uang hasil klaim asuransi dapat digunakan untuk membiayai pendidikan anak hingga lulus kuliah.

  • Asuransi Jiwa Seumur Hidup

Banyak orang yang lebih memilih untuk membeli asuransi jiwa seumur hidup. Salah satu alasannya adalah karena ia menjadi tidak perlu repot untuk melakukan perpanjangan ketika diperlukan.

Namun biaya premi untuk asuransi jiwa jenis ini cenderung lebih besar daripada berjangka. Bahkan perbedaannya biaya premi tersebut bisa mencapai dua kali lipat. Sehingga hal ini harus menjadi perhatian Anda.

Besarnya biaya premi dari jenis asuransi ini karena kemungkinan melakukan klaim sangat tinggi. Sebab biasanya perusahaan asuransi memberikan batas usia peserta asuransi ini hingga 100 tahun.

Sementara tingkat harapan hidup masyarakat khususnya masyarakat Indonesia hanya sekitar 60 – 70 tahun. Maka secara otomatis kemungkinan nasabah dari asuransi jiwa melakukan klaim sangatlah besar.

Namun membeli asuransi jiwa seumur hidup banyak dipilih karena biasanya nasabah akan tetap mendapatkan uang pertanggungan setelah masa kontrak berakhir. Sehingga membeli asuransi ini dianggap tidak akan membawa kerugian.

Meski tentu saja Anda harus membaca dan memahami polis asuransi terlebih dahulu. Sebab setiap ketentuan, hak dan kewajiban terkait asuransi akan tertera di dalam polis.

Memiliki asuransi jiwa khususnya untuk pencari nafkah merupakan hal yang sangat penting. Sebab dengan adanya asuransi, keluarga akan tetap aman secara kondisi finansial meski telah ditinggalkan.

Tentunya Anda harus memilih asuransi jiwa terbaik sesuai dengan kondisi dan kebutuhan. Oleh karena itu keputusan untuk membeli asuransi jiwa bisa berbeda bergantung pada profil setiap orang.

Yuk Bagikan

Tinggalkan komentar