Enam Rekomendasi Saham Energi 10 Oktober 2022

Diperbarui pada Oktober 13th, 2022 at 09:50 am

Sedang memantau pergerakan harga saham? Enam rekomendasi saham energi 10 oktober 2022 ini patut Anda cermati.

Secara umum, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 49,84 poin atau 0,70 persen ke level 7.026 selama perdagangan pekan lalu.

Penurunan ini memicu aktivitas penjualan bersih atau net sell di seluruh pasar sebesar Rp1,30 triliun.

Meski ada grafik pertumbuhan sebanyak tiga kali, namun masih mencatatkan penurunan 0,2 persen.

Dampak dari penurunan yang hanya 0,2 persen ini menurunkan kapitalisasi bursa sebesar 0,04 persen, yaitu dari Rp9.238 triliun pada pekan sebelumnya menjadi Rp9.234 triliun.

Kapitalisasi bursa yang menurun berimbas pada penurunan volume transaksi bursa sebesar 0,55 persen dari 23,28 miliar saham menjadi 23,41 miliar saham

Juga berdampak pada penurunan rata-rata frekuensi transaksi harian bursa, yaitu 1,08 persen dari 1.238.025 pada pekan sebelumnya menjadi 1.224.595 kali.

Nilai transaksi rata-rata harian bursa juga mengalami penurunan 7,14 persen menjadi Rp12,92 triliun dari Rp13,91 triliun.

Oktavianus Audi, Analis Pasar Modal, memberikan prediksi untuk pekan ini IHSG masih akan melanjutkan tren pelemahan pada rentang support 6.900 dengan resistance 7.150.

Sentimen negatif masih akan membayangi aktivitas transaksi IHSG, meski The Fed sudah menaikkan suku bunga sebesar 75 bps pada September 2022.

Tapi peluang suku bunga kembali naik masih menunggu hasil pertemuan FOMC dan rilis data inflasi.

Sentimen kurang baik juga muncul dari rilis data indeks konsumen Indonesia yang diperkirakan menurun ke level 123 pada September 2022 dari sebelumnya 124,7.

Ini sedikit pertanda terjadi penurunan kemampuan konsumen dan kemungkinan ekonomi yang akan datang semakin melemah.

Rencana kenaikan harga minyak mentah dari OPEC+ sebesar 5 persen untuk Crude Oil juga menyumbang sentimen negatif.

Mengingat minyak mentah merupakan salah satu penyumbang inflasi global.

Audi menyarankan para investor untuk memperbesar alokasi uang tunai dan diarahkan pada investasi dengan tenor jangka panjang atau saham yang lebih defensif. Misalnya bidang consumer goods.

Saat ini, para investor sebaiknya menghindari saham teknologi, infrastruktur, dan perindustrian.

Selain bidang consumer goods, sebaliknya sektor yang dapat dicermati pekan ini adalah energi, khususnya subsektor seperti minyak mentah dan pertambangan batu bara.

Enam Rekomendasi Saham Energi

Dalam analisa Audi, ada enam saham sektor energi yang direkomendasikan. Energi mempunyai peluang jangka panjang mengingat produk hilirnya menjadi kebutuhan banyak orang.

Pertama, PT Elnusa Tbk atau ELSA yang ditutup stabil 322 pekan lalu. Buy on break(BoB) ELSA diproyeksi bisa menyentuh angka 358.

Kedua, PT Bukit Asam Tbk atau PTBA dengan penguatan 1,42 persen ke level 4.290 pekan lalu. diprediksi PTBA bisa menyentuh 4.520 pada pekan ini.

Ketiga, Anda bisa mencoba investasi pada PT Timah Tbk (TINS) yang menguat 1,45 persen ke level 1.395 pada penutupan pekan lalu. TINS diprediksi bergerak di rentang 1.360 hingga 1.515.

Rekomendasi Saham Energi
PLTU Menuju Senjakala, Bagaimana Nasib Perusahaan Batu Bara?

Keempat, PT Bayan Resources Tbk atau BYAN dari sektor batu bara. Pekan lalu mengalami penguatan 0,59 persen ke 67.700. diproyeksi pekan ini BYAN bisa tembus hingga 70.225.

Kelima, PT Vale Indonesia Tbk atau INCO sebagai perusahaan pertambangan dengan penguatan 1,12 persen ke 6.800 pada pekan lalu. Diprediksi INCO bisa menyentuh 7.225.

Baca juga: 3 Emiten Perusahaan Kendaraan Listrik Ini Wajib Dikoleksi!

Terakhir, PT Bumi Resources Tbk alias BUMI yang ditutup menguat 14,11 persen ke level 186 pada pekan lalu. Diharapkan BUMI bisa menembus 226 pada pekan ini.

Yuk Bagikan

Tinggalkan komentar