Jangan Bingung, Intip Rahasia Investasi Pemula Sesuai Jenjang Usia

Rahasia Investasi Pemula. Perlahan tapi pasti, masyarakat Indonesia memang semakin paham dengan pentingnya investasi.

Apalagi setelah pandemi yang melanda dunia sejak tahun 2020, investasi menjadi sebuah upaya terbaik untuk membuat finansial tetap nyaman dalam kondisi sulit.

Dengan investasi kita berpeluang memiliki pundi-pundi keuangan yang lebih sehat dan siap menghadapi kondisi terburuk. Belum lagi dalam beberapa waktu terakhir, ada banyak sekali prediksi yang menyebutkan ancaman resesi global di tahun 2023.

Resesi yang dipicu dengan banyaknya krisis dan inflasi sejak 2022 ini seolah menjadi penyadar kalau sudah saatnya kita semua melek investasi.

Hanya saja banyak juga orang yang justru malah merugi lewat investasi, karena mereka tidak memahami betul produk yang dipilih dan belum bisa mengelola keuangan serta profil risiko secara tepat.

Tentu bagi investor pemula, ada sejumlah hal yang harus dipelajari soal investasi supaya tidak kehilangan banyak dana.

Namun tahukah Anda, ternyata rahasia investasi pemula itu berbeda-beda sesuai jenjang usia lho. 

Mereka kalangan millenial tentu memiliki strategi investasi yang tak sama dengan generasi Z yang mayoritas masih berusia belasan tahun atau di awal 20an. Begitu pula dengan kelompok usia 40 tahunan ke atas.

Seperti apa perbedannya? Simak satu-persatu rahasia investasi pemula sesuai dengan jenjang usia berikut ini:

Kelompok Usia 20 – 30 Tahun

Selamat datang wahai kalangan muda gen Z maupun milenial junior. Tentu mereka yang berada di jenjang usia ini mayoritas masih fresh graduate dan baru saja memperoleh pekerjaan pertama.

Ada yang sudah memutuskan menikah usia muda, tapi kebanyakan adalah manusia-manusia lajang.

Karena mayoritas kelompok usia 20 – 30 tahun adalah para lajang, tidak heran kalau penghasilan yang dimiliki kebanyakan digunakan untuk memenuhi gaya hidup dan pastinya traveling untuk sekadar healing.

Untuk itulah mereka yang berumur di bawah 30 tahun cenderung belum bisa mengelola keuangan secara tepat karena tak memiliki tujuan finansial yang jelas. Tak punya tanggungan menjadikan gen Z dan millenial junior lupa atas pentingnya menabung dan investasi.

Padahal jenjang usia 20 – 30 tahun bisa dibilang sangat tepat untuk memulai investasi dan membangun rencana keuangan secara lebih dewasa.

Seperti apa? Berikut beberapa tips rahasia investasi pemula yang dapat Anda pertimbangkan:

  1. Penting bagi anak-anak muda sekalipun masih berstatus lajang dan baru saja lulus sekolah, untuk menentukan tujuan finansialnya. Misalnya saja untuk melanjutkan sekolah ke jenjang S2 atau S3 di luar negeri, biaya menikah, biaya membeli rumah pribadi hingga traveling keliling dunia. Untuk itulah investasi yang paling cocok adalah jangka panjang dengan waktu minimal sepuluh tahun
  2. Supaya tujuan investasi bisa terwujud sesuai rencana, pilihlah produk yang tepat dan sudah pasti sesuai profil risiko. Jika Anda tipe yang konvensional mendambakan untung tanpa perlu merugi, maka emas dan deposito bisa jadi pertimbangan terbaik. Namun kalau Anda cukup agresif dan ingin cuan lebih besar, saham menggunakan metode value investing adalah pilihan tepat
  3. Karena belum mempunyai tanggungan, rahasia investasi pemula untuk kelompok usia 20 – 30 tahun paling tepat adalah mengalokasikan 50% – 70% dari penghasilan. Misalnya saja Anda baru saja punya pekerjaan pertama dengan gaji sebesar Rp4 juta, usahakan untuk bisa menyimpan Rp2 juta – Rp2,8 juta per bulan secara rutin untuk investasi
  4. Beberapa instrumen investasi terbaik yang bisa dipertimbangkan adalah saham, reksadana, valas (valuta asing) atau forex (foreign exchange), obligasi, deposito, asuransi unit link, emas dan juga properti

Kelompok Usia 30 – 40 Tahun

Ilustrasi Investasi Pasar Efek
© Firmbee.com/UNSPLASH

Berpindah ke kelompok usia 30 sampai 40 tahun, maka ini adalah rentang umur para millenial.

Biasanya mereka di usia ini sudah banyak yang memiliki keluarga dengan satu atau dua anak, meskipun tak sedikit yang masih betah melajang.

Hanya saja satu kesamaan di antara mereka adalah sudah mempunyai pekerjaan tetap dan lebih stabil untuk urusan penghasilan.

Karena sudah dianggap dewasa, usia 30 – 40 tahun memang bisa menentukan urusan finansial masing-masing dan mampu bertanggung ajwab atas pilihannya.

Bagi millenial yang sudah menikah dan jadi kepala keluarga, tentu sudah mempunyai tanggungan pasangan dan anak.

Sedangkan millenial yang berstatus sebagai generasi sandwich, biasanya juga ikut menanggung kehidupan orangtua dan saudara yang masih bersekolah.

Baca juga, 20 Peluang Bisnis Terbaik Anak Muda

Lantaran pos pengeluarannya cukup besar, rahasia investasi pemula untuk jenjang usia ini sudah pasti berbeda. Apa saja? Berikut beberapa di antaranya yang dapat dicoba:

  1. Dengan usia yang sudah lebih dewasa, tujuan finansial jenjang umur ini lebih jelas. Misalkan saja untuk biaya pendidikan anak, biaya menikah hingga dana pensiun
  2. Karena telah memiliki tanggungan, ada baiknya para millenial memilih investasi dengan jangka waktu menengah antara lima hingga sepuluh tahun. Kendati memang bisa secara jangka panjang, asalkan mampu memenuhi kebutuhan bulanan dan seluruh tanggungan
  3. Dibandingkan anak-anak muda, millenial memang punya pengeluaran yang lebih besar sehingga alokasi dana investasi yang tepat adalah 30% – 50% dari penghasilan bulanan. Jadi kalau Anda punya penghasilan Rp8 juta per bulan, maka setidaknya sisihkan Rp2,4 juta – Rp4 juta untuk dana investasi
  4. Tak berbeda jauh dengan rahasia investasi pemula bagi kalangan muda, sejumlah instrumen investasi yang bisa dipertimbangkan dan cocok untuk kelompok usia millenial adalah saham, properti, obligasi, emas, deposito, asuransi unit link dan tentunya valas

Kelompok Usia di Atas 50 Tahun

Beranjak ke usia yang telah memasuki jenjang lansia, bukan berarti Anda sudah tak punya tanggungan.

Mereka di umur 50 tahun juga masih wajib melakukan investasi dengan berbagai keinginan mulai dari biaya renovasi rumah, biaya kuliah anak ke luar negeri, biaua pernikahan anak hingga kebutuhan rumah tangga dan membahagiakan cucu.

Dibandingkan millenial, mereka yang berumur 50 tahun ke atas jelas punya kemampuan mengontrol finansial yang jauh lebih baik dengan gaji makin stabil.

Bahkan jika sudah punya aset investasi, Anda tinggal memperoleh imbal hasilnya saja sebagai penghasilan. Namun kalau di usia ini Anda baru mulai investasi, maka ini sejumlah rahasia investasi pemula yang bisa dipilih:

  1. Di usia yang sudah tidak muda lagi, tentu tujuan investasi kelompok umur 50 tahun ke atas adalah untuk ibadah, liburan, biaya di hari tua hingga dana pensiun miminal lima tahun ke depan. Untuk itulah Anda bisa memilih salah satu yang paling sesuai kebutuhan
  2. Pertimbangan usia juga, biasnya jangka waktu investasinya lebih baik jangka pendek yang kurang dari lima tahun
  3. Karena bukan termasuk kategori usia produktif, ada baiknya memilih investasi yang lebih baik cenderung rendah risiko. Kenapa rendah risiko? Karena lebih tepat untuk ketenangan mental
  4. Beberapa produk investasi yang bisa jadi pertimbangan adalah deposito, reksadana, valas dan tentunya emas. Tentu saja karena usia sudah 50 tahun ke atas dan tak memiliki target keuangan cukup muluk-muluk, dana investasi biasanya mengambil porsi 20% – 30% dari penghasilan. Contohnya Anda sudah punya gaji Rp10 juta per bulan dan jabatan yang nyaman, setidaknya Rp2 juta – Rp3 juta adalah kewajiban untuk investasi

Kelompok Usia di Atas 60 Tahun

Ilustrasi Investasi Deposito Berjangka
© Towfiqu barbhuiya/UNSPLASH

Banyak orang mendamba bisa hidup tenang baik secara pikiran dan finansial di usia tua.

Untuk itulah ketika memasuki umur 60 tahun, mayoritas orang sudah benar-benar tidak bekerja dan memiliki dana pensiun yang cukup, hingga imbal hasil dari investasi yang sudah dilakukan sejak usia muda.

Kalau begitu apakah artinya tak perlu berinvestasi lagi? Tentu salah besar!

Tak ada yang melarang kalau Anda baru mulai melirik investasi di usia ini. Nah, agar bisa mengelolanya secara tepat, berikut beberapa rahasia investasi pemula yang bisa diterapkan:

  1. Sama seperti kelompok usia di atas 50 tahun, mereka yang berumur 60 tahun lebih biasanya hanya punya dua tujuan utama dalam finansial yakni biaya untuk beribadah seperti haji/umroh untuk Muslim, dana pensiun minimal tiga tahun mendatang dan tentunya kebutuhan liburan hari tua
  2. Karena melihat usia yang sudah digapai, ada baiknya produk investasi yang dipilih cocok untuk jangka pendek hingga menengah yakni 2 -5 tahun saja
  3. Bukan kelompok produktif dan hidup lebih banyak membutuhkan bantuan, jenjang umur 60 tahun lebih cocok memilih instrumen investasi risiko rendah seperti emas atau deposito
  4. Karena anak-anak sudah dewasa dan mampu memperoleh penghasilan sendiri, Anda juga tak perlu terlalu ngoyo dalam berinvestasi. Minimal 10% dari penghasilan bulanan adalah perhitungan tepat untuk alokasi dana investasi

Tentunya seluruh ulasan rahasia investasi pemula di atas baru akan dikatakan benar-benar berhasil jika kita memang memiliki komitmen yang kuat.

Karena pada dasarnya, kedisiplinan adalah kunci utama dalam keberhasilan investasi tak peduli jenjang usia berapapun.

Baca juga, 7 Broker Forex Terbaik Legal Lokal dan Internasional

Bagaimana? Menarik sekali bukan membahas rahasia investasi pemula? Untuk itulah tak ada lagi alasan menunda investasi lantaran terbentur usia yang terlalu muda atau terlalu tua. Intinya adalah Anda masih semangat dalam mengontrol finansial, maka hidup sejahtera bakal jadi jawaban. Semangat!

Yuk Bagikan

Tinggalkan komentar