Perbedaan E-Commerce dan Marketplace yang Belum Banyak Diketahui

Masih banyak orang yang belum mengetahui perbedaan E-Commerce dan Marketplace secara menyeluruh. Sebab meski kedua hal ini hampir sama, sebenarnya ada perbedaan dasar di antara keduanya.

Bagi Anda yang bersinggungan dengan dunia internet marketing, pasti sudah tidak asing dengan istilah Marketplace ataupun E-Commerce. Bahkan istilah Marketplace sudah menjadi istilah umum yang dipahami oleh banyak orang.

Hal ini didukung dengan berkembangnya sistem belanja online yang semakin memudahkan masyarakat untuk membeli barang. Di sisi lain, kehadiran Marketplace dan E-Commerce juga sangat membantu para pemilik bisnis.

Kedua hal ini memang sangat membantu dalam memasarkan sebuah produk melalui internet. Meski begitu, ternyata ada perbedaan mendasar di antara E-Commerce dan Marketplace yang perlu dipahami.

Memahami Perbedaan E-Commerce dan Marketplace

Perbedaan E-Commerce dan Marketplace yang Belum Banyak Diketahui/Unsplash

Kehadiran internet memang telah membawa banyak perbuahan pada banyak hal. Salah satu aspek yang cukup banyak berubah akibat kehadiran internet adalah cara belanja para pelanggan.

Sebelum hadirnya internet, para pelanggan harus pergi ke pasar untuk menemukan barang yang mereka ingin beli. Setelah itu mereka harus bertemu dengan penjual untuk melakukan transaksi.

Cara lain yang juga biasanya terjadi para kegiatan jual-beli sebelum hadirnya internet adalah penjual mendatangi rumah pelanggan. Penjual akan pergi dari satu rumah ke rumah pelanggan lain untuk menawarkan produk.

Saat ini, kegiatan jual-beli tidak lagi mengharuskan penjual dan pembeli bertatap muka. Pembeli bisa mencari barang yang mereka inginkan, lalu memesannya. Selanjutnya penjual akan mengirimkan produk ke tempat pembeli.

Kegiatan tersebut dapat dilakukan di dalam sebuah Marketplace ataupun E-Commerce. Meski sama-sama menjadi tempat untuk berbelanja melalui internet, terdapat perbedaan E-Commerce dan Marketplace yaitu sebagai berikut.

  • Pengertian

Marketplace sebenarnya merupakan adopsi dari bahasa inggris yang jika diartikan adalah pasar. Hal ini menggambarkan bahwa Marketplace sebagai tempat bertemunya para penjual dan pembeli untuk melakukan transaksi.

Sementara E-Commerce lebih dikenal dengan istilah toko online. E-Commerce merupakan platform yang digunakan oleh sebuah bisnis untuk menjajakan produk mereka secara online. E-Commerce juga berarti melakukan tindakan komersial secara elektronik.

  • Penjual

Dari pengertian antara Marketplace dan E-Commerce, dapat dipahami bahwa terdapat perbedaan pada faktor penjual. Perbedaan ini juga yang menjadi salah satu pembeda dasar di antara keduanya.

Marketplace, selayaknya pasar menjadi tempat banyak penjual untuk menawarkan produk. Sehingga Anda bisa menemukan beragam “toko” dengan beragam jenis produk yang dimiliki oleh banyak orang di sebuah Marketplace.

Baca juga, 7 Platform Dropship Terbaik Solusi Bisnis Tanpa Modal dan Stok Barang

Sebaliknya, pada sebuah platform E-Commerce, Anda hanya tidak akan menemukan penjual lain selain pemilik platform. Seluruh website atau platform E-Commerce merupakan “toko” yang dimiliki oleh satu pebisnis.

  • Produk

Perbedaan E-Commerce dan Marketplace dari faktor pedagang juga tentu akan membawa perbedaan pada produk yang dijual di dalamnya. Sebab produk di dalam sebuah Marketplace akan lebih beragam.

Anda bisa menemukan beragam jenis produk pada sebuah Marketplace. Mulai dari kebutuhan bayi, pakaian pria, perlengkapan otomatif hingga make up wanita bisanya dijual di sebuah Marketplace.

Selain itu, untuk satu Anda juga bisa menemukan beragam produk untuk satu jenis barang. Sebagai contoh, Anda bisa menemukan beragam brand sepatu olahraga di dalam sebuah Marketplace.

Sementara E-Commerce hanya menjual produk pemilik bisnis saja. Sehingga jenis produk yang ada di dalam sebuah E-Commerce cenderung seragam. Walaupun terdapat beragam jenis produk, pasti akan berasal dari satu brand.

  • Keterbukaan

Sebuah Marketplace cenderung terbuka sehingga semua orang bisa berjualan di dalamnya. Sehingga jika Anda ingin menjajakan produk, Anda bisa berjualan pada sebuah Marketplace yang telah berdiri.

Hal ini juga yang menjadi perbedaan E-Commerce dan Marketplace yang perlu dipahami. Sebab Anda tidak akan bisa menjual barang Anda pada sebuah E-Commerce yang sudah ada.

Tentunya pihak pemilik E-Commerce akan menolak permintaan Anda dan mengarahkan untuk membuat toko di Marketplace. Anda harus membangun E-Commerce sendiri sebagai tempat untuk menawarkan produk kepada pelanggan. 

  • Biaya

Untuk membuka toko di Marketplace cenderung tidak dipungut biaya alias gratis. Namun jika Anda ingin mendapatkan fitur-fitur tambahan, biasanya Anda diminta untuk mengupgrade jenis toko.

Setiap Marketplace memiliki istilah berbeda untuk toko yang telah diupgrade. Namun satu hal yang pasti, proses upgrade ini akan membuat biaya admin dari penjualan menjadi lebih tinggi.

Sementara untuk membuat E-Commerce dibutuhkan biaya yang cukup besar. Sebab Anda perlu membeli domain dan hosting sebagai “tempat” toko online Anda. Selain itu Anda juga perlu memikirkan desain web.

Meski saat ini ada beberapa layanan yang memungkinkan Anda untuk memiliki E-Commerce secara gratis. Hanya saja fitur yang dimiliki sangat terbatas. Anda perlu mengupgrafe layanan untuk mendapatkan fitur tambahan.

Lebih Baik Jualan di Marketplace atau E-Commerce?

Lebih Baik Jualan di Marketplace atau E-Commerce?/Unsplash

Seluruh perbedaan E-Commerce dan Marketplace yang telah kami sebutkan di atar selalu akan berujung pada satu pertanyaan. Pertanyaan tersebut adalah, mana yang lebih baik antara berjualan di Marketplace atau E-Commerce.

Tentunya keduanya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Anda bisa menyesuaikan pilihan Anda pada pertimbangan yang didasarkan pada kondisi bisnis saat ini. Berikut adalah beberapa pertimbangan yang bisa Anda pikirkan.

  • Tingkat & Bentuk Persaingan

Pada dasarnya menggunakan platform Marketplace ataupun E-Commerce merupakan kegiatan berjualan. Sebagai seorang pebisnis, tentunya Anda sudah memahami bahwa akan ada kompetisi dalam setiap kegiatan jualan.

Baik menggunakan Marketplace ataupun E-Commerce sama-sama akan terjadi persaingan. Hanya saja tingkat dan bentuk persaingan antara keduanya akan memiliki perbedaan. Memahami hal ini akan sangat membantu Anda untuk menentukan pilihan.

Jika Anda berjualan di Marketplace, maka Anda akan bersaing dengan toko lain di dalam sebuah Marketplace yang sama. Sebab seperti yang kami sampaikan bahwa sebuah Marketplace selayaknya pasar.

Sehingga akan ada banyak toko yang kemungkinan menjual produk sejenis dengan produk Anda. Hal ini membuat Anda mau tidak mau harus saling bersaing di dalam Marketplace untuk mendapatkan pelanggan.

Hal ini menjadi perbedaan E-Commerce dan Marketplace lainnya yang juga perlu untuk dipahami. Sebab persaingan tersebut tidak akan ditemukan jika Anda menjual produk melalui E-Commerce.

Baca yuk, 23+ Peluang Bisnis Terbaik dan Menjanjikan

Namun persaingan dalam E-Commerce adalah pada cara Anda untuk menarik perhatian pelanggan. Sebab meski di dalam E-Commerce seluruh produk adalah milik Anda, tidak akan terjadi transaksi jika tidak ada pengunjung.

  • Cara Promosi

Dengan bentuk persaingan yang berbeda, tentu juga akan melahirkan perbedaan dalam cara promosi. Di Marketplace, Anda harus lebih banyak memahami algoritma yang dimiliki oleh Marketplace tersebut.

Sebab perlu Anda pahami bahwa setiap Marketplace memiliki algoritma tersendiri. Sehingga alogitma ini harus Anda kuasai agar bisa selalu menampilkan produk pada posisi terbaik ketika pembeli melakukan pencarian.

Sebuah Marketplace juga biasanya memiliki layanan promosi tersendiri untuk para pengguna. Layanan seperti iklan, pemilihan ekspedisi, pemberian diskon, voucer dan sebagainya merupakan hal yang paling sering ditemui pada Marketplace.

Sementara pada E-Commerce, Anda harus bisa mempromosikan produk pada media selain E-Commerce tersebut. Sehingga pada akhirnya banyak orang yang tertarik mengunjungi E-Commerce Anda dan membeli produk di dalamnya.

  • Fitur

Fitur juga merupakan salah satu perbedaan E-Commerce dan Marketplace yang harus Anda pertimbangkan ketika memilih. Sebab antara kedua platform ini memiliki fitur berbeda yang bisa Anda manfaatkan.

Marketplace memiliki fitur yang sudah disediakan dan bisa Anda pakai. Selain beragam fitur promosi yang kami jelaskan di atas, Marketplace juga memiliki fitur seperti penulisan judul produk hingga tampilan toko.

Fitur-fitur ini biasanya sudah bersifat tetap dan tidak bisa Anda ubah sesuka hati. Berbeda dengan E-Commerce yang bisa Anda buat sesuka hati terlebih jika E-Commerce tersebut Anda bangun sendiri.

Contoh saja seperti pemilihan warna yang sebenarnya merupakan hal sederhana. Dalam Marketplace, Anda tidak bisa banyak mengubah warna dominan dari tampilan toko Anda karena akan mengikuti warna Marketplace.

Tips Memanfaatkan E-Commerce dan Marketplace

Tips Memanfaatkan E-Commerce dan Marketplace/Unsplash

Dengan seluruh perbedaan E-Commerce dan Marketplace di atas, bukan berarti Anda tidak bisa memanfaatkan keduanya. Hanya saja, Anda mungkin memerlukan usaha ekstra untuk bisa mengoptimalkan keduanya.

Agar Anda bisa lebih optimal dalam memanfaatkan Marketplace ataupun E-Commerce, kami akan memberikan beberapa tips. Pastikan Anda memahami tips berikut ini ketika menggunakan E-Commerce dan Marketplace.

  • Manfaatkan Sosial Media

Perlu dipahami bahwa E-Commerce ataupun Marketplace merupakan tempat pengunjung melakukan transaksi. Oleh karena itu sangat penting bagi Anda untuk bisa mendatangkan pengunjung ke Marketplace ataupun E-Commerce.

Untuk mempermudah melakukan hal tersebut, Anda bisa memanfaatkan sosial media. Gunakan sosial media sebagai media untuk mendapatkan perhatian calon pembeli Anda. Setelah itu arahkan mereka ke Marketplace ataupun E-Commerce.

  • Manfaatkan Seluruh Fitur Sebaik Mungkin

Kami telah sampaikan di atas bahwa salah satu perbedaan E-Commerce dan Marketplace terletak pada fitur yang bisa Anda manfaatkan. Meski begitu, fitur di E-Commerce maupun Marketplace harus dimanfaatkan sebaik mungkin.

Sebagai contoh jika Marketplace menyediakan voucher gratis ongkir, maka Anda perlu mengaktifkannya pada toko. Pada E-Commerce, buatlah tampilan website yang benar-benar intuitif dan disukai pelanggan.

  • Marketplace untuk Membangun Kepercayaan

Salah satu fitur yang tersedia di Marketplace adalah menjadi rekber di antara penjual dan pembeli. Hal ini cenderung membuat pembeli lebih percaya untuk belanja di Marketplace.

Sehingga bagi pelanggan yang membutuhkan kepercayaan lebih, bisa Anda arahkan untuk belanja di Marketplace. Dengan begitu mereka akan kehilangan rasa ragu dan lebih cepat membeli produk Anda.

  • E-Commerce Sebagai Bagian dari Branding

Karena E-Commerce bisa Anda atur secara lebih leluasa, Anda bisa menjadikannya sebagai bagian dari branding. E-Commerce bisa dibuat memiliki tampilan yang meningkatkan brand image di mata pelanggan.

Selain itu, Anda juga bisa menjadikan E-Commerce sebagai tempat untuk berbagi informasi dan menjalin hubungan lebih dekat ke pelanggan. Anda bisa membuat halaman khusus di E-Commerce untuk menunjang hal ini.

  • Media Pengumpulan Data

Data merupakan hal yang sangat penting di zaman seperti sekarang. Oleh karena itu Anda juga harus memanfaatkan E-Commerce ataupun Marketplace sebagai media untuk mengumpulkan data.

Data seperti produk yang paling disukai pelanggan, keberhasilan sebuah campaigndan beragam hal lainnya sangat penting untuk dikumpulkan. Dengan begitu Anda bisa memanfaatkannya untuk strategi di masa mendatang.

E-Commerce dan Marketplace memang memiliki perbedaan mendasar yang perlu dipahami. Meski begitu bukan berarti Anda tidak bisa memanfaatkan keduanya di saat bersamaan untuk membangun sebuah bisnis.

Dengan Marketplace, Anda bisa lebih terbantu oleh fitur-fitur yang telah disediakan. Sementara E-Commerce bisa Anda sesuaikan sebuah kebutuhan. Sehingga perbedaan E-Commerce dan Marketplace tetap memiliki manfaat bagi sebuah bisnis.

Bagikan ;

Tinggalkan komentar