Peran Brand Ambassador dalam Sebuah Bisnis yang Harus Dipahami

Hingga saat ini masih banyak orang yang belum memahami peran brand ambassador bagi sebuah bisnis. Sebab seorang brand ambassador sangat berbeda dengan bintang iklan biasa ataupun influencer.

Hal ini harus dipahami oleh pemilik bisnis maupun figur yang menjadi brand ambassador. Kesalahpahaman dalam memahami peran dan fungsi dari seorang brand ambassador akan berdampak pada buruk brand secara keseluruhan.

Di sisi lain, jika brand ambassador mampu menjalankan perannya dengan baik akan sangat berdampak baik pada brand. Oleh karena itu penggunaan brand ambassador masih menjadi salah satu strategi paling efektif.

Bahkan brand ambassador bisa menjadi salah satu kunci kemenangan persaingan bisnis yang begitu ketat. Sehingga sudah merupakan suatu keharusan bagi pemilik bisnis untuk memahami hal ini secara tepat.

Perbedaan Brand Ambassador dengan Influencer

Peran Brand Ambassador dalam Sebuah Bisnis yang Harus Dipahami/Unsplash

Banyak orang yang menyamakan antara influencer dengan brand ambassador. Padahal peran brand ambassador dan seorang influencer sangatlah berbeda. Sehingga keduanya tidak bisa dianggap sebagai hal yang sama.

Hal ini perlu dipahami oleh pemilik bisnis agar tidak keliru dalam memilih seorang brand ambassador. Berikut adalah beberapa perbedaan yang dimiliki oleh brand ambassador dan influencer.

  • Pengertian

Dari segi pengertian, brand ambassador sudah memiliki perbedaan dengan influencer. Brand ambassador adalah orang yang ditunjuk oleh perusahaan sebagai wakil dari sebuah brand kepada masyarakat.

Sementara influencer adalah orang yang memiliki pengaruh di media sosial. Sehingga untuk menjadi seorang influencer, seseorang bisa melakukannya seorang diri tanpa harus ditunjuk terlebih dahulu oleh perusahaan.

  • Tanggung Jawab

Tanggung jawab antara brand ambassador dan influencer juga berbeda. Peran brand ambassador cenderung lebih berat daripada influencer terhadap sebuah brand. Sehingga tanggung jawab brand ambassador juga lebih besar.

Sementara seorang influencer hanya memiliki tanggung jawab untuk mencoba memberi pengaruh terhadap follower-nya di media sosial untuk membeli produk. Hal ini bisa dilakukan hanya dengan membuat satu postingan saja.

  • Tempo Kerja Sama

Kerja sama sebuah brand kepada influencer cenderung sangat singkat. Kerja sama akan dilakukan sesuai kesepakatan seperti jumlah postingan atau story yang dibuat oleh influencer tersebut.

Sementara kerja sama perusahaan dengan seorang brand ambassador bisa dilakukan hingga hitungan tahun. Bahkan tidak jarang seorang brand ambassador mendapatkan kontrak hingga lima tahun lamanya.

  • Keterikatan dengan Brand

Peran brand ambassador akan terus dilakukan selama masa kontrak berlaku. Artinya, selama masih menjadi seorang brand ambassador, maka ia tidak boleh mempromosikan brand lain yang merupakan kompetitor.

Sementara seorang influencer cenderung tidak memiliki keterikatan dengan sebuah brand tertentu. Seorang influencer bebas untuk mempromosikan berbagai brand meski berada dalam lini produk yang sama.

  • Cara Promosi

Seorang influencer melakukan promosi dengan memberikan ulasan terhadap sampel produk yang diberikan. Ulasan ini bisa dibuat dalam bentuk postingan sosial media seperti feed Instagram ataupun story.

Sementara brand ambassador melakukan promosi dengan cara word of mouth. Selain itu brand ambassador biasanya juga akan ikut terlibat dalam campaign yang dilakukan oleh brand.

  • Penggunaan Produk

Kebanyakan influencer belum pernah menggunakan produk yang dipromosikannya di sosial media. Mereka baru mengetahui dan menggunakan produk tersebut saat melakukan promosi. Hal ini berbeda dengan seorang brand ambassador.

Karena brand ambassador cenderung memang menggunakan produk tersebut dalam kegiatan sehari-hari. Oleh karena itu pengalaman dari seorang brand ambassador terhadap sebuah produk cenderung lebih akurat.

Peran Brand Ambassador bagi Bisnis

Peran Brand Ambassador bagi Bisnis/Unsplash

Selain disamakan dengan influencer, seorang brand ambassador juga sering disalahpahami sebagai bintang iklan dari suatu produk. Padahal kedua peran ini memiliki perbedaan yang sangat mendasar.

Seorang brand ambassador memiliki tugas lain yang tidak kalah penting. Berikut ini adalah beberapa peran atau tugas yang dimiliki oleh seorang brand ambassador bagi sebuah bisnis.

  • Memanusiakan Brand

Brand ambassador adalah sosok yang akan memanusiakan brand. Sehingga janji yang ditawarkan oleh brand akan lebih tersampaikan baik secara informatif ataupun emosional kepada calon pelanggan.

Sebab kebanyakan orang cenderung lebih menyukai membeli barang hasil promosi dari orang yang mereka percaya. Orang-orang cenderung lebih sulit percaya jika janji hanya disampaikan oleh brand.

Contoh jika Anda memiliki produk kesehatan yang menjanjikan bisa membantu proses penurunan berat badan. Peran brand ambassador adalah menyampaikan janji tersebut sehingga jadi lebih meyakinkan.

  • Meningkatkan Jangkauan Brand

Brand ambassador juga sangat penting untuk memperluas jangkauan brand kepada masyarakat. Sebab perlu diakui bahwa sosial media ataupun website milik brand cenderung memiliki jangkauan terbatas.

Oleh karena itu dibutuhkan bantuan dari brand ambassador untuk ikut memperluas informasi seputar brand kepada audience mereka. Dengan begitu brand Anda bisa dikenal oleh calon pelanggan baru.

  • Meningkatkan Loyalitas Pelanggan

Brand ambassador merupakan wakil dari sebuah brand di masyarakat. Oleh karena itu karakter dari brand ambassador dengan brand tidak akan bisa dipisahkan. Hal ini mampu meningkatkan loyalitas pelanggan.

Sebab orang yang mengidolakan sosok brand ambassador akan mengikuti pilihan idolanya. Dengan begitu brand juga akan mendapatkan loyalitas yang dimiliki oleh penggemar terhadap sosok brand ambassador.

  • Membangun Opini Positif tentang Brand

Perlu diakui bahwa branding merupakan suatu proses panjang yang tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Peran brand ambassador sangat besar dalam membantu membangun opini positif tentang brand.

Brand ambassador memiliki tanggung jawab untuk ikut membagikan opini positif tentang brand. Sehingga orang-orang akan lebih mudah yakin dan percaya terhadap opini positif yang sedang dibangun.

  • Wajah Brand

Menjadi wajah dari sebuah brand adalah peran dari seorang brand ambassador yang sesungguhnya. Artinya bahwa setiap perilaku, opini dan keputusan dari seorang brand ambassador akan bisa dianggap mewakili perusahaan.

Baca yuk, Cara Menghindari Perang Harga yang Wajib Dipahami oleh Pebisnis

Sehingga bagaimana brand Anda dilihat oleh masyarakat bisa ditentukan oleh brand ambassador. Sehingga semakin baik pandangan masyarakat terhadap brand ambassador juga akan meningkatkan pandangan positif terhadap brand.

Tips Memilih Seorang Brand Ambassador

Tips Memilih Seorang Brand Ambassador/Unsplash

Melihat peran brand ambassador yang begitu penting, Anda tidak bisa sembarangan dalam memilih orang untuk ditunjuk sebagai brand ambassador. Pemilihan yang keliru justru akan berdampak negatif bagi perusahaan.

Agar Anda tidak keliru dalam memilih brand ambassador, kami sudah menyiapkan beberapa tips yang bisa digunakan. Silahkan pahami tips berikut ini agar pemilihan brand ambassador bisa memberikan hasil yang optimal.

  • Perhatikan Profil

Akan lebih baik jika Anda memilih brand ambassador yang sudah terkenal di kalangan masyarakat. Seorang pemain film, penyanyi ataupun sosok figur lain sering dijadikan sebagai brand ambassador brand tertentu.

Pemilihan brand ambassador yang sudah terkenal akan memudahkan Anda dalam menjalankan berbagai strategi marketing dan pemasaran di masa mendatang. Selain itu peningkatan brand awareness juga akan lebih cepat terjadi.

  • Relevansi

Selain memilih toko yang sudah terkenal, Anda juga harus memperhatikan relevansinya dengan brand Anda. Sebab hal ini berkaitan dengan peran brand ambassador sebagai wajah brand.

Sebagai contoh sebaiknya Anda memilih toko yang memang sudah terkenal di dunia otomotif jika brand Anda terkait otomotif. Dengan begitu audience dari brand ambassador tersebut lebih mudah menjadi target pasar.

Pemilihan brand ambassador yang tidak relevan bukan hanya membuat penggunaan brand ambassador tidak efektif. Hal ini justru bisa memunculkan penolakan dari orang-orang yang sebelumnya telah loyal terhadap brand Anda.

  • Reputasi

Reputasi tokoh yang akan dijadikan brand ambassador sangat penting untuk Anda perhatikan. Sebab nantinya brand ambassador tersebut akan menjadi wajah dari brand Anda kepada masyarakat.

Sehingga jika tokoh tersebut memiliki reputasi yang buruk, pasti akan berdampak pada brand Anda. Hal ini bukan hanya menghambar peran brand ambassador namun juga akan merusak citra perusahaan.

  • Kredibilitas

Kredibilitas sebenarnya sangat terkait dengan reputasi. Sosok yang memiliki reputasi baik biasanya memiliki kredibilitas baik juga di mata masyarakat. Sehingga ia akan lebih mudah dipercaya oleh banyak orang.

Hal ini sangat penting mengingat tugas brand ambassador adalah menyampaikan janji dari brand kepada masyarakat. Tanpa adanya kepercayaan, strategi penggunaan brand ambassador akan menjadi sia-sia.

  • Kepercayaan terhadap Brand

Akan lebih baik jika Anda memilih sosok yang memang telah menggunakan brand Anda sebagai seorang brand ambassador. Sehingga sosok tersebut memang benar-benar memiliki kepercayaan terhadap brand Anda.

Sebab masyarakat saat ini cenderung mampu membedakan pengalaman yang jujur dan hanya di mulut saja. Semakin alamiah hubungan brand Anda dengan sosok tersebut akan meningkatkan kepercayaan masyarakat.

Tips Menggunakan Strategi Brand Ambassador

Tips Menggunakan Strategi Brand Ambassador/Unsplash

Begitu pentingnya peran brand ambassador sehingga harus bisa Anda manfaatkan sebaik mungkin. Sebab strategi menggunakan brand ambassador tidak hanya berhenti pada memilih sosok yang akan dijadikan brand ambassador.

Masih ada langkah-langkah lain yang perlu Anda lakukan agar strategi ini memberikan hasil optimal. Berikut ini adalah beberapa tips yang bisa Anda gunakan untuk mengoptimalkan strategi penggunaan brand ambassador.

  • Tentukan Tujuan

Penggunaan brand ambassador harus memiliki tujuan yang jelas dan rinci. Jika perlu, sebaiknya Anda membuat key performance indicator (KPI) untuk memudahkan mengukur kinerja penggunaan brand ambassador.

Sebab selain memiliki manfaat, penggunaan brand ambassador juga memiliki risiko. Oleh karena itu untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, perlu dibuat tujuan yang jelas dalam strategi brand ambassador.

  • Tentukan Brand Ambassador Sesuai Target Pasar

Jika Anda ingin menarget beberapa target pasar, maka akan lebih baik jika Anda menunjuk beberapa brand ambassador. Apalagi jika masing-masing target tersebut memiliki perbedaan yang sangat signifikan.

Peran brand ambassador akan lebih bisa tercapai jika sasarannya spesifik sesuai dengan audience mereka. Sebagai contoh, sosok untuk menyasar target pria dan wanita sebaiknya menggunakan brand ambassador yang berbeda.

  • Bantu dengan Program Marketing / Branding Lainnya

Penggunaan strategi brand ambassador perlu Anda tunjang dengan program marketing atau branding lainnya. Selanjutnya Anda bisa melibatkan brand ambassador untuk meningkatkan tingkat kesuksesan program tersebut.

Brand ambassador juga bisa berperan untuk meningkatkan perhatian masyarakat terhadap program yang Anda jalankan. Dengan begitu seluruh strategi marketing ataupun branding yang dilakukan bisa mencapai hasil optimal.

Brand ambassador adalah sosok yang sangat penting bagi sebuah bisnis. Bukan hanya berfungsi sebagai sosok yang mengiklankan suatu produk, brand ambassador memiliki peran yang lebih penting.

Baca juga, 7 Langkah Berani Supaya Keuangan Sehat Kembali

Brand ambassador dapat dikatakan sebagai wajah yang menjadi wakil dari sebuah brand kepada masyarakat. Oleh karena itu pemilihan brand ambassador tidak bisa dilakukan secara sembarangan.

Strategi penggunaan brand ambassador oleh sebuah bisnis harus ditunjang dengan program-program lainnya. Dengan begitu peran brand ambassador akan bisa lebih tercapai dan mendapatkan hasil optimal.

Bagikan ;

Tinggalkan komentar