7 Mindset Bisnis Crazy Rich Hermanto Tanoko

Bisnis621 Dilihat

Tanpa mindset bisnis yang baik, biasanya sulit bagi pebisnis untuk mempertahankan, mengembangkan bisnisnya dan menyeimbangkan diri dengan kehidupan pribadinya.

Ternyata memang ide bisnis yang cermerlang saja tidaklah cukup untuk mengantarkan kita kepada kesuksesan. Oleh karena itu sebagai pebisnis kita wajib terus belajar memperbaiki mindset yang sekiranya kita butuhkan.

Nah, mindset bisnis yang akan kita ulik kali ini berasal dari Hermanto Tanoko, sang bos cat Avian yang tercatat sebagai orang terkaya ke 7 di Indonesia dan ke 770 di dunia.

Belakangan ini, selain kabar ekspansinya ke bisnis keramik dengan mengakuisisi PT Cahayaputra Asa Keramik Tbk, Pak Tanoko juga sudah berhasil merilis buku Trilogy of Inspirations Hermanto Tanoko RICHER Mindset.

Buku pertama berjudul The Boy, buku kedua The Man dan buku yang ketiga berjudul The Entreupreuneur. Semua buku yang ditulisnya secara estafet menceritakan proses perkembangan dan jatuh bangun Pak Tanoko hingga menjadi dirinya saat ini hingga melahirkan berbagai mindset bisnis yang berharga.

Kira-kira apa mindset-mindset berharga yang di praktikan oleh crazy rich yang satu ini? Penasaran? Yuk langsung saja kita bongkar mindset bisnis ala Hermanto Tanoko dalam artikel ini!

1. Tidak Menyepelekan Uang

mindset bisnis Tidak Menyepelekan Uang.png
gambar : unsplash.com/ Kenny Eliason

Pelajaran tentang dimasa kecil yang sudah tertanam dibenak Pak Hermanto Tanoko adalah tidak menyepelekan uang.

Pak Hermanto bercerita bahwa sejak kecil Papa dan Mamanya sudah mengajarkan untuk berinvestasi kecil-kecilan dari uang angpao. Waktu itu ditawarkan untuk investasi pada tepung terigu yang di jual di toko Papa Mama. Saking excited-nya, ia terus menanyakan harga terigu setiap hari.

Kemudian, selain ibestasi terigu Pak Tanoko juga di ajak untuk berinvestasi bbiskuit, minyak dan barang-barang lain yang di jual di toko.

Ia jadi tahu harga-harga barang dan untung yang di dapatkan, termasuk penjualan 10 biskuit yang baru bisa menghasilkan keuntungan senilai 1 biskuit. Dari situlah ia mengerti bahwa mencari uang itu susah.

Ia jadi tidak mudah memutuskan untuk membeli apapun yang di inginkan. Padahal ketika kecil godaan untuk beli jajanan dan mainan baru selalu ada. Di banding langsung membelanjakan uang sakunya, Pak Hermanto lebih memilih untuk berpikir dulu dan mencari strategi yang bisa lebih menguntungkaan.

Contohnya dalam bermain kelereng, dulu ia tidak langsung membeli kelereng meskipun mampu. Tapi ia berlatih dulu menggunakan batu, dan setelah cukup jago ia mencari orang yang sekiranya mudah kalah lalu menawarkan diri untuk memainkan kelerengnya.

Karena selalu menang, ia mendapatkan bagian. Dari sinilah modal kelerengnya berasal. Karena makin jago lama-lama kelerengnya jadi bertambah banyak.

Setelah terkumpul kelerengnya di cuci dan malah dijual di toko Mamanya. Sehingga bukannya menghamburkan uang untuk membeli kelereng, malah main kelereng dan menghasilkan.

Baca juga, Belajar Mindset Orang Kaya Dari The Psychology of Money

2. Customer Oriented

Mindset bisnis yang berharga lainnya adalah customer oriented it makes a good business.

Ketika remaja, jiwa pebisnis Pak Tanoko semakin di asah oleh ayahnya. Ia di bawa ke toko cat ayahnya dan di ajarkan bahwa dalam berbisnis kita harus memperhatikan dan memberikan benefit-benefit kepada customer. Dengan begitu, customer merasa puasa dan akan kembali membeli kepada kita.

Semakin tinggi value yang bisa di dapatkan customer dari bisnis yang kita jalankan, maka bisnis semakin kuat. Karena hal tersebut tidak bisa dengan cepat ditiru oleh pesaing bahkan kompetitor besar sekalipun.

Selain itu, prinsip lain yang berkaitan dengan customer oriented adalah soal integritas yang juga di ajarkan oleh ayahnya.

Menurutnya, sebagai pengusaha kita wajib menjunjung tinggi integritas. Dengan begitu, ketika ada peluang kita akan mudah mendapatkannya, karena customer sudah percaya.

Bahkan Pak Hermanto Tanoko bilang bahwa salah satu keputusan terbaiknya selama bergelut dalam dunia bisnis dan menghadapi krisis adalah karena ia memegang teguh prinsip customer oriented dan menjaga kepercayaan/ integritas. Hal ini sudah ia buktikan berulang kali di berbagai bisnis yang ia bangun.

Mindset bisnis tersebut akhirnya terbawa hingga saat ini menjadi CEO Tan Corp yang membawahi 6 perusahaan terbuka dan sekitar 35 perusahaan lainnya yang belum menjadi perusahaan terbuka.

3. Tumbuhkan Perusahaan yang Sehat

Tumbuhkan Perusahaan yang Sehat
gambar : unsplash.com/ Robert Stump

Mindset bisnis lainnya yang tak kalah penting dimiliki seorang pengusaha adalah keinginan menumbuhkan perusahaan yang sehat.

Seperti yang sudah di jelaskan pada poin sebelumnya, bahwa daroi berbagai aspek yang mempengaruhi kesuksesan bisnis, customer oriented adalah salah satu yang terpenting.

Namun memang, kesuksesan bisnis tidak hanya di pengaruhi oleh produknya saja. Aspek-aspek lainnya juga turut mempengaruhi, termasuk marketing dan financial. Misalnya penjualan bagus tapi keuangan perusahaan tidak sehat. Hal ini bisa membuat kita hanya terfokus pada uang saja dan sulit memikirkan hal yang lebih besar dari itu.

Selain itu, bisnis kita bisa menjurus ke arah yang salah dimana uang menjadi tujuan utama dan melakukan segala cara untuk mendapatkan uang. Bahkan Pak Hermanto Tanoko menyebutkan bahwa dirinya tidak yakin bisnis bisa bertumbuh dengan sehat jika bisnisnya di bawa ke arah yang salah.

Apalagi saat ini di era digital, informasi dengan mudah tersebar. Jika suatu hari kita terjerat skandal, maka karir bisnis bisa hancur seketika. Sehingga kita juga wajib memperhatikan aspek-aspek lainnya agar perusahaan bisa bertumbuh dengan sehat.

Baca juga, 7 Pola Pikir/ Mindset CEO Sukses yang Membuat Bisnis Berkembang Pesat

4. Bisnis Harus Bisa Membuat Kita Bertumbuh Bersama

Pada bab yang berjudul the darker side of business Pak Tanoko mengungkapkan bahwa dalam dunia bisnis, pastinya terdapat persaingan antar pebisnis.

Ia menyampaikan kalau menjadi pebisnis sebaiknya tidak melulu memikirkan soal uangnya atau untung saja. Tapi juga bagaimana agar bisnis iyang dijalankan bisa membuat kita bertumbuh bersama hingga menimbulkan rasa kepemilikan.

Pada praktiknya, ketika bisnis sudah berkembang dan mature bisnis yang dibangun tidak malah mematikan bisnis-bisnis kecil. Fokus saja pada pertumbuhan yang konsisten karena perusahaan yang memang sudah mature akan terus bertumbuh dari tahun ketahun.

Menurutnya, pertumbuhan perusahaan yang konsisten dan di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional jauh lebih penting.

Prinsip bertumbuh bersama ini di praktikan secara konsisten. Salah satunya lewat misi membentuk 1 juta entrepreneur Indonesia lewat berbagai cara. Mulai dari edukasi lewat sosmed, buku, yayasan, sekolah dan idea cloud yang dibina oleh Pak Tanoko dan kawan-kawan.

5. Berhenti Membuat Alasan Karena Tidak Punya Privillage

Berhenti Membuat Alasan Karena Tidak Punya Privillage
gambar : unsplash.com/ brett jordan

Dalam wawancara di salah satu channel Youtube, Pak Hermanto Tanoko ditanya soal alasan Gen Z dan Generasi Milenial yang enggan berbisnis karena tidak punya privillage. Apakah itu benar atau hanya alasan?

Dengan tegas ia menjawab : “Tidak memiliki privillage sebenarnya tidak bisa dijadikan alasan untuk berhenti berbisnis”.

Jika ada orang yang mengatakan tidak mau berbisnis karena tidak punya privillage, sebenarnya itu hanya alasan saja. Karena ketika alasan tersebut di buat, akhirnya ia bisa berhenti untuk menjawab tantangan.

Padahal nyatanya selama ini Pak Tanoko sudah banyak bertemu dengan para pengusaha sukses yang memulai bisnisnya dari nol. Bahkan banyak dari mereka merupakan Gen Z dan Milenial.

Membangun bisnis memang tidak mudah dan penuh tantangan. Sehingga hanya bisa dilakukan oleh orang yang memang mau dan terdorong oleh motivasi yang kuat untuk berbisnis. Selain itu dengan kerja kerasnya mereka yang terjun berbisnis dari nol juga mampu memanfaatkan perkembangan teknologi digital saat ini.

6. Tidak Ada Rumus Pasti Antara Kesuksesan Bisnis dan Passion

Banyak orang mempercayai bahwa supaya sukses dalam bisnis harus memiliki passion. Pak Hermanto Tanoko mempercayai kalau tidak ada rumus pasti antara kesuksesan bisnis dan passion.

Menurut Pak Hermanto Tanoko, passion memang penting dalam menjalankan profesi, termasuk sebagai pengusaha. Dirinya mengaku bahwa passionnya dalam berbisnis mulai muncul bahkan sejak usia 5 tahun sejak ia dikenalkan dengan investasi terigu.

Namun banyak juga pengusaha sukses yang ia temui memulai usahanya bukan karena passion. Awalnya kondisilah yang memaksa dan akhirnya bisa beradaptasi dalam berbisnis hingga bisa mengembangkan bisnisnya saat ini.

Jadi menurutnya, jangan sampai kita menilai seseorang yang berbisnis dengan passion pasti berhasil dan juga sebaliknya. Karena tidak ada rumus yang pasti soal itu.

Passion berfungsi untuk membuat kita lebih semangat dan tidak mudah lelah saat menghadapi tantangan bisnis. Namun tanpa passion pun bisnis tetap bisa berhasil asalkan memiliki motivasi yang kuat, misalnya memiliki kewajiban menafkahi keluarga. Dengan begitu kita akan terdorong untuk berpikir dan bekerja keras agar bisnis bisa berkembang.

Baca juga, Ini yang Harus Disiapkan Kalau Ingin Sukses Bisnis Sesuai Passion

7. Selalu Belajar dari Kesalahan

mindset bisnis Selalu Belajar dari Kesalahan.png
gambar : unsplash.com/ francisco moreno

Mungkin saat ini kita mengenal Hermanto Tanoko sebagai salah satu crazy rich di Indonesia yang memiliki puluhan perusahaan. Mulai dari bisnis utamanya yakni di bidang cat (avian), bahan bangunan (depo bangunan), air kemasan (cleo) hingga merambah ke bisnis keramik.

Namun jangan salah, semua hasil yang di dapatkan saat ini juga berasal dari keputusan-keputusan salah yang pernah Pak Hermanto Tanoko lakukan.

Pak Hermanto Tanoko mengaku bahwa ia pernah masuk ke bidang-bidang bisnis yang tidak dipahami. Seperti bisnis disket, kayu, dan lain-lain yang berjalan tidak baik.

Bukan bidang bisnisnya yang salah, tetapi di saat itu ketika membuka bisnis yang benar-benar baru tentu kita perlu struggle. Dan hal ini pasti butuh energi dan waktu yang tidak sedikit.

Mulai dari riset mencari bahan baku, harus membuka jalur penjualan, dan lain sebagainya. Akibatnya, bisnis utama Pak Tanoko saat itu jadi terganggu.

Tapi menurutnya, itulah salah satu pelajaran berharga dalam berbisnis. Kita memiliki fokus yang terbatas, mengembangkan bisnis yang tidak hubungannya dengan bisnis utama di waktu yang terlalu cepat menurutnya bukanlah hal bijak.

Penutup

Setiap pengusaha sukses memiliki prosesnya masing-masing yang tentu sangat berharga. Bagi kita yang sedang merintis kita bisa melakukan ATK (Amati, Tiru, Modifikasi), termasuk berbagai mindset bisnis yang bisa mengantarkan mereka pada titik kesuksesan saat ini.

Menurut saya pribadi, Pak Hermanto Tanoko merupakan sosok pengusaha yang cukup menarik. Karena selain berbisnis, ia juga mampu menyeimbangkan diri dengan kehidupan sosial dan pribadinya.

Nah itulah beberapa mindset bisnis yang bisa kita pelajari dari seorang bos perusahaan cat raksasa di Indonesia. Semoga 7 mindset bisnis ala Hermanto Tanoko diatas bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *