Manfaat, Rumus dan 7 Tips Mengumpulkan Sinking Fund

Ketika kita belajar tentang perencanaan keuangan, kita mengenal istilah emergency fund yang tujuannya agar bisa digunakan saat darurat. Lalu ternyata saat punya tujuan keuangan tertentu, kita juga di sarankan untuk punya sinking fund untuk mengantisipasi kelebihan anggaran.

Menurut para perencana keuangan, dengan adanya sinking fund ini maka kelebihan anggaran yang terjadi tidak akan mengganggu pos keuangan yang lainnya. Mungkin kita berfikir, apakah tidak bisa pakai emergency fund saja? Toh fungsinya kan sama-sama saja!

Sekilas, keduanya memang mirip. Yakni sama-sama merupakan proses menyisihkan uang yang harus di rencanakan untuk kondisi di luar dugaan.

Namun, perlu Anda ketahui bahwa sinking fund merupakan dana khusus yang berbeda dari emergency fund dan tak kalah penting untuk di pertimbangkan dalam menyusun rencana keuangan.

Jika keduanya berbeda, lalu apa perbedaannya dan bagaimana cara mengumpulkan sinking fund?

Apa Bedanya Sinking Fund dan Emergency Fund?

Bedanya Sinking Fund Dan Emergency Fund
gambar : pixabay.com/ kaboompics

Baik, sekarang kita mulai dengan emergency fund terlebih dahulu ya.

Seperti yang kita tahu bahwa emergency fund yakni dana yang dikumpulkan untuk meringankan kondisi-kondisi darurat yang sewaktu-waktu bisa terjadi.

Sehingga penggunaannya yang ideal adalah ya seperti namanya, hanya digunakan pada saat-saat darurat saja. Misalnya terjadi PHK secara tiba-tiba, kecelakaan atau sakit sehingga tidak bisa bekerja, atau terjadi bencana alam. Bisa dibilang bahwa dana darurat berfungsi sebagai penyelamat disaat hal yang tidak menguntungkan terjadi pada diri kita.

Baca juga, 7 Cara Bijak Menggunakan Dana Darurat di Masa Pandemic

Sementara sinking fund yakni dana khusus yang dikumpulkan untuk membiayai kelebihan budget untuk berbagai keperluan di masa mendatang. Atau singkatnya bisa kita bilang sebagai dana cadangan.

Maka dari itu tujuan keuangannya harus jelas dulu saat ingin mengumpulkan dana cadangan ini. Misalnya saja untuk liburan, biaya pernikahan, perbaikan rumah, pendidikan dan sebagainya.

Kelebihan budget ini bukanlah kondisi darurat. Namun bisa saja mengancam keuangan kita jika tidak di persiapkan dengan baik.

Karena jika tidak, selain darurat yang digunakan, bisa jadi pos keuangan lainnya ikut kena juga dan membuat kondisi keuangan malah memburuk. Agar hal ini tidak terjadi, atau minimal memperkecil dampak buruknya maka dana cadangan rasanya wajib kita rencanakan bersamaan saat menyusun anggaran untuk tujuan keuangan kita.

Baca juga, 7 Langkah Berani Supaya Keuangan Sehat Kembali

Manfaat Dana Cadangan Dalam Keuangan Pribadi

Manfaatnya
gambar : pixabay.com/ stevepb

Menurut saya, menyiapkan sinking fund adalah langkah yang bijak untuk menjaga kesehatan keuangan kita. Kenapa?

Sebab meski kita sudah menyusun anggaran dengan terperinci dan berusaha disiplin, tetap saja kita tidak bisa benar-benar menghilangkan adanya potensi kelebihan anggaran. Apalagi jika di kelola dengan baik hal ini mungkin bisa mengancam kondisi keuangan.

Selain itu, dan cadangan yang di persiapkan dengan baik juga memiliki beberapa dampak positif bagi pemiliknya. Berikut adalah manfaat yang bisa Anda dapatkan jika memiliki sinking fund!

Bisa Memenuhi Kebutuhan Apa Saja

Dengan adanya sinking fund, kita bisa memenuhi berbagai kebutuhan tanpa menguras tabungan karena harus bayar kelebihan budget. Apalagi jika tujuan keuangan Anda memiliki durasi yang cukup pendek-pendek.

Misalnya saja liburan setiap 3 atau 6 bulan sekali. Belum lagi tujuan keuangan yang lain. Tanpa sinking fund yang baik, bisa-bisa tabungan kita terkuras habis.

Bebas Dari Rasa Bersalah

Nah. ketika ada sinking fund kita tidak perlu mengganggu pos keuangan yang lain saat terjadi budget tidak terduga. Dengan begitu kita akan bebas dari rasa bersalah karena merasa boros atau kehilangan kebahagiaan saat waktunya bersenang-senang karena harus menambah cost ekstra.

Menghindari Jeratan Hutang

Bukan hanya menguras tabungan, pengeluaran tidak terduga tidak jarang mengharuskan kita untuk berhutang. Apalagi saat ini, berhutang itu mudah sekali namun banyak yang tidak menyadari konsekwensi bunga yang sangat tinggi di baliknya.

Nah sinking fund inilah penyelamat Anda dari jeratan hutang dan bunga tinggi akibat harus membayar pengeluaran tidak terduga.

Menurunkan Resiko Gagal Bayar

Bagi Anda yang memiliki cicilan, dana cadanagn ini sungguh sangat bermanfaat untuk menurunkan resiko gagal bayar atas hutang yang dimiliki.

Misalnya saja Anda sedang KPR. Biasanya ada fase bunga floating, yang dalam jangka waktu tertentu bisa meninggi dan mengharuskan kita merogoh kocek lebih dalam. Jika hal ini tidak dipersiapkan bisa-bisa kita gagal membayar kredit. Namun dengan adanya sinking fund menurunkan resiko seperti ini.

Baca juga, Tips Atur Keuangan First Jobber yang Bergaji Pas-Pasan

Rumus Sinking Fund

Pertanyaan selanjutnya adalah berapa banyak sinking fund yang perlu di kumpulkan?

Jawabannya tentu saja tergantung dari tujuan keuangan yang dimiliki. Namun ada sebuah rumus yang bisa di gunakan untuk menghitung kemungkinan besaran dana cadangan yang dibutuhkan. Berikut adalah rumusnya!

Rumus Sinking Fund.jpg
rumus sinking fund.jpg
  • r = tingkat suku bunga pertahun
  • n = jumlah tahun yang dikehendaki
  • m = jumlah pembayaran pertahun
  • P = jumlah biaya yang harus di sisihkan (selama periode tertentu)

Tips Membangun Sinking Fund

Manfaat, Rumus Dan Tips Mengumpulkan Sinking Fund
gambar : pixabay.com/ olichel

Sampai disini, kita memahami bahwa sinking fund merupakan tabungan dana cadangan yang kita kumpulkan untuk tujuan yang jelas. Dana cadangan juga sangat bermanfaat bagi kita saat menghadapi kelebihan budget tanpa mengganggu pos keuangan yang lain.

Nah, bagaimana tips membangun dana cadangan ? Yuk langsung saja kita bahas satu persatu!

1. Pastikan Tujuan Keuangan Sudah Jelas

Tips mengumpulkan sinking fund yang pertama tentu saja berkaitan dengan tujuan keuangan yang di butuhkan di masa depan. Sebab pada dasarnya dana cadangan dibuat untuk mendanai kelebihan anggaran pada tujuan-tujuan keuangan yang sebelumnya sudah di rencakan.

Nah, bagaimana dengan Anda? Apakah tujuan keuangan Anda sudah jelas dan siap dibuatkan sinking fundnya?

Jika masih belum. mulai sekarang coba list apa saja kebutuhan Anda dimasa depan yang memerlukan pendanaan. Jangan lupa riset dan hitung berapa biaya yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan keuangan tersebut.

2. Pisahkan Kategori Sinking Fund

Biasanya orang-orang memiliki lebih dari satu tujuan keuangan. Dan ini sah-sah saja. Tapi ini artinya kita perlu merinci sinking fund dan seringkali banyak yang jadi merasa stres karena hal ini.

Meskipun punya banyak tujuan keuangan, jangan sampai menabung dana cadangan malah membebani kita. Oleh karena itu agar tidak bingung, Anda juga bisa membuat sinking fund dalam 2 kategori :

  • Belanja besar terencana. Yakni pembelian yang memerlukan biaya besar. Seperti membeli barang-barang mahal, membeli kendaraan atau liburan
  • Pengeluaran tidak terduga untuk bulanan. Biasanya berhubungan dengan anggaran bulanan, seperti makan, wifi, listrik dll.
  • Pengeluaran non bulanan yang terlupakan. Termasuk membeli baju anak, bayar pajak dan lain-lain

Jika sudah di bagi ke dalam 3 kategori besar, Anda bisa memilih mau memprioritaskan sinking fund yang mana dulu.

3. Hitung Jumlah Dana Cadangan

Setelah Anda memiliki daftar tujuan keuangan tips mengumpulkan sinking fund yang lainnya adalah dengan mengitung jumlahnya.

Dalam menghitung dana cadangan yang perlu dikumpulkan, tentunya kita harus punya patokan biaya total untuk tujuan keuangan tertentu. Sebut saja misalnya liburan setiap 6 bulan sekali. Anda membutuhkan dana sekitar Rp 10 juta.

Anda bisa menggunakan rumus sinking fund yang di jelaskan sebelumnya dan juga membuat 3 kategori besar sinking fund.

4. Tentukan Waktunya

Daftar tujuan keuangan sudah ada di tangan. Sekarang saatnya mengukur berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengumpulkan sinking fund.

Anda bisa berpatokan pada kapan Anda akan mewujudkan impian-impian dari tujuan keuangan. Contohnya Anda ingin membeli mobil 3 tahun lagi seharga Rp 300 juta. Nah, bagilah jumlah tersebut kedalam 36 bulan.

Nah, lanjutkan perhitungan sampai Anda bisa tahu berapa yang perlu di sisihkan tiap bulan untuk dana cadangan .

5. Sediakan Tempat Terpisah Untuk Menyimpan Dana Cadangan

Jika sudah tahu berapa lama waktu dan jumlah sinking fund yang di butuhkan, langkah selanjutnya adalah memisahkan tempat penyimpanan dana cadangan dengan dana lainnya. Termasuk dana darurat.

Sehingga jangan lupa sediakan rekening terpisah khusus sinking fund ya!

Anda bisa menggunakan rekening bannk terpisah, atau deposito maupun e-wallet. Yang penting dalam memilih tempat penyimpanan dana cadangan ini adalah :

  • Memperhatikan jumlah minimum setoran
  • Kemudahan pencairan (likuid)
  • Biaya admin
  • Resiko yang rendah

6. Tetap Perhitungkan Kebutuhan Bulanan

Meski sinking fund itu penting, namun jangan sampai Anda melalailam kebutuhan rutin bulanan. Bagaimana pun dana cadangan tidak boleh mengganggu keuangan bulanan Anda.

Jangan sampai demi mengumpulkan sinking fund lebih banyak Anda rela mengorbankan kebutuhan pokok.

Tetap perhatikan kebutuhan pokok dengan baik. Jika belum bisa menabung untuk sinking fund sesuai dengan perhitungan dan target, tidak masalah kok. Karena walupun penting tapi ini bukan yang utama.

Anda bisa menyisihkan beberapa persen dari income tiap bulan atau berapapun, namun di lakukan secara rutin. Nah ketika dapat bonus, barulah Anda tambah dana cadangan lebih banyak.

7. Manfaatkan Fitur Autodebet

Tips terakhir untuk mengumpulkan dana cadangan adalah dengan memanfaatkan fitur auto debet. Jika Anda tipe orang yang suka lupa atau sulit untuk menabung maka fitur autodebet adalah salah satu solusi efektif untuk mengumpulkan sinking fund.

Selain bank, kita bisa menggunakan reksadana pasar uang maupun beberapa e-wallet untuk mengaktifkan fitur ini. Anda bisa mengatur berapa besaran yang akan ditarik pada akun autodebet, dan juga waktu audebet yang pas sesuai waktu Anda gajian.

Dengan begitu tiap bulannya Anda bisa menabungdana cadangan tanpa lupa lagi!

Baca juga, 11 Cara Menabung Terbaik Bagi Anda yang Terbiasa Boros

Penutup

Nah itulah penjelasan mengenai sinking fund dan manfaatnya. Yang mana walaupun sama-sama penting namun dana ini berbeda dengan emergency fund. Jadi keduanya perlu di simpan pada rekening terpisah ya.

Sinking fund banyak di praktikan oleh perusahaan untuk menjaga kestabilan perusahaan. Namun sebenarnya, hal ini juga penting di praktikan oleh masyarakat umum untuk mengelola keuangan pribadi.

Jika Anda ingin memaksimalkan usaha untuk kestabilan keuangan, maka bisa mencoba mempraktikan tips mengumpulkan sinking fund diatas ya! Semoga Anda tidak bingung lagi setelah membaca artikel ini dan bisa mulai menabung dana cadangan Anda sendiri.

Yuk Bagikan

Tinggalkan komentar