Tips Atur Keuangan First Jobber yang Bergaji Pas-Pasan

Sudah menyelesaikan jenjang sekolah dan kuliah, tahapan berikutnya bagi setiap manusia adalah mencari kerja. Dalam dunia profesional, pekerja-pekerja pemula yang baru saja lulus dan pertama kali bekerja biasanya dijuluki sebagai first jobber. Lantaran begitu awam, kadang mereka melakukan berbagai kesalahan termasuk urusan keuangan first jobber yang bisa berdampak ke kehidupan.

Selain tampak masih canggung, ciri khas first jobber ini biasanya punya penghasilan pas-pasan. Bahkan ada yang harus rela dibayar di bawah UMR (Upah Minimum Regional) lantaran tak menjadi karyawan di badan usaha PT atau CV. Masalah mulai muncul saat para pekerja awam ini menggunakan penghasilan mereka tanpa terkontrol, sehingga membuat kondisi finansial memburuk sebulan ke depan.

Misalkan saja Anda adalah first jobber dengan penghasilan di bawah Rp2 juta karena cuma lulusan sekolah menengah dan sederajat. Lalu tergiur ingin beli sepatu yang tengah populer dengan harga Rp500 ribu. Belum lagi jika harus bayar kos karena bekerja di perantauan, dengan sisa penghasilan Rp1 juta saja, jelas akan cukup sulit untuk digunakan dalam memenuhi makan dan minum sehari-hari.

Baca juga: 7 Rahasia Kelola Dompet Digital Agar Milenial Tak Boros

Nah, supaya tidak menjadi first jobber yang makin nelongso hanya karena salah atur urusan finansial, ada baiknya Anda mulai belajar bagaimana sih cara mengatur keuangan first jobber yang tepat. Termasuk dengan menghindari sejumlah kesalahan-kesalahan fatal yang malah membebani hidup sebelum memperoleh gaji bulan depan nanti.

Kesalahan Fatal yang Menghantui First Jobber

© Muhamad Refky Kamajaya

Lulus sekolah, memperoleh pekerjaan dan punya penghasilan sendiri, first jobber yang sudah tentu masih berusia muda-muda ini memang masih identik dengan hidup foya-foya. Lantaran masih melajang dan mungkin hidup dengan orangtua, tak banyak yang menyadari secara cepat kalau kebiasaan konsumtif itu ternyata berpengaruh buruk ke finansial.

Nah, supaya Anda bisa jadi first jobber yang lebih bertanggung jawab, ada baiknya untuk menghindari beberapa hal berikut ini. Dengan memahami ulasan berikut, peluang untuk memiliki kondisi keuangan first jobber yang lebih baik tentu terbuka lebar. Apa saja? Simak ulasannya:

1. Enggan Tanya

Bisa dibilang ini adalah kesalahan paling dasar yang kerap dilakukan oleh first jobber. Sebagai yang termuda di tempat kerja dan benar-benar tak ada pengalaman, tentu akan merasa canggung bertanya ke rekan kerja orang lain. Jika dibiarkan kebiasaan ini, justru akan membuat Anda mengalami kesalahan fatal karena berpengaruh ke performa kerja.

Padahal sebagai first jobber, Anda berhak untuk bertanya pada dunia yang memang baru saja digeluti. Namun tentu harus bertanya sesuai waktu dan tempat, kemudian tidak merepotkan pihak yang bakal menjawab kelak. Daripada berbuat kesalahan, jangan pernah malu bertanya terlebih dulu.

2. Banyak Mengeluh

Ketika seseorang sudah masuk ke dunia kerja profesional, maka sudah pasti mereka bakal dibebankan tanggung jawab yang harus diselesaikan sesuai target perusahaan. Ada kalanya first jobber begitu kaget karena mendadak pekerjaan yang mereka miliki begitu banyak dengan deadline super ketat. Dalam kondisi ini, Anda harus bisa tetap tenang dan jangan biarkan diri terus-menerus mengeluh.

Tenang, mengeluh itu wajar jika memang sebagai manusia. Namun kalau Anda malah playing victim dan merasa diri sebagai sosok yang menderita sedunia, itu akan membuat orang lain enggan. Anda harus bersyukur karena dipercaya perusahaan untuk mengerjakan sebuah proyek sesuai potensi, sehingga kerjakan kewajiban itu dengan maksimal agar perusahaan merasa bangga.

Baca juga: Rahasia Ajarkan Keuangan ke Anak Bagi Single Parent

3. Cuma Memikirkan Uang

Tak perlu munafik mengakui bahwa setiap orang yang bekerja tentu ingin memiliki banyak uang dan tabungan. Karena itu ada banyak orang yang memilih money oriented saat hendak melamar kerja, termasuk first jobber. Hanya saja sebagai pemula Anda harus sadar bahwa semakin besar gajinya, beban dan tanggung jawabnya yang dibebankan bakal makin besar.

Hampir tidak mungkin ada perusahaan yang rela memberi gaji first jobber sebesar Rp10 juta, tapi pekerjaannya keterlaluan mudahnya. Karena bagaimanapun juga dunia kerja, akan melihat kemampuan pekerja supaya membayarnya sesuai kualitas. Untuk itulah jika Anda mendamba gaji besar, Anda juga harus sadar jika bebannya makin berat.

Nah, karena masih menjadi first jobber, ada baiknya menerima pekerjaan apapun terlebih dulu agar pengalaman dan skill diri bertambah. Nanti jika kualitas SDM (Sumber Daya Manusia) diri lebih baik, Anda berhak untuk mencari pekerjaan bergaji besar, sesuai dengan kemampuan. Terlalu money oriented di awal padahal kemampuan minim, Anda hanya akan diperlakukan dunia kerja.

4. Tidak Percaya Diri

Berada di lingkungan kerja yang benar-benar baru dan sangat berbeda dengan suasana kampus atau sekolah, tentu rasa rendah diri bakal sangat berkecamuk. Jika Anda membiarkan diri dikuasai rasa minder, sudah pasti ini akan mempengaruhi performa kerja dan akhirnya berdampak ke perusahaan lantaran Anda tak bisa berkomunikasi dengan rekan lain secara tepat.

Untuk mengatasi bahkan menghindari kesalahan ini, ada baiknya Anda untuk membaur. Jangan malu menyapa terlebih dulu dan berbicara secara wajar. Yakin kalau pekerjaan yang Anda lakukan dengan sungguh-sungguh dan sesuai aturan sudah tepat, itu akan turut membantu membangun rasa percaya diri yang sangat dibutuhkan first jobber.

7 Rahasia Keuangan First Jobber Supaya Hidup Nyaman

via QM Financial

Setelah mengetahui kesalahan-kesalahan yang kerap dilakukan first jobber dan akhirnya malah membuat pekerjaan serta finansial mereka terganggu, sekarang adalah waktunya untuk tahu apa saja sih tips mengatur keuangan first jobber secara tepat. Sehingga sekalipun penghasilan minimalis, Anda tetap bisa menambung dan bersenang-senang secara tepat.

1. Bedakan Kebutuhan dan Keinginan

Bisa dibilang ini merupakan tips pertama dan paling mendasar saat hendak mengatur keuangan first jobber. Usia yang relatif muda dan pekerjaan pertama, keinginan untuk foya-foya jelas sulit dibendung. Meskipun memang terdengar mudah, faktanya kalau memang Anda ingin penghasilan yang pas-pasan cukup memenuhi kebutuhan adalah sedini mungkin tahu apa beda keinginan dan kebutuhan.

Kebutuhan contohnya adalah makan sehari-hari, sementara keinginan adalah menyantap makanan di cafe hits yang menjual santapan mewah dengan harga Rp400 ribu per porsi. Memang, santapan itu bisa membuat perut kenyang, tapi kenapa Anda tidak membeli nasi goreng pinggiran seharga Rp10 ribu per porsi yang juga sama-sama bisa bikin kenyang?

Keinginan kadang identik dengan produk yang masih tidak terlalu dibutuhkan, tapi cuma sekadar ingin saja. Hobi belanja online sedikit banyak dipengaruhi oleh nafsu keinginan ini, padahal sebetulnya produk yang dibeli tengah tidak dibutuhkan. Supaya finansial tidak bermasalah, first jobber wajib mempertimbangkan apakah barang yang hendak dibeli memang sangat dibutuhkan atau cuma sekadar diinginkan saja.

2. Siapkan Dana Darurat

Inilah hal penting dalam finansial seseorang yang wajib dimiliki, termasuk oleh seorang first jobber sekalipun. Dana darurat (emergency fund) ini sangat dibutuhkand alam kondisi genting seperti mendadak tidak bisa bekerja sampai dipecat dari perusahaan. Biasanya jumlah dana darurat ini adalah 3x gaji untuk lajang, 6x gaji untuk yang sudah menikah dan 12x gaji untuk yang berkeluarga.

Jika penghasilan Anda Rp2 juta per bulan, setidaknya wajib punya dana darurat Rp6 juta di rekening. Bagaimana cara mengumpulkan dana darurat? Sisihkan penghasilan bulanan dan bonus, sampai akhirnya mencapai nominal yang diinginkan. Pisahkan dana darurat di rekening khusus dan pastikan hanya dipakai dalam kondisi urgent.

3. Catat Tagihan Rutin

Tips keuangan first jobber berikutnya yang bisa Anda lakukan adalah selalu rutin mencatat tagihan bulanan. Sebagai pengeluaran rutin, Anda harus tahu jika tagihan ini jadi kewajiban yang mau tak mau dibayar sampai akhirnya selesai perjanjian. Misalnya, tagihan kos bulanan atau kontrak rumah tahunan, jika Anda memang bekerja di luar kota.

Tagihan rutin lainnya juga bisa berupa biaya langganan WiFi bulanan hingga mungkin cicilan kendaraan bermotor, jika memang Anda akhirnya memberanikan diri memiliki kendaraan pribadi setelah dapat kerja. Lantaran merupakan tagihan, Anda harus memisahkannya secara langsung, segera setelah gaji dibayarkan oleh perusahaan. Jika perlu, bayar tagihannya dan jangan sampai melebihi tempo dan didenda.

Baca juga: Manfaat dan Tips Menabung Uang Receh Bikin Saldo Membengkak

4. Hindari Hutang

Yang tak kalah penting dalam pembahasan keuangan first jobber adalah sebisa mungkin hindari yang namanya hutang. Anda harus tahu jika penghasilan pas-pasan dibebankan tagihan lagi, akan membuat finansial diri terganggu. Untuk itu jangan sok-sokan ingin punya gawai mahal lewat cara dicicil yang malah memberikan beban tambahan tiap bulan.

5. Selalu Evaluasi

Terdengar sederhana, faktanya tips keuangan first jobber yang satu ini kerap dilupakan dengan alasan malas. Padahal dengan selalu melakukan evaluasi finansial bulanan, Anda akan tahu seberapa besar pengeluaran dan penghasilan yang dimiliki. Dengan begitu Anda bisa tahu kalau ada pengeluaran-pengeluaran tidak penting yang tak perlu diulangi di bulan depan.

Evaluasi yang selalu dilakukan ini adalah bukti kalau Anda cukup dewasa dalam hal finansial. Karena bagaimanapun juga kendati Anda masih sangat muda dan baru pertama kali bekerja, first jobber harus mulai bijaksana dalam mengelola keuangan. Salah satunya dengan rajin melakukan koreksi diri.

6. Investasi Meskipun Kecil

Aah, masih first jobber dan gaji pas-pasan, tak perlulah berpikir panjang soal investasi. Salah besar! Investasi justru harus dimulai sedini mungkin meskipun baru pertama bekerja. Biasanya investasi ini mengambil porsi maksimal 20% dari penghasilan. Jadi kalau gaji Anda Rp2 juta, maka dana investasinya adalah Rp400 ribu yang bisa Anda alihkan ke deposito, reksadana bahkan P2P Lending.

7. Cari Penghasilan Tambahan

Nah, jika tips-tips keuangan first jobber sebelumnya dianggap tidak memberikan pengaruh dan Anda masih serba kekurangan, maka langkah terakhir yang bisa dilakukan adalah mencari penghasilan tambahan lain. Sebagai penghasilan tambahan, Anda tentu harus siap dengan beban kerja yang lebih berat daripada punya satu pekerjaan saja.

Ada banyak sekali peluang penghasilan tambahan yang bisa Anda peroleh sekalipun saat ini punya pekerjaan tetap. Mulai dari menjadi dropshipper atau reseller online shop, memanfaatkan program afiliasi lewat media sosial, hingga menekuni hobi baik jadi desainer, fotografer hingga penulis lepas yang mampu menambah pundi-pundi keuangan dan dilakukan di sela-sela pekerjaan utama.

Baca juga: Kerja dan Ngekos di Kota Lain? Ini Lho Trik Siapkan Dana Darurat

Bagaimana? Tidak terlalu sulit dalam mengatur keuangan first jobber bukan? Asalkan Anda cukup konsisten dalam melakukan tips-tips di atas sekaligus menghindari beberapa kesalahan fatal yang bisa terjadi, Anda tentu akan mampu mencapai kemerdekaan finansial seklipun masih baru pertama kali bekerja dengan penghasilan pas-pasan.

Bagikan ;

Tinggalkan komentar