Ingin Punya Anak di 2022? Ini Tips Atur Keuangan Calon Orangtua

Tahun 2021 tinggal menyisakan dua pekan lagi, tentu berbagai harapan banyak tinggi disematkan di tahun 2022 mendatang. Meskipun memang pandemi Covid-19 tampak menjadi sesuatu yang belum bakal usai dalam waktu singkat, Anda tentu tak perlu menatap tahun depan dengan pesimis. Apalagi jika Anda termasuk pasutri alias pasangan suami istri baru, ada baiknya mulai mempertimbangkan diri belajar bagaimana sih cara mengatur keuangan calon orangtua.

Tunggu, kenapa harus belajar cara mengatur keuangan calon orangtua?

Karena memang biasanya setiap mempelai yang baru saja memulai biduk rumah tangga, keinginan untuk memperoleh momongan adalah sesuatu yang sangat kuat. Apalagi di jelang akhir tahun seperti ini, ada banyak harapan tinggi untuk bisa segera memiliki buah hati. Namun yang harus Anda ingat adalah perkara memiliki buah hati bukanlah cuma demi kebahagiaan saja. Anda harus benar-benar bisa menjamin sang anak tercinta tidak hidup serba kekurangan.

Baca juga: 10 Kiat Menghemat Pengeluaran Bulanan dalam Keluarga

Apalagi kalau Anda termasuk generasi milenial atau Z yang sudah berumah tangga, memiliki keluarga yang finansialnya lebih sejahtera daripada generasi terdahulu adalah impian. Dan salah satu cara untuk bisa membangun keluarga yang keuangannya sejahtera adalah lewat belajar betul bagaimana sih cara mengatur keuangan calon orangtua, sehingga ketika buah hati sudah hadir di tahun 2022 nanti, Anda dan pasangan jauh lebih tenang.

Kenapa Harus Belajar Cara Atur Keuangan Calon Orangtua?

Yang namanya pernikahan, tentu sesuatu yang begitu didambakan oleh sepasang kekasih. Sangat bahagia ketika Anda di tahun 2021 masih hidup sendiri-sendiri bersama keluarga, maka di tahun 2022 mendatang bisa hidup satu atap dengan pasangan yang dicintai dalam sebuah hubungan resmi. Harapan agar biduk rumah tangga yang dijalani bisa baik-baik saja sampai selama-lamanya jelas jadi impian setiap pasutri muda.

Apalagi ketika buah hati sudah hadir, keharmonisan rumah tangga jelas makin terasa. Namun pernikahan bukanlah perkara romantisme saja. Ada banyak hal yang harus diperhatikan termasuk urusan keuangan. Untuk itulah penting bagi Anda tahu bagaimana sih cara mengatur keuangan calon orangtua yang paling efektif, termasuk kenapa hal tersebut harus dilakukan. Penasaran? Beberapa alasan berikut ini bisa Anda pertimbangkan:

  • Sebagai manusia yang baru lahir ke Bumi, kebutuhan bayi sangatlah besar. Mulai dari susu formula, peralatan mandi bayi, alat-alat makan buah hati sampai dengan urusan pampers yang wajib disiapkan. Di mana harga-harga untuk kebutuhan bayi itu tidak terlalu terjangkau, apalagi kalau Anda mengincar produk branded sehingga calon orangtua wajib mengatur keuangannya
  • Biaya pendidikan semakin mahal dari tahun ke tahun. Sehingga dengan melakukan persiapan sejauh mungkin seperti saat buah hati sedang bayi atau balita, membuat Anda dan pasangan tidak terlalu pusing kelak buah hati sudah sekolah
  • Tidak ada yang tahu usia seseorang, pun dengan orangtua. Masih ingat tragedi kematian selebritis Vanessa Angel dan suaminya yang tewas seketika karena kecelakaan? Tragedi itu membuat putra semata wayang mereka, Gala Sky, terpaksa hidup sendiri. Beruntung Vanessa dan mendiang suami sudah memiliki asuransi sehingga dapat menjadi biaya gidup Gala yang membuktikan pentingnya mengatur keuangan termasuk produk asuransi bagi calon anak
  • Bayi termasuk jenis manusia yang cukup rentan dengan penyakit. Untuk memberikan perlindungan dan pengobatan terbaik, orangtua haruslah menyediakan biaya pengobatannya secara maksimal lewat cara pengaturan keuangan terlebih dulu dengan tepat

Bagaimana? Cukup memberikan alasan kuat kenapa Anda sebagai pasutri muda harus mulai belajar cara mengatur keuangan calon orangtua, bukan? Nah jika sudah cukup paham, maka hal berikutnya adalah mengenai tips-tips dalam melakukan pengaturan finansial itu sendiri.

Baca juga: Ketahui 9 Istilah Dunia Finansial untuk Mengurangi Risiko Investasi

Sederet Tips Cara Mengatur Keuangan Calon Orangtua

Kehadiran anak dalam sebuah pernikahan akan menambah kekuatan cinta semakin besar. Ada yang bilang, banyak anak, banyak rezeki. Diaminkan saja. Toh memang faktanya, pasti ada saja rezeki yang datang ketika Anda dan pasangan punya anak. Namun jangan hanya mengandalkan pernyataan tersebut.

Ketika memutuskan untuk punya anak, Anda dan pasangan harus mempersiapkan keuangan dengan baik. Mulai dari sandang, pangan, dan papan, sampai biaya pendidikan hingga jenjang kuliah nantinya. Jika tidak dipersiapkan sejak awal pernikahan, maka Anda yang bakal kelimpungan sendiri untuk memenuhi kebutuhan hidup dan masa depan anak. Itu baru punya anak satu. Bagaimana kalau dua, tiga, atau lebih?

Berikut beberapa tips atur keuangan calon orangtua yang bisa Anda coba terapkan dalam biduk rumah tangga:

1. Hutang Wajib Lunas

Begitu ingin memiliki momongan, misalnya tahun depan, hal pertama yang harus Anda lakukan adalah melongok kembali kesehatan keuangan Anda. Jika masih ada utang, segera lunasi. Utang hanya akan menjadi beban keuangan Anda. Oleh karenanya, bayar utang agar terbebas dari kewajiban.

Apabila Anda memiliki lebih dari satu utang, prioritaskan gaji atau penghasilan untuk membayar utang dengan bunga terbesar, seperti kartu kredit, pinjaman online. Baru setelah itu, fokus pada utang bunga kecil.

Pastikan dalam melunasi utang, Anda tetap mempertahankan arus kas keuangan. Jangan sampai membayar utang lama menggunakan utang baru.

Kalau gaji atau penghasilan Anda tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup dan membayar utang, maka carilah pekerjaan tambahan atau sampingan guna melunasi kewajiban Anda. 

2. Harus Punya Dana Darurat

Bila rasio utang Anda sudah mengecil (ambang batas tidak lebih 30% dari penghasilan), maka mulai mempersiapkan dana darurat. Alokasikan 10% dari gaji atau penghasilan Anda untuk pos dana darurat. Idealnya dana darurat buat Anda yang mau punya anak.

Untuk keluarga punya anak, dana darurat minimal 12 kali dari pengeluaran bulanan. Jadi, kalau pengeluaran Anda sebesar Rp 3 juta per bulan, maka idealnya dana darurat yang terkumpul sebesar Rp 36 juta.

3. Siapkan Dana Persalinan

Saat Anda atau pasangan dinyatakan positif hamil, pasti bersuka cita menyambut calon anak. Tetapi ingat, Anda dan pasangan perlu mengumpulkan dana yang tidak sedikit untuk persiapan kelahiran. Mulai dari biaya cek kehamilan rutin ke bidan atau dokter kandungan, beli vitamin, makanan bergizi, belanja pakaian khusus ibu hamil dan bayi, USG, sampai untuk biaya persalinan.

Semua itu butuh biaya besar. Bahkan bisa habis puluhan juta rupiah. Bila tidak pintar-pintar mengatur keuangan, Anda dan pasangan bakal pusing tujuh keliling.Misalnya untuk biaya melahirkan. Anda dan pasangan jangan hanya mengandalkan BPJS Kesehatan maupun asuransi kesehatan saja. Harus juga punya tabungan untuk berjaga-jaga.

Bisa menabung uang nominal kecil, dari mulai Rp 5 ribu sampai Rp 20 ribu per hari. Andai Anda dan pasangan disiplin menabung @ Rp 20 ribu per hari = Rp 40 ribu saat kehamilan menginjak 2 bulan. Berarti masih ada waktu 7 bulan untuk mengumpulkan biaya melahirkan. Begitu genap 9 bulan, tabungan sudah terkumpul Rp 8,4 juta. Uang tabungan itu sudah cukup untuk biaya lahiran secara normal. Kalau sesar, Anda tinggal menambahkan kekurangannya, sehingga tidak terlalu memberatkan keuangan.

4. Ada Anggaran Pasca Persalinan

Kalau sudah melahirkan, kebutuhan biaya akan tambah besar. Baru punya anak, pengeluaran akan diprioritaskan untuk biaya imunisasi anak, berobat ke dokter jika anak sakit, biaya syukuran kelahiran, biaya popok dan susu.

Setelah melahirkan pun, uang yang harus disiapkan banyak. Jumlahnya bisa mencapai puluhan juta rupiah. Belum lagi biaya pendidikan anak yang juga harus mulai dipikirkan orangtua.

Baca juga: 10 Situs Tempat Pinjaman Online Terpercaya di Indonesia Tahun 2022

5. Jujur Soal Finansial

Sudahkah Anda meluangkan waktu untuk mendiskusikan soal ini? Memang sebaiknya hal ini sudah didiskusikan sebelum menikah. Jika Anda belum sempat mendiskusikannya, segera diskusikan tentang apa pun yang ada sangkut pautnya dengan keuangan. Diskusikan dengan terbuka tentang uang yang Anda miliki kepada pasangan. Dari mana mendapatkannya dan ke mana nantinya uang tersebut dibelanjakan. Begitu pun sebaliknya, pasangan Anda juga mesti terbuka dengan keuangannya. Dengan demikian, Anda dan pasangan bisa mengaturnya sedemikian rupa.

6. Ketahui Tujuan Keuangan Pasangan

Setelah Anda saling memahami dan mengerti tentang kepemilikan uang masing-masing, segeralah diskusikan yang ingin kalian miliki nanti. Mungkin saja Anda ingin merintis dan mengembangkan usaha. Namun, pasangan Anda tidak menyetujui dan menginginkan uang tersebut digunakan untuk hal yang lain.

Di sinilah Anda dan pasangan menjelaskan keinginan dan alasan kenapa keinginan tersebut perlu direalisasikan. Pengertian satu sama lain berperan dalam hal ini agar tidak ada masalah ke depannya nanti. Rencanakan tujuan-tujuan jangka pendek dan jangka panjang yang Anda dan pasangan ingin wujudkan.

7. Pertimbangan Rekening Khusus

Rekening bank pada zaman modern sekarang ini punya peran tak terpisahkan dalam pengelolaan keuangan. Diskusikan bagaimana Anda dan pasangan mengatur hal ini. Apakah ada rencana untuk membuka rekening bersama atau membuka rekening sendiri-sendiri. Sejauh mana keterbukaan dalam mengelola uang di dalam rekening tersebut.

Ide untuk membuat rekening bersama adalah hal yang patut untuk dicoba. Karena selain dapat memberikan kesan khusus untuk mengatur biaya setelah pernikahan, hal tersebut juga dapat dijadikan alasan untuk menabung. Kalau Anda dan pasangan sudah sepakat membuka rekening bersama (joint account) sebagai rekening khusus tabungan, selanjutnya diskusikan apakah masih perlu membuka atas nama sendiri-sendiri. Sebab pastinya Anda juga tidak mungkin memenuhi kebutuhan dengan hanya memiliki satu rekening bersama tersebut.

8. Atur Belanja Bulanan

Mengenai anggaran belanja, Anda harus jeli dan pandai-pandai dalam memanfaatkan uang. Utamakan kebutuhan pokok terlebih dahulu dan jangan terlalu boros dalam melakukan pembelanjaan. Bahkan, sebaiknya untuk saat ini yang perlu menjadi fokus Anda adalah berhemat dan menabung.

Baca juga: Cara Jadi Kaya dengan Berhutang Produktif Untuk Pemula

Kesimpulan

Dari ulasan di atas, bisa disimpulka bahwa lagi-lagi membangun biduk rumah tangga haruslah memiliki pertimbangan jangka panjang. Apalagi fakta bahwa banyaknya biaya hidup yang melambung terutama di tahun 2022 mendatang, membuat setiap pasangan suami istri harus memiliki trik tersendiri supaya finansial rumah tangga tidak limbung. Terutama bagi mereka yang hendak dikaruniai buah hati di masa mendatang.

Dengan menerapkan sejumlah tips keuangan calon orangtua di atas, Anda dan pasangan tentu bisa menyambut hadirnya buah hati di tahun yang baru nanti dengan lebih tenang. Mulai dari biaya persalinan, perawatannya di usia bayi, balita, anak-anak, remaja hingga jelang dewasa, dapat dipertimbangkan jauh-jauh hari. Dengan begitu keluarga Anda bisa menikmati hidup jauh lebih sejahtera, tenang dan tentunya bahagia sampai maut memisahkan.

Tinggalkan komentar