Hai Gen Z, Hindari 8 Kesalahan Saat Wawancara Kerja Ini Ya!

Bagi beberapa fresh graduate, wawancara bisa jadi aktifitas yang sangat menegangkan. Pastikan Anda hindari 7 kesalahan saat wawancara untuk mengurangi ketegangan.

Beberapa kesalahan awal yang paling sering dilakukan oleh kandidat pekerjaan adalah tidak menindaklanjuti panggilan wawancara.

Kemudian juga terlalu banyak menjawab “iya” untuk wawancara di hari yang sama dan datang terlambat saat wawancara.

Namun seorang manajer HRD juga bisa membuat kesalahan dalam situasi wawancara.

Seperti membiarkan media sosial memengaruhi keputusan mereka, berbicara terlalu banyak selama wawancara, atau tidak menyatakan tujuan mereka.

Jika Anda melakukan kesalahan wawancara, hal terbaik yang dapat Anda lakukan adalah mengakuinya dengan cepat dan memperbaikinya.

Artikel ini ditujukan untuk para pencari kerja yang mempersiapkan proses wawancara dan pewawancara yang ingin membuat kesan terbaik bagi kandidat.

Wawancara bisa menjadi pengalaman yang menimbulkan kecemasan bagi para pencari kerja. Lebih sering daripada tidak, kecemasan ini dapat menyebabkan seorang peserta wawancara membuat kesalahan yang dapat dihindari sebelum, selama dan setelah wawancara.

Bukan berarti pewawancara juga sempurna. Mereka dapat jatuh ke dalam perangkap umum yang mengarah pada keputusan perekrutan yang buruk.

Baca terus artikel ini untuk mempersiapkan diri Anda sebaik mungkin untuk menghindari kesalahan saat wawancara.

Sebelum Wawancara

Sebelum Anda datang ke wawancara Anda, bersiaplah untuk menjawab pertanyaan tentang latar belakang profesional Anda dan juga keterampilan yang Anda miliki.

Kesalahan Saat Wawancara

Persiapkan jawaban tentang mengapa Anda yakin akan cocok untuk posisi dan perusahaan.

Pastikan Anda mengetahui fakta dasar tentang bisnis, ruang lingkup peran potensial Anda dan jika mungkin tentang orang yang akan mewawancarai Anda.

Daftar Periksa Pra-Wawancara

Ikuti daftar periksa pra-wawancara ini untuk menghindari terjadinya kesalahan saat wawancara.

1. Cari Informasi Perusahaan

Mengungkapkan pengetahuan Anda tentang perusahaan akan memberi kesan kuat bahwa Anda telah meluangkan waktu untuk mempelajari perusahaan.

Mempelajari seluk beluk posisi yang Anda lamar juga akan membuat Anda siap untuk menjawab pertanyaan.

2. Buat Pertanyaan Anda Sendiri

Saat Anda sedang mencari info dasar tentang perusahaan, lakukan sembari menyusun daftar pertanyaan yang mungkin akan muncul saat wawancara.

Kemudian cari jawabannya pada halaman resmi perusahaan, atau laman berita online. Cara ini cukup ampuh untuk menghindari kesalahan saat wawancara dalam menjawab tentang profil perusahaan.

3. Berlatihlah Menjawab Beberapa Pertanyaan Wawancara Dasar

Anda tidak perlu menghafal naskah, tetapi mengakui kelemahan dan kekuatan Anda akan membantu Anda menjawab jenis pertanyaan umum ini dengan jelas selama wawancara.

4. Koreksi Dan Cetak Resume Dan Surat Lamaran Anda

Dokumen-dokumen ini kemungkinan akan menjadi dasar wawancara Anda, jadi Anda harus memastikan bahwa Anda mengingat semua yang ada di dalamnya.

Anda juga harus mencetak salinan tambahan sehingga Anda dapat memberikannya kepada pewawancara jika mereka tidak dapat mencetaknya sebelumnya.

5. Rencanakan Rute Anda

Datang terlambat ke wawancara dapat membuat kesan pertama yang negatif, jadi Anda harus merencanakan rute Anda sebelumnya.

Ini berarti merencanakan lalu lintas jika Anda mengemudi, atau melihat jadwal transit dan menyusun rute yang memungkinkan Anda tiba lebih awal.

Jika wawancara awal Anda online, uji tautan, kamera, dan audio di perangkat Anda sebelum rapat.

6. Pilih Pakaian Anda Dan Hilangkan Kerutan

Bahkan jika Anda tidak perlu berpakaian formal untuk wawancara, Anda harus menyetrika pakaian apa pun yang akan Anda kenakan.

Memilih barang-barang yang bersih dan bebas kerutan sebelumnya dapat memberi kesan pertama yang baik kepada orang lain tentang Anda.

Kesalahan Saat Wawancara
hai gen z, hindari 8 kesalahan saat wawancara kerja ini ya! 5

Hindari 8 Kesalahan Saat Wawancara

Ini dia pembahasan inti yang sedang Anda tunggu. Kesalahan saat wawancara yang kerap terjadi pada dan harus Anda antisipasi agar tidak terjadi pada Anda.

1. Kebersihan Dan Penampilan Pribadi Yang Buruk

Tidak perlu dikatakan lagi bahwa Anda harus selalu memiliki kebersihan yang baik di lingkungan profesional.

Tidak ada karyawan yang ingin bekerja di dekat rekan kerja yang bau, dan perekrut merasakan hal yang sama.

Penampilan dan aroma adalah suatu hal yang harus Anda perhatikan sebagai kesan pertama saat memasuki ruangan.

Jangan sampai merusak mood pewawancara dengan make up yang berlebihan, baju yang tidak tepat, atau keringat yang menimbulkan aroma tak sedap. Ini kesalahan saat wawancara yang fatal!

Pastikan Anda bersih, berpenampilan rapi, dan berpakaian sesuai dengan posisi yang Anda lamar. Jika Anda tidak yakin, lebih baik tampilkan sisi profesional daripada pakaian kasual.

2. Kedatangan Terlambat

Terlambat ke wawancara kerja bukan hanya perilaku yang buruk, ini memberi tahu perekrut bahwa Anda tidak peduli dengan pekerjaan itu.

And mungkin memiliki hal-hal yang lebih penting untuk dilakukan atau hanya tidak cukup bertanggung jawab untuk datang tepat waktu.

Kesalahan ini dapat membuat Anda kehilangan pekerjaan. Karena 46% dari perekrut yang disurvei mengindikasikan bahwa mereka akan menghapus kandidat dari pertimbangan lebih lanjut jika mereka datang terlambat.

Agar aman, rencanakan untuk datang ke wawancara Anda setidaknya 10-15 menit lebih awal.

Ini memberi Anda waktu ekstra untuk memastikan Anda berada di tempat yang tepat atau mendapatkan kartu pengunjung.

Jika Anda memiliki beberapa menit untuk menunggu, Anda dapat duduk di lobi dan meninjau catatan Anda atau melakukan pemeriksaan pakaian terakhir di kamar mandi.

Bahkan jika Anda terbiasa dengan orang-orang yang datang sedikit terlambat di tempat kerja Anda yang dulu. Namun keterlambatan untuk wawancara sangat tidak sopan, jadi hindarilah kesalahan saat wawancara yang satu ini dengan cara apapun.

3. Sikap Kasar Kepada Resepsionis

Sangat penting bahwa Anda bersikap baik kepada semua orang di kantor saat Anda masuk untuk wawancara.

Anda tidak pernah tahu siapa yang memiliki keputusan mengenai apakah Anda mendapatkan pekerjaan itu atau tidak.

Menurut laporan lembaga rekrutmen. 62% perekrut melaporkan bahwa jika calon karyawan bersikap kasar kepada staf perusahaan, mereka akan mengeluarkan kandidat dari pencalonan untuk pekerjaan itu.

Bersikap sopan, profesional, dan sopan kepada semua orang yang berinteraksi dengan Anda selama seluruh proses. Pastikan untuk berterima kasih kepada orang-orang atas waktu mereka saat Anda pergi.

Kesalahan Saat Wawancara

Bahkan jika Anda yakin akan mengisi posisi itu, Anda masih bisa merasa cemas secara tak terduga begitu Anda duduk untuk wawancara.

Kecemasan itu bisa membuat Anda melakukan kesalahan yang mungkin Anda sesali di kemudian hari.

Pahami beberapa kesalahan yang pernah terjadi sekarang ini untuk meminimalkan peluang Anda mengulanginya.

Inter | Folderbisnis.com

4. Kenyamanan Berlebih Dengan Pewawancara

Anda mungkin merasa cocok untuk bicara banyak dengan manajer perekrutan, tetapi yang terbaik adalah tetap profesional selama proses wawancara.

Bersikaplah sopan, tetapi jangan pernah menjadi terlalu akrab. Banyak orang menganggap kenyamanan sejak awal adalah upaya membangun hubungan baik, tetapi beberapa orang mengartikan ini seperti cara untuk menjilat.

Hal yang sama berlaku untuk media sosial. Meskipun ini adalah alat pemasaran dan jaringan yang hebat, tidak baik untuk bersosialisasi dengan si pewawancara selama proses tunggu pengumuman kelolosan.

Satu kesalahan adalah meminta untuk terhubung di LinkedIn dengan manajer perekrutan atau salah satu pewawancara segera setelah wawancara selesai.

Permintaan ini mungkin tampak terlalu lancang dan menjadi tidak nyaman bagi manajer perekrutan atau pewawancara.

Jangan mencoba berteman dengan pewawancara di Facebook atau mengikuti mereka di Instagram atau Twitter.

Jika itu akun resmi perusahaan maka tidak apa, namun tolong tetap hormati batasan pribadi pewawancara.

Bahkan jika Anda merasa mudah akrab dengan pewawancara Anda, mereka bukan teman Anda. Tetap profesional, bahkan jika Anda merasa benar-benar terhubung.

5. Bahasa Tubuh Yang Buruk 

Seorang pewawancara tidak hanya memperhatikan jawaban verbal Anda, tetapi mereka juga melihat bagaimana Anda menyampaikannya.

Apakah Anda menatap mata mereka? Apakah Anda gelisah, bermain dengan pena atau melipat tangan di dada? Semua isyarat nonverbal ini berperan dalam kesan yang Anda buat.

Kontak mata, jabat tangan, dan postur Anda semuanya dapat membantu atau menghalangi peluang Anda untuk mendapatkan pekerjaan.

Maka usahakan ada isyarat nonverbal positif yang dapat Anda kirimkan selama wawancara untuk membantu membuat orang lain memandang Anda dengan baik.

Secara umum, duduk tegak menunjukkan bahwa Anda memperhatikan, dan sedikit condong ke depan menunjukkan minat dan keterlibatan.

Senyum yang hangat dan tulus membuat semua orang merasa lebih nyaman. Anda juga harus memiliki jabat tangan yang kuat, tetapi tidak terlalu kuat sehingga akan menghancurkan tangan. Itu bukanlah cara untuk memenangkan hati.

Gerakan tangan selama percakapan masih merupakan hal yang wajar. Tetapi jangan gelisah, seperti menggoyangkan kaki, mengetuk jari, atau bermain dengan pensil.

Terakhir, pertahankan kontak mata. Menatap mungkin membuat pewawancara tidak nyaman, tetapi menatap mata pembicara, dengan sedikit jeda untuk mengalihkan pandangan, adalah sopan. Tujuannya adalah untuk terlibat dan interaktif.

Menatap mata seseorang ketika mereka berbicara kepada Anda dan saat Anda merespons menunjukkan rasa hormat terhadap orang tersebut dan bahwa Anda hadir pada saat itu.

Sering memalingkan muka atau melewati bahu seseorang saat berbicara dengan mereka berarti menunjukkan ketidaktertarikan.

Baca juga: 8 Tips Menulis Surat Lamaran Kerja Yang Menarik

6. Harapan Gaji Meningkat

Seorang manajer perekrutan mencatat bahwa banyak pewawancara yang mewawancarai kandidat dengan harapan mendapatkan gaji yang lebih tinggi dari gaji di kantor sebelumnya.

Terlalu sering seorang kandidat pernah diwawancarai untuk suatu pekerjaan, menjadi terlalu percaya diri dan kemudian secara dramatis meningkatkan ekspektasi kompensasi mereka.

Seorang pewawancara membuat penawaran lebih tinggi kepada seorang kandidat berdasarkan ekspektasi gaji awal yang mereka ajukan.

Sebagai seorang kandidat, Anda harus menghindari pertanyaan jebakan seperti ini. Karena kesalahan saat wawancara semacam ini membuat kandidat terlihat buruk.

7. Terlalu Percaya Diri

Keyakinan berlebihan hingga pada titik arogansi bisa sangat mengecewakan bagi pewawancara. Ini kesalahan saat wawancara yang jarang disadari beberapa kandidat profesional.

Ada sebuah cerita dari seorang tim HRD mengenai seorang kandidat.

“Sehari setelah wawancara, dia mencoba menghubungi saya melalui LinkedIn dengan pesan, “Terima kasih telah mewawancarai saya kemarin. Beri tahu saya kapan saya bisa memulai posisi itu.”

Namun apa yang terjadi, si pewawancara akhirnya memutuskan dia tidak akan mendapat pekerjaan itu.

Memang sangat penting untuk percaya diri dengan kemampuan Anda, tetapi ingat, bola ada di tangan pewawancara dan Anda harus tunduk pada mereka.

8. Kurangnya Transparansi

Bersikap terbuka dan jujur ​​adalah kunci selama proses wawancara. Ini menunjukkan bahwa Anda adalah seorang kandidat yang berharga dan punya integritas.

Jika pewawancara bertanya apakah Anda sedang melamar di tempat lain juga, jawablah dengan iya. Jelaskan juga bahwa itu merupakan bagian dari ikhtiar Anda untuk mendapat pekerjaan.

Bahkan ketika Anda sedang dalam posisi masih bekerja di tempat lain, jawablah dengan jujur. Karena jika Anda diterima di tempat baru, tentu Anda harus mengatur waktu yang tepat antara resign dan masuk ke kantor baru.

Kesimpulan

8 Kesalahan saat wawancara ini penting untuk Anda perhatikan, agar Anda tidak terjebak melakukan kesalahan saat wawancara.

Dengan mempersiapkan daftar periksa pra wawancara dan menghindari kesalahan saat wawancara, kami berharap Anda bisa meraih hasil wawancara yang maksimal. Apalagi kalau bukan diterima bekerja di tempat kerja yang Anda idamkan.

Jika Anda merasa tips mengenai 8 kesalahan saat wawancara ini bermanfaat, bisa Anda bagikan pada kolega yang juga sedang mempersiapkan diri untuk wawancara kerja pertama.

Khususnya bagi para fresh graduate, menghindari kesalahan saat wawancara yang pertama kali akan menunjukkan betapa Anda sudah mempersiapkan diri dengan baik.

Yuk Bagikan

Tinggalkan komentar