10 Kesalahan Pebisnis UMKM yang Wajib Dihindari

Pandemi Covid-19 memang menghantam seluruh sendi perekonomian, termasuk mereka yang terpaksa kehilangan pekerjaan di masa sulit. Tentu menjadi pengangguran adalah sesuatu yang menyedihkan. Berusaha bangkit, ada banyak mantan karyawan yang akhirnya menggeluti bisnis UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah). Agar usaha berjalan lancar, ada baiknya Anda menghindari beberapa kesalahan pebisnis UMKM.

Menggeluti bisnis UMKM memang jadi pilihan favorit banyak orang saat ini. Bisa dimulai dari modal kecil dan ada banyak produk yang bisa ditawarkan, perkembangan sistem belanja online termasuk salah satu yang membuat bisnis ini mencetak banyak cuan. Tak heran kalau akhirnya UMKM dianggap punya peran yang sangat penting dalam hal mendongkrak perekonomian Indonesia yang sempat lesu setahun terakhir.

Sekadar informasi, bisnis-bisnis UMKM kabarnya mampu bertahan ketika Indonesia digilas krisis ekonomi tahun 1998. Dan ketika pandemi Covid-19 ini menghantam hampir dua tahun lalu, UMKM juga tetap bertumbuh sejauh ini, membuktikan kalau mereka adalah para pelaku yang ‘tahan banting’. Tak heran kalau menurut data Kemenkop dan UKM, ada 64 juta pebisnis UMKM di Indonesia hingga 2021, seperti dilansir CNN Indonesia.

Namun meskipun disebut mampu bertahan dalam wabah corona, UMKM juga tidak selamanya menuai cerita indah. Ada banyak pelaku usaha kecil ini yang terpaksa gulung tikar karena melakukan beberapa kesalahan pebisnis UMKM. Untuk itulah bagi Anda yang menggeluti bisnis ini, ada baiknya menyimak ulasan berikut supaya usaha terhindar dari masalah.

Baca juga: Tips Memilih Influencer Sebelum Melakukan Endorse

10 Kesalahan Pebisnis UMKM yang Bikin Usaha Gulung Tikar

Sebagai bidang usaha yang dapat digeluti siapapun terlepas dari apa latar belakang pendidikan dan statusnya, pertumbuhan UMKM memang sangat pesat. Hanya saja masih banyak pelaku UMKM yang tidak sadar melakukan kesalahn dan berujung kebangkrutan. Seperti apa sih kesalahan pebisnis UMKM yang berpotensi merugikan itu? Beberapa hal berikut ini bisa Anda pelajari:

1. Ide Tanpa Rencana

© Liputan6

Kesalahan pebisnis UMKM yang pertama dan seringkali dialami adalah punya ide tapi tidak dieksekusi dengan tepat lewat rencana yang bijak. Ide sekalipun terdengar luar biasa tapi dibiarkan begitu saja jelas menjadi sebuah kerugian. Untuk itulah ada baiknya Anda memiliki buku yang khusus menyimpan ide-ide bisnis, lalu kemudian lakukan perencanaan yang tepat.

Bicara soal ide juga, jangan lupa sesuaikan dengan target pasar dan kemampuan bisnis. Misalkan saja Anda berjualan produk olahan sambel khas daerah, lalu Anda memiliki ide untuk berkolaborasi dengan idol K-Pop. Apakah itu masuk akal? Apakah sesuai dengan target pasar? Apakah sesuai dengan budget yang dimiliki? Jika memang tidak, jangan dipaksakan hanya gengsi semata karena nakal membebani cash flow bisnis.

2. Penyusunan Anggaran Kacau

Bisa dibilang ini adalah kesalahan pebisnis UMKM yang paling sering terjadi dan akhirnya membawa mereka pada kebangkrutan. Bahkan beberapa pelaku bisnis ada yang ogah mencatat pengeluaran dan pemasukan, dengan alasan bisnis masih skala kecil dan cuma dijalankan sendiri. Ini jelas kekeliruan yang fatal karena mau baru atau lama, kecil atau besar skala bisnis UMKM berjalan, anggaran yang teliti adalah kunci suksesnya.

Ada baiknya sejak awal memulai usaha, Anda memiliki anggaran yang detail mulai dari berapa besar modal usaha, biaya produksi, dana darurat sampai nanti laba usaha. Semua hal harus dicatat dan dikelola secara profesional. Sekecil apapun pengeluaran atau pemasukan yang didapat, segera catat. Lakukan evaluasi anggaran setiap bulan sehingga Anda tahu pengeluaran apa yang boros dan tidak dibutuhkan.

Jika perlu, pisahkan rekening khusus bisnis dan rekening pribadi, sehingga Anda dapat mengolahnya dengan tepat. Kuatkan diri untuk tetap disiplin dalam urusan anggaran ini, karena ini adalah kunci bagaimana bisnis bakal berjalan ke depannya. Sebesar apapun modal yang dimiliki, bisnis akan bangkrut di kemudian hari jika Anda menyusun anggarannya secara kacau.

Baca juga: Perbedaan E-Commerce dan Marketplace yang Belum Banyak Diketahui

3. Tak Ada Fokus dan Tujuan

© ruangenergi

Kunci kesuksesan bisnis adalah memiliki fokus dan tujuan. Coba lihat perusahaan-perusahaan raksasa seperti Go-Jek, Tokopedia hingga Traveloka, semua bisa menjelma menjadi decacorn lantaran sang pemilik selalu fokus dan memiliki tujuan besar. Tak peduli Anda mengawalinya dengan modal pas-pasan dan omzet rendah, jika selalu fokus membesarkan bisnis dan memiliki tujuan pasti, usaha akan berjalan lancar.

4. Dikerjakan Sendiri

Kesalahan pebisnis UMKM berikutnya yang seringkali dilakukan adalah selalu mengerjakannya seorang diri. Benar, bisnis UMKM memang dirintis dalam skala kecil dan biasanya dilakukan oleh seseorang pada awalnya. Namun jika Anda memelihara kebiasaan ini terlalu lama, bisnis justru tak bisa berkembang. Anda harus tahu kalau butuh tenaga-tenaga baru untuk urusan finansial, produksi, branding sampai marketing.

Dengan bertambahnya orang, itu menandakan kalau bisnis yang Anda kelola juga bertumbuh. Cobalah untuk percaya pada orang lain karena jika Anda masih ngotot melakukannya seorang diri, akan kewalahan saat orderan membludak. Orderan yang tidak dijalankan dengan tanggung jawab jelas membuat klien kecewa dan akhirnya enggan menggunakan bisnis Anda lagi.

Percayalah, dengan memilih orang-orang profesional yang memang punya kemampuan masing-masing dalam berbagai divisi bisnis, bukan tak mungkin kalau bisnis UMKM yang digeluti bakal bisa jadi perusahaan besar.

5. Belanja di Luar Perhitungan

© Warta Ekonomi

Selain anggaran yang kacau, kebiasaan berbelanja di luar perhitungan juga menjadi penyebab kenapa bisnis UMKM tidak berkembang, merugi dan akhirnya bangkrut. Kebiasan belanja seperti ini biasanya terjadi ketika seseorang membeli sesuatu tiba-tiba dan di luar perhitungan dalam jumlah besar. Mau tak mau anggaran pun akhirnya terbebani dan bikin kacau.

Baca juga: Ide Bisnis Kekinian Modal Rp 1 Juta, Apa Saja?

Misalkan saja dalam anggaran, Anda sudah menyisihkan Rp1 juta dari laba usaha untuk dana darurat. Namun mendadak ketika ke pusat perbelanjaan dan melihat beberapa produk promo, Anda tergiur dan melakukan pembelian barang yang sebetulnya sama sekali tak dibutuhkan dalam bisnis. Pengeluaran mendadak ini membuat cash flow bisnis langsung berantakan, dan jika menggunakan uang biaya produksi, bisnis terancam gagal.

6. Harapan Terlalu Tinggi

Setiap orang yang menggeluti bisnis memang boleh-boleh saja punya mimpi setinggi langit. Contohnya Anda berjualan minuman es tebu di depan rumah, sudah merambah online dan ditawarkan di beberapa marketplace lewat packaging yang menarik. Apakah boleh berharap kalau suatu hari nanti olahan tebu ini bakal populer dan mampu jadi waralaba sekelas ChatTime atau Starbucks?

Tidak masalah, Anda bebas memimpikannya!

Hanya Anda harus tahu, untuk bisa mencapai tujuan itu, bukanlah sesuatu yang mudah dan tidak dalam waktu singkat. Sebelum meraih goal besar jangka panjang tersebut, ada baiknya Anda memasang tujuan-tujuan kecil terlebih dulu seperti menargetkan produk dikenal dalam lingkup kota, provinsi dan akhirnya di tingkat nasional. Jika harapan terlalu tinggi tanpa dibarengi dengan usaha serta pengetahuan, semua bakal sia-sia.

Harapan yang terlalu tinggi dan berlebihan juga akan membuat seseorang kecewa luar biasa saat tidak berhasil memperolehnya. Supaya Anda tidak demikian, ada baiknya menetapkan target dan harapan yang masuk akal, sesuai dengan potensi bisnis saat ini. Baru ketika bisnis makin berkembang, Anda bisa mematok target lebih tinggi lagi.

7. Terlalu Banting Harga

© ICITACEE 2020

Banyak orang berpikir bahwa kebiasaan ‘banting harga’ alias menetapkan harga jual yang kelewat murah, adalah salah satu strategi penjualan bisnis yang ampuh. Padahal ini merupakan kesalahan pebisnis UMKM yang justru merugikan usahanya sendiri. Ketika Anda menetapkan harga jual yang kelewat murah, tentu harus melakukan kompromi pada beberapa hal mulai dari kualitas bahan baku yang dipakai sampai packaging.

Hal ini tentu berbahaya karena bisnis UMKM yang cuma dikemas apa adanya dan menggunakan bahan baku di bawah standar demi harga murah, justru akan membuat pembeli kecewa dan akhirnya bisnis yang Anda kelola malah gagal berkembang. Anda harus tahu bahwa tak semua pembeli tergila-gila dengan harga murah karena banyak di antara mereka yang mengutamakan kualitas meskipun harga jual lebih mahal.

8. Tidak Kenal dengan Bisnisnya

Kesalahan pebisnis UMKM berikutnya yang malah membuat usaha yang digeluti jadi gulung tikar adalah tidak memahami betul bisnis yang digeluti. Kondisi ini terjadi biasanya pada pebisnis-pebisnis muda yang cuma ingin memulai usaha lantaran viral dan ikut tren. Mereka mempekerjakan orang-orang baru untuk menjalankan bisnis dan tinggal menanti laba usaha datang, tanpa pernah mengecek ke lokasi bisnis.

Baca juga: Pengertian, Untung dan Rugi Bisnis Afiliasi, Tertarik?

Jika ini termasuk yang Anda lakukan, maka ini adalah sebuah kesalahan yang wajib dihentikan. Pebisnis yang tidak mengenali bisnisnya sudah pasti akan gagal dalam menjalankan usaha. Bagaimana mungkin Anda mau sukses sebagai penjual minuman es boba, jika tak tahu bagaimanakah proses membuat boba, hingga rasa es boba yang enak dan disukai orang lain.

Karena itulah ketika usaha yang digeluti masih dalam skala kecil, ada baiknya untuk benar-benar memberikan perhatian penuh. Jika perlu, Anda sebagai pemilik bisnis harus ikut berjualan, memilih bahan baku yang tepat, mendengarkan komentar pembeli sampai merasakan atau menggunakan sendiri produk yang dihasilkan.

9. Acuhkan Strategi Pemasaran

© Gojek Indonesia

Berbeda dengan pelaku bisnis besar, mayoritas pebisnis kecil cuma fokus pada biaya produksi dan memperoleh keuntungan sebanyak mungkin. Ini jelas merupakan kesalahan pebisnis UMKM yang harus segera dihentikan karena malah bisa membuat usaha jadi gagal. Dalam sebuah bisnis, pemasaran alias marketing memegang peran yang sangat vital sehingga harus dipikirkan dengan matang.

Tak perlu merasa rendah diri kalau bisnis yang digeluti ini masih skala kecil, karena bagaimanapun juga Anda butuh yang namanya pemasaran. Terlebih lagi bisnis UMKM yang memiliki banyak saingan, pemasaran harus dipilih dengan tepat sesuai dengan target pasar, lokasi usaha dan akhirnya produk yang ditawarkan. Dengan memahami hal-hal tersebut, bisnis tentu bisa bertahan dalam jangka panjang.

10. Hindari Teknologi

Dan inilah kesalahan pebisnis UMKM yang terakhir dan masih saja dilakukan oleh banyak orang, menghindari teknologi. Terutama para pelaku yang berasal dari generasi sebelum milenial atau gen Z, mereka cenderung tak percaya pada media sosial dan berbagai bentuk teknologi lain, padahal mampu meringankan beban produksi hingga pemasaran. Pebisnis UMKM yang menolak belajar teknologi justru akan membuat bisnisnya tergerus.

Anda harus tahu bahwa pandemi Covid-19 ini adalah momen di mana manusia menjadi benar-benar tergantung pada teknologi. Pembatasan kegiatan sosial membuat siapapun melakukan transaksi lewar perantara internet. Sehingga para penjual online baik di marketplace, media sosial atau platform transportasi online yang mampu bertahan dalam gerusan wabah corona.

Untuk itulah jika Anda ingin bisnis yang digeluti lancar dan mampu bertahan dalam kondisi apapun, jangan pernah enggan belajar teknologi. Jika Anda mampu mengurangi kesalahan pebisnis UMKM di atas, bukan tak mungkin kalau usaha yang awalnya dimulai kecil-kecilan mampu meningkat drastis dan akhirnya memiliki omzet yang berlipat. Intinya, tetap semangat dan jangan pernah berhenti belajar!

Bagikan ;

Tinggalkan komentar