Ingin Bebas Finansial? Kenali Jebakan Rat Race!

Jebakan rat race seringkali membuat banyak orang sulit merdeka secara finansial. Pernahkah Anda mendengar istilah rat race cycle?

Istilah ini sepertinya terdengar asing, namun seringkali orang melakukannya setiap hari. Mungkin juga Anda termasuk didalamnya.

Pergi bekerja pagi-pagi pulang sore selama weekday, awal bulan dapat gaji, membayar cicilan dan berbagai kebutuhan hidup, uang habis sehingga tidak bisa menabung kemudian berhutang lagi dan kembali ke awal (bekerja). Tiap hari, tiap bulan, bahkan tiap tahun terus saja begitu.

Merasa familiar dengan pola ini?

Siklus rat race yang akan kita bahas akan berkaitan dengan kemampuan kita dalam mengelola keuangan. Yuk langsung saja kita bahas!

Apa itu Rat Race Cycle

Apa Itu Rat Race Cycle | Folder Bisnis
ingin bebas finansial? kenali jebakan rat race! 4

Namanya rat race cycle, karena memang terinspirasi dari tikus atau hamster yang senang berlarian di dalam roda di kandangnya.

Coba perhatikan tikus atau hamster tersebut. Biasanya mereka terus berlari di dalam roda yang berputar seperti tanpa tujuan. Terus menerus melakukan hal yang sama, tanpa hasil dan target yang besar.

Seperti itulah gambarannya jika pengelolaan keuangan yang kita lakukan sudah terjebak rat race cycle. Kita hanya melakukan hal yang sama secara berulang-ulang tanpa peningkatan hasil atau sesuatu yang menguntungkan dan tentunya tidak beranjak kemana-mana.

Maka dari itu untuk menghindarinya, pertama-tama kita perlu menyadari dulu tanda-tandanya!

Ciri-ciri Jebakan Rat Race Cycle

Nah, apa saja tandanya kalau kita sedang berada dalam jebakan rat race?

1. Pengeluaran Lebih Besar Dari Pemasukan

Pengelolaan uang yang baik mengharuskan kita untuk memiliki cashflow yang sehat. Simplenya, cashflow yang sehat ini ditunjukan dengan pengeluaran yang lebih kecil dari pada pemasukan.

Hal ini berarti, karena pemasukan kita lebih besar maka kita memiliki kemampuan untuk menabung dan berinvestasi. Bagaimana dengan cashflow Anda saat ini? Apakah masih sehat?

Nah, jika cashflow keuangan Anda saat ini tidak bisa membuat kita sulit menabung atau berinvestasi, dan justru malah jadi rutin berhutang, maka berhati-hatilah!

Karena bisa jadi Anda sedang berada dalam jebakan rat race cycle.

2. Kehilangan Kontrol Diri Dalam Berbelanja

Jebakan rat race cycle juga biasanya tidak terlihat seperti sebuah jebakan karena tertutupi oleh tujuan orang bekerja pada umumnya. Seperti ingin mendapatkan uang supaya bahagia.

Tapi yang terjadi pada mereka yang kurang bisa mengontrol diri malah sebaliknya. Mereka akan terus mengeluarkan uang demi belanja dan tidak takut untuk berhutang. mengapa?

Mereka merasa tenang karena bulan depan bisa membayarnya dengan uang gaji dan membeli ‘kebahagiaan’ yang lainnya lagi. Bekerja bagi mereka hanyalah untuk mendapatkan kepuasan pribadi dan membayar cicilan.

Tentu saja bekerja dengan pola seperti akan seperti bom waktu. Karena pada dasarnya, bekerja adalah salah satu cara yang kita lakukan untuk menghadapi masa depan yang lebih baik.

Di sisi yang lain, bekerja dengan tujuan sesempit itu membuat kita sulit mendapatkan kepuasan kerja, yang ada hanyalah rasa jenuh saja. Lama-lama hal ini akan lebih mudah menurunkan produktifitas kita.

Baca juga, 6 Cara Kelola Keuangan dengan Personal Boundaries

3. Kondisi Keuangan Tidak Beranjak Kemana-mana

Sudah bertahun-tahun bekerja, tapi masih tidak punya aset apapun. Hati-hati, ini juga salah satu ciri jebakan rat race cycle!

Jebakan rat race secara singkat bisa di gambarkan sebagai siklus berikut ini :

  1. Kerja, kerja dan kerja
  2. Dapat gaji
  3. Bayar cicilan dan tagihan
  4. Memenuhi gaya hidup
  5. Tidak mampu menabung
  6. Berhutang
  7. Kembali ke nomor 1-6

Jika siklus ini dilakukan secara terus menerus kita tidak tidak akan bisa beranjak kemana-mana. Karena gaji yang didapatkan sebenarnya digunakan lebih untuk membayar hutang bulan sebelumnya. Alhasil, capek dan jenuh bekerja selama bertahun-tahun, tidak punya aset, tuanya mewariskan generasi sandwich.

Baca juga, 7 Tips Keuangan Untuk Generasi Sandwich

Tips Menghindari dan Memutus Jebakan Rat Race Cycle

Ingin Bebas Finansial Kenali Jebakan Rat Race
gambar : pixabay.com/ peggy_marco

Lalu apa solusinya jika kita sudah terlanjur masuk dalam jebakan rat race cycle?

Sebenarnya langkahnya tidak rumit. Namun bagi Anda yang sudah terbiasa dengan cash flow negatif, tentu membutuhkan waktu agar bisa membentuk kebiasaan baru dalam mengelola keuangan.

Mari kita bahas satu-persatu!

1. Mulai Merubah Mindset Tentang Uang

Untuk lepas dari rat race cycle, kita perlu memulainya dengan merubah mindset tentang uang yang belum tepat. Sebab dari pikiranlah perilaku kita berasal.

Coba luangkan waktu untuk menyadari sebenarnya apa yang Anda pikirkan tentang uang. Apa arti uang bagi Anda?

Apakah selama ini, secara sadar ataupun tidak sadar kita menganggap uang hanyalah alat tukar untuk kebutuhan saat ini dan gaya hidup saja? Atau mungkin Anda merasa tidak akan bisa kaya karena tidak punya privillage, jadi lebih baik nikmati uang gaji semaksimal mungkin?

Jika iya, ada baiknya jika Anda membuka diri untuk melihat berbagai sudut pandang lain tentang uang. Misalnya saja tentang kenyataan bahwa adanya kemungkinan kondisi darurat yang bisa kita alami dan membutuhkan dana sedikit, compounding effect (bunga-berbunga dalam aset), dll.

Ada juga yang menganggap kalau rezeki sudah di atur, pasti ada dan bisa datang dari aman saja. Jika stop dari sini saja, pemikiran ini tidak bermasalah.

Namun jika praktiknya justru menjadikan hal ini sebagai alasan untuk membiarkan kebiasaan mudah berhutang, maka inilah awal masalahnya.

Benar, bahwa semua makhluk ciptaan Tuhan sudah diberikan rezekinya masing-masing. Namun rezeki itu harus di cari dan di kelola dengan baik agar bisa membawa kita pada kondisi kehidupan yang lebih baik.

Coba baca artikel-artikel yang sudah daya tulis berikut ini, mungkin bisa memberikan inspirasi lain untuk Anda!

2. Prioritaskan Untuk Melunasi Hutang Konsumtif

Jika Anda sudah terlanjur masuk dalam jebakan rat race cycle, jalan keluar awalnya bukanlah investasi. Tapi hal yang penting untuk di segera dilakukan selanjutnya adalah dengan memprioritaskan pelunasan hutang konsumtif.

Hutang inilah yang membuat Anda sulit melepaskan diri dari jeratan rat race cycle yang sebenarnya menyiksa dan mengancam kesejahteraan masa depan kita.

Mulai sekarang, hentikan kebiasaan berhutang konsumtif. Jika tidak bisa langsung, mulailah kurangi sdikit demi sedikit sampai kebiasaan ini hilang.

Buatlah rencana pelunasan hutang konsumtif Anda. Jika ada lebih dari satu, dahulukan yang memiliki bunga besar dan jatuh tempo yang mendesak.

3. Buatlah Budgeting yang Realistis

Sambil berusaha melunasi hutang, mulailah belajar membuat budgeting yang realistis.

Sekilas, budgeting mungkin terlihat mudah tapi sebenarnya seringkali kita perlu waktu dan proses untuk mendapatkan pola budgeting yang pas dan bisa dilakukan dengan konsisten.

Jangan sampai, karena semangatnya ingin lepas dari jebakan rat race cycle, kita langsung pasang budgeting yang ekstrim. Hanya demi hemat!

Sebaiknya jangan lakukan itu jika tidak ingin keuangan justru jadi boncos dan membingungkan. Jika ingin menghemat, berhematlah dengan realistis dan susun anggaran bulanan dengan jelas dan realistis juga.

Sebagai pertimbangan, mungkin Anda bisa mencoba budgeting dengan membuat pos living 50%, saving 30% dan playing 20%. Atau bisa juga dengan pola living 75% dan saving 25% jika gaji masih UMR atau di bawah UMR.

4. Mulai Catat Pengeluaran Rutin

Pencatatan pengeluaran adalah langkah penting untuk memutus rantai jebakan rat race. Sebab sebelumnya, mungkin kita tidak tahu kemana uang kita mengalir?

Inilah yang membuat kita dengan leluasa belanja ini itu bahkan berhutang dengan mudah. Padahal bisa saja barang yang kita beli sebenarnya tidak terlalu penting dan berpotensi hanya menjadi barang mubazir.

Nah dengan adanya catatan keuangan ini, kita jadi bisa lebih menyadari kemana saja uang kita mengalir. Sehingga kita bisa mulai memperbaiki kebiasaan di tempat kekebocoran halus terjadi.

5. Lakukan Gaya Hidup Sehat dan Seimbang

Ada yang mengatakan bahwa menjadi kaya adalah soal kebiasaan. Sebab meski pada awalnya bergelimang harta, semuanya bisa hilang dengan waktu yang cepat jika kebiasaannya hanya foya-foya.

Sebaliknya, banyak orang yang awalnya biasa-biasa saja tapi memiliki soft skill pengelolaan uang yang baik, pada akhirnya bisa membangun dan mempertahankan kekayaannya.

Sebenarnya untuk menjadi kaya kita tidak perlu berhemat secara ekstrem. Gaya hidup yang sehat dan seimbang sebenarnya cukup sebagai modal awalnya. Karena ini pun sudah termasuk hemat.

Seimbang disini berarti, kita sadar diri dengan penghasilan sehingga melakukan pembelian yang wajar dan realistis sesuai penghasilan tanpa mengganggu alokasi menabung.

Jadi untuk memiliki gaya hidup yang sehat tidak selalu mahal. Sebenarnya bisa kok tetap hemat asal di sesuaikan dengan kantong.

6. Membuat Rencana Keuangan Jangka Pendek dan Jangka Panjang

Niatnya, ingin memutus rat race cycle dengan mulai berinvestasi, tapi ternyata investasi yang di lakukan malah membuat shock dan kapok!

Agar Anda tidak merasakan hal yang sama, sebelum mulai investasi buat dulu rencana keuangan jangka pendek dan jangka panjang. Setelah itu, pelajari instrumen investasi yang pas untuk setiap tujuan keuangan Anda.

Jangan asal, dan jangan FOMO. Sebab investasi berbeda dengan judi. Investasi selalu di dasari dengan data dan pertimbangan rasional sementara judi ya tentu saja hanya gambling.

7. Sisihkan Alokasi Menabung dan Investasi Setelah Terima Gaji

Langkah selanjutnya yang perlu di lakukan adalah menyisihkan alokasi menabung dan investasi sesaat setelah gajian. Jangan di tunda-tunda, langsung masukan ke instrumen investasi yang sudah di pertimbangkan sebelumnya.

Salah satu penyebab terjadi rat race cycle adalah karena mendahulukan cicilan dan gaya hidup, sebelum manabung dan investasi.

Jika Anda ingin benar-benar lepas, sekarang lakukanlah sebaliknya. Tenang saja, kebutuhan hidup tetap bisa terpenuhi dengan baik asalkan sebelumnya melakukan budgeting yang realistis dan bersedia melakukan perubahan gaya hidup.

8. Rencanakan Cara Meningkatkan Income

Berhemat menjadi salah satu cara yang baik dilakukan agar bisa menabung dan investasi lebih banyak. Namun cara lainnya yang harus sama-sama dilakukan adalah dengan meningkatkan income.

Kita tahu bahwa untuk bisa meningkatkan income mungkin membutuhkan proses dan waktu yang tidak sebentar. Oleh karena itu, mulai lah melakukan riset, rencanakan dan mulai bangun sistemnya dari sekarang.

Kesimpulan

Selain 9 tips diatas, komitmen untuk tidak mengulangi hal yang sama sangat di perlukan agar bisa lepas dari jebakan rat race cycle ini. Yuk mulai perbaiki mindset dan cashflow yang kurang sehat. Semoga artikel ini bermanfaat!

Yuk Bagikan

Tinggalkan komentar