Rahasia Karyawan Kontrak Sukses Ajukan KPR, Layak Dicoba!

Memiliki rumah alias tempat hunian pribadi adalah impian setiap orang, terutama jika Anda sudah berumah tangga. Entah dibeli secara tunai atau melalui skema KPR (Kredit Pemilikan Rumah), siapapun kini bisa beli rumah. Tunggu, apa benar siapapun? Apakah mungkin bagi karyawan kontrak sukses ajukan KPR? Tentu saja mungkin!

Memang seperti yang sudah diketahui, dalam kebanyakan pengajuan KPR, syarat paling utama adalah menjadi karyawan tetap di sebuah perusahaan.

Fakta ini akhirnya membuat banyak karyawan kontrak cukup ragu-ragu dalam mengajukan KPR, lantaran status pekerjaan mereka yang bukanlah sebagai karyawan tetap di sebuah perusahaan.

Lantas apakah ini artinya karyawan kontrak tak akan pernah bisa beli rumah sendiri?

Tenang saja, saat ini sudah ada beberapa bank yang memberikan kesempatan agar karyawan kontrak sukses ajukan KPR. Salah satunya adalah institusi perbankan milik pemerintah, BTN (PT Bank Tabungan Negara Tbk).

Dilansir Kompas, pada bulan April 2021 lalu, BTN kembali menjalin kemitraan dengan ABADI (Asosiasi Bisnis Alih Daya Indonesia) untuk penyaluran pembiayaan perumahan.

Sekadar informasi, ABADI sendiri merupakan perkumpulan yang beranggotakan perusahan-perusahaan yang bergerak di bidang karyawan kontrak alias outsourcing.

Sehingga lewat kemitraan BTN dan ABADI, ada sekitar satu juta karyawan kontrak di Indonesia yang berpeluang memiliki rumah secara kredit yang cukup murah, terjangkau dan mudah tentunya.

Baca Juga: Membeli Rumah Over Kredit KPR yang Sah dan Aman, Ini Langkahnya

Hal-Hal yang Ditawarkan KPR BTN Untuk Karyawan Kontrak

Kpr Btn Untuk Outsourcing
© shutterstock/robert kneschke

Kemitraan ini sendiri menurut Hirwandi Gafar selaku Direktur Consumer & Commercial Lending BTN, adalah upaya BTN dalam melakukan inovasi agar lebih banyak lagi masyarakat Indonesia memiliki hunian pribadi, termasuk kelompok MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah). Terutama di kala pandemi Covid-19 saat ini, rumah adalah perlindungan terbaik.

Nantinya para karyawan kontrak atau pekerja outsourcing yang tergabung di ABADI bisa mengakses KPR Subsidi Bank BTN seperti KPR FLPP (Fasilitas Pembiayaan Perumahan) BTN dan KPR BP2BT (Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan).

Hingga akhir Maret 2021, BTN mencatat pertumbuhan KPR Subsidi sekitar 9,04% yoy atau naik dari Rp112,77 triliun di tahun 2020 jadi Rp122,96 triliun.

Dari penjelasan pihak BTN, KPR FLPP memberikan fasilitas uang muka alias DP sebesar 1% dan subsidi bantuan DP senilai Rp4 juta, jangka waktu kredit (tenor) hingga 20 tahun dan suku bunga mulai 5%. Sedangkan untuk produk KPR BP2BT, karyawan kontrak bisa mendapat bantuan DP hingga Rp40 juta dengan suku bunga mulai 10%.

Agar bisa memperoleh akses pada produk KPR Subsidi, BTN menetapkan syarat si karyawan kontrak haruslah punya penghasilan maksimal Rp8 juta.

Sedangkan untuk harga rumahnya sendiri, maksimal mencapai Rp168 juta. Sehingga dengan skema demikian, tenaga alih daya akan dibebankan cicilan mulai Rp1 juta – Rp1,5 juta per bulan.

Cara Mengajukan KPR Untuk Karyawan Kontrak

Langkah Pengajuan Kpr
© propertylivein

Aturan yang ditetapkan oleh BTN untuk syarat KPR Subsidi itu sebetulnya sesuai dengan apa yang sudah ditetapkan pemerintah, yakni sesuai dengan harga pasaran rumah subsidi.

Di mana untuk ukuran luas bangunan rumah subsidi seharga maksimal Rp168 juta adalah 21 meter persegi hingga 36 meter persegi, sedangkan luas tanahnya antara 60 meter persegi sampai 200 meter persegi.

Dilansir Cermati, berikut harga rumah subsidi tahun 2021 di beberapa daerah Indonesia:

  • Wilayah Jawa (kecuali Jabodetabek) dan Sumatera (kecuali Kepulauan Riau, Bangka Belitung dan Kepulauan Mentawai): Rp150.500.000 per unit
  • Wilayah Kalimantan (kecuali Kabupaten Murung Raya dan Kabupaten Mahakam Ulu): Rp164.500.000 per unit
  • Wilayah Sulawesi, Bangka Belitung, Kepluauan Mentawai dan Kepulauan Riau (kecuali Kepulauan Anambas): Rp156.500.000 per unit
  • Wilayah Maluku, Maluku Utara, Bali, Nusa Tenggara, Jabodetabek, Kepulauan Anambas, Kabupaten Murung Jaya dan Kabupaten Mahakam Ulu: Rp168 juta per unit
  • Wilayah Papua dan Papua Barat: Rp219 juta per unit

Baca Juga: Pembayaran Rumah Cash, KPR, Over Kredit, Cash Bertahap, Pilih Mana?

Setelah Anda tahu kisaran harga rumah-rumah subsidi di Indonesia, kalau Anda kini adalah karyawan kontrak di Jawa Timur, maka masih bisa berpeluang mengajukan KPR. Agar tidak bingung, berikut langkah-langkah yang bisa dilakukan:

Pertama, pastikan terlebih dulu bahwa perusahaan tempat Anda bekerja atau Anda sendiri merupakan anggota alias tergabung di komunitas ABADI.

Kedua, batas maksimal penghasilan bagi karyawan kontrak yang diperbolehkan mengajukan KPR Subsidi adalah Rp8 juta per bulan.

Ketiga, pastikan kalau rumah yang Anda incar punya harga maksimal Rp168 juta. Jika Anda merupakan outsourcing di wilayah Papua dan ingin beli rumah subsidi di pulau terbarat Indonesa itu, maka tidak mungkin karena sudah lebih dari Rp168 juta per unit. Sehingga ada baiknya Anda melakukan pengajuan KPR Subsidi untuk rumah di luar wilayah Papua dan Papua Barat.

Keempat, supaya memperoleh lokasi rumah yang sesuai keinginan, Anda dapat mencari informasi di website resmi pihak perbankan atau mendatangi lokasi pameran properti rumah bersubsidi.

Kelima, lengkapi seluruh dokumen pengajuan yang bakal dibutuhkan mulai dari formulir pengajuan kredit, pasfoto terbaru, fotokopi e-KTP, Kartu Keluarga (KK), surat nikah atau cerai jika Anda sudah atau pernah berumah tangga, surat keterangan penghasilan, mutasi rekening tiga bulan terakhir, NPWP/SPT PPh 21 dan surat pernyataan belum mempunyai rumah.

Keenam, tinggal tunggu proses pengajuan KPR Subsidi di instansi perbankan yang Anda pilih. Jika pengajuan telah disetujui, maka Anda tinggal mempersiapkan kecukupan dana untuk pembayaran DP dan melakukan akad kredit baru kemudian mempunyai rumah pribadi.

Tips Ampuh Agar Karyawan Kontrak Sukses Ajukan KPR

Tips Pengajuan Kpr
© townparle

Lantaran tidak terlalu menyulitkan itulah, saat ini ada banyak karyawan kontrak sukses ajukan KPR. Sehingga membuktikan bahwa memiliki rumah pribadi bukanlah dominasi karyawan tetap saja.

Namun masih ada beberapa pekerja outsourcing yang kurang beruntung sehingga tak punya rumah. Tak perlu cemas, ada beberapa tips yang bisa Anda coba supaya pengajuan KPR bisa tembus berikut ini:

Baca Juga: Tips Mengatasi Kredit Rumah Macet Dan Cara Menghindarinya

1. Siapkan DP

Tips pertama agar karyawan kontrak sukses ajukan KPR adalah dengan mempersiapkan DP (Down Payment) alias UM (Uang Muka) terlebih dulu.

Dalam mepersiapkan DP ini, Anda tak bisa melakukanya secara sembrono karena besar-kecilnya DP akan menjadi penilaian tersendiri bagi pihak bank untuk yakin atau tidak dalam menyetujui pengajuan KPR.

Lantaran posisi Anda di sini adalah karyawan kontrak, ada baiknya untuk mempersiapkan DP lebih banyak daripada batas minimal yang ditetapkan bank.

Anggap saja bank mematok DP minimal 5% dari harga rumah yakni Rp5 juta misalnya, Anda bisa menyiapkan uang muka hingga Rp10 juta. Semakin besar uang muka yang diajukan, semakin besar pula kemungkinan KPR disetujui.

Karena dengan uang muka yang cukup besar, pihak bank akan menyimpulkan kalau Anda dalam kondisi finansial yang tepat. Agar bisa mewujudkan uang muka yang besar, Anda harus benar-benar pintar dalam mengelola finansial. Seperti menyisihkan sebagian penghasilan untuk menyiapkan DP rumah.

2. Pastikan Riwayat Pinjaman Positif

Tips karyawan kontrak sukses ajukan KPR yang berikutnya sangat dipengaruhi betul oleh riwayat pinjaman.

Bagaimanapun juga, pihak bank akan melakukan BI Checking dan melihat kondisi kredit Anda. Anda harus tahu bahwa dalam setiap tunggakan pembayaran kredit, sistem BI (Bank Indonesia) akan mengetahuinya, sehingga tercatat dalam SID (Sistem Informasi Debitur).

Untuk itulah jika sebelum melakukan pengajuan KPR Subsidi ini Anda pernah bermasalah dalam pembayaran kredit sepeda motor, bukan tak mungkin kalau riwayat kredit Anda buruk. Riwayat yang buruk akan jadi pertimbangan tersendiri bagi pihak bank apakah mau menerima atau menolak pengajuan KPR Subsidi.

3. Sesuaikan Rasio Penghasilan

Yang perlu diperhatikan lagi agar karyawan kontrak sukses ajukan KPR adalah memahami betul rasio penghasilan. Finansial seseorang dinyatakan sehat apabila perbandingan hutang dan gaji bulanan sangatlah masuk akal.

Jangan sampai besaran hutang lebih besar daripada penghasilan. Karena meskipun riwayat kredit Anda bersih, jika rasio hutang lebih besar maka bisa saja KPR bakal ditolak.

Banyak ahli keuangan menjabarkan bahwa rasio utang maksimal adalah 30-40% dari total penghasilan. Sehingga kalau Anda adalah karyawan kontrak dengan gaji Rp6 juta per bulan, maka besar hutang maksimal per bulan adalah Rp1,8 juta – Rp2,4 juta. Jika lebih dari itu, finansial Anda tidaklah sehat sehingga bank menilai Anda tak mampu dalam membayar tagihan KPR sehingga pengajuannya ditolak.

4. Bijaksana Pilih Rumah

Banyak calon nasabah KPR yang salah langkah dan terpaksa melakukan oper kredit karena tak bisa membayar cicilan KPR. Kondisi ini kerap terjadi kalau Anda sembrono dalam memilih rumah, sehingga tidak disesuaikan dengan kemampuan serta kondisi finansial.

Cukup berbahaya jika Anda ngotot beli rumah karena terlihat cantik saja, tanpa mempertimbangkan jika harganya melebihi kemampuan.

Apalagi seperti yang Anda tahu, pembayaran KPR bisa berlangsung selama bertahun-tahun sehingga Anda harus ingat untuk tetap memperoleh beban KPR dalam jangka waktu lama.

Pastikan jika sekalipun Anda adalah karyawan kontrak, memiliki kemungkinan untuk selalu diperpanjang kontrak oleh perusahaan, bahkan peluang jadi karyawan tetap sehingga pembayaran KPR tidak akan bermasalah.

Baca Juga: Cara Menabung untuk Membeli Rumah Bagi Karyawan yang Baru Bekerja

5. Ajukan di Waktu yang Tepat

Kendati terdengar sepele, faktanya waktu adalah salah satu hal yang mempengaruhi karyawan kontrak sukses ajukan KPR atau tidak. Banyak pendapat yang menyebutkan bahwa waktu yang tepat agar pengajuan KPR Subsidi bagi outsourcing mudah disetujui adalah saat minggu ketiga dan keempat di setiap bulannya.

Dilansir Rumah123, pada waktu itulah bank biasanya tengah dikejar target penyaluran kredit, sehingga jika ada pengajuan KPR sekalipun itu KPR Subsidi dari karyawan kontrak sekalipun, kemungkinan untuk disetujui cukup besar. Usahakan Anda tidak melakukan pengajuan di akhir tahun karena bank sudah mulai tutup buku.

6. Punya Penghasilan Tambahan

Supaya karyawan kontrak sukses ajukan KPR, ada baiknya kalau Anda mulai melirik penghasilan tambahan.

Misalkan saja Anda adalah seorang suami dengan status pegawai kontrak, ada baiknya mengajak istri untuk membuka usaha di rumah.

Entah berjualan pulsa, sembako hingga jasa laundry, sumber-sumber penghasilan tambahan ini bisa jadi pertimbangan pihak bank untuk menerima KPR Anda.

7. Pertimbangan Non-KPR

Nah, hal terakhir yang bisa dilakukan karyawan kontrak supaya pengajuan KPR disetujui adalah mulai mempertimbangkan cicilan non-KPR. Yap, saat ini sudah banyak developer atau pengembang perumahan yang menerima proses kredit langsung.

Bahkan kredit lewat developer ini biasanya bunga 0%. Namun pastikan Anda memilih developer yang berkualitas, profesional dan bisa dipercaya.

Bagaimana? Tidak sulit bukan bagi karyawan kontrak sukses ajukan KPR? Untuk itulah bagi Anda yang kini masih bukan pegawai tetap, tak perlu cemas berlebihan. Anda berpeluang memperoleh rumah impian pula lewat skema KPR, asalkan sudah melakukan hal-hal yang telah disebutkan di atas. Jadi tetap semangat bekerja sekalipun karyawan kontrak!

Yuk Bagikan

Tinggalkan komentar