Kabar-Kabar Pasar Modal di Maret 2022, Siap Berburu Cuan?

Tanpa terasa akhirnya kita sudah memasuki bulan ketiga di tahun 2022. Tentu saja semangat untuk menjadikan Maret lebih baik dari Januari dan Februari terutama hal keuangan, adalah keinginan setiap orang.

Hal ini juga berlaku pada investor yang siap memaksimalkan kemampuan di lantai bursa. Namun sebelum berburu cuan, ada baiknya Anda tahu sejumlah kabar pasar modal dulu.

Memang, kenapa investor wajib tahu kabar pasar modal?

Karena bagaimanapun juga, di dua bulan pertama tahun 2022 ini sudah banyak hal terjadi. Mulai dari pandemi yang telah mencapai dua tahun berjalan sejak 2020, hingga gejolak geopolitik di Rusia dan Ukraina yang mempengaruhi kondisi pasar modal. Mengetahui berbagai hal tersebut akan membuat Anda jadi investor yang lebih profesional dan waspada.

Sebagai salah satu aset investasi yang memang luar biasa menjanjikan, saham tak dipungkiri lagi memiliki daya tarik yang begitu besar bagi masyarakat umum. Bahkan saat ini siapapun seolah-olah bisa mulai investasi saham.

Mulai dari membeli minimal satu lot langsung di BEI (Bursa Efek Indonesia), hingga pertimbangan menabung saham atau pilih reksadana saja biar tidak ribet.

Dengan terus meningkatnya minat akan aset saham lantaran tergiur peluang untung besar itulah, sudah seharusnya setiap investor membekali diri dengan kemampuan investasi saham terlebih dulu.

Termasuk jika ingin mulai belanja saham di bulan Maret ini, tak ada salahnya mencari informasi dulu soal kabar pasar modal terbaru.

10 Kabar Pasar Modal yang Wajib Diketahui

Waktu Tepat Transaksi Saham
via Mina News

BEI membuka hari pertama perdagangan pada Selasa (1/3) kemarin, tepat setelah libur long weekend karena perayaan Isra’ Mi’raj umat Islam yang jatuh pada Senin (28/2).

Hanya saja pasar modal Tanah Air itu kembali libur di hari Kamis (3/3) ini lantaran perayaan Nyepi oleh umat Hindu di Indonesia. Dua hari libur nasional yang berjarak sangat dekat ini membuat investor melakukan penyesuaian.

Apalagi seperti yang sudah disinggung sebelumnya, gejolak geopolitik di kawasan Eropa Timur juga sedikit banyak memberikan pengaruh di BEI. Nah, supaya bisa menjadi investor yang tidak mudah bingung dan tetap logis dalam menentukan strategi, berikut sejumlah kabar pasar modal yang wajib Adna ketahui:

1. RUPST BRI dan BTN

Memasuki bulan Maret, banyak emiten akan menggelar RUPST (Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan) yang tentunya bakal begitu dinantikan oleh para investor, karena merupakan momen pembagian dividen. Namun tak hanya dividen, momen RUPST biasanya juga ditunggu karena akan terjadi pergantian jajaran direksi pengurus perusahaan.

Setidaknya pada pekan pertama bulan Maret 2022 ini, ada dua emiten perbankan yang akan melakukan RUPST. Menariknya, kedua emiten itu sama-sama merupakan BUMN yakni PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) dengan kode saham BBRI dan PT Bank Tabungan Negara (BTN) dengan koe saham BBTN. Dari informasi yang ada, RUPST BRI akan membahas delapan agenda sedangkan RUPST BTN memiliki tujuh agenda.

Selain tentunya Persetujuan Laporan Tahunan dan Pengesahan Laporan Keuangan Perseroan 2021, serta Penetapan Penggunaan Laba Bersih Perseroan 2021, dilaporkan kedua emiten melakukan agendi Persetujuan atas Perubahan Susunan Pengurus Perseroan yang tentunya akan mempengaruhi kinerja perusahaan. Sehingga investor bisa mencari informasi soal direksi baru, termasuk dengan rencana bisnis emiten ke depannya.

2. Beli Saham IPO Wajib Materai

Di pekan pertama bulan Maret 2022 ini, media sosial mendadak ramai membicarakan rencana pemerintah untuk membebankan bea materai Rp10 ribu pada setiap bukti transaksi saham atau TC (Trade Confirmation), termasuk transaksi pada saham-saham yang baru saja IPO (Initial Public Offering). Kabar pasar modal ini sendiri bukanlah hal baru karena sudah mulai dirumuskan oleh pihak terkait sejak tahun 2021 lalu.

Setelah sempat memicu pro-kontra, kebijakan ini akhirnya resmi ditetapkan sejak 1 Maret 2022 yang tentunya harus dipahami oleh investor saham dan pelaku pasar. Lewat aturan ini, kegiatan transaksi surat berjangka akan mengikuti jejak kontrak jual-beli selayaknya aset-aset lain seperti tanah, perjanjian hutang-piutang hingga dokumen penting lain. Sehingga jika Anda berencana untuk berburu saham IPO, harus mempersiapkan materai fisik atau elektronik.

3. Saham LPPF & HEXA Keluar

Kabar pasar modal berikutnya adalah rutinitas BEI untuk mengumumkan daftar efek atau saham yang bisa diperjual-belikan dan dijamin dalam transaksi marjin untuk periode perdagangan Maret 2022. Bagi Anda yang adalah investor pemula, transaksi marjin adalah fasilitas yang diberikan kepada investor untuk bisa membeli saham dengan nilai lebih besar daripada modal yang dimiliki.

Hanya saja untuk periode Maret 2022 ini, setidaknya ada lima saham yang terlempar dari transaksi marjin yakni BELL (PT Trisula Textile Industries), HEXA (PT Hexindo Adiperkasa), LPPF (PT Matahari Department Store), MDKI (PT Emdeki Utama) dan SHIP (PT Sillo Maritime Perdana). Sedangkan untuk periode April 2022, kabarnya belum ada emiten baru yang akan masuk dalam transaksi marjin.

4. Omzet Astra Naik 33% jadi Rp233 T

Di tengah pandemi Covid-19 yang tanpa terasa sudah memasuki tahun kedua, emiten ASII (PT Astra International) justru mampu mencatat kinerja menggembirakan. Setidaknya dilaporkan sepanjang tahun 2021 lalu, ASII mencatat pendapatan konsolidasi sebesar Rp233,48 triliun, atau naik sebesar 33,38% dari periode yang sama di tahun 2020 yang ‘hanya’ Rp175,05 triliun. Lagi-lagi segmen otomotif yang menjadi penyumbang terbesar ASII sebesar Rp96,74 triliun!

Kalau dibandingkan kembali dengan periode yang sama di tahun 2020, segmen otomotif ASII bahkan mencatat pendapatan Rp67,94 triliun yang artinya berhasil melambung sebesar 42,39%. Bukan hanya segmen otomotif, segmen jasa keuangan ASII juga mampu melambung hingga 22,12% secara tahunan dari Rp20,39 triliun jadi Rp24,9 triliun. Tentunya kabar pasar modal yang cukup positif dari ASII ini membuktikan kelasnya sebagai emiten blue chip.

5. Emiten Garibaldi Thohir Bebas Pantauan BEI

Di tengah konflik geopolitik Rusia dan Ukraina, batu bara justru mencatat harga yang sangat menarik bahkan dilaporkan melambung hingga 77%. Kondisi ini tampaknya memberikan dampak ke emiten batu bara di BEI salah satunya adalah ADMR (PT Adaro Minerals Indonesia). Perusahaan milik kakak kandung Menteri BUMN Erick Thohir yakni Garibaldi Thohir itu bahkan sempat masuk dalam daftar pemantauan khusus BEI.

Namun sejak 1 Maret kemarin, anak usaha ADRO (PT Adaro Energy Indonesia) ini resmi keluar dari pantauan dengan kriteria 10. Sekadar informasi, kriteria 10 sendiri merupakan aturan dari BEI untuk emiten-emiten yang dihentikan sementara perdagangannya selama lebih dari satu hari bursa karena aktivitas jual-beli.

6. Emiten Sawit ETWA Bakal Delisting?

Kabar pasar modal berikutnya yang tak kalah menarik adalah ancaman delisting atau didepak dari BEI yang bakal dialami oleh ETWA. Sekadar informasi, ETWA sendiri adalah kode saham dari emiten PT Eterindo Wahanatama yang selama ini dikenal dalam industri kelapa sawit, biodiesel hingga perdagangan produk kimia. Alasan kenapa ETWA bakal di-delisting adalah saham perseroan yang sudah mengalami suspensi selama 18 bulan.

Di mana jika sampai 31 Agustus 2022 nanti, artinya ETWA sudah mencapai masa dua tahun atau 24 bulan suspensi. Kondisi yang dialami ETWA ini tentu harus diperhatikan oleh investor dan pelaku pasar, terutama jika tertarik mengoleksi saham kelapa sawit.

7. Suku Bunga Acuan Rusia Naik 20%

Di tengah serangan militer yang tampaknya belum akan usai dalam waktu dekat, kabarnya Bank Sentral Rusia (Central bank of Russia) bakal mengeluarkan kebijakan ‘gila’. Tak main-main, Gubernur Bank Sentral Rusia yakni Elvira Nabiullina dalam rapat tidak terjadwal dengan koleganya pada Senin (28/2) lalu, bersiap untuk memutuskan suku bunga acuan dari 9,5% menjadi 20%.

Kebijakan ini sendiri memang begitu menggemparkan dan menjadi penetapan suku bunga acuan tertinggi selama hampir dua dekade terakhir. Menurut Bank Sentral Rusia sendiri, dampak konfliknya dengan Ukraina sudah membuat kondisi ekonomi mereka berubah drastis. Sehingga dengan melambungnya suku bunga acuan, akan membuat suku bunga simpanan akan cukup aman untuk menutupi risiko depresiasi kurs Ruble dan inflasi.

8. Bursa Saham Rusia Tutup

Kabar pasar modal yang selanjutnya masih tidak jauh dari Rusia. Lagi-lagi karena imbas serangan militer mereka ke Ukraina, Bursa Saham Rusia atau MOEX (Moscow Exchange) dilaporkan memilih menutup perdagangan pada Senin (28/2) kemarin. Hal ini diambil oleh otoritas MOEX setelah melihat situasi yang semakin tidak kondusif.

Tindakan yang dilakukan MOEX ini memang bukan tanpa alasan karena memang sistem keuangan Rusia tengah bergejolak. Apalagi mata uang resmi mereka yakni Ruble dilaporkan sempat merosot hingga 15,8% di hadapan dolar AS. Apa yang dialami Ruble ini seolah melanjutkan kinerja buruknya yang sempat melemah hampir sebanyak 30% dari level sebelumnya.

9. BSI ‘Caplok’ BTN Syariah?

Kembali lagi ke Tanah Air, kabar pasar modal berikutnya yang layak Anda ketahui adalah keputusan Menteri BUMN yang akan menggabungkan UUS (Unit Usaha Syariah) BTN ke BSI (PT Bank Syariah Indonesia). Sekadar informasi, BSI dengan kode saham BRIS ini sendiri memang telah menjadi induk dari BUMN Syariah di Indonesia.

Menurut Menteri BUMN, langkah ini dilakukan agar UUS BTN yang dikenal sebagai BTN Syariah bisa memperbesar kapasitas BRIS. Bukan tanpa alasan jika memang BTN Syariah bakal bergabung ke entitas BSI, karena sebelumnya BRI Syariah, BNI Syariah dan Syariah Mandiri memang sudah bergabung bersama-sama. Keputusan ini dilakukan Erick demi membesarkan kapitalisasi pasar BSI agar masuk lima besar Industri Halal Dunia, mengingat Indonesia adalah negara dengan penduduk Muslim terbesar di Bumi.

10. Bank Mega Raih Laba Rp4,01 T

Nah, kabar pasar modal yang terakhir justru berasal dari emiten perbankan yakni MEGA (PT Bank Mega). Di tengah pandemi Covid-19, MEGA justru meraih laba bersih Rp4,01 triliun yang artinya tumbuh sebesar 33% secara YoY. Bahkan berdasarkan Laporan Kinerja Bank Mega 2021, nilai aset perusahaan tumbuh secara tahunan atau YoY sebesar 18% jadi Rp133 triliun. Hal ini akhirnya membuat MEGA meraih laba perbankan terbesar kelima di Indonesia.

Cukup menggembirakan mengingat MEGA merupakan emiten perbankan yang tidak memiliki aset cukup besar seperti yang lain, tapi mampu mencatat pertumbuhan lama yang sangat positif. Hal ini sendiri diraih MEGA berkat kemampuan mereka melakukan transformasi digital, termasuk beradaptasi terhadap green economy dan sustainable finance.

Baca, Istilah ARA dan ARB Dalam Dunia Saham

Melihat berbagai kabar pasar modal di atas, investor tentu harus sudah mulai menyusun strategi untuk memaksimalkan portofolio saham mereka di bulan Maret 2022. Bisa saja berbagai hal di atas akan membuat saham-saham dari emiten incaran Anda mendadak rugi besar, atau justru bakal mencetak keuntungan yang menggiurkan.

Ingat, dalam dunia saham semua hal bisa terjadi baik untung atau rugi. Anda juga harus paham jika mendambakan untung besar, maka harus berani juga menggelontorkan modal tinggi pula yang sejalan dengan risiko kerugian. Namun jika Anda sudah melakukan berbagai analisa penting dari kabar pasar modal di atas, maka Anda akan lebih tenang dalam berinvestasi.

Yuk Bagikan

Tinggalkan komentar