Mau Pelanggan Loyal? Lakukan Hal-Hal Ini Saat Jualan di Instagram

Diperbarui pada Juni 1st, 2022 at 05:00 am

Jika awalnya hanya menjadi media sosial tempat orang terhubung satu sama lain lewat foto atau video, Instagram kini justru menjadi salah satu wadah jualan online yang sangat menjanjikan. Ada banyak pelaku bisnis yang justru mampu meraup cuan begitu besar hanya karena jualan di Instagram. Apalagi di Indonesia sendiri, pengguna di Instagram tampak mendominasi dalam data pengguna media sosial.

Berdasarkan data We Are Social, pengguna aktif media sosial di Tanah Air mencapai 191 juta orang per Januari 2022. Jumlah ini melambung hingga 12,35% di tahun sebelumnya pada periode yang sama yakni 170 juta orang. Dari jumlah itu, Instagram ada di posisi kedua sebagai media sosial yang digunakan dengan porsi 84,8%, seperti dilansir Data Indonesia. Instagram hanya kalah dari WhatsApp yang duduk di posisi puncak dengan 88,7%.

Fakta ini seolah menambah kuat alasan kenapa para pedagang online haruslah mulai jualan di Instagram. Terus meningkatnya angkat pengguna aktif, membuat peluang pasar di Instagram dianggap cukup menjanjikan. Hanya saja lantaran banyak pebisnis yang menyadari situasi serupa, berjualan di Instagram kini dapat dibilang begitu penuh persaingan dan melibatkan berbagai strategi.

Baca juga: Gen Z, Ini 7 Tips Jika Ingin Punya Income Besar Mulai dari Nol!

Bukan hanya perkara mampu mencari konsumen-konsumen baru, hakikat paling dasar saat jualan di Instagram adalah bagaimana bisa mempertahankan pelanggan agar mereka loyal dengan produk kita. Kenapa harus begitu? Karena tentunya kompetitor bisnis akan mudah ditemukan di Instagram dan yang bisa ‘memenangkan hati’ serta merebut loyalitas konsumen, bakal meraup omzet yang senantiasa stabil.

Hal-Hal yang Membuat Konsumen Bisa Loyal dengan Bisnis Anda

Loyalitas Konsumen Di Instagram
© georgia de lotz/unsplash

Mana yang lebih menguntungkan memperoleh omzet Rp10 juta dari pelanggan baru berkat strategi marketing yang viral, atau meraup omzet Rp3 juta dari pelanggan setia setiap bulannya? Tentu akan ada banyak di antara Anda yang memilih raihan pertama. Namun tahukah Anda, kalau memang mengincar bisnis yang mampu bertahan dalam jangka sangat panjang dan selalu cuan, opsi kedua justru akan dipilih.

Ya, opsi kedua adalah bukti bahwa pelanggan yang loyal akan mampu memberikan omzet stabil bagi bisnis, sembari Anda merancang strategi marketing yang tepat supaya bisa menggaet konsumen baru. Karena dalam konteks bisnis, konsumen yang loyal alias pelanggan setia justru menjadi faktor utama yang bakal menentukan sukses atau tidaknya bisnis yang Anda geluti.

Pelanggan yang setia tentu akan melakukan pembelian produk secara teratur. Lalu mereka juga akan dengan mudah tertarik pada produk-produk antar lini yang dirilis bisnis Anda, karena memang sudah percaya dengan brand bisnis tersebut. Jelas bukanlah hal mudah untuk memiliki pelanggan setia karena semua ditentukan lewat transaksi pertama yang terjadi. Barulah kemudian beberapa faktor ini mempengaruhi:

1. Kepuasan

Yang dimaksud dengan kepuasan disini diukur dari jarak antara ekspektasi dengan realita yang dirasakan oleh pelanggan terhadap produk. Kepuasan akan menjadi faktor penentu apakah mereka akan memiliki keputusan untuk kembali membeli atau menggunakan sebuah produk. Kualitas produk serta kualitas layanan adalah cara terbaik dan efektif membangun rasa kepuasaan dari para pelanggan terhadap suatu bisnis.

2. Ikatan Emosi

Ikatan emosi menjadi salah satu faktor dalam membangun loyalitas pelanggan atau konsumen. Pelanggan dapat merasakan bahwa sebuah brand benar-benar mencerminkan kepribadian mereka. Dengan demikian, tercipta sebuah ikatan emosional antara brand dengan pelanggan atau bahkan dengan sesama pelanggan. Rasa kesetiaan atau loyalitas bisa hadir bila sebuah bisnis dapat memanfaatkan rasa emosional ini dengan baik.

3. Rasa Percaya

Faktor rasa percaya pelanggan terhadap sebuah produk atau brand atau sebuah bisnis untuk menjalankan fungsi tertentu menjadi hal yang penting. Membangun kepercayaan akan semakin memperkuat rasa loyal dari para konsumen atau pelanggan terhadap perusahaan. Proses membangun kepercayaan tidaklah mudah, dan menjadi pekerjaan penting bagi sebuah perusahaan.

Baca juga: 7 Tips Jualan di Twitter Agar Laris Manis

4. Kemudahan dan Kebiasaan

Pelanggan akan merasa nyaman dengan sebuah produk jika mereka mendapatkan kemudahan dalam memperolehnya. Pelanggan pun akan terbiasa dengan rutinitas tersebut. Lama-kelamaan, rutinitas tersebut terakumulasi dan menjadi loyalitas.

5. Sejarah dengan Perusahaan

Pengalaman yang dirasakan oleh seorang pelanggan dengan perusahaan juga dapat membentuk loyalitas. Pekerjaan rumah yang penting bagi sebuah perusahaan jika ingin mendapatkan loyalitas dari para pelanggan atau konsumen.

Rahasia Dapat Pelanggan Loyal Saat Jualan di Instagram

Rahasia Konsumen Loyal
© thought catalog/unsplash

Lantaran jauh lebih banyak keuntungan yang didapat, tentunya kini kerangka berpikir Anda saat jualan di Instagram haruslah bergeser menjadi tak hanya mencari konsumen baru, tapi bagaimana membuat konsumen-konsumen terdahulu jadi pelanggan setia. Apakah sulit untuk memperoeh konsumen loyal? Jelas. Namun lakukan beberapa hal berikut ini supaya bisnis Anda di Instagram punya banyak pelanggan setia:

1. Fokus ke Manfaat Produk

Jika ingin berjualan lewat Instagram, maka penting untuk menunjukan kegunaan produk yang dijual. Calon konsumen tentunya ingin mengetahui lebih dulu apa saja kegunaan produk tersebut, apa manfaatnya dan bagaimana cara menggunakanya. Berikan keterangan secara detail.

2. Konten Profesional

Jika ingin menggunakan Instragram sebagai alat untuk promosi bisnis Anda, maka rajinlah untuk mengupload foto ke Instagram. Tidak hanya sekedar foto, usahakan foto produk yang dijual terlihat berkualitas baik. Jika Anda menjual makanan, maka buatlah fotografi makanan yang akan membuat pelanggan seolah ingin mencobanya. perhatikan tatanan cahaya, latar belakang, tingkat kecerahan, detail foto dan lain sebagainya.

Untuk foto produk, sebaiknya tidak terlalu banyak editing. Gunakan kamera dengan kualitas terbaik seperti DSLR atau Mirorless kamera.

3. Akun Pribadi Harus Sering Berbagi

Satu hal lagi yang tidak boleh Anda lewatkan, yaitu berbagi foto event. Sebagai pengusaha, mungkin Anda akan menghadiri berbagai event yang berhubungan dengan bisnis yang dijalankan. Berbagilah lewat Instragram kepada para pelanggan Anda tentang kegiatan event yang sedang dihadiri. Berikan informasi penting seputar event kepada pelanggan atau followers instagram bisnis Anda.

Baca juga: 5 Tips Rebranding Perusahaan Tanpa Kehilangan Pelanggan

4. Nama Akun Tidak Ribet

Yang dicari oleh para calon konsumen, ketika ingin berbelanja online lewat Instagram adalah nama akunya. Nama akun yang unik dan sesuai dengan jenis usaha, akan mudah diingat.

Gunakan nama akun yang pendek namun bermakna. Contohnya, jika Anda berbisnis pakaian wanita secara grosir maka gunakan nama akun Pakaianwanitagrosir atau bisa juga menggunakan nama brand dari produk Anda, seperti  Zanana, dengan produk andalan berupa keripik pisang aneka rasa.

5. Konsumen Jadi Teman

Semakin berkembangnya teknologi, para konsumen atau pelanggan dari sebuah bisnis sebaiknya dijadikan sebagai teman. Pebisnis dan pelanggan bisa saling menginformasikan mengenai produk dan seputar bisnis yang dijalankan. Pelanggan juga akan merasa ada keterikatan dengan pebisnis sehingga mereka cenderung akan lebih loyal.

6. Berbagi Kisah Membangun Bisnis

Sosial media ternyata tidak hanya menjadi ajang untuk upload foto dan kebanjiran like serta love saja. Sosial media seperti Instagram juga bisa untuk sharing segala hal. Untuk pemilik bisnis, Anda bisa sambil berpromosi secara langsung kepada konsumen lewat berbagai fitur baru yang tersedia. Sesekali tunjukan pada followers Anda, bagaimana proses dari usaha yang dijalankan selama ini. hal tersebut baik untuk membangun kedekatan terhadap konsumen.

Jika Anda menerapkan keenam hal di atas secara tepat, bukan tak mungkin kalau branding bisnis Anda bakal makin kuat. Akan ada banyak pelanggan yang setia yang bukan tak mungkin bakal begitu bersedia memperkenalkan produk Anda secara cuma-cuma. Dengan begitu, Anda tentu tak akan terlalu cemas dengan hadirnya kompetitor bisnis di Instagram.

Namun selain melakukan hal-hal yang sudah dibahas, penting bagi Anda untuk tetap selalu melakukan inovasi produk dan layanan. Karena jika ingin sukses jualan di Instagram, Anda harus menjadikan bisnis itu tetap tumbuh dan belajar ke arah positif, sepanjang perjalanannya dalam jangka waktu yang sangat panjang. Semangat, berjualan!

Yuk Bagikan

Tinggalkan komentar