Sandiaga Uno Segera Rilis IPO Rumah Sakit Primaya Hospital

Kabarnya Sandiaga Uno Segera Rilis IPO Rumah Sakit Primaya Hospital yang berada di bawah naungan Saratoga Group.

Dikelola oleh PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk, Primaya Hospital akan merilis penawaran umum perdana saham atau IPO yang akan digunakan untuk tambahan belanja modal.

Pada kamis 13 Oktober 2022 kemarin, dalam prospektus yang dipublikasikan di media massa, Primaya Hospital akan melepas sekitar 302.222.300 saham baru.

Dengan kode saham PRAY, harga penawaran pertama berkisar diantara Rp.900 hingga Rp.950 per saham.

Total seluruh nilai penawaran umum perdana saham ini kurang lebih akan mencapai Rp.287,11 miliar.

Dalam rencana pengembangan rumah sakit, 50 persen dari hasil pengumpulan dana akan digunakan untuk membeli tanah yang akan dibangun unit baru.

Primaya Hospital berencana untuk membangun cabang rumah sakit baru di beberapa kota besar Sumatra dan Jawa.

Sehingga membutuhkan pendanaan yang besar, apalagi harga tanah kini semakin menjadi-jadi.

Rencana Penggunaan Dana IPO Primaya Hospital

Dalam rencana penggunaan dana IPO, 50 persen dana perolehan akan digunakan untuk tambahan biaya pengembangan gedung dan layanan rumah sakit yang sudah ada.

Pengembangannya mencakup sarana, prasarana, dan layanan berupa peningkatan kapasitas tempat tidur.

Juga akan ada penambahan layanan Primaya Hospital, khususnya membeli peralatan kedokteran kekinian dan canggih.

Sejauh ini ada 5 cabang dari Rumah Sakit Primaya yang akan mendapatkan bagian 25 persen hasil IPO untuk peningkatan fasilitas.

Mereka adalah RS Primaya Bekasi Timur, RS Primaya Bekasi Utara, RS Primaya PGI Cikini, RS Primaya Bhakti Wara, dan RS Primaya Sukabumi.

Ada juga tiga rumah sakit yang akan digelontorkan sisa 25 persen dana IPO untuk membangun gedung baru.

Yaitu RS Primaya Pagedangan/BSD, Tangerang, RS Primaya di Kelapa Gading, dan RS Primaya di Pakis, Surabaya.

Untuk yang baru tahu, Primaya Hospital mengelola total 15 rumah sakit yang berada di banyak kota besar Indonesia seperti Pangkalpinang, Depok, Bekasi, Tangerang, Jakarta, Karawang, Sukabumi, Semarang, Palangkaraya, dan Makassar.

Baca juga: Emas Mini, Investasi atau Sekedar Suvenir?

Primaya Hospital Grup merupakan pengelola rumah sakit swasta di Indonesia dengan beragam pelayanan komprehensif dengan target pasar segmen kelas menengah ke atas.

Sebagai rumah sakit swasta berkelas, Primaya Hospital Grup menawarkan berbagai pelayanan prima dengan segala fitur kekinian.

Beberapa layanan andalan mereka antara lain pusat layanan ibu dan anak, pusat layanan jantung dan pembuluh darah, pusat layanan trauma.

Kemudian juga ada pusat layanan kanker, pusat layanan urologi, brain and neurocenter, pusat layanan mata, dan sports clinic and orthopaedic center.

Pelayanan adalah kunci dari keberlangsungan sebuah rumah sakit, salah satunya adalah dengan jumlah kapasitas dan tenaga kesehatan yang mencukupi.

Asuransi Kesehatan Cashless
via Money Crashers

Tercatat pada April 2022, Primaya Hospital Grup total memiliki kapasitas 1.926 tempat tidur.

Mereka juga memperkerjakan 263 dokter umum, termasuk dokter gigi umum.

Jumlah dokter spesialisnya lebih banyak, yaitu 808 yang mencakup dokter purna waktu, paruh waktu dan termasuk dokter gigi spesialis.

Sebagai tenaga pelayanan kesehatan, ada 2.078 perawat dan bidan serta 895 tenaga penunjang medis lainnya.

Jika Anda berminat untuk investasi pada bidang kesehatan yang tak ada matinya, Anda bisa mengikuti periode bookbuilding yang dimulai sejak Jum’at 14 Oktober sampai dengan 21 Oktober 2022.

Aktivitas perdagangan emisi efek berada dibawah pengawasan dan penjaminan PT Indo Premier Sekuritas.

Jika tidak meleset, saham Praya Hospital yang dinaungi oleh PT Famon Awal Bros akan mulai dicatatkan di BEI pada 8 November 2022 mendatang.

Yuk Bagikan

Tinggalkan komentar