Investasi Makin Mudah Dengan Aplikasi Bibit, Begini Caranya

Internet dan ponsel pintar semakin mempermudah kegiatan keseharian manusia begitu juga dengan aktivitas investasi makin mudah dengan aplikasi Bibit, begini caranya.

Kini semakin banyak perusahaan investasi yang menawarkan cara berinvestasi dengan mudah dan praktis melalui akses aplikasi di ponsel pintar.

Salah satunya adalah Bibit yang bernama lengkap PT Bibit Tumbuh Bersama memulai karir sebagai marketplace reksadana sejak 06 Oktober 2017.

Untuk meningkatkan kepercayaan para nasabah, Bibit telah terdaftar dan diawasi OJK sejak pendiriannya berdasarkan surat KEP-14/PM.21/2017.

Oleh OJK, aplikasi Bibit dikategorikan sebagai agen penjual reksadana (APERD) daring.

Atas dasar ini, aplikasi Bibit mulai beroperasi dari kantor pusatnya yang berada di daerah Gambir Jakarta Pusat.

Perusahaan menggunakan nama Bibit dengan sebuah filosofi yang mirip dengan cara kerja investasi reksadana, yaitu mulai dari hal kecil dan dirawat secara bertahap sehingga semakin bertumbuh setiap hari.

Filosofi ini juga yang menjadi praktek sehari-hari pada cara kerja PT Bibit dalam mengelola uang investasi dari para nasabah.

Atas filosofi ini, pada tahun 2021 aplikasi Bibit mendapat predikat sebagai aplikasi reksadana yang paling banyak dipilih oleh generasi millennials versi IDXChannel.com.

Sedangkan menurut lansiran dari laman market.bisnis.com, Bibit menjadi aplikasi yang paling banyak banyak diunduh jika dibandingkan dengan aplikasi investasi reksadana lainnya di Indonesia.

Jadi selama beberapa tahun ini aplikasi Bibit telah mampu menarik hati banyak investor muda dengan keragaman produk mereka yang mencapai 80 produk reksadana.

80 produk ini kemudian dijalankan oleh 17 perusahaan Manajer Investasi terbaik dan berpengalaman di Indonesia.

Investasi Makin Mudah Dengan Aplikasi Bibit, Begini Caranya

Tidak heran jika Bibit bisa menarik minat para investor muda untuk mengunduh dan berinvestasi dengan mudah dan murah.

Agar kalian semakin tertarik untuk investasi melalui Bibit, kami akan memberi bocoran tentang apa saja jenis reksadana yang bisa kalian akses melalui aplikasi Bibit.

Produk Reksadana di Aplikasi Bibit

Dari 80 produk yang tersedia di aplikasi Bibit, dibagi menjadi 4 kategori besar produk Reksadana yang bisa menjadi pertimbangan Anda untuk menempatkan investasi di reksadana.

1. Reksadana Pasar Uang

Jenis reksadana ini akan menggunakan uang Anda untuk investasi pada instrumen pasar uang seperti obligasi yang jatuh tempo kurang dari satu tahun, deposito, dan Sertifikat Bank Indonesia (SBI).

Keuntungan dari periode yang singkat ini adalah rendahnya resiko kerugian, bisa dikatakan reksadana pasar uang adalah yang paling aman jika dibanding jenis lainnya.

Namun, rendahnya resiko berbanding lurus dengan rendahnya keuntungan jika dibandingkan dengan jenis investasi yang lain.

Untuk jenis investasi reksadana pasar uang, Bibit memiliki beberapa pilihan pasar keuangan yang terpercaya dan peluang imbal baliknya lebih tinggi. Antara lain:

  • Deposito Bank Standard Chartered
  • Deposito Bank BNI
  • Deposito Bank OCBC NISP
  • Deposito Bank BTPN
  • Obligasi jangka pendek dari Sarana Multigriya Financial

2. Reksadana obligasi

Obligasi merupakan surat hutang yang dikeluarkan oleh perusahaan tertentu untuk mengumpulkan dana yang kemudian akan dikembalikan berikut dengan bunga sesuai perjanjian.

Investasi pada reksadana obligasi artinya sebagian besar dana masyarakat yang terkumpul akan dibelikan surat utang jangka panjang oleh manajer investasi.

Pada portofolio reksadana obligasi 80 persennya adalah surat utang dan 20 persen adalah produk pasar uang.

Jika Anda bertanya dari mana keuntungan reksadana ini, maka jawabannya adalah dari pembayaran kupon obligasi yang diterima manajer investasi.

Penerimaan kupon alias bunga menandakan bahwa harga reksadana naik, artinya bahwa keuntungan Anda sebagai investor reksadana obligasi juga mengalami kenaikan.

3. Reksadana Saham

Pada investasi jenis ini, komposisi paling besarnya adalah 80 persen diletakkan pada efek saham dan sisanya pada surat utang atau pasar uang.

Reksadana saham cenderung mempunyai resiko lebih tinggi dari dua reksadana diatas, mengingat sifat saham yang sangat volatil.

Reksadana Saham Aolikasi Bibit
via Mina News

Kita tentu sering mendengar perubahan harga saham mendadak, paginya harga masih menunjukkan grafik tinggi namun tiba-tiba sorenya mengalami penurunan drastis.

Meski resikonya tinggi, potensi keuntungan reksadana saham juga paling besar.

Pada aplikasi Bibit misalnya, alokasi investasi dari reksa dana BNI AM IDX30 adalah 99 persen pada saham dan 1 persen pada kas dan deposito.

Ini adalah contoh beberapa saham yang menjadi alokasi terbesar di aplikasi Bibit adalah:

  • Astra Internasional
  • Bank Mandiri
  • Bank BRI
  • Bank BCA
  • Telkom Indonesia

4. Reksadana Syariah

Produk keuangan syariah mempunyai daya tariknya sendiri terutama bagi kalangan umat Islam.

Sehingga Bibit juga memberikan ruang untuk para investor yang terbiasa menggunakan akad syariah untuk tetap nyaman berinvestasi pada Bibit.

Dalam pengelolaan reksadana syariah di Bibit terdapat kebijakan utama investasi reksa dana syariah.

Yaitu hanya berinvestasi pada perusahaan dengan kategori halal dan memenuhi rasio keuangan tertentu.

Kategori halal yang dimaksud oleh Bibit adalah sebagai berikut:

  • Perusahaan yang memproduksi atau menjual sesuatu yang haram menurut Islam, misalnya bisnis judi, menjual daging babi, minuman keras, bisnis hiburan maksiat, pornografi, dsb.
  • Perusahaan yang merugikan orang banyak dan bersifat mudarat seperti rokok.
  • Perusahaan yang memiliki bisnis bersifat riba (adanya bunga) atau judi (maysir).
  • Perdagangan yang tidak disertai penyerahan barang.
  • Perdagangan dengan penawaran dan permintaan palsu (bai’ najasy).
  • Jual beli mengandung ketidakpastian (gharar) dan spekulatif.
  • Transaksi suap (risywah).

Sedangkan rasio keuangan tertentu yang menjadi pertimbangan Manajer Investasi Bibit, yaitu:

  • Total utang yang berbasis bunga tidak lebih dari 82 persen jika dibandingkan dengan total ekuitas, artinya modal perusahaan sebanyak 55 persen dan utang 45 persen.
  • Total pendapatan bunga dan pendapatan tidak halal lainnya tidak lebih dari 10 persen jika dibandingkan dengan total pendapatan usaha (revenue) dan pendapatan lain-lain.

Mengingat investasi reksadana syariah dilakukan dengan prinsip kehati-hatian, maka kebijakan investasi hanya dilakukan pada instrument keuangan yang sesuai dengan syariah Islam, antara lain:

Efek Pasar Modal Syariah meliputi obligasi syariah (sukuk), saham-saham yang masuk dalam DES (Daftar Efek Syariah), serta efek surat utang lain yang sesuai dengan prinsip syariah.

Instrumen Pasar Uang Syariah seperti Certificate of Deposit Mudharabah Muqayyadah (CD Mudharabah Muqayyadah), Sertifikat Wadiah Bank Indonesia (SWBI), Sertifikat Investasi Mudharabah Antar-bank (SIMA), dan Certificate of Deposit Mudharabah Mutlaqah (CD Mudharabah Mutlaqah).

Baca juga: 4 Langkah Mudah Mulai Investasi P2P Investree

Cara Investasi di Bibit

Setelah Anda mengenal ragam jenis investasi Bibit, sekarang saatnya Anda mengunduh dan melakukan pendaftaran akun pada aplikasi Bibit.

Langkah-langkahnya sangat mudah dan sederhana sebagai berikut:

1. Tekan tombol “Register” atau daftar

2. Bibit ingin mengenali tujuan Anda berinvestasi dengan memberikan 6 kuesioner singkat, isilah sesuai dengan profil dan tujuan investasi. Setelah menjawab 6 pertanyaan itu, kamu akan mengetahui profil risikomu dan Bibit akan mudah memberikan saran instrumen investasi.

3. Jika profil risiko sudah ditentukan, kemudian lanjut dengan tekan tombol “Lanjut Registrasi”

4. Masukkan nomor handphone Anda yang aktif di kolom yang tersedia, jika ada masukkan juga kode referral dari teman Anda.

5. Setelah tekan tombol “Lanjutkan”, Anda akan memperoleh SMS yang berisi kode verifikasi.

6. Masukkan kode verifikasi pada kolom yang tersedia, lalu tekan tombol “Lanjutkan”.

7. Selanjutnya akan muncul halaman register kemudian isi kolom yang ada sesuai dengan data diri Anda.

8. Untuk verifikasi identitas, Bibit akan meminta Anda upload foto KTP, foto selfie sambil pegang KTP dan tanda tangan secara digital pada tampilan layar.

9. Usahakan tanda tangan sesuai dengan yang ada di E-KTP Lanjutkan dengan menekan tombol “Save”

10. Selanjutnya tekan tombol “Daftar” lalu Anda akan masuk ke halaman Setup Pin.

11. Atur Pin Anda, kemudian input lagi di halaman Konfirmasi Pin. Pin ini akan digunakan setiap kali Anda melakukan penjualan reksadana, jadi pastikan menggunakan angka pin yang mudah diingat ya.

12. Setelah konfirmasi Pin, Bibit akan mengirim tautan verifikasi melalui Email. Segera menuju laman Email Anda dan klik tautan tersebut.

Saatnya Membeli Reksadana

Apabila registrasi sudah selesai, ini saatnya Anda memilih instrument reksadana di Bibit sesuai tujuan finansial dan kemampuan.

Aplikasi Bibit

Adapun langkah-langkah investasi di Bibit-nya adalah sebagai berikut:

  1. Tekan tombol ‘Explore’ pada halaman utama aplikasi Bibit.
  2. Pilih salah satu jenis reksadana yang Anda inginkan; pasar uang, obligasi, saham, syariah, dan lainnya.
  3. Pelajari data dan informasi produk reksadana yang Anda pilih, cari informasi tambahan melalui internet jika Anda butuhkan.
  4. Scroll ke bawah untuk membaca prospectus mengenai tujuan investasi, strategi, kinerja perusahaan manajemen dan lainnya. Jika sudah yakin dengan produk reksadana pilihanmu, klik ‘Beli’.
  5. Masukkan nominal dana yang ingin Anda investasikan, rata-rata minimal dana yang bisa Anda investasikan adalah 100 ribu rupiah.
  6. Setujui syarat dan ketentuan investasi, kemudian tekan tombol ‘Bayar Sekarang’.
  7. Pilih Metode Pembayaran yang disediakan oleh Bibit antara lain: transfer manual, virtual account atau melalui e-wallet seperti GoPay, LinkAja, dan bank digital Jago.
  8. Kalau sudah memilih metode pembayaran yang biasa Anda lakukan, tekan tombol ‘Bayar’ dan selesaikan pembayaran.
  9. Selamat, Anda sudah berhasil melakukan investasi reksadana pertama melalui aplikasi Bibit
  10. Lakukan eksplorasi lebih dalam pada instrumen lain untuk melakukan diferensiasi portofolio investasi.

Mengenal Robo Advisor Bibit

6 kuesioner di awal pendaftaran akun menjadi data utama bagi teknologi Robo Advisor untuk membantu calon investor merancang portofolio investasi yang optimal.

Ini adalah teknologi yang bekerja dengan algoritma kecerdasan buatan yang melakukan analisis berdasarkan data diri yang Anda berikan.

Maka penting untuk memberikan data diri yang benar dan jawaban kuesioner yang tepat agar Robo Advisor bisa melakukan analisis yang sesuai.

Teknologi ini mengategorikan Anda berdasarkan umur, profil risiko, dan tujuan investasi Anda secara otomatis.

Teknologi ini dikembangkan berdasarkan riset pemenang Nobel Prize Harry Markowitz yang bernama Modern Portfolio Theory.

Ini adalah upaya Bibit untuk melakukan demokratisasi pada sebuah penelitian akademik yang sudah teruji untuk membantu siapa pun dapat berinvestasi dengan benar.

Beberapa fitur terbaik dari Auto Robot Bibit adalah:

Auto Risk Profiling: 6 kuesioner yang harus Anda jawab pada saat memulai pendaftaran akun, sehingga teknologi Robo Advisor dapat menentukan profil risiko kamu dengan algoritma tanpa bias.

Auto Financial Plan: Anda akan mendapatkan alokasi portofolio reksadana terbaik berdasarkan jawaban yang kamu berikan dari 6 kuesioner tersebut.

Auto Rebalancing: Bibit akan otomatis mempertahankan alokasi optimal Anda seiring dengan perubahan pasar dan informasi akan diberikan secara Real-time.

Yuk Bagikan

Tinggalkan komentar