Investasi Emas atau Deposito Jelang Akhir Tahun, Pilih Mana?

Investasi Emas atau Deposito. Jelang akhir tahun seperti ini, mungkin banyak di antara kita yang tengah menanti bonus tahunan.

Berbagai keinginan jelas sudah direncanakan menggunakan bonus tahunan yang biasanya fokus pada kegiatan healing saat pergantian tahun. Namun bagaimana kalau bonus akhir tahun nanti dipakai untuk berinvestasi?

Yap, Anda tentu sudah mendengar mengenai kemungkinan kondisi perekonomian yang suram di tahun 2023 nanti. Tentu demi menjaga kondisi finansial tetap sehat, investasi jelas jadi pertimbangan yang tepat.

Hanya saja pertanyaannya, produk investasi apakah yang cocok dimiliki jelang akhir tahun ini? Di saat ancaman resesi global begitu banyak disebutkan?

Dari banyaknya instrumen investasi, ada dua yang bisa Anda pilih yakni investasi emas atau deposito.

Kenapa harus kedua produk ini? Karena sudah sejak lama baik emas maupun deposito dianggap sebagai instrumen investasi terbaik yang cenderung aman dan cocok dipilih oleh siapapun.

Baca, Bukan Emas, Yuk Intip Peluang Investasi Berlian si Batu Mulia

Namun jika disuruh membandingkan mana yang lebih baik untuk dipilih, ulasan berikut ini akan menjawabnya.

Hal-Hal Penting Seputar Investasi Emas

Ilustrasi Keping Emas
© regularguy.eth/UNSPLASH/ Investasi Emas atau Deposito

Investasi Emas atau Deposito. Kalau bicara soal emas, tentu tak akan pernah jauh-jauh dari anggapan instrumen investasi terbaik.

Ya, sekalipun peradaban manusia makin modern dan literasi keuangan di masyarakat meningkat, emas tetap ada di puncak sebagai instrumen investasi terbaik.

Logam mulia ini sudah terbukti mampu menjaga kestabilan harganya (bahkan cenderung naik), di tengah kondisi perekonomian dunia yang tak menentu.

Anda tentu ingat saat pandemi Covid-19 mulai melanda dunia sejak tahun 2020 silam. Ada banyak instrumen investasi yang hancur lebur termasuk saham dan properti, tapi emas mampu mempertahankan nilainya.

Bahkan emas mencapai harga tertinggi sepanjang sejarah yakni menembus Rp1 juta per gram kala itu.

Dipilihnya emas oleh para investor juga bukan tanpa alasan lantaran memang mampu menjadi lindung nilai.

Bahkan dengan kemungkinan dunia mengalami resesi global tahun 2023 yang dipicu oleh kenaikan inflasi, bukan tak mungkin kalau emas akan menjadi primadona lagi.

Baca, 3 Instrumen Investasi Tahan Inflasi

Nah supaya makin yakin memilih antara investasi emas atau deposito, berikut beberapa hal soal emas yang wajib diketahui.

1. Bentuk Investasi Emas

Investasi Emas atau Deposito. Dengan perkembangan zaman yang makin modern, ada banyak sekali pilihan investasi untuk emas.

Hal ini tentu bisa jadi keuntungan karena akhirnya kita sebagai calon investor bisa membeli emas sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan.

Bahkan Pegadaian juga menawarkan Tabungan Emas yang disetor menggunakan uang tunai, tapi langsung dikonversikan ke harga emas secara realtime.

Nah supaya bisa melakukan investasi emas secara tepat, berikut beberapa bentuk aset ini yang bisa Anda pilih:

  • Emas Logam Mulia: Investasi emas dalam bentuk logam mulia artinya kita membeli emas-emas batangan murni 24K. Tentu jenis emas ini punya harga yang paling maha, stabil dan paling menguntungkan. Kita bisa membelinya dalam kepingan kecil hingga batangan 1 kilogram sesuai kemampuan. Biasanya emas-emas batangan akan disimpan di safe deposit box
  • Emas Perhiasan: Sesuai dengan namanya, emas dalam bentuk perhiasan bukanlah emas murni 24K karena sudah dilebur dengan logam mulia lain entah perak atau platina hingga berhiaskan batu mulia seperti berlian. Dibandingkan emas batangan, investasi emas perhiasan memang lebih terkesan mewah karena bisa dipakai dan mempercantik penampilan. Namun harga emas perhiasan lebih mudah anjlok daripada emas batangan
  • Trading Emas: Merupakan kegiatan jual beli emas di pasar forex tapi tanpa perlu memindahkan aset emas secara fisik karena dalam trading emas, yang terpenting adalah nilainya. Hal ini membuat trading emas seperti trading saham, forex atau cryptocurrency

2. Emas Tawarkan Capital Gain

Investasi Emas atau Deposito. Jika Anda melakukan investasi pada efek entah saham, obligasi hingga reksadana, biasanya akan memperoleh profit rutin lewat dividen maupun bunga. Hanya saja emas tidak memberikan keuntungan demikian karena cuma menawarkan capital gain.

Setiap investor emas cuma memperoleh keuntungan dari apresiasi nilai saat harga jual kembali emas meningkat.

Anda tentu akan sangat untung luar biasa saat membeli emas dengan harga Rp153 ribu per gram pada tahun 2005 sebanyak 1 kg (Rp153 jutaan), lalu dijual pada tahun 2020 saat emas mencapai Rp1,065 juta per gram. Di mana dari hasil penjualan 1 kg emas itu Anda akan memperoleh Rp1 miliar!

Hal inilah yang akhirnya membuat emas selalu menjadi lindung nilai dan pilihan terbaik bagi diversifikasi investasi.

Namun kembali lagi dalam bentuk emas yang dipilih, emas fisik murni 24K adalah yang paling menguntungkan.

Baca, Wajib Tahu, 7 Hal Penting Sebelum Mulai Berinvestasi

Begitu pula dengan capital gain yang diperoleh, makin lama disimpan jelas harganya bakal makin meningkat sehingga cocok bagi investasi jangka panjang.

3. Jual-Beli Emas Online

Jika Anda tetap tertarik untuk melakukan investasi emas tapi tak mampu menanti capital gain selama bertahun-tahun (minimal lima tahun), maka trading emas bisa jadi pilihan paling tepat.

Ya, perdagangan emas online kini jadi alternatif para trader dalam memaksimalkan cuan. Apalagi emas bisa diperdagangkan secara global dengan harga yang begitu fluktuatif, membuat siapapun bisa meraih keuntungan.

Apalagi jual-beli emas online ini juga sangat cocok dilakukan demi menghindari inflasi yang kini tengah menjadi ancaman banyak negara hingga resesi di tahun 2023 nanti.

Namun tetap saja, trading emas membutuhkan pemahaman soal pasar yang lebih cermat agar bisa untung maksimal.

Hal-Hal Penting Seputar Investasi Deposito

© Piggybank/Unsplash/ Investasi Emas Atau Deposito
© PiggyBank/UNSPLASH

Selain emas, instrumen investasi lain yang cenderung aman dan hampir bebas risiko seperti emas adalah deposito.

Ya, tabungan berjangka juga sudah sejak lama menjadi rekomendasi banyak orang bagi mereka yang ingin melakukan investasi.

Hanya saja jika disuruh membandingkan, antara investasi emas atau deposito jelas memiliki perbedaan. Apa saja? Berikut beberapa di antaranya:

1. Deposito Menawarkan Bunga

Investasi Emas atau Deposito. Salah satu perbedaan utama antara investasi emas atau deposito terletak pada keuntungan yang ditawarkan.

Seperti penjelasan sebelumnya, emas unggul dalam hal capital gain. Namun untuk deposito, investor bisa mendapat keuntungan secara bulanan dan rutin lewat bunga yang ditawarkan.

Ya, setiap institusi perbankan yang menawarkan layanan deposito pasti akan mempunyai besaran bunga bulanan atau tahunan lebih besar daripada tabungan biasa.

Bunga inilah yang akan membuat nilai deposito bertambah secara signifikan tapi memang sama seperti emas, butuh waktu cukup lama.

Hanya saja deposito mempunyai masa jatuh tempo sehingga kalau memang ingin untung maksimal, harus memenuhi aturan yang ditetapkan perbankan untuk produk tabungan berjangkanya.

Baca, 5 Investasi Tepat Dikala Suku Bunga Naik

Di masa inflasi seperti saat ini ketika suku bunga acuan bank sentral terus naik, deposito bisa jadi instrumen investasi terbaik.

2. Mudah Dilakukan

Investasi Emas atau Deposito. Dibandingkan emas, deposito pada dasarnya jauh lebih mudah untuk dijadikan investasi.

Apalagi kini perbankan mulai mengenalkan platform digital untuk seluruh layanannya, setiap nasabah bisa langsung membuka rekening deposito secara pribadi di rumah.

Nasabah bahkan mempunyai hak untuk menentukan sendiri besaran awal uang yang disetorkan hingga jangka waktu yang dibutuhkan sampai menghitung besaran bunga.

Lantaran sangat mudah dilakukan, tentu saja untuk Anda yang ingin melindungi penghasilan, bisa langsung menyetorkan dana ke rekening deposito.

Berbeda jauh dengan investasi saham atau produk efek lain yang membutuhkan pendaftaran terlebih dulu di bank kustodian dan menyiapkan modal tertentu.

Apalagi dengan jaminan dana deposito yang dilakukan oleh pemerintah, membuat investasi ini sangat aman dan layak dimiliki.

3. Sangat Fleksibel

Investasi Emas atau Deposito. Hal terakhir yang menonjol dari investasi deposito adalah begitu fleksibel. Disebutkan memang kalau Anda harus memilih masa tempo untuk deposito, hanya saja jika memang uang tersebut sangat dibutuhkan, pihak perbankan bisa mencairkannya sewaktu-waktu sesuai kebutuhan nasabah.

Tak heran kalau akhirnya deposito jadi pilihan terbaik untuk menyimpan dana darurat karena Anda tidak akan tergiur untuk mengambil uang setiap hari seperti ATM. Untuk itulah deposito sangat cocok menjadi media pembelajaran investasi bagi para pemula.

Nah, bagaimana? Apakah sudah menetapkan hati dan memilih yang sesuai antara investasi emas atau deposito? Tentu saja kedua instrumen ini sama-sama mempunyai keunggulan tersendiri dan dianggap paling aman untuk dipilih ketika resesi global 2023 benar-benar terjadi. Yang penting Anda tahu seperti apa tujuan finansial yang dikehendaki, maka instrumen investasi apapun akan bisa memberikan hasil maksimal.

Yuk Bagikan

Tinggalkan komentar