Jenis, Manfaat dan Alasan Pakai Influencer dalam Bisnis

Diperbarui pada Maret 3rd, 2022 at 05:43 am

Bisa dibilang kalau menjalankan bisnis di era saat ini memang jauh lebih mudah daripada dulu. Jika sebelumnya dalam berbisnis haruslah menyiapkan modal besar untuk menyewa tempat dan sebar brosur, maka kini tidak lagi. Di zaman serba internet, keberadaan influencer dalam bisnis justru memberikan dampak yang cukup signifikan.

Memang, apa sih influencer itu?

Secara mudahnya, influencer adalah sosok yang populer di masyarakat dan memiliki kemampuan untuk memberikan pengaruh. Saat ini influencer memang lebih identik kepada mereka yang terkenal di media sosial baik sebagai selebgram, selebtwit, youtuber, blogger hingga content creator maupun selebritis yang dianggap penting di sebuah komunitas.

Apakah populer ini artinya mereka memiliki jutaan pengikut di media sosial? Biasanya memang demikian. Namun ada kalanya sosok itu hanya populer bagi ribuan atau puluhan ribu orang, juga bisa dianggap sebagai influencer jika memiliki kemampuan memberikan pengaruh. Nah, sosok-sosok seperti inilah yang rupa-rupanya memiliki dampak besar ke sebuah bisnis.

Yap, penting bagi pelaku bisnis di era serba digital untuk mulai mempertimbangkan penggunaan influencer dalam bisnis yang mereka geluti, sebagai bagian dari pemasaran. Karena seperti yang sudah Anda ketahui tentunya, menggeluti bisnis di zaman now haruslah mampu berpikir kreatif dan inovatif.

Jenis-Jenis Influencer di Masyarakat

Semenjak pandemi Covid-19 melanda global sejak tahun 2020, ada banyak hal yang berubah dalam sektor bisnis. Jika sebelumnya bisnis-bisnis dilakukan di tempat umum seperti pusat perbelanjaan, kini malah melakukan berbagai penawaran online. Bukan itu saja, gaya hidup yang makin serba internet juga menjadikan sosok influencer sangat penting bagi sebuah bisnis.

Influencer yang populer di dunia maya misalnya, mereka jelas memiliki kemampuan memberikan pengaruh pada platform masing-masing, sehingga membuat produk bisnis bisa lebih mudah mencapai target pasar. Nah, supaya bisa menentukan seperti apa influencer yang cocok untuk bisnis Anda, berikut beberapa jenisnya:

1. Mikro

Apa itu influencer mikro? Jadi, seorang influencer mikro biasanya memiliki jumlah follower 10 ribu orang, bahkan kurang. Dilihat dari jumlahnya, Anda mungkin berpikir bahwa menggunakan influencer mikro tidak efektif untuk promosi produk.

Kenyataannya, justru sebaliknya.  Kekuatan dari influencer mikro adalah keterikatan (engagement) dengan followernya. Bahkan, sebuah studi menunjukkan bahwa kemungkinan konsumen membeli produk dari rekomendasi influencer mikro mencapai 82%!

Tidak hanya itu, influencer mikro memiliki audiens yang lebih spesifik pada niche (topik) tertentu. Dengan memahami audiens-nya, seorang influencer mikro mampu membuat konten yang lebih relevan dengan followernya. Di Indonesia sendiri biasanya influencer mikro ini adalah sosok-sosok yang populer dalam komunitas tertentu seperti seorang traveller blogger, food blogger atau mungkin beauty vlogger.

2. Makro

Jika memiliki lebih dari 100 ribu follower, ia bisa disebut influencer makro. Biasanya influencer makro adalah sosok yang dikenal luas walaupun belum setenar selebritis.  Dengan jumlah followernya, influencer makro potensial untuk mempromosikan produk ke lebih banyak orang. Selain itu, menggunakan influencer makro bisa membuat produk atau brand Anda terlihat eksklusif.

3. Premium

Premium influencer adalah jenis influencer dengan jumlah follower paling banyak. Seorang premium influencer umumnya memiliki jutaan follower. Persentase pembelian produk dari rekomendasi influencer premium mungkin tidak sebesar influencer lain, namun tetap saja menjanjikan.

Alasannya, jangkauan pesan dari influencer premium luar biasa luas. Meski demikian, Anda perlu memikirkan kesesuaian dengan produk yang Anda tawarkan dan budget yang Anda miliki. Biasanya kalangan selebritis populer di TV atau punya kanal Youtube pribadi bisa dianggap sebagai influencer premium, yang tentunya tarif endorse mereka sangatlah tinggi.

4. Selebgram

Selebgram atau selebritis Instagram adalah seorang public figure yang menggunakan platform Instagram sebagai media promosi produk. Kenapa Instagram potensial untuk pasar Indonesia? Sebab, Indonesia menempati urutan keempat pengguna Instagram terbesar di dunia dengan 59 juta pengguna!

Data tersebut menunjukkan bahwa memanfaatkan kepopuleran selebgram bisa diandalkan untuk promosi produk. Siapa saja selebgram di Indonesia? Banyak. Contohnya seperti Awkarin, Dian Pelangi, dan Rachel Vennya.

5. YouTuber

Tentunya Anda sudah tahu kan apa itu influencer yang satu ini? Ya, tepat sekali. YouTuber adalah orang yang mengunggah video ke YouTube tentang suatu informasi, termasuk informasi produk. Peran YouTuber sebagai influencer produk cukup signifikan. Alasannya, lebih dari 90% pengguna internet mengenal produk baru melalui Youtube.

Jika Anda bekerja sama dengan Youtuber yang memiliki follower banyak, tentu potensi menarik perhatian mereka akan produk Anda kian besar. Inilah beberapa youtuber tersebut: Rachel Goddard, Naisa Alifia Yuriza, dan Deddy Corbuzier, Arief Muhammad sampai Bayu Skak.

6. Blogger

Blogger adalah seseorang yang memiliki dan mengelola sebuah blog. Tidak sedikit blog yang digunakan untuk melakukan review tentang suatu produk, seperti blog Sasyachi yang mengulas beragam produk kecantikan.  Ketika seorang blogger merekomendasikan produk, tentu akan menarik pembacanya untuk mencoba produk tersebut.

Jika blogger tersebut memiliki pembaca setia yang banyak, pemasaran produk tentu menjadi lebih mudah dan efektif.  Contoh blogger yang bisa menjadi influencer adalah Iwan Banaran, Sonia Eryka dan Julia dan Marius (anakjajan.com).

Manfaat Menggunakan Influencer dalam Bisnis

Tahu kah kalian bahwa penggunaan influencer dalam mempromosikan sebuah produk mampu membantu produk kalian lebih dikenal oleh banyak orang. Hal tersebut tentunya akan membuat banyak orang untuk mulai melirik produk kalian dan memungkinkan untuk melakukan pembelian terhadap produk kalian.

Berdasarkan laporan yang diberikan oleh Influencer Marketing Hub, 90% marketer percaya bahwa influencer marketing efektif untuk digunakan. Bahkan mereka berani menyisihkan budget marketing lebih banyak untuk influencer marketing.

Apabila kalian masih ragu untuk melakukan promosi melalui influencer, coba perhatikan beberapa hasil survei yang dilakukan oleh beberapa perusahaan ini. Empat alasan ini mungkin dapat meyakinkan kalian mengapa harus menggunakan influencer untuk bisnis kalian:

1. Jangkau Pasar Lebih Luas

Melalui laporan 2020 Influencer Marketing Report yang dikeluarkan oleh Social Publi, diketahui bahwa 89% brand setuju bahwa influencer membantu menjangkau audiens selama pandemi. Peraturan untuk tetap berdiam diri di rumah selama pandemi, membuat masyarakat lebih banyak menghabiskan waktunya untuk bermain social media. Berdasarkan data dari YouGov, penggunaan social media meningkat hingga 38% selama pandemi.

2. Tingkatkan Penjualan

Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Influencer Marketing Hub, dihasilkan bahwa sebuah bisnis akan mendapatkan penghasilan sebesar 5,20 dolar untuk setiap 1 dolar yang mereka keluarkan untuk influencer marketing. Dengan membayar influencer untuk mempromosikan produk kalian, hal tersebut dapat membantu kalian meningkatkan jumlah penjualan kalian.

3. Bangun Brand Awareness

BrightLocal melakukan survei Local Consumer Review Survey pada tahun 2018, yang melaporkan bahwa 91% milenial memercayai online review, sama seperti mereka mempercayai review yang diberikan oleh teman dan keluarga mereka. Online review yang diberikan oleh influencer akan membantu meningkatkan kredibilitas dan kepercayaan konsumen. Sehingga hal tersebut mampu meningkatkan brand awareness.

4. Reputasi Brand Terjaga

Social Public mengungkapkan bahwa 50% marketer menyetujui bahwa influencer mampu membawa dampak yang positif terhadap brand image. Berdasarkan data yang dirilis oleh Matter Communications, 61% orang cenderung percaya terhadap rekomendasi yang diberikan oleh teman, anggota keluarga, ataupun influencer di platform sosial.

Ketika influencer mengungkapkan hal yang positif terhadap sebuah brand. Hal tersebut akan menimbulkan pandangan yang positif pula terhadap brand tersebut.

Tips Pilih Influencer dalam Bisnis Agar Cuan

Melihat manfaat yang diberikan, pertimbangan menggunakan influencer dalam bisnis tentu jadi sesuatu yang wajib dipikirkan. Hanya saja bagi para pelaku bisnis, janganlah memilih influencer secara sembrono, karena memang tidak semua pesohor ini mampu memberikan dampak kepada bisnis sesuai dengan apa yang diharapkan.

Supaya tidak mengalami hal-hal sepert itu, berikut adalah beberapa tips pilih influencer dalam bisnis yang bisa coba Anda terapkan:

1. Sesuaikan Budget

Seperti halnya kegiatan promosi lain, memilih seorang influencer harus sesuai dengan budget yang Anda miliki.  Jika Anda memiliki budget yang terbatas, bekerja sama dengan influencer mikro bisa menjadi pilihan terbaik. Salah satu alasannya adalah mereka lebih sering berinteraksi dengan follower secara intens. Tak jarang ada masukan tentang produk diberikan oleh beberapa follower pengguna produk tersebut.

2. Target Pasar Cocok

Target pasar berguna untuk mengetahui kelompok konsumen Anda sehingga bisa menerapkan langkah promosi yang tepat sasaran. Sebagai contoh, jika Anda menjual produk anak-anak, target konsumen Anda adalah ibu-ibu rumah tangga. Anda bisa melakukan riset siapakah public figure yang sering posting tentang panduan parenting.  Jika menggunakan contoh target konsumen di atas, selebgram yang adalah ibu-ibu muda bisa jadi pertimbangan.

3. Reputasi Baik

Apapun jenis influencernya, mikro ataupun makro, bekerja sama dengan yang punya reputasi baik tentu lebih nyaman. Jika Anda hanya melihat jumlah follower saja, namun sang public figure kerap bermasalah dengan hukum, misalnya, tentu akan berpengaruh pada produk Anda. Selain itu, public figure dengan reputasi baik tentu akan memiliki personal branding yang terjaga. Hal ini akan dapat membantu bisnis Anda membangun branding yang baik pula.

4. Engagement Tinggi

Keterikatan (engagement) antara public figure dengan followernya juga perlu Anda cermati. Sebab, hal itu bisa menjadi tolok ukur bagaimana promosi produk Anda akan menyentuh calon konsumen Anda. Sebagai contoh, jika  melihat influencer mikro yang selalu memiliki engagement yang tinggi, Anda bisa menggunakan jasanya untuk promosi produk Anda. Sebaliknya, public figure yang jumlah followernya banyak namun engagement-nya kecil, tentu kurang menguntungkan.

5. Rutin Update Konten

Jika influencer Anda terlalu sering melakukan posting Instagram dalam satu hari, besar kemungkinan konten promo Anda akan cepat hilang dari halaman atas galeri. Artinya, follower harus scroll ke bawah untuk menemukan konten produk Anda. Sebaliknya, jika public figure tersebut jarang melakukan posting, bisa saja engagement followernya juga mulai redup. Selain itu, jika influencer Anda melakukan posting multi-channel atau di berbagai media sosial secara bersamaan, tentu akan lebih meningkatkan jumlah calon konsumen yang melihat.

Bagaimana? Sebetulnya tidak sulit bukan menentukan influencer dalam bisnis yang tepat? Asalkan Anda bisa menerapkan tips-tips di atas, maka akan memperoleh sosok pesohor yang memang sangat berguna bagi bisnis. Dengan begitu, Anda bakal memperoleh banyak manfaat dan bisnis pun semakin cuan maksimal.

Yuk Bagikan

Tinggalkan komentar